Kurs Rupiah Dan Harga Minyak Berubah Signifikan, Apakah APBN 2019 Perlu Direvisi?
Hari Jumat ,2018 berita diinfokan mengenai "Kurs Rupiah Dan Harga Minyak Berubah Signifikan, Apakah APBN 2019 Perlu Direvisi?-#8lvzrm" :

Laporan Reporter Kontan, Grace Olivia

news.xcoid.com, JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menguat signifikan sejak pekan lalu.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , November 2018 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.


Sebaliknya, harga minyak mentah dunia justru merosot tajam. Padahal, pemerintah telah mematok asumsi kurs rupiah Rp 15.000 per dollar AS dan harga minyak mentah (ICP) sebesar US 70 per barel dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Kurs rupiah saat ini ditutup pd_ level Rp 14.539 per dollar AS. Sementara, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia sebesar Rp 14.651 per dollar AS. Adapun, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat US 62,22 per barel.

Harga minyak Brent dipatok US 72,77 per barel.

Namun, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, mengatakan, pemerintah belum akan mengubah asumsi makroekonomi dalam APBN 2019.

"Tunggu jalan dulu di 2019. Baru saja disepakati dngn DPR," tutur Askolani kepada Kontan, Kamis (8/11/2018).

Baca: Rupiah Deg-degan Menunggu Pengumuman Data Cadangan Devisa Terbaru dari BI

Ia menjelaskan, pemerintah tentu akan mengevaluasi se_cara berkala asumsi-asumsi tersebut. Hanya saja, evaluasi baru akan dilakukan setelah APBN 2019 tersebut dilaksanakan.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , November 2018 )

Jangan pernah berputus ada jika menghadapi kesulitan, karena setiap tetes air hujan yang jernih berasal daripada awan yang gelap.


"Tentunya kita lihat reviewnya dari pelaksanaan 2019 kemudian beberapa bulan berjalan, baru tahu evaluasinya. Demikian mekanisme nya," lanjut Askolani.

Baca: Enam Produk Perawatan Kendaraan Genuine Ini Bikin Mobil Mitsubishi Selalu Oke & Kinclong

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menilai, kurs rupiah menurut non-delivery forward (NDF) untuk sebulan ke depan berada di level Rp 14.600 per dollar AS.

Artinya, besar kemungkinan rupiah bakal ditutup di bawah Rp 15.000 per dollar AS di akhir 2018 nanti.

"Ini berarti rupiah bakal relatif stabil di posisinya saat ini sampai akhir tahun," kata Mikail, Kaamis (8/11/2018).

Baca: Mesin Kedua Pesawat Lion Air PK-LQP Ditemukan dalam Kondisi Terbelah Empat

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri juga memprediksi rupiah mampu mempertahankan kekuatannya di bawah level Rp 15.000 per dollar AS smpai akhir tahun. Menurutnya, aliran dana asing terus masuk ke pasar domestik seiring dngn sentimen positif dari dalam maupun luar negeri beberapa hari terakhir.


"Tekanan perang dagang menurun sesudah rencana kesepakatan AS-China, pula kesepakatan Brexit yang mendorong capital flight ke aset non-USD,"" kata Reny, Kamis (8/11/2018). Namun, keduanya pula belum melihat urgensi pemerintah meninjau ulang asumsi makroekonomi untuk nilai tukar rupiah maupun harga minyak dalam APBN 2019. Pasalnya, masih ada ruang fluktuasi bagi rupiah dan harga minyak di thn depan akibat berbagai sentimen global. "Asumsi pemerintah dalam APBN 2019 sudah dalam koridor yang oke. Evaluasi perlu, tetapi lebih baik setelah kuartal-I 2019 saja," tandas Reny.

Bank Mandiri memasang asumsi rupiah pada level Rp 15.610 dan harga minyak US 80 per barel pada akhir 2019.

Sementara, mengacu pada posisi NDF 12 bulan, Samuel Sekuritas memproyeksi rupiah di posisi Rp 15.300 & harga minyak US 72 per barel thn depan.

Semoga info/tips/berita yang kami sampaikan dapat memperkaya wawasan anda ( news.xcoid.com berita Jumat /November /2018 )

Sumber: www*tribunnews*com/bisnis/2018/11/09/kurs+rupiah+dan+harga+minyak+berubah+signifikan+apakah+apbn+2019+perlu+direvisi
Share Berita