Satu Keluarga Dibunuh, Kejanggalan Bertebaran
Judul berita ini "Satu Keluarga Dibunuh, Kejanggalan Bertebaran-#xy5b5d" di November selengkap disini :

Ilustrasi Pembunuhan dngn Senjata Tajam (iStockphoto)news.xcoid.com, Jkrta Pembunuhan sadis terjadi di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07 Kelurahan Jatirahayu, Kot'a Bekasi. Satu keluarga yang terdiri pasangan suami istri & dua anak, ditemukan tewas di dalam rumah, Selasa pagi lalu.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.

Mereka adalah Gaban Nainggolan (38) & Maya Boru Ambarita (37) serta dua anak mereka Sarah Boru Nainggolan (9) & Arya Nainggolan (7). "Semua motif sedang kita kaji, sementara ini kecenderungannya bukan ekonomi. Tetapi semua motif masih kita buka," ungkap Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto, di tempat kejadian, Selasa 14 November 2018. Sementara, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, mayoritas kasus pembunuhan yang menyasar sekeluarga se_cara sadis biasanya bermotif dendam.

"Dari pengalaman & dari hasil yang ditangani kepolisian, jikalau sadis dan yang dibunuh bukan satu orang, itu ada latar belakang dendam. Ini dari hasil pengalaman yang sudah dikerjakan kepolisian," kata Dedi. Meski begitu, polisi ngga dapat menduga atau berandai-andai dalam menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Menurutnya, tiap kasus pny karakteristik yang khas.

"Tapi polisi tidak boleh menduga seper_ti itu, kita menatap dari fakta hukum. Case per case itu tidak bisa dibandingkan apple to apple," jelas Dedi.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Dengan keyakinan kita dapat memindahkan gunung, akan tapi tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.

Yang jelas, banyak kejanggalan yang bisa menjadi catatan serta pijakan awal bagi polisi untuk mengungkap kasus ini.

Bukan tidak mungkin kejanggalan-kejanggalan itu berhubungan langsung dengan sosok pelaku serta motif pembunuhan. Misalnya, tetangga korban pembunuhan di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, merasa janggal dngn tingkah anjing yang biasa ada di sekitaran tempat kejadian perkara (TKP). Hewan peliharaan korban itu disebut-sebut tidak menyalak atau berisik saat peristiwa itu terjadi.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

cermin akan memantulkan apa yang ada di hadapannya, demikian juga hasil perbuatan kita, baik atau buruk itulah yang akan kita terima.


Hal itu disampaikan Eni, masyarakat yang tinggal persis di depan warung korban yang kini dikelilingi garis polisi. "Ada anjingnya, namun kok enggak gonggong. Padahal, jikalau sama orang baru itu pasti gonggong," ungkap Eni di depan kediamannya sesaat berbincang dngn news.xcoid.com, Rabu_ (14/11/2018). Menurut Eni, kebiasaan anjingnya itu memang sudah dikenal warga.

Bahkan sesekali tetap menyalak meski dengan orang yang biasa ditemuinya. "Almarhum juga dikenal sama smua warga. Sedangkan Kristen, tetapi tetap datang jikalau ada orang Islam meninggal," jelas Eni. Hal itu pula disampaikan tetangga lainnya.

Meski kecil, anjing tersebut tidak segan bertingkah galak. "Ya begitu anjingnya. Malam berdua sama cucu di rumah enggak dengar berisik apa-apa," kata masyarakat lain yang enggan disebut namanya. Selain itu, Kapolres Kota Bekasi Komisaris Besar Polisi Indarto mengatakan, sejauh ini pihaknya ngga melihat barang-barang korban yang hilang.

"Tapi sementara kita belum menemukan barang berharga yang hilang," ucap Indarto di tempat kejadian. Namun, tidak menutup kemungkinan polisi akan mengulang olah TKP dengan melibatkan pihak keluarga. "Kita akan kaji, kan ini masih awal, tunggu olah TKP ulang sama keluaga, untuk mencari barang berharga yang gak ada," ia melanjutkan.

2 dari 3 halamanPertengkaran di Telepon

TKP pembunuhan satu keluarga di Bekasi (news.xcoid.com/Ady Anugrahadi)

Informasi lainnya datang dari slh seorang tetangga bernama Lita (29), yang mengatakan sering mendengar Gaban Nainggolan (38) berbincang dengan nada tinggi melalui sambungan telepon sebelum peristiwa pembunuhan.


"Saya memang sering dengar korban nerima telepon sambil marah-marah. Tapi yang nelepon siapanya kita enggak tahu, cuma dengar gitu doang," ucap dia ketika ditemui di lokasi.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Menata pikiran itu penting. karena dirimu adalah apa yang kamu pikirkan.

Terakhir, Lita mendengar pd_ Senin sore, 12 November 2018 sekira pukul 16.30 WIB.

Saat itu sedang berbelanja di warung sembako milik korban. "Saya di situ cuma lima menitan pas aku ke situ korban sudah nelepon sambil duduk pakai kaos hitam dan celana ungu. Mereka (korban dngn lawan bicara) ngomongin uang sama mobil itu saja, kedengarannya seperti itu," ucap dia. Lita mengakui sempat menanyakan ihwal pembicaraan korban.

Dia penasaran. Namun, istri korban menjawab dengan ketus. "Pas saya tanya kenapa bu kok marah-marah Bapak? Dia jawab, sudah kamu enggak usah ikutan.

Sama istrinya ngomong begitu, habis itu dia langsung masuk ke dalam," ucap Lita. Kejanggalan juga terlihat karena pintu dan jendela rumah keluarga yang menjadi korban pembunuhan di Bekasi tidak dalam kondisi rusak. Hal tersebut berdasarkan hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Tadi olah TKP kita belum menemukan pintu dirusak atau jendela yang dicongkel," ucap Kombes Indarto.

Dia menjelaskan, korban pembunuhan ini ditemukan di ruangan yang berbeda-beda. "Suami istri di ruang TV. Sedangkan, anak-anaknya di tempat tidur," tutur dia. Saat ini, pihaknya tengah menanti hasil autopsi utk memastikan kematian 1 keluarga ini.

Sebab, pd_ dua anaknya ngga ditemukan luka. "Anaknya diperkirakan meninggal akibat kehabisan oksgen sebab tidak ditemukan luka terbuka," kata Indarto. Keterangan lainnya didapat dari tetangga korban bernama Jimy Wora, yang melihat pemandangan tak lazim di rumah keluarga Gaban. Selasaa pagi 13 November 2018 pintu pagar terbuka lebih awal daripada biasanya.

Hal ngga biasa itu dilihat Jimy pd_ dini hari sebelum jenazah Gaban dan keluarganya ditemukan bersimbah darah. Dia mengatakan, umumnya korban membuka pintu pagar setiap pukul 05.00 WIB. "Biasanya dibuka jam 5 pagi dan ditutup jam 11 malam," kata dia di lokasi, Selasa (13/11/2018). Jimy mengatakan, Gaban Nainggolan yang mengelola kontrakan tak sembarangan memberikan akses kunci pagar.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

iri hati, selain membawa penderitaan, juga menjerumuskan manusia ke jurang permusuhan bahkan peperangan.

Sepengetahuannya, hanya ada tiga org yang memiliki kunci. "Saya dan ada 2 org lainnya, tetapi saya enggak tahu siapa namanya. Kami jarang bertemu.

Jadi jika (penghuni kontrakan) mau berangkat kerja mesti nunggu jam 5 pagi," ucap dia.

Dengan smua cerita mengenai kejanggalan itu, sudahkah polisi menemukan titik terang tentang sosok pelaku?

3 dari 3 halamanMisteri di Pagi Buta

Tim Labfor melakukan olah TKP pembunuhan keluarga di Bekasi.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , November 2018 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.

(news.xcoid.com/Ady Anugrahadi)Pasangan suami-istri Gaban Nainggolan (38) & Maya Boru Ambarita (37) serta dua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) & Arya Nainggolan (7) ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Bojong Nangka II RT 002 RW 007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasaa (13/11/2018).

Keluarga tsb merupakan pengelola kontrakan yang persis berada di belakang rumah mereka. Pemilik kontrakan itu, kakak korban bernama Douglas Nainggolan, usai diperiksa pihak kepolisian. Namun, hingga kini belum jelas motif serta pelaku pembunuhan. Namun, dari penuturan sejumlah saksi mata, bisa disimpulkan adanya sejumlah misteri sepanjang malam sehingga ditemukannya korban yang sudah tak bernyawa.

Dari informasi di lapangan, saksi Feby Lofa Rukiani yang tinggal di kontrakan korban mengaku melihat gerbang kontrakan usai terbuka dan televisi di ruang kontrakan korban menyala semkitar pukul 03.30 WIB. Namun, sesaat Feby memanggil salah seorang korban dari luar rumah, ngga ada jawaban dari dalam. Feby pun menelepon korban, namun tidak diangkat. Setelah Feby ke kembali ke kontrakannya.

Menurut Feby, pukul 06.30 WIB biasanya korban sudah mau berangkat, tapi pagi itu dia belum memandang mereka bersiap-siap utk kerja. Feby pun curiga serta penasaran & akhirnya mencoba membuka jendela rumah korban. Ketika memandang ke dalam ruangan, Feby mendapati korban sudah tergeletak dan berdarah. Yapi, tetangga korban yang lain, mengatakan, pukul 05.45 WIB dia hendak membeli barang di warung yang berada di depan rumah korban.

Warung itu juga milik Douglas, kakak korban yang juga pemilik kontrakan. "Saya tunggu toko dibuka. Jam 6 lebih, _ada orang kontrakan dalam teriak. Aku lihat usai terbuka, jendelanya kebuka.

Saya lihat sudah begitu (meninggal) dan berdarah. _ada uang Rp 100.000 (di sekitar korban). TV menyala," ungkap Yapi. Feby & Yapi pun langsung memanggil warga lainnya utk mengecek korban & melaporkan kejadian itu ke pengurus RT dan Polsek Pondok Gede.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, pihaknya masih melakukan olah Lokasi Kejadian Perkara (TKP) & penyelidikan untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga ini. "Penyelidikan masih jalan. Tetapi kalau misalnya ini pencurian dan kekerasan, itu korban & tersangka 100 persen tidak kenal. Namun kalau pembunuhan antara korban dan tersangka di atas 60 persen itu pasti kenal," kata Dedi di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa 13 November 2018. Ia pun menjelaskan, bila olah TKP berjalan dngn benar dan baik, kasus ini pasti dngn cepat dpat bisa diungkap.

"Biasanya bila ini murni pembunuhan kalau olah TKP polisinya itu mateng 75 persen kasus itu pasti terungkap. Jika murni pembunuhan loh ya. Bila 338 atau 340 ya. Mateng diolah TKP, 75 persen pasti terungkap," jelasnya.

Namun, kasus bakal terasa sulit, lanjut mantan Kasat Resktim Polrestabes Surabaya, bila memang motifnya pembunuhan pencurian. "Yang menjdi sulit merupakan ketika jika kasus itu pencurian dan kekerasan," tutur Dedi. Selain menunggu hasil olah TKP, polisi juga masih menunggu hasil autopsi dari pihak RS Polri, Kramatjati. Sebab saat ini keempat jenazah tsb masih berada di RS Polri.

"Hasil dari autopsi tunggu dari dokter forensik pihak RS Polri sampaikan. Tunggu hasil autopsi dulu, baru bisa paham apa motifnya," ujar Dedi. Yang jelas, apa pun motifnya, polisi tentu tak akan membiarkan pelaku pembunuhan itu berkeliaran dngn bebas. Kita nanti aksi polisi meringkus pembunuh sadis keluarga Nainggolan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


'
Usai lakukan olah TKP kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, tim Puslabfor Mabes Polri kumpulkan sejumlah barang bukti dalam 8 kantong untuk diidentifikasi.

Semoga info/tips/berita yang kami sampaikan dapat memperkaya wawasan anda ( news.xcoid.com berita Kamis /November /2018 )

Sumber: s://www*liputan6*com/news/read/3692335/satu+keluarga+dibunuh+kejanggalan+bertebaran
Share Berita