Indonesia Hadapi Potensi Perlambatan Ekonomic Di Kuartal Empat Tahun Ini
Info mengenai "Indonesia Hadapi Potensi Perlambatan Ekonomic Di Kuartal Empat Tahun Ini-#hmlmwl", selengkapnya silahkan baca-baca beritanya :


Laporan Reporter Kontan, Benedicta Prima, Lidya Yuniartha & Sinar Putri S Utami

news.xcoid.com, JKRTA Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomic kuartal III 2018 sebesar 5,17 secara year on year (yoy).

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , November 2018 )

Semakin baik kamu menata perilaku, semakin banyak kebaikan yang kamu kemas ke dalam hidup.


Angka itu lebih tinggi dari kuartal III 2017 yang sebesar 5,06, meski lebih rendah dari kuartal II 2018 yang sebesar 5,27. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga msh memberikan kontribusi yang paling besar terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB). Konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 55,26 terhadap total struktur PDB, diikuti _oleh PMTB sebesar 32,12 ekspor sebesar 22,14 dan konsumsi pemerintah sebesar 8,70.

Staf Khusus Kepresidenan bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, tekanan ekonomi global memang sangat berat sejak 2018.

Mulai dari lonjakan harga minyak dunia, yang memicu tekanan neraca transaksi berjalan di negara-negara importir minyak.

Baca: Banjir Tangis & Air Mata di Prosesi Serah Terima 13 Jenazah Korban Lion Air PK-LQP

"Angka tersebut jelas menggembirakan jika dilihat dari skala tekanan eksternal tersebut. Dengan pertumbuhan triwulan III itu, pemerintah telah mampu menjaga ekonomi tumbuh di atas 5 sepanjang 2018," tambah dia.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , November 2018 )

iri hati, selain membawa penderitaan, juga menjerumuskan manusia ke jurang permusuhan bahkan peperangan.

Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pd_ kuartal IV 2018 akan stabil & mungkin sekedar lebih rendah dari kuartal III 2018. "Stabil di level 5,15 year on year di kuartal IV-2018," kata Myrdal ke-pada Kontan.co.id, Seniin (5/11). Dngn demikian, Myrdal memproyeksikan pertumbuhan ekonomic sepanjang 2018 akan sebesar 5,16.

Pertumbuhan yang melambat di kuartal IV-2018 karena perekonomian global yang kurang kondusif sehingga membuat kontribusi ekspor menurun.

Baca: Kasus Suap Proyek Meikarta Billy Sindoro Dua Kali Temui Bupati Neneng, Ini yang Dibahas

Selain itu, kenaikan harga komoditas yang melambat juga menahan konsumsi warga luar Jawa yang berbasis komoditas. Myrdal memperkirakan, investasi bakal tertahan sebab investor wait and see menjelang event politic tahun depan.


BPS memprediksi tingkat optimisme pelaku bisnis di triwulan IV-2018 bakal lebih rendah ketimbang triwulan III ini. Walaupun pada triwulan IV 2018 _ada efek musiman yakni Natal dan Tahun Baru yang biasanya membuat konsumsi warga tinggi. Di kuartal III, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,01, ini lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi kuartal III tahun lalu yang sebesar 4,93 namun lebih rendah dari kuartal II 2018 yang sebesar 5,14. "Dari sini tumbuhnya ini masih bagus, krn kuartal II itu ada ramadan dan lebaran. Jadi tumbuh positif," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Senin (5/11/2018).

Suhariyanto menuturkan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini disebabkan oleh penjualan eceran yang tumbuh sebesar 4,21. Padahal, di kuartal III 2017, penjualan eceran hanya tumbuh 0,13.

Penjualan wholesale mobil penumpang pun tumbuh sebesar 8,40 atau menguat dari triwulan III 2017 yang sebesar 1,17. Lalu, total nilai transaksi kartu debit, kredit & uang elektronik tumbuh 11,94 menguat dibandingkan kuartal III 2017 yang tumbuh 11,05.

Sekian info yang kami sampaikan, update terus info menarik disini news.xcoid.com ( arsip berita Selasa /November )

Sumber: www*tribunnews*com/bisnis/2018/11/06/indonesia+hadapi+potensi+perlambatan+ekonomi+di+kuartal+empat+tahun+ini
Share Berita