Dilema Musisi Harpa Rama Widi Sesaat Ibu Kandung Kena Kanker Payudara Dan Harus Kemo Ke Singapura
Baca informasi mengenai "Dilema Musisi Harpa Rama Widi Sesaat Ibu Kandung Kena Kanker Payudara Dan Harus Kemo Ke Singapura-#o8brxy", pada hari Sabtu ini, diliput selengkapnya : news.xcoid.com, JKRTA Kaum perempuan, selalu jagalah kesehatan payudaramu. Segera lakukan pemeriksaan saat merasakan _ada yang ganjil pd_ payudara, misalnya tiba-tiba terjadi pengerasan pd_ area lingkar payudara.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , Mei 2018 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Bisa jadi itu gejala kanker payudara. Pengalaman ini dirasakan musisi harpa kenamaan Rama Widi. Sekitar dua-tiga bulan terakhir ini dia harus bolak-balik Jakarta-Singapura mendampingi ibunya menjalani operasi pengangkatan payudara & serangkaian kemoterapi pasca-operasi, akibat terserang kanker payudara.

Kabar ibunya terserang kanker payudara, apalagi stadium tiga, membuat musisi yang pernah 10 tahun menyenyam sekolah harpa di Austria ini sangat tersentak. Ini lantaran selama ini ibunya selalu menyimpan rapat-rapat tentang penyakit membahayakan tersebut dari keluarganya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , Mei 2018 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Bahkan, ke anak-anak kandungnya sendiri.

Informasi bahwa ibu kandungnya menderita kanker payudara Rama Widi ketaui secara tidak sengaja ketika suatu hari dia dan ibunya menemani sahabat karib ibunya berobat ke Singapura.

Saat menemani berobat, ibunya menanyakan ke Rama Widi tentang dokter yang bisa menangani pengobatan gejala kanker di payudara. Rama Widi sesudah mencoba menanyatakan lebih detil, siapa org yang membutuhkan dokter tersebut. Semula, Rama mengira, ibunya menanyakan itu utk seorang sahabatnya yang lain.


Ternyata, belakangan diketahui itu utk ibu kandung Rama Widi sendiri. Tak mau menanti lama, Rama sesudah mengajak ibunya ke dokter spesialis. Baru diketahui, sang bunda mengalami serangan kanker payudara dan sudah memasuki stadium tiga.

Berkejaran dengan waktu demi menyelamatkan nyawa & masa depan ibu yang dicintainya, atas rekomendasi dokter ahli, Rama kemudian membawa ibunya berobat ke RS Mount Elizabeth di Singapura, & langsung diputuskan menjalani operasi pengangkatan payudara.

"Saya pernh nemenin teman ibu saya periksa payudara di Singapura, tiga bulan lalu, sesaat itu ibu aku nanyakan tentang dokter.


Aku pikir itu untuk teman ibu saya. Akhirnya ibu aku baru berani cerita, ada benjolan di payudaranya & semakin membesar. Kita lngsg cari dokter dan ibu aku langsung menjalani pemeriksaan. Ternyata memang _ada kankerpayudara dan harus diangkat.

Diagnosa dokter usai stadium ketiga.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , Mei 2018 )

Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang!.

Operasi itu berlangsung sukses. Menyusul kemudian itu, sang ibu menjalani serangkaian kemoterapi di rumah sakit yang sama.

Rama harus bolak-balik ke Singapura mendampingi mamanya. Bahkan mengorbankan kesempatannya mengikuti audisi kontes pemain harpa bergengsi yang seharusnya dia jalani di Israel. "Saat didiagnosa, ibu aku kena kena breast cancer, di usia yang 50-an tahun ternyata pula bisa kena. Biasanya penyakit ini menyerang usia yang lebih muda, dan terjadi pd_ wanita yang enggan menyusui dan penyakit ini datang dari endapan air ASI.

Sesaat diperiksa, rupanya ibu saya sudah stadium 3. Aku ga bisa bayangkan, ibu aku harus diangkat payudaranya," ungkap Rama Widi dalam sebuah perbincangan di suatu sore di Plaza Senayan, Jakarta. "Saya himbau smua perempuan di Iindonesia agar lebih aware terhadap serangan breast cancer," ungkapnya. Rama mengatakan, ketika ibunya pertama kali mengakui terkena kanker payudara, orang-orang di rumah tak ada yang percaya, termasuk para sahabat dekatnya. "Selesai menjalani kemo pertama, kondisi ibu aku drop.

Ngga mau makan, merasa amat mual, mengeluh pusing terus dan rambut rontok. Badan ibu aku lemes banget. Ibu juga keinget almarhum adik saya, yang meninggal di umur 1 tahun," ujar Rama.

Baca: WeChat Hapus Fitur Kencan di Aplikasinya

Setelah payudara yang terkena kanker diangkat dokter dan menjalani kemo kedua, ibunya sudah mau makan dan tak lagi mengeluhkan pusing.

Setiap kali dilakukan kemo, berlangsung selama tiga jam.

Baca: Apa yang Dilakukan Maia Saat Ahmad Dhani Rayakan Ulang Thn ke-46 Hari Ini?

"Efek kemo, ibu aku jadi gak mau gerak sama sekali.


Kemudian kemo pertama msh bisa jalan jalan ke mal dan ke salon. Kemudian rambutnya rontok di kemo kedua, ibu sudah ngggak mau keluar sama-sekali. Hanya duduk atau rebahan di rumah," kata Rama Widi.

"Setelah jalani operasi ini, ibu aku jadi sering mengingatkan temannya agar jangan lupa jalani mamografi. Cewek di Indonesia harus lebih aware terhadap penyakit ini," lanjut dia.


"Ibu saya semula ngga tahu jikalau ada masalah dengan payudaranya. Payudaranya keras, & itu terjadi setahun lalu. Tapi beliau tak mau cerita krn keluarga baru saja kena musibah, ibu ngga mau membebani pikiran anak-anaknya. Keponakan saya, anak dari adik saya, baru saja meninggal & ayah aku juga baru menjalani operasi tumor.

Ibu benar benar keep, rapat rapat, & orang rumah tidak ada yang tahu," tuturnya.

Baca: Trailer Serial Meteor Garden 2018 Rilis, Fans Sambut Antusias

"Kanker payudara ini bukan penyakit biasa, kita mesti kejar-kejaran dngn waktu jangan sampai makin parah, masuk stadium empat," ujarnya mengingatkan.

Rama Widi memilih mengambil risiko gagal mengikuti kontes audisi pemaiin harpa bergengsi di Israel demi menyelamatkan nyawa ibunya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , Mei 2018 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

"Saya sebenarnya sdng jalani audisi kompetisi harpa di Israel untuk bulan Oktober 2018. Saya sebenarnya diyatakan diterima., berdasar informasi dari panitia.

Namun melihat kondisi ibu aku seperti ini, aku memilih ngga melanjutkan," katanya. Dia menambahkan, mengikuti kompetisi ini sebenarnya ialah impian ia sebagai musisi harpa dengan catatan karier internasional. Apalagi Rama Widi kini usai memasuki batas akhir kriteria usia peserta utk ikut kompetensi ini. "Usia aku sudah kepala tiga.

Namun saya yakin dpat kesempatan di lokasi lain.

Rama sebelumnya pernah ikut kompetisi serupa di tahun 2012 tapi tidak lolos smpai babak kedua.

Sekian info yang kami sampaikan mengenai Dilema Musisi Harpa Rama Widi Sesaat Ibu Kandung Kena Kanker Payudara Dan Harus Kemo Ke Singapura-#o8brxy, berita diambil dari berbagai media online lain.. terimakasih

Sumber: www*tribunnews*com/kesehatan/2018/05/26/dilema+musisi+harpa+rama+widi+saat+ibu+kandun+kena+kanker+payudara+dan+harus+kemo+ke+singapura
Share Berita