Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi Sehingga Penangkapan Pelakunya
17 November 2018, sudah tahu informasi mengenai "Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi Sehingga Penangkapan Pelakunya-#ur5ppt", kalau belum ayuk baca selengkapnya : news.xcoid.com, JAKARTA Pembunuhan Diperum Nainggolan bersama istri dan dua anaknya di Bekasi dipicu sakit hati Haris Simamora.

Haris Simamora yang masih kerabat Maya Ambarita istri dari Diperum Nainggolan tega berbuat keji krn kerap dihina korban.

Baca: Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Pembunuhan satu keluarga tsb terjadi di kediaman Diperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Selasa (13/11/2018).


Sebelum pembunuhan, Haris Simamora ialah pengelola kosan milik kakak Diperum Nainggolan, Douglas Nainggolan. Kosan tsb sekaligus menjadi lokasi tempat kejadian perkara pembunuhan sadis tersebut. Namun, seiring berjalannya wa_ktu posisi Haris sebagai pengelola kosan digantikan Diperum Nainggolan. "Pelaku sakit hati karena korban ini pengelola kos.

Beberapa waktu yang lalu pengelolanya pelaku," ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Juumat (16/11/2018). Meskipun sudah tidak menjdi pengelola kosan, Haris Simamora msh kerap menginap di lokasi tersebut.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.

Terlebih Haris sudah tidak memiliki pekerjaan sesudah keluar kerja dari sebuah pabrik di Cikarang, Kabupaten Beksi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

iri hati, selain membawa penderitaan, juga menjerumuskan manusia ke jurang permusuhan bahkan peperangan.

Selama tinggal di kosan tersebut, Haris mengakui kepada polisi dirinya sering dimarahi Diperum, bahkan dihina. "Tersangka ini sering dihina-hina. Kadang-kadang kalau di situ dibangunkan dengan kaki," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada kesempatan yang sama.

Hal tersebut lah yang membuat emosi korban tersulut hingga memutuskan untuk menghabisi korban.


Peritiwa pembunuhan bermula dari niat Diperum Nainggolan mengajak Haris berbelanja pakaian utk perayaan natal.

Memang, Haris yang masih sepupu Maya Ambarita hampir setiap bulan datang ke rumah Diperum utk sekedar bermain sebagai saudara.

Baca: 8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Haris pun datang ke kediaman Diperum Nainggolan sebelum peristiwa pembunuhan terjadi. "Kemarin tersangka ini ditelpon sama korban silakan datang ke rumah kita besok mau belanja utk beli baju untuk Natalan," tutur Argo Yuwono.

Dibunuh sesaat tidur

Peristiwa pembunuhan terjadi senin malam (12/11/2018) atau Selasaa (13/11/2018) dini hari.


Sesaat itu Diperum Nainggolan dan istrinya Maya Ambarita tidur di ruang televisi.

Sementara kedua anaknya, Sarah Nainggolan & Arya Nainggolan tidur di kamar.

Baca: Polair Diterjunkan Cari Linggis yang Dipakai Membunuh Satu Keluarga di Bekasi

Haris pun ckup leluasa melakukan aksinya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

Kenangan tetap ada tapi jangan terfokus disana. Hidup lo bukan untuk kenangan tapi buat masa depan. Tetap semangat!.

Dia mengambil linggis yang ada di dapur rumah Diperum Nainggolan la_lu menghabisi nyawa pasangan suami istri tersebut dengan cara memukulkan linggis ke kepala dan menusuk leher keduanya sehingga tewas.

"Pelaku membawa linggis dari dapur & memukul korban pertama (Diperum Nainggolan) ke arah kepala sesudah menusuk ke leher korban. Lalu pelaku sesudah menghabisi korban kedua Maya Ambarita," ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat saat merilis kasus kemarin.

Ketika Haris melancarkan aksinya membunuh Diperum dan Maya di ruang tamu, Sarah & Arya terbangun. Keduanya sempat bertanya kepada Haris soal kondisi orangtuanya. Tidak mau aksinya ketahuan, Haris pun meyakin kedua anak tersebut bila tidak terjadi apa-apa.


Kemudian Haris mengantarkan kedua anak Diperum Nainggolan utk kembali tidur di kamar.

Baca: Karakter Haris Simamora, Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Menurut Psikolog Forensik

"Anaknya bangun setelah lihat mama kenapa, gak apa-apa silakan tidur gak ada apa-apa, sakit aja mama" ujar Argo saat merilis kasua tersebut kemarin. Setelah keduanya terlelap, Haris langsung menghabisi nyawa kedua anak tersebut. "Dia menidurkan (Sarah & Arya) kemudian mencekik," ucap Argo.

Kabur Pakai Mobil

Usai melakukan aksinya,Haris Simamora, Selasa (13/11/2018) dini hari lngsg kabur dngn menggunakan mobil Nissan X Trail milik kakak Diperum Nainggolan yang terparkir di halaman.


Dengan pakaian yang penuh bercak darah, dia kabur sambil membawa barang bukti linggis yang digunakan untuk menghabisi nyawa Diperum Nainggolan.

Baca: Diiringi Isak Tangis, Satu Keluarga yang Jadi Korban Pembunuhan di Bekasi Dimakamkan di Samosir

Mobilnya pun berhenti di Jembatan Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pd_ Selasa subuh dan membuang linggis ke Kalimalang.

Setelah itu, sekira pukul 05.00 WIB, Haris sempat mendatangi klinik utk mengobati luka di telunjuk tangannya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengungkapkan klinik tersebut letaknya berada di dekat kosan yang disewa Haris.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

Aku tak berharap kesempurnaanmu.. Kerana aku ingin melengkapinya dengan kekuranganku...

"Di dekat kos-kosannya di Cikarang sekitar 500 meter dari kos utk obati jari," tutur Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Baca: Skenario Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Ketika ditanya perawat, HS mengaku luka ditelunjuknya akibat terjatuh tanpa menjelaskan se_cara rinci peristiwanya.


"Ditanya perawat mengakui ke perawat jatuh," jelas Argo.

Sewa Kosan

Pemilik rumah indekos di Cikarang menceritakan bagaimana terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi mengontrak dan menitipkan mobil.

Johan (53) pemilik rumah indekos Ameera di Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menceritakan, pd_ hari peristiwa pembunuhan keluarga Diperum Nainggolan, Haris datang ke kosannya sekira pukul 10.30 WIB.

Baca: Tetangga Ungkap Keganjilan, Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Sempat Cekcok di Telepon

Saat itu, HS dilayani karyawan Johan menunjukan kamar yang akan disewanya. "Setelah lihat-lihat la_lu setuju & bayar uang muka Rp 400.000.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

Kecantikan hakiki bukan dari wajah, melainkan terpancar dari hati.

Seharusnya Rp 900.000," kata Johan, Kaamis (15/11/2018). Ia menjelaskan, terduga pelaku hanya sebentar saja berada dikontrakan sudah membayarkan uang muka. Lalu, dia menitipkan mobil Nisan X Trail warna silver nomor polisi B 1705 UOQ yang dibawanya dengan alasan akan mengambil baju & barang-barangnya.

"Dia bilang ke pegawai saya nitip mobil dulu ya. Tunggu balik lagi, ambil barang-barang namun ternyata sehingga malam dan besoknya tidak kunjung kembali," jelasnya. Kemudian, Johan datang ke rumah kos miliknya, ia bertanya ke-pada pegawainya soal penghuni baru yang akan tinggal di kontrakannya. "Saya tanya ini _ada yang mau ngontrak, iya tapi belum lunas baru booking.

Ini juga nitip mobil katanya mau balik lagi. Pegawai aku tulis namanya sama nomor teleponnya. Namanya Aris," ucapnya. Namun, saat Johan memandang mobil yang dititipkan HS terparkir di rumah kosnya, dia mulai curiga dngn keberadaan mobil tersebut.

"Saya curiga, ini seper_ti mobil yang dicari polisi itu seper_ti berita yang saya baca. Aku cek plat nomornya dan foto-foto mobilnya. Saya tanya-tanya yang lain sesudah saya lapor ke Polsek Cikarang," katanya. "Polsek Cikarang telepon ke Polsek Pondok Gede menastikan kebenaran mobil itu.

Benar itu mobil korban," sambungnya.

Baca: 3 Alasan Tersangka Membunuh Keluarga di Bekasi, Disebut Tak Berguna hingga Dibangunkan Pakai Kaki

Ia menambahkan terduga pelaku mengetahui tempat rumah kos ini dari temannya yang mengontrak di rumah kos tersebut. "Jadi _ada temannya kontrak di sini kurang lebih satu tahun. Dia pun pernah main ke sini. Ya mungkin tahu itu jadi mending datang ke sini.


Orangnya masih muda," ucapnya.

Lacak Lewat Handphone

Setelah mobil yang dibawa Haris ditemukan, polisi pun bergerak cepat dengan mendatangi rumah kosan milik Johan.

Rabu (14/11/2018), polisi datang ke rumah kosnya dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) & membawa mobil yang dititipkan Haris.

Baca: Terungkap Motif Haris Simamora Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Bkn Cuma karena Sering Dimarahi

Menurut anak pemilik rumah kostan, Alif Baihaqi, sesaat polisi datang dirinya diminta utk menghubungi HS. Alif pun mengirimkan SMS yang berisi tagihan agar HS segera melunasi sisa pembayaran kontrakan.


SMS tersebut hanya sebagai trik utk membantu polisi melacak keberadaan HS.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.

"Polisi meminta aku untuk SMS dia terus dengan dalih menagih sisa pembayaran sebesar Rp 500 ribu. Beberapa kali ngga menjawab, terakhir dia menjawab akan segera dilunasi," jelasnya saat dihubungi, Bekasi, Kaamis (15/11/2018).

Baca: Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Haris Mengiyakan ke Gunung Guntur untuk Tenangkan Diri

Namun, upaya menghubungi HS dngn cara menelepon tidak berhasil.


"Dia balas aku sedang meeting. Usai itu saja & akan membayar melalui M-Banking," ucap Alif.

Gunung Guntur

Setelah menemukan mobil yang dibawa Haris serta mencoba menghubungi telepon selulernya, kepolisian pun akhirnya mengetahui keberadaan HS.

Polisi pun bergerak cepat sehingga akhirnya menangkap Haris di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu_ (15/11/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca: Terancam Hukuman Mati sudah Habisi Nyawa Satu Keluarga di Bekasi, HS Bunuh Korban Pakai Benda Ini

"Sampai di Garut kita memperoleh HS _ada di kaki gunung Guntur.


Di sana dia berada di suatu rumah atau saung," ungkap Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018). Kepada petugas, Haris mengaku hendak naik gunung. Polisi lalu melakukan penggeledahan terhadap barang yang dibawa oleh HS. "Setelah kita Geledah ada kunci mobil merek Nissan sesudah ada handphone.

Lalu ada uang Rp 4 juta disana," jelas Argo. Kemudian pihak kepolisian langsung membawa Haris ke Jkrta untuk dilakukan pemeriksaan hingga akhirnya ia pun mengakui perbuatannya. Atas perbuatannya, Haris terancam hukuman pidana mati. Ia dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 365 ayat (3) KUHP & atau Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHP.

(news.xcoid.com/wartakota/trib unjakarta.com)

Ia menjelaskan, terduga pelaku hanya sebentar saja berada dikontrakan sudah membayarkan uang muka. Lalu, ia menitipkan mobil Nisan X Trail warna silver nomor polisi B 1705 UOQ yang dibawanya dngn alasan akan mengambil baju dan barang-barangnya. "Dia bilang ke pegawai aku nitip mobil dulu ya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

Semakin baik kamu menata perilaku, semakin banyak kebaikan yang kamu kemas ke dalam hidup.


Tunggu balik lagi, ambil barang-barang namun ternyata hingga malam dan besoknya ngga kunjung kembali," jelasnya. Kemudian, Johan datang ke rumah kos miliknya, dia bertanya ke-pada pegawainya soal penghuni baru yang akan tinggal di kontrakannya. "Saya tanya ini ada yang mau ngontrak, iya tapi belum lunas baru booking. Ini juga nitip mobil ucapnya mau balik lagi.

Pegawai saya tulis namanya sama nomor teleponnya. Namanya Aris," ucapnya. Namun, sesaat Johan menatap mobil yang dititipkan HS terparkir di rumah kosnya, dia mulai curiga dengan keberadaan mobil tersebut. "Saya curiga, ini seperti mobil yang dicari polisi itu seperti berita yang saya baca.

Aku cek plat nomornya dan foto-foto mobilnya. Aku tanya-tanya yang lain kemudian saya lapor ke Polsek Cikarang," katanya. "Polsek Cikarang telepon ke Polsek Pondok Gede menastikan kebenaran mobil itu. Benar itu mobil korban," sambungnya.

Baca: 3 Alasan Tersangka Membunuh Keluarga di Bekasi, Disebut Tak Berguna sehingga Dibangunkan Pakai Kaki

Ia menambahkan terduga pelaku mengetahui tempat rumah kos ini dari temannya yang mengontrak di rumah kos tersebut.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

iri hati, selain membawa penderitaan, juga menjerumuskan manusia ke jurang permusuhan bahkan peperangan.

"Jadi _ada temannya kontrak di sini kurang lebih satu tahun. Ia pun pernah main ke sini. Ya mungkin paham itu jadi mending datang ke sini.

Orangnya msh muda," ucapnya.

Lacak Lewat Handphone

Setelah mobil yang dibawa Haris ditemukan, polisi pun bergerak cepat dngn mendatangi rumah kosan milik Johan.

Rabu (14/11/2018), polisi datang ke rumah kosnya & melakukan olah lokasi kejadian perkara (TKP) & membawa mobil yang dititipkan Haris.

Baca: Terungkap Motif Haris Simamora Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Bkn Cuma sebab Sering Dimarahi

Menurut anak pemilik rumah kostan, Alif Baihaqi, sesaat polisi datang dirinya diminta utk menghubungi HS.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

Kenangan tetap ada tapi jangan terfokus disana. Hidup lo bukan untuk kenangan tapi buat masa depan. Tetap semangat!.


Alif pun mengirimkan SMS yang berisi tagihan supaya HS segera melunasi sisa pembayaran kontrakan. SMS tersebut hanya sebagai trik utk membantu polisi melacak keberadaan HS. "Polisi meminta saya untuk SMS dia terus dengan dalih menagih sisa pembayaran sebesar Rp 500 ribu. Beberapa kali tidak menjawab, terakhir ia menjawab akan segera dilunasi," jelasnya sesaat dihubungi, Bekasi, Kamis (15/11/2018).

Baca: Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Haris Mengaku ke Gunung Guntur utk Tenangkan Diri

Namun, upaya menghubungi HS dengan cara menelepon tak berhasil.


"Dia balas saya sedang meeting. Sudah itu saja dan akan membayar melalui M-Banking," ucap Alif.

Gunung Guntur

Setelah menemukan mobil yang dibawa Haris serta mencoba menghubungi telepon selulernya, kepolisian pun akhirnya mengetahui keberadaan HS.

Polisi pun bergerak cepat hingga akhirnya menangkap Haris di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu_ (15/11/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca: Terancam Hukuman Mati sudah Habisi Nyawa Satu Keluarga di Bekasi, HS Bunuh Korban Pakai Benda Ini

"Sampai di Garut kita memperoleh HS ada di kaki gunung Guntur.


Di sana ia berada di suatu rumah atau saung," tutur Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kaamis (15/11/2018). Kepada petugas, Haris mengaku hendak naik gunung. Polisi lalu melakukan penggeledahan terhadap barang yang dibawa oleh HS. "Setelah kita Geledah _ada kunci mobil merek Nissan sesudah ada handphone.

Lalu ada uang Rp 4 juta disana," jelas Argo. Kemudian pihak kepolisian lngsg membawa Haris ke Jkrta untuk dilakukan pemeriksaan hingga akhirnya ia pun mengakui perbuatannya. Atas perbuatannya, Haris terancam hukuman pidana mati. Ia dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 365 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHP.

(news.xcoid.com/wartakota/trib unjakarta.com)

Lacak Lewat Handphone

Setelah mobil yang dibawa Haris ditemukan, polisi pun bergerak cepat dngn mendatangi rumah kosan milik Johan.

Rabu (14/11/2018), polisi datang ke rumah kosnya dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) & membawa mobil yang dititipkan Haris.

Baca: Terungkap Motif Haris Simamora Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Bkn Cuma krn Sering Dimarahi

Menurut anak pemilik rumah kostan, Alif Baihaqi, sesaat polisi datang dirinya diminta untuk menghubungi HS. Alif pun mengirimkan SMS yang berisi tagihan supaya HS segera melunasi sisa pembayaran kontrakan.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Sabtu , November 2018 )

iri hati, selain membawa penderitaan, juga menjerumuskan manusia ke jurang permusuhan bahkan peperangan.


SMS tsb hanya sebagai trik untuk membantu polisi melacak keberadaan HS. "Polisi meminta saya untuk SMS dia terus dngn dalih menagih sisa pembayaran sebesar Rp 500 ribu. Beberapa kali ngga menjawab, terakhir ia menjawab akan segera dilunasi," jelasnya sesaat dihubungi, Bekasi, Kamis (15/11/2018).

Baca: Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Haris Mengaku ke Gunung Guntur untuk Tenangkan Diri

Namun, upaya menghubungi HS dengan cara menelepon ngga berhasil. "Dia balas aku sedang meeting.


Sudah itu saja & akan membayar melalui M-Banking," ucap Alif.

Gunung Guntur

Setelah menemukan mobil yang dibawa Haris serta mencoba menghubungi telepon selulernya, kepolisian pun akhirnya mengetahui keberadaan HS.

Polisi pun bergerak cepat hingga akhirnya menangkap Haris di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu_ (15/11/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca: Terancam Hukuman Mati sudah Habisi Nyawa Satu Keluarga di Bekasi, HS Bunuh Korban Pakai Benda Ini

"Sampai di Garut kita mendapat HS ada di kaki gunung Guntur. Di sana ia berada di suatu rumah atau saung," tutur Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018).


Kepada petugas, Haris mengaku hendak naik gunung. Polisi lalu melakukan penggeledahan terhadap barang yang dibawa oleh HS. "Setelah kita Geledah ada kunci mobil merek Nissan setelah ada handphone. Lalu ada uang Rp 4 juta disana," jelas Argo.

Kemudian pihak kepolisian langsung membawa Haris ke Jkrta untuk dilakukan pemeriksaan sehingga akhirnya ia pun mengakui perbuatannya. Atas perbuatannya, Haris terancam hukuman pidana mati. Ia dijerat dngn pasal berlapis, Pasal 365 ayat (3) KUHP & atau Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHP. (news.xcoid.com/wartakota/trib unjakarta.com)

Polisi pun bergerak cepat sehingga akhirnya menangkap Haris di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu (15/11/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca: Terancam Hukuman Mati usai Habisi Nyawa Satu Keluarga di Bekasi, HS Bunuh Korban Pakai Benda Ini

"Sampai di Garut kita memperoleh HS ada di kaki gunung Guntur.


Di sana dia berada di suatu rumah atau saung," ujar Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kaamis (15/11/2018). Kepada petugas, Haris mengiyakan hendak naik gunung. Polisi la_lu melakukan penggeledahan terhadap barang yang dibawa oleh HS. "Setelah kita Geledah ada kunci mobil merek Nissan setelah ada handphone.

Lalu ada uang Rp 4 juta disana," jelas Argo. Kemudian pihak kepolisian langsung membawa Haris ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan sehingga akhirnya ia pun mengiyakan perbuatannya. Atas perbuatannya, Haris terancam hukuman pidana mati. Ia dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 365 ayat (3) KUHP & atau Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHP.

(news.xcoid.com/wartakota/trib unjakarta.com) Demikian informasi mengenai "Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi Sehingga Penangkapan Pelakunya-#ur5ppt", info kata kunci berita ini (Sabtu /November ) : ( kronologi,pembunuhan,satu,keluarga,di,bekasi,sehingga,penangkapan,pelakunya, diperum, nainggolan, akhirnya, setelah, cikarang, kemudian )

Sumber: www*tribunnews*com/metropolitan/2018/11/17/kronologi+pembunuhan+satu+keluarga+di+bekasi+hingga+penangkapan+pelakunya
Share Berita