Docang, Makanan Sehat Warisan Para Wali
Tahun 2018, informasi tentang "Docang, Makanan Sehat Warisan Para Wali-#nuktbi (berita hari Selasa ,Juni ) ", kami sampaikan informasi lengkapnya :

Laporan Wartawan news.xcoid.com, Abdul Majid

news.xcoid.com, JAKARTA Jika anda berkunjung ke Cirebon, kuliner seperti Empal Gentong, Nasi Jamblang hingga Tahu Gejrot sudah pasti ngga asing terdengar, karena makanan itu umumnya telah hadir di kota-kota besar seperti Jakarta. Namun, Cirebon punya satu kuliner lezat lain.


Docang namanya. Makanan yang menyerupai lontong sayur itu memang kurang familiar bila dibanding dengan Nasi Jamblang atau Empal Gentong, tapi soal rasa, jangan pernah meragukannya. Dalam perjalanan Tour de Java, saat melintasi Cirebon di malam hari kami memandang beberapa kedai makanan yang berjajar rapih tepatnya di Jalan Kesambi Raya kemudian palang pintu kereta api Stasiun Perujakan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2018 )

Bukan karena harta yang melimpah/apa yang dimilik, orang dihormati. kehormatan adalah penghargaan bagi orang yang telah memberikan sesuatu yang berarti bagi orang yang membutuhkan.


Nasi kuning dan nasi jamblang berada di barisan yang sama. Deretan dua sehingga tiga kedai itu tampak mencolok dari kejauhan dengan perpaduan warna dasar oranye ditambah sorot lampu yang terang. Belum lagi, daftar menu yang terpampang jelas di spanduk-spanduk setiap kedai yang bertujuan utk menggugah selera pembeli.



Kedai penjual docang di Cirebon.

Fokus kami sempat berubah, saat menoleh ke kanan atau seberang kedai nasi kuning & nasi jamblang. Ya, di situ _ada satu kedai yang membuat kami berpaling.


Docang Khas Cirebon Ibu Wiwi Kesambi ialah penyebabnya. Sebuah mobil dngn beberapa motor pun sudah terparkir rapih di depan kedai Ibu Wiwi. Bahkan, sebagian kedai Ibu Wiwi pun hampir tak terlihat akibat terhalang deretan kendaraan yang terparkir tepat di depannya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2018 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.


Kami pun bergabung dengan kerumunan para pencinta makanan peninggalan _para Wali itu. Bapak tua yang tadinya duduk lngsg berdiri dan merapikan piring bekas _para pelanggan yang telah selesai menyantap hidangannya. "Sebentar, aku beresin dulu ya mas," ujar Otong, bapak tua yang merupakan suami dari Bu Wiwi pendiri Docang di Kawasan Kesambi. Usai itu, Otong pun menyiapkan tiga piring yang dipersiapkan utk kami.

Satu demi satu isi Docang seper_ti daun singkong muda, parutan kelapa, tauge, oncom, kerupuk aci & potongan lontong pun mengisi masing-masing piring sehingga akhirnya disiram dengan kuah panas yang diambilnya dari dalam panci.

Docang pun siiap saji. Dihadapan kami, makanan peninggalana _para Wali itu memang sangat menggugah selera. Sesendok sambal membuat citra rasa lebih lengkap. Sambil menyantap, saya pun bertanya tentang asal usul Docang kepada Roni, warga sekitar yang turut menyantap Docang.


Menurut Roni Docang adalah makanan peninggalan _para Wali yang masih ada hingga sekarang ini. "Makanan ini usai dari jaman Para Wali. Ini makanan sehat krn semuanya hasil dari kebun seper_ti singkong, tauge, parutan kelapa, oncom sama ditambah kerupuk aci," kata Roni yang mengaku sebagai Ktua RT di kawasan tersebut. Menurut cerita yang beredar sendiri, Docang ialah singkatan dari bodo alias bungkil & kacang yang menjadi bahan utama kudapan ini.

Sejarah docang ngga lepas dari perjalanan penyebaran agama Islam di tanah Cirebon.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2018 )

Segala memiliki awal pasti memiliki akhir.

Alkisah, di zaman para wali, ada seorang pangeran dari Kesultanan Cirebon yang tidak menyukai aktivitas penyebaran agama Islam di wilayahnya. Ia berniat menyingkirkan para wali.

Suatu ketika, sesaat para penyebar agama itu berkumpul di Masjid Agung Cirebon, muncul ide jahat dari sang pangeran untuk meracuni mereka. Racikan makanan itu berupa tempe bongkrek atau tempe bungkil & dibubuhi racun. Anehnya, para wali yang menyantap makanan tidak celaka & justru menyukainya. Cerita ini pun tersiar luas di kalangan rakyat Cirebon dan membuat docang sangat populer.

Kudapan ini biasanya identik dengan perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW. Rasa dari Docang sendiri memang sangat gurih & lezat. Kuah hangat yang membanjiri sayur-sayuran di dalamnya membuat makanan ini menjadi lebih sempurna terlebih jikalau dimakan di malam hari dngn suhu dingin. Tak hanya itu, kerupuk aci rupanya jadi kunci kelezatan lainnya dari Docang.

Menurut Otong, kerupuk yang digunakan merupakan kerupuk khusus yang hanya dibuat untuk Docang. "Nah, bila ini juga kerupuknya khusus, ngga boleh yang lain. Namanya kerupuk aci. Soalnya bila pakai kerupuk aci, kena kuahnya jadi agak kenyal.

Tak bisa pakai kerupuk yang lain krn rasanya pasti beda," jelas Otong. Mendekati hari lebaran, di Cirebon, Docang menjadi hidangan utama. Bahkan, orang-orang yang merantau & kembali ke Cirebon pastinya mencari Docang.

"Nanti mau lebaran, di sini ramai. Bisa sehari itu sampai 1000 porsi, kami buat lesehan di sini," kata Otong.


Docang memang tak berjaya di luar kot'a Cirebon. Tapi, di tanah kelahirannya, Docang menjdi primadona terlebih saat Idul Fitri tiba. Docang Khas Cirebon Ibu Wiwi Kesambi dengan tagline "Aja Kelalen Mampir Dingin" menjdi opsi bagi para pencinta kuliner utk mencoba kuliner sehat peninggalan Para Wali.

Terima Kasih

Best Regards,


Semoga info/tips/berita yang kami sampaikan dapat memperkaya wawasan anda ( news.xcoid.com berita Selasa /Juni /2018 )

Sumber: www*tribunnews*com/travel/2018/06/12/docang+makanan+sehat+warisan+para+wali
Share Berita