GKR Hemas Sosialisasikan Pancasila Ke Komunitas Relawan Sosial Media Untuk Jaga Kondusifitas Bangsa
news.xcoid.com, sebagai media online informasi, terus berinovasi untuk mendukung kemajuan informasi indonesia. di hari [[senin]] ini menyampaikan berita "GKR Hemas Sosialisasikan Pancasila Ke Komunitas Relawan Sosial Media Untuk Jaga Kondusifitas Bangsa-#lz6wle" yuk ikuti selengkapnya : news.xcoid.com, JOGJA Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menggelar sosialisasi tentang Pancasila kepada sejumlah kelompok relawan sosial media yang ada di wilayah DIY. Berlokasi di Ruang Serbaguna DPD RI wilayah DIY, sosialisasi ini mengajak relawan sosial media di antaranya Info Cegatan Jogja, Relawan Radio Amatir, Relawan Driver Gojek, Relawan Gerakan Bersama Atasi Kriminalitas, Solidaritas Ojek Online & beberapa relawan lain yang berkegiatan dan aktif melalui sosial media untuk mulai bijak dalam bersosial media.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Sepember 2018 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.

Menurut GKR Hemas, kegiatan yang digelar ini adalah salah satu tugas & tanggung jawab pihaknya selaku perwakilan warga yang berada di lembaga DPD RI, yakni melakukan Sosialisasi Dasar-Dasar Negara kita, termasuk di dalamnya UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada seluruh lapisan masyarakat. Terlebih Yogyakarta bahkan Indonesia dikenal sebagai negara yang multikultural serta memiliki etnis berjumlah kurang lebih 1.340 jenis suku bangsa. "Seperti yang kita rasakan, bahwa multikultural sebagai identitas kita bersama itu tengah memperoleh ujian.

Spirit keutuhan negara kita tengah terancam oleh dampak negatif teknologi (gadget)."

"Banyak bibit konflik yang mengatasnamakan etnis atau kelompok tertentu di era digital ini disemai begitu saja oleh saudara-saudara kita tanpa mempertimbangkan dampak baik buruknya."

"Setiap menit bahkan detik, info-info hoax yang berbau SARA kerapkali muncul di handphone kita," kata Hemas di depan peserta yang hadir, Kamis (13/9/2018).

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Sepember 2018 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Hemas menjelaskan posisi para relawan di era digital ini sangat strategis terutama dalam mengajak warga luas, mengajak keluarga atau sahabat, untuk selalu waspada dan menjaga keutuhan dan keharmonisan bangsa. "Media sosial itu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk kebaikkan atau sebaliknya keburukkan, smua itu tergantung kita, tergantung anda terutama kaum milenial," lanjutnya.

Pihaknya pun memaparkan fenomena perkembangan dunia digital pd_ era disruptif kali ini. GKR Hemas menyoroti jumlah pengguna yang di tahun 2016 saja usai berjumlah lebih dari 129 juta orang atau lebih dari 50 persen penduduk Indonesia.

"Dari jumlah itu _ada sekitar 94 jenis konten yang paling banyak diakses ialah media sosial.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Sepember 2018 )

Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang!.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa baik buruknya konten media sosial yang beredar di DIY (misalnya) sedikit banyak dapat dipengaruhi _oleh jari-jemari anda smua selaku relawan Netizen," katanya.

Selain itu, iklim demokrasi Indonesia juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpendapat & menyampaikan opini melalui sosial media. "Masyarakat online (netizen) dan media sosial dapat berperan sebagai agen sosial dan perubahan sosial-politik. Karakteristik media sosial yang spesifik dalam iklim demokrasi yang bebas tersebut, mmbuat aktivitas media sosial di Iindonesia menjadi sangat dinamis. Ketiga, sejarah relawan di Iindonesia sangat panjang dan telah mendapatkan tempat tersendiri di masyarakat," jelasnya.

GKR Hemas pun ngga lupa menjelaskan, bahwa pada dasarnya fungsi sosial dari sebuah media sosial yang utama adalah mencari info dan menginformasikannya dngn mudah sebagai bentuk partisipasi seketika itu juga berbagi dengan sesama. Namun, harus diakui, seringkali warga lupa atau ngga sadar bahwa dunia maya yang sehari-hari digunakan di dalamnya ialah ruang publik. Melalui diskusi ini pun pihaknya berharap _para relawan sosial media dpat memperoleh manfaat dan memotivasi untuk berupaya memperkuat nilai-nilai Pancasila ngga hanya pada diri namun juga untuk keluarga, sahabat atau warga luas, melalui instrumen andalan generasi milenial yakni media sosial.

"Apa yang kita katakan pastilah berdampak pada orang lain, apa yang kita anggap baik belum tentu org lain punya pandangan yang sama."

"Karena itu, kita tidak bisa berbicara dalam ruang publik dengan bahasa yang hanya menurut pribadi saya baik dan aman."

"Sikap empati, merasakan apa yang orang laiin akan rasakan harus menjadi pertimbangan sebelum kita memposting, meretweet, atau mengirim-kan pesan," pungkasnya.


Dalam diskusi tersebut, pihaknya pun mengajak serta mengundang dalam diskusi yakni Yanto Sumantri (selaku Presiden Komunitas ICJ/Info Cegatan Jogja) serta Doktor Heri Santoso (Dari Pusat Studi Pancasila UGM) untuk memberikan pandangannya terhadap nilai Pancasila terhadap sosial media saat ini. (tribunjogja) Demikiannlah berita hari Kamis mengenai ( GKR Hemas Sosialisasikan Pancasila Ke Komunitas Relawan Sosial Media Untuk Jaga Kondusifitas Bangsa-#lz6wle ), info pencarian terkait berita ini, gkr,hemas,sosialisasikan,pancasila,ke,komunitas,relawan,sosial,media,untuk,jaga,kondusifitas,bangsa, melalui, masyarakat

Sumber: www*tribunnews*com/regional/2018/09/13/gkr+hemas+sosialisasikan+pancasila+ke+komunitas+relawan+sosial+media+untuk+jaga+kondusifitas+bangsa
Share Berita