Jual-beli Berlian Istri Polisi Di Pontianak Berujung Penganiayaan, Istri Perwira Pukul Istri Bawahan
Info lengkap bulan November mengenai "Jual-beli Berlian Istri Polisi Di Pontianak Berujung Penganiayaan, Istri Perwira Pukul Istri Bawahan-#kz2ocv":

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

news.xcoid.com, PONTIANAK Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) akhirnya merilis perkembangan terbaru kasus penganiayaan yang di lakukan _oleh MHN terhada Nia Kurnia. Polda Kalbar membenarkan kasus penganiayaan yang terjadi dilakukan oleh istri Polisi ke istri Polisi yang diduga kuat merupakan istri seorang Perwira Menengah di Pontianak.


Hal ini dinyatakan langsung oleh Kepala Bidang humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo. Tak hanya itu, Nanang juga membenarkan hari ini yang bersangkutan juga dalam proses penyelidikan dan didampingi kuasa hukumnya yakni H Makmur M Raona SH MH. Menurut Nanang, perkara ini ditangani unit Ditreskrimum Polda Kalbar. Nanang juga membeberkan sejumlah informasi perkembangan penyelidikan kasus penganiayaan sesama anggota Bhayangkari itu.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan dari wawancara/introgasi kepada 7 (tujuh) org saksi bahwa ditemukan unsur dugaan tindak pidana penganiayaan," ujarnya, melalui media WhatsApp pada Kamis (8/11/2018) dini hari. Nanang menjelaskan, tindak pidana penganiayaan tsb yang dimaksud dalam pasal 351 KUHP & atau pasal 352 KUHP.

Terhadap laporan pengaduan dari korban Nia Kurnia tentang dugaan tindak pidana Penganiayaan prosesnya dapat ditingkatkan ke proses penyidikan.

"Selanjutnya penyidik akan membuat serta mengirimkan SP2HP (Surat Perintah Perkembangan Hasil Penyidikan) kepada saksi pelapor," imbuhnya. Selain itu juga Sementara penyidik msh menunggu hasil Visum et Repertum (VeR) dari rumah sakit dan Laporan Polisi se_cara resmi krn selama korban msh dirumah sakit belum dpat dimintai keterangan secara resmi.


Sebelumnya diberitakan, Nia Kurnia (43) terbaring lemah, di Ruang Rawat Inap Elisabeth Nomor 22 Rumah Sakit Antonius, Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (02/11/2018) siang. Selang oksigen tampak msh terpasang di hidungnya.
Nia Kurnia diduga menjdi korban pengaiayaan seseorang berinisial MHN, yang terjadi pada, Selasaa (31/10/2018) siang. Terduga MHN diketahui adalah istri seorang perwira polisi yang bertugas di lingkungan Polda Kalbar. Sejak, Selasaa (31/10/2018) malam, Nia pun telah menjalani perawatan di rumah sakit.

Saat ditemui, Jumat (02/11/2018) siang, Nia yang juga istri anggota Polri yang bertugas di Polda Kalbar msh terlihat lemah. Nada bicaranya pun pelan dngn pandangan mata sayup. Wanita kelahiran Ketapang tesebut hanya bisa bercerita kronologis peristiwa dugaan penganiayaan yang menimpa dirinya dengan terbata-bata.

"Kejadiannya Selasaa siang, di rumahnya (MHN) di Pontianak," ungkap Nia kepada awak media.
Dirinya sengaja datang bertemu MHN utk melunasi sisa pembayaran batu berlian yang ia beli dari MHN senilai Rp18 juta.

"Pertama aku sudah bayar 10 juta.


& terakhir itu aku bayar di rumahnya 8 juta.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Menata pikiran itu penting. karena dirimu adalah apa yang kamu pikirkan.

Terus, uang itu dikembalikan. Saya nolak, krn saya merasa sudah bayar,"

"Katanya masih kurang 10 juta.


Sedangkan sudah lunas. Memang pembayaran pertama ngga ada kwitansi," jelas Nia.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Ke mana pikiran di arahkan, kesanalah kondisi hidup seseorang.

Karena dirinya terus menolak mengambil uang tersebut, MHN yang menurutnya sesaat itu sudah emosi berlaku kasar ke-pada Nia, sehingga berujung pada perbuatan tindak penganiayaan.

"Saya ditampar & dicekik, itu spontan saja," ucapnya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.

Merasa MHN ialah atasannya di organisasi Bhayangkari, Nia tak melakukan perlawanan sama sekali meski sudah diperlakukan demikian. "Saya sadar, aku tidak boleh melawan, aku harus menghormati.

Namun, semakin dihormati beliau smkin beringas,"

"Saya didorong, sesudah saya mau keluar, saya dihalangi di pintu. Ia bilang, saya tidak boleh keluar & memaksa terima uang itu,"

"Saya tetap tak mau terima. Habis itu, saya diancam. Ia bilang, di situ ada pisau, saya bisa bunuh kamu.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

iri hati, selain membawa penderitaan, juga menjerumuskan manusia ke jurang permusuhan bahkan peperangan.

Tapi saya tetap tak melawan. Krn dia atasan saya," kata Nia. Saat kejadian tersebut, Nia mengungkapkan ada seseorang yang menyaksikannya.

Sebab saat dia kerumah MHN, dia datang tidak sendiri.

Orang tersebutlah yang membujuknya agar terima saja uang tersebut supaya bisa pulang. "Saat itu, driver & petugas jaga pula ada," tuturnya. Setelah mengalami penganiayaan tersebut, Nia baru merasakan sakit sesaat malam hari. Kepalnya tersa pusing dan muntah.


"Terus sesak. Kemudian itu saya dibawa rumah sakit," jelasnya. Nia mengatakan, sudah melaporkan perbuatan penganiayaan yang dilakukan MHN ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar agar diproses se_cara hukum. Kakak kandung korban, Nety berharap Polda Kalbar dapat memproses aduan penganiayaan yang dialami adiknya tersebut.

"Kami mau kasus ini diselesaikan sesuai aturan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Perbuatan buruk ini hanya dilakukan oleh dirimu, bukan oleh orang tua-mu, teman-mu atau saudara-mu. oleh karena itu dirimu sendirilah yang akan menuai hasil yang menyakitkan.

Jgn sampai hal sperti ini terjadi lagi. Kami pihak keluarga usai melaporkan kejadian ini ke Polda.

Aku meminta Polda memproses kasus ini seadil-adilnya," harap Nety.

Surat Tulis Tangan Nia Kurnia

Selain menceritakan penganiayaan yang dialaminya, dirinya juga menuliskan sepucuk surat. Surat yang ditulis tangan itu, ia tujukan kepada Direskrimum Polda Kalbar.

Berikut surat tulis tangan Nia Kurnia kepada Direskrimum Polda Kalbar:

Kepada Yth:

Bapak Direskrim Umum Polda Kalbar

di Pontianak

Dengan Hormat

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Nia Kurnia

TTL: Ketapang, 5 Oktober 1975

Alamat: Jalan Husim Hamzah, Kompleks Berdirikari Indah

Melaporkan seseorang yang bernama:

Nama: Ibu MHN

Alamat: Jalan Sumatera

Jenis Kelamin: Perempuan

Adapun kronologis peristiwa sebagai berikut:

Saya datang ke rumah Beliau dngn tujuan menjelaskan perihal cincin berlian yang saya beli pd_ Ibu MHN.


Saya sudah merasa membayarkan uang Rp 10 juta, dan sisanya Rp 8 juta sudah saya lunaskan. Tapi beliau bilang, aku cuman bayar Rp 8 juta. Dan beliau meminta dikembalikan. Kebetulan barang tersebut saya bawa & saya kasikan.

Tapi aku tidak mau mengambil uang kembalinya Rp 8 juta. Beliau marah-marah & memaksa aku menerima & terjadilah hal yang tidak diinginkan.

Saya didorong, dicekik, dan ditampar

Dari mulutnya keluar kata-kata yang tidak mengenakkan. Saya berusaha sabar & tetap sabar.


Tapi beliau semakin beringas. Saya berusaha mau keluar rumah dan pulang.

Tapi beliau menutup pintu dan terus mendorong saya

Saya dimarahi terus & beliau sempat berkata, Di situ _ada pisau, aku bisa bunuh kamu

Ada saksinya Ibu RS. Demikian laporan pengaduan ini aku buat, dengan sebenar-benarnya & agar dpat diproses dngn seadil-adilnya.


Pontianak, 30-11-2018.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dngn judul Fakta Terbaru Kasus Jual Beli Berlian Sesama Istri Polisi Berujung Penyiksaan,

Berikut surat tulis tangan Nia Kurnia ke-pada Direskrimum Polda Kalbar:

Kepada Yth:

Bapak Direskrim Umum Polda Kalbar

di Pontianak

Dengan Hormat

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Nia Kurnia

TTL: Ketapang, 5 Oktober 1975

Alamat: Jalan Husim Hamzah, Kompleks Berdirikari Indah

Melaporkan seseorang yang bernama:

Nama: Ibu MHN

Alamat: Jalan Sumatera

Jenis Kelamin: Perempuan

Adapun kronologis peristiwa sebagai berikut:

Saya datang ke rumah Beliau dengan tujuan menjelaskan perihal cincin berlian yang saya beli pd_ Ibu MHN. Saya sudah merasa membayarkan uang Rp 10 juta, dan sisanya Rp 8 juta usai saya lunaskan. Tapi beliau bilang, aku cuman bayar Rp 8 juta. Dan beliau meminta dikembalikan.


Kebetulan barang tsb saya bawa dan saya kasikan. Tapi saya tidak mau mengambil uang kembalinya Rp 8 juta. Beliau marah-marah & memaksa saya menerima dan terjadilah hal yang tidak diinginkan.

Saya didorong, dicekik, & ditampar

Dari mulutnya keluar kata-kata yang tidak mengenakkan.


Saya berusaha sabar & tetap sabar. Tapi beliau semakin beringas. Saya berusaha mau keluar rumah dan pulang.

Tapi beliau menutup pintu & terus mendorong saya

Saya dimarahi terus dan beliau sempat berkata, Di situ ada pisau, aku bisa bunuh kamu

Ada saksinya Ibu RS.


Demikian laporan pengaduan ini saya buat, dngn sebenar-benarnya dan agar dapat diproses dengan seadil-adilnya.

Pontianak, 30-11-2018.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Fakta Terbaru Kasus Jual Beli Berlian Sesama Istri Polisi Berujung Penyiksaan,

Nama: Ibu MHN

Alamat: Jalan Sumatera

Jenis Kelamin: Perempuan

Adapun kronologis peristiwa sebagai berikut:

Saya datang ke rumah Beliau dngn tujuan menjelaskan perihal cincin berlian yang saya beli pada Ibu MHN. Saya usai merasa membayarkan uang Rp 10 juta, dan sisanya Rp 8 juta sudah saya lunaskan. Tapi beliau bilang, saya cuman bayar Rp 8 juta.


Dan beliau meminta dikembalikan. Kebetulan barang tersebut saya bawa dan saya kasikan. Tapi aku tidak mau mengambil uang kembalinya Rp 8 juta. Beliau marah-marah & memaksa aku menerima dan terjadilah hal yang tidak diinginkan.

Saya didorong, dicekik, & ditampar

Dari mulutnya keluar kata-kata yang tidak mengenakkan. Saya berusaha sabar dan tetap sabar. Tapi beliau smkin beringas. Saya berusaha mau keluar rumah dan pulang.


Tapi beliau menutup pintu & terus mendorong saya

Saya dimarahi terus & beliau sempat berkata, Di situ ada pisau, saya bisa bunuh kamu

Ada saksinya Ibu RS. Demikian laporan pengaduan ini saya buat, dengan sebenar-benarnya dan agar dapat diproses dengan seadil-adilnya.

Pontianak, 30-11-2018.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Fakta Terbaru Kasus Jual Beli Berlian Sesama Istri Polisi Berujung Penyiksaan,

Beliau marah-marah & memaksa aku menerima dan terjadilah hal yang tidak diinginkan.

Saya didorong, dicekik, dan ditampar

Dari mulutnya keluar kata-kata yang tidak mengenakkan.


Saya berusaha sabar dan tetap sabar. Tapi beliau smkin beringas. Saya berusaha mau keluar rumah & pulang.

Tapi beliau menutup pintu & terus mendorong saya

Saya dimarahi terus dan beliau sempat berkata, Di situ _ada pisau, aku bisa bunuh kamu

Ada saksinya Ibu RS.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Demikian laporan pengaduan ini aku buat, dngn sebenar-benarnya & agar dapat diproses dngn seadil-adilnya.

Pontianak, 30-11-2018.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dngn judul Fakta Terbaru Kasus Jual Beli Berlian Sesama Istri Polisi Berujung Penyiksaan,

Pontianak, 30-11-2018.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Fakta Terbaru Kasus Jual Beli Berlian Sesama Istri Polisi Berujung Penyiksaan,

Semoga info/tips/berita yang kami sampaikan dapat memperkaya wawasan anda ( news.xcoid.com berita Kamis /November /2018 )

Sumber: www*tribunnews*com/regional/2018/11/08/jual+beli+berlian+istri+polisi+di+pontianak+berujung+penganiayaan+istri+perwira+pukul+istri+bawahan
Share Berita