Ekonomi Kreatif Kreasi Bambu Unik Nggak Dilirik Bekraf
Berita pada hari Kamis ,Juli mengenai "Ekonomi Kreatif Kreasi Bambu Unik Nggak Dilirik Bekraf-#mqj8tl",yuk ikuti beritanya :

Oleh: Alex Palit

Dua tahun telah berlalu. Tepatnya pd_ tanggal 12 Juli 2016, sebagai pendiri Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN), saya menulis artikel di news.xcoid.com berjudul "Surat Terbuka KPBUN Buat Kepala Bekraf Triawan Munaf".


& hari ini, saya kembali menulis dengan judul "Ekonomi Kreatif Bambu Unik Nggak Dilirik Bekraf". Saya pilih judul "Ekonomi Kreatif Bambu Unik Nggak Dilirik Bekraf", nyatanya sejak aku menulis "Surat Terbuka KPBUN Buat Kepala Bekraf, Triawan Munaf", 2 tahun lalu sehingga saat ini ngga ada respon dari mantan pemain kibord grup band Giant Step, pula dari Bekraf. Sebetulnya aku sendiri enggan menuliskan ulang prihal ini. Tapi lantaran saya sering dibuat trenyuh manakala atas inisiatif sendiri ada teman-teman turut serta pameran utk memperkenalkan apa & siapa bambu unik.

Seperti dilakukan Sukarno Aryudin yang ikut tampil pamerkan bambu unik koleksinya di "Borobudur International Arts and Performance Festival 2018" yang berlangsung di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, 6 8 Juli 2018. Itu pula yang kemudian mengingatkan aku kembali pada tulisan saya di news.xcoid.com, dua tahun lalu. Itu juga yang mendorong aku menulis ulang.

Kala itu aku berharap sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf juga mengapresiasi memberi perhatian khusus & dukungan terhadap setiap upaya pemberdayaan ekonomic kerakyatan berbasis industri kreatif domestik terhadap keberadaan KPBUN. Kala itu aku juga berharap bagaimana berharap sebagai Kepala Badan Ekonomic Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf keberadaan KPBUN ini pula diapresiasi dan mendapat perhatian dari Bekraf, terutama memberdayakan kreasi bambu unik yang memiliki nilai artistik ini ditangani menjadi industri kreatif inovatif bernilai ekonomis.


Mengingat KPBUN yang kini anggotanya sudah di atas 23.000 yang tersebar di Nusantara sebagian besar mereka merupakan pekerja sektor informal, ada yang buruh tani, kuli bangun, pedagang kopi asongan, tukang cukur, penjual es tebu, es kelapa muda, & pekerja serabutan lainnya. Bahkan lebih dari satu di antr mereka yang juga mengandalkan kebutuhan hidup keseharian dpat tambahan dari hasil jual bambu uniknya.

Sebagai pendiri KPBUN, aku pun berprasangka atau jangan-jangan lantaran karena keberadaan KPBUN sebagai komunitas kaum marjinal, org pinggiran.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Juli 2018 )

Kenangan tetap ada tapi jangan terfokus disana. Hidup lo bukan untuk kenangan tapi buat masa depan. Tetap semangat!.


Sehingga komunitas ini nggak dilirik Bekraf. Keberadaan bambu unik ini sendiri memiliki nilai artistik yang tumbuh dan terbentuk secara alami, bisa diperuntukkan sebagai pajangan dekoratif interior, unik, artistik, dan alami.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Juli 2018 )

Keberanian timbul dari bersikap benar.

Selain bisa sebagai pajangan dekoratif interior, bambu-bambu unik ini pula punya nilai seni artistik dngn spesifikasi keunikannya untuk gantungan kunci, bandul kalung, atau asesoris sejenisnya.


Diharapkan bahwa kreasi bambu unik ini pula punya potensi menciptakan industri kreatif inovatif berbasis ekonomic kerakyatan yang mampu menyerap mereka yang tidak masuk sektor kerja formal.

Pada akhirnya diharapkan pemberdayaan KPBUN dngn kreasi inovatif bambu uniknya akan menjadi bagian subsektor pencanangan program "Nawa Cita" yaitu meningkatkan produktivitas ekonomic rakyat, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomic domestik lewat bambu unik. Tak dicuekin. Semoga

Alex Palit, citizen jurnalis, pernh berkerja sebagai jurnalis di Persda Kompas Gramedia (Jakarta), kolektor bambu unik, pendiri dan admin "Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara" (KPBUN), pemimpin redaksi bambuunik.com


Demikiannlah berita hari Kamis mengenai ( Ekonomi Kreatif Kreasi Bambu Unik Nggak Dilirik Bekraf-#mqj8tl ), info pencarian terkait berita ini, ekonomi,kreatif,kreasi,bambu,unik,nggak,dilirik,bekraf, ekonomic, triawan, keberadaan, menulis, artistik, berharap, industri

Sumber: www*tribunnews*com/tribunners/2018/07/12/ekonomi+kreatif+kreasi+bambu+unik+nggak+dilirik+bekraf
Share Berita