Sekolah Harus Waspada, Kenali Tanda Anak Yang Terindoktrinasi Radikalisme
Info lengkap bulan Mei mengenai "Sekolah Harus Waspada, Kenali Tanda Anak Yang Terindoktrinasi Radikalisme-#ge7pe2":

Sebagai antisipasi trauma akibat peristiwa penggerebekan, Mabes Polri mengadakan trauma healing utk anak-anak di sekitar markas teroris. Tampak beberapa anggota polisi mengajak anak-anak ber-main di salah dekat Lokasi Kejadian Perkara (TKP) di Kampung Sanews.xcoid.com, Jakarta Kejadian terorisme bom Surabaya melibatkan anak.

Pelaku bom menumbalkan anak-anak mereka sesaat melakukan aksi bunuh diri.

Anak-anak ini tentu tidak bisa disebut sebagai pelaku. Mereka pula adalah korban, korban dari indoktrinasi radikalisme yang dilakukan _oleh orangtuanya. Indoktrinisasi radikalisme ini kemudian bisa mengarahkan anak melakukan kejahatan terorisme, seperti kejadian bom Surabaya.


Ada tanda-tanda indoktrinisasi radikalisme yang terlihat pd_ anak. Hal tersebut dapat diketahui dari sikap dan perilaku anak.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto mengungkapkan, sikap dan perilaku anak tecermin sesaat ia berada di sekolah. "Jika anak terpapar indoktrinisasi, oleh sebab itu yang terjadi anak tidak mau hormat bendera (Merah Putih).


Ia juga tak mau menyanyikan lagu Iindonesia Raya," kata Susanto dalam konferensi pers di Kantor KPAI pd_ Selasa (15/5/2018).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2018 )

Semua yang kita capai adalah hasil dari apa yang kita pikir.

Saksikan pula video menarik berikut:


'
Aksi AKBP Roni Faisal mengevakuasi anak terduga teroris di Mapolrestabes Surabaya.

1 dari 2 halamanTidak mau hormat bendera

Seorang peserta Aksi Kita Iindonesia ikut membentangkan Bendera Merah Putih raksasa di Bundaran HI, Jakarta, Miinggu (4/12). Aksi Kita Indonesia adalah acara perayaan kegembiraan atas keberagaman dan kebangsaan Indonesia.

(news.xcoid.com/Fery Pradolo)Tanda-tanda indoktrinisasi radikalisme juga terlihat dari otak pelaku bom di tiga gereja Surabaya, yang berinisial DS. Ayah dari empat anak ini tidak mau hormat bendera. Ia enggan turut serta upacara bendera. "Sejak ia masih SMA.

Ayah pelaku bom gereja Surabaya itu ngga mau hormat bendera (ikut upacara bendera) dan menyanyikan lagu Iindonesia Raya," tambah Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. Pada waktu itu, otak pelaku bom gereja Surabaya menjabat sebagai ktua rohis di sekolahnya. Menilik hal tersebut, perlu upaya inisiasi guru.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2018 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.


"Kejadian ini kan sudah 30 tahun lalu berarti. Pihak sekolah dan guru harus peka, tapi kita mesti mendengar, apa alasan ia berbuat seper_ti itu (tidak mau hormat bendera). Apakah alasannya mengarah pd_ indoktrinisasi atau tidak," jelas Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati.

Sumber: s://www*liputan6*com/health/read/3526345/sekolah+harus+waspada+kenali+tanda+anak+yang+terindoktrinasi+radikalisme
Share Berita