Pengamat: Sebagian Petani Di Jawa Merupakan Petani Gurem Dan Buruh Tani, Impor 100.000 Ton Jagung Wajar
Berita pada hari Minggu ,November mengenai "Pengamat: Sebagian Petani Di Jawa Merupakan Petani Gurem Dan Buruh Tani, Impor 100.000 Ton Jagung Wajar-#ujorsj",yuk ikuti beritanya : news.xcoid.com, JKRTA Kalangan petani membaca keputusan Pemerintah mengimpor 100 ribu ton jagung pakan, sebagai kepentingan orang-orang tertentu saja. "Impor ini menurut saya lebih lebih dari satu digaungkan di kalangan elit.

Orang yang punya kepentingan-kepentingan sesaat begitu. Dijadikan menggoreng isu impor ini menjadi sesuatu yang sangat penting," ujar Direktur Eksekutif Petani Centre Entang Sastraatmadja. Entang mengatakan, sebagian petani di Pulau Jawa adalah petani gurem dan buruh tani. Hanya sebagian kecil yang memiliki lahan di atas 2 hektar.

"Kalau kita lihat mereka, mereka tidak terlalu peduli dengan impor atau tidak. Yang penting bisa bekerja, bisa menyewa sawahnya, supaya kebutuhan hidup kesehariannnya terpenuhi," kata Entang.

Dia mengatakan, penting untuk meyakinkan pada petani bahwa ekspor impor adalah hal biasa dalam dunia perdagangan internasional, bkn sesuatu yang harus diheboh-hebohkan.

Baca: Enam Produk Perawatan Kendaraan Genuine Ini Bikin Mobil Mitsubishi Selalu Oke dan Kinclong

"Hanya kan pertanyaannya, masa sih kita pny potensi, pny kekuatan kok tiba-tiba harus melalukan impor.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , November 2018 )

iri hati, selain membawa penderitaan, juga menjerumuskan manusia ke jurang permusuhan bahkan peperangan.


Tinggal sekarang bagaimana kita menggenjot agar produksi kita terus meningkat sekalipun kita berhadapan dengan kondisi-kondisi alam yang memang sulit untuk kita lawan," kata dia.

Diskusi seputar impor komoditas pertanian kembali mengemuka, menyusul keputusan impor 100 ribu ton jagung pakan oleh Pemerintah melalui rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution Jumat (2/11/2018) lalu.

Baca: Data Lengkap Insiden Kecelakaan Lion Air dari Thn ke Tahun

Keputusan ini diambil mencermati perkembangan harga jagung pakan, yang memberatkan peternak ayam mandiri. Ketua Asosiasi Petani Jagung Iindonesia (APJI) Sholahuddin menyatakan khawatir impor 100.000 ton jagung ini bakal menurunkan semangat petani. Sebagian besar petani jagung di sentra produksi memasuki masa tanam.


Sementara sejumlah tempat di Jawa Timur, seper_ti Jember, Tuban, Kediri, Jombang, & Mojokerto sekitar dua pekan mendekat justru bakal melakukan panen.

"Kalau _ada yang menyebut impor perlu dilakukan sebab stok menipis, kami bisa mentahkan itu. Sesaat ini pabrik pengering kami di Lamongan saja, masih ada stok 6.000 ton. Di Dompu juga masih stok banyak karena di sana masih ada panen," kata Sholahuddin.

Baca: Pretty Asmara Meninggal, Permintaan Terakhir sehingga Pengakuan Vicky Prasetyo

Ia memperkirakan impor jagung baru bakal terealisasi di bulan Januari. Momen itu bertabrakan dngn musim panen raya.


"Kalau impor masuk saat panen, petani usai bisa membayangkan harga jagung mereka bakal anjlok", jelasnya. Dengan kondisi tanam & panen yang bervariasi, Sholahuddin optimistis produksi jagung hingga akhir tahun bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Apalagi panen di tahun ini mencakup lahan yang luas.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , November 2018 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.


"Pertanaman jagung Bulan September mencapai 5,86 juta hektar tersebar di wilayah Indonesia, dan sampai Bulan Oktober produksi jagung diperkirakan mencapai 25,97 juta ton. InsyaaALLAH dengan semangat petani untuk menanam, target 30,05 juta ton jagung di 2018 bisa tercapai. Semangat petani itu yang perlu kita jaga", pungkasnya. Terlebih mengingat sejak thn 2017, produksi jagung dalam negeri usai mencukupi kebutuhan pakan ternak.

"Seharusnya thn politik menjadi kesempatan pemerintah untuk semakin menunjukkan keberpihakannya ke-pada petani," kata Sholahudin.


Sumber: www*tribunnews*com/bisnis/2018/11/04/pengamat+sebagian+petani+di+jawa+adalah+petani+gurem+dan+buruh+tani+impor+100000+ton+jagung+wajar
Share Berita