Kasus Kepemilikan Sabu Perwira Polda Jateng Dilimpahkan Ke Pengadilan
Info mengenai "Kasus Kepemilikan Sabu Perwira Polda Jateng Dilimpahkan Ke Pengadilan-#cymdsw", selengkapnya silahkan baca-baca beritanya :

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

news.xcoid.com, SEMARANG Kasus AKP Kokok Wahyudi (51), perwira yang bertugas di Polda Jateng, dalam kepemilikan narkoba jenis sabu sudah dilimpahkan ke pengadilan. Warga Perum Beringin Permai, Kecamatan Ngaliyan, Kot'a Semarang itu sekarang mendekam dalam tahanan.


AKP Kokok ditangkap di halaman parkir sebuah rumah makan di Jalan MT Haryono, Semarang, beberapa waktu lalu. Dia tidak sendiri ketika itu, bersamanya ada seorang perwira lain. Ketika mereka selesai makan, AKP Kokok & rekannya itu ditangkap dan dibawa ke Polda Jateng. Dari hasil penggeledahan di mobil milik AKP Kokok, orang yg bertugas menemukan 2 paket sabu dalam bungkus plastik klip kecil, 2 pipet, dan satu korek api gas.

Baca: Setelah Terungkap Napi Trlibat Pemerasan, Kini Beredar Video Napi Pegang Ponsel di dalam Tahanan

AKP Kokok ialah anggota Polda Jateng yang ditempatkan di Buser Narkoba.

Pada 22 November 2017, Kokok bersama tim mengungkap kasus narkoba di Solo.

Seorang pelaku ditangkap dalam kasus itu. Atas inisiatif sendiri, Kokok mengambil sabu di pinggir Jalan A Yani Pabelan, Kartasura. Hingga 1 Desember, sabu itu masih berada di tangannya.


Sampai 9 hari lamanya, sabu seberat 0,509 gram itu disimpan AKP Kokok.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , April 2018 )

Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.

"Perkara AKP Kokok telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Semarang untuk segera disidangkan," kata Panitera Muda Pidana PN Semarang, Noerma Soejatiningsih, Jumat (13/4/2018). Noerma menyatakan, Kokok dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 UU Narkotika.

Baca: Guru SMK di Balikpapan Tewas Digorok Adik Ipar

Kuasa hukum Kokok, Theodorus Yosep Parera, menyatakan barang bukti sabu itu hasil operasi yang dipegang dengan surat tugas lengkap. "Klien kami sudah lapor ke pimpinan. Krn pada saat itu hari libur, baru hari Senin, ia akan menyerahkan sabu itu ke kantor. Terlambat sehari dari berakhirnya surat tugas," jelas Parera.


Menurutnya, sesaat ditangkap hasil tes urine AKP Kokok terbukti negatif.

"Jika negatif, oleh sebab itu barang bukti sabu seberat 0,5 gram itu ngga mungkin dia pakai, wong hasilnya negatif," katanya. Di sisi lain, AKP Kokok pula dijerat dugaan percobaan suap kepada seorang petinggi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng. Uang suap mencapai Rp 450 juta, terkait pengamanan kasus narkotika seorang narapidana di Pekalongan. Namun, Parera menyatakan hal itu ngga membawa kliennya tersebut masuk ke ranah hukum.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , April 2018 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.

Baca: Warga Tangkap Pasangan Mesum di Masjid

"Hal itu belum ada. Jikalau ada pasti dia sudah minta aku mendampingi. Hingga saat ini belum ada pemeriksaan terkait hal itu," bebernya.


Terpisah, Kepala BNNP Jateng Brigadir Jenderal Pol Tri Agus Heru menyatakan upaya suap itu ada yang dilakukan AKP Kokok. Uang Rp 450 juta telah disita institusinya. "Oknum itu melakukan upaya suap supaya BNNP tak mengusut kasus narkotika terhadap narapidana di Pekalongan. Kami terus melakukan penyelidikan," jelas Brigjen Tri Agus.

Demikiannlah berita hari Sabtu mengenai ( Kasus Kepemilikan Sabu Perwira Polda Jateng Dilimpahkan Ke Pengadilan-#cymdsw ), info pencarian terkait berita ini, kasus,kepemilikan,sabu,perwira,polda,jateng,dilimpahkan,ke,pengadilan, semarang, ditangkap, seorang, menyatakan, narkotika, negatif

Sumber: www*tribunnews*com/regional/2018/04/14/kasus+kepemilikan+sabu+perwira+polda+jateng+dilimpahkan+ke+pengadilan
Share Berita