Google Bakal Tarik Biaya Perangkat Android Yang Rilis Di Eropa
Diinformasikan pada hari Kamis Oktober , tentang "Google Bakal Tarik Biaya Perangkat Android Yang Rilis Di Eropa-#qxgz8a", silahkan baca selengkapnya :

Android Pie. (Foto: Google)news.xcoid.com, Jkrta Keputusan Uni Eropa untuk mendenda Google direspon cepat _oleh perusahaan.

Google akhirnya menerapkan biaya untuk perusahaan smartphone yang ingin menggunakan Android dan memasarkannya di Eropa. Dikutip dari The Verge, Kamis (18/10/2018), biaya yang ditarik bkn untuk sistem operasi Android, melainkan aplikasi besutan Google yang bakal dibenamkan di perangkat. "Mengingat aplikasi Google Search & Chrome bersama aplikasi lain membantu kami mengembangkan dan distribusi Android gratis, kini kami memperkenalkan lisensi berbayar baru di perangkat Android utk Eropa," ungkap SVP Android Hiroshi Lockheimer.

Dengan sistem baru ini, Lockheimer juga memastikan bahwa Android sebagai sistem operasi tetap gratis & terbuka.


Perubahan hanya diterapkan pd_ produk bawaan Googel yang biasanya ada di sistem operasi tersebut. Jadi, perusahaan yang ingin menyertakan aplikasi atau layanan Google kini harus membayar biaya lisensi lebih dulu ke perusahaan. Perusahaan mengungkap, bakal menarik biaya lisensi untuk layanan seper_ti Play Store, Gmail, Googel Maps, & YouTube.

Untuk informasi, sebelumnya layanan Google itu ialah aplikasi bawaan yang wajib disertakan bila perusahaan ingin memakai Android.


Namun, setelah Uni Eropa menjatuhkan denda sebab dianggap monopoli, Googel kini wajib mengubah model bisnis itu.

Sementara utk aplikasi Chrome & Search, dpat masuk dalam bundel lisensi perusahaan. Kendati demikian, kedua aplikasi ini tak wajib disertakan dalam perangkat Android. Oleh karena itu, perusahaan yang tidak mau membayar biaya lisensi tetap dpat menggunakan Android sebagai sistem operasi tanpa aplikasi bawaan Google.


Cara ini mirip dngn pemasaran perangkat Android di Tiongkok--di mna layanan Google diblokir di sana. Dampak dari aturan baru tersebut, bukan tidak mungkin akan menaikkan harga perangkat Android di Eropa.

Terlebih, Play Store merupakan aplikasi inti yang dibutuhkan untuk mengakses aplikasi Android, hingga kecil kemungkinan vendor smartphone tidak dapat menyertakannya.

2 dari 3 halamanKena Denda, Google Ancam Android Bakal Berbayar

CEO Google Sundar Pichai. News.xcoid.com/ Jeko Iqbal RezaSebelumnya, CEO Google Sundar Pichai pula langsung menanggapi tuntutan tsb melalui sebuah tulisan di blog perusahaan.

Dalam tulisannya, Pichai menyebut pengguna Android sebenarnya bisa menghapus aplikasi bawaan di perangkatnya. Selain itu, mereka juga dapat memilih aplikasi untuk diunduh yang dibuktikan dngn data bahwa pengguna biasa memasang 50 aplikasi se_cara mandiri.

Namun, jika diminta utk tidak menyertakan aplikasi bawaan di Android, hal itu dpat mengganggu ekosistem. "Jika manufaktur & operator ngga menyertakan aplikasi, itu akan mengganggu ekosistem Android," tuturnya seperti dikutip dari The Verge, Kamis (19/7/2018).


Lebih lanjut ia menuturkan, sistem bundel semacam ini pula menjadi syarat agar Android tetap gratis. Alasannya, Google tidak perlu membebankan biaya pd_ perusahaan yang ingin menggunakan teknologinya. "Namun, kami khawatir keputusan ini akan mengganggu keseimbangan yang telah kami lakukan dngn Android, dan dapat menjdi isyarat yang mengganggu dukungan terhadap kepemilikan platfrom terbuka," tulisnya. Melalui tulisan itu, Pichai juga menyebut bahwa putusan Komisi Eropa ini telah mengabaikan fakta bahwa Android tengah bersaing dengan iOS.

Oleh sebab itu, Android hadir untuk menawarkan pilihan.3 dari 3 halamanGugatan dari Komisi Eropa

Kantor pusat Google di Mountain View. News.xcoid.com/Jeko Iqbal RezaSekadar informasi, Komisi Eropa menganggap sistem operasi Android adalah cara ilegal perusahaan untuk mengukuhkan mesin pencari besutannya.

Karena itu, Komisi Eropa meminta anak perusahaan Alphabet itu mengubah praktik bisnisnya dalam waktu 90 hari. Jika tidak dipenuhi, perusahaan akan mendapat hukuman berupa denda mencapai 5 persen dari rata-rata omset harian global.


Dikutip dari BBC, Kaamis (19/7/2018), denda yang harus dibayarkan Google mencapai Rp 72 triliun. Menurut Komisioner Kompetisi Margrethe Vestager, konsumen seharusnya mempunyai pilihan dari perangkat yang dibelinya. Seperti diketahui, sejak beberapa tahun lalu, Google mewajibkan OEM Android utk menyertakan sejumlah aplikasi besutan perusahaan, start dari aplikasi Gmail sehingga Google Search. Langkah itu yang kini ditentang oleh Komisi Eropa.

Vestager menilai _ada tiga cara ilegal yang dilakukan Googel dalam menjalankan bisnis Android. Pertama, manufaktur perangkat Android diharuskan memasang aplikasi Google Search bawaan & peramban Chrome sebagai syarat mendapat akses ke Play Store. "Google juga membayar sejumlah manufaktur & operator yang setuju memasang aplikasi Google Search se_cara eksklusif di perangkatnya," tuturnya. Tak hanya itu, Googel juga dianggap mencegah manufaktur menjual perangkat yang menjalankan versi Android alternatif.

Caranya, perangkat mereka diancam tidak mendapatkan izin untuk menggunakan aplikasi Android. Di sisi lain, Vestager sebenarnya mengetahui bahwa Android tidak melarang pengguna Android mengunduh peramban alternatif atau memakai mesin pencari lain. Namun, hanya ada 1 persen pengguna yang memilih mesin pencari lain, & 10 persen peramban alternatif. "Begitu pengguna memilikinya (aplikasi Googel Search dan Google Chrome) dan berjalan baik, akan sangat sedikit pengguna yang penasaran utk mencari aplikasi atau peramban lain," tuturnya menjelaskan.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


'
Google akhirnya meluncurkan flagship smartphone terbaru Pixel 2 dan Pixel 2 XL. Sekilas berita yang kami sharing, jika suka bantu sharing ya...

Sumber: s://www*liputan6*com/tekno/read/3670548/google+bakal+tarik+biaya+perangkat+android+yang+rilis+di+eropa
Share Berita