Making Iindonesia 4.0 Andalkan IoT
Bagi yang belum membaca mengenai "Making Iindonesia 4.0 Andalkan IoT-#f7obiw",( berita Selasa ,November ) ikuti selengkapnya : news.xcoid.com, JAKARTA Langkah pemerintah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0 telah dilakukan. Peta jalan yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian ini menjdi strategi dan arah yang jelas dalam pengembangan industri nasional yang berdaya saing global.

Aspirasi besar dalam Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Iindonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Berdasarkan Making Indonesia 4.0, ada lima sektor manufaktur yang akan dijadikan pionir, yaitu industri makanan & minuman, tekstil & pakaian, otomotif, kimia, & elektonika. Implementasi Industri 4.0 di manufaktur sangat terkait dengan penyediaan infrastruktur dan teknologi information dan komunikasi antr lain: Intrnet of Things (IoT), Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual & Augmented Reality, sistem sensor dan otomasi. "IoT bakal menjadi salah satu backbone dari adopsi Revolusi Industri 4.0 di Indonesia.

Sejak dua thn lalu kami bersama Indonesia IoT Forum telah mendorong adanya regulasi utk mengantisipasi "The Next Big Thing" di industri telekomunikasi ini. Alhamdulillah pemerintah dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) & Kementrian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan sejumlah regulasi yang akan membuat IoT bakal semakin besar di Indonesia," ungkap Founder IndoTelko Forum, Doni Ismanto Darwin dalam Diskusi Tahunan "IoT for Making Indonesia 4.0 dalam rangka HUT ke-7 IndoTelko.com, Selasaa (27/11/2018). IoT merujuk pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, peralatan rumah tangga, & barang-barang lainnya yang ditanami perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, & konektivitas yang memungkinkan utk terhubung dngn jaringan internet maupun mengumpulkan dan bertukar data. "Isu krusial dalam adopsi IoT nanti terkait konektifitas, data security, interperobilitas, dan lainnya.

Aku harapkan draft Peraturan Menteri utk spektrum frekuensi dan standarisasi perangkat IoT bisa disahkan thn ini agar pelaku di industri ini ada kepastian hukum mengembangkan bisnisnya," harapnya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , November 2018 )

Semua yang kita capai adalah hasil dari apa yang kita pikir.

Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo menyatakan instansinya siap mendukung para pelaku industri untuk menciptakan ekosistem IoT dngn payung hukum yang kuat. "Terkait regulasi, mesti ada payung hukum dalam pengembangan IoT ini.

Bila misalnya Undang-Undang terlalu berat maka perlu Peraturan Pemerintah utk memayungi _para pelaku industri yang ingin bertransformasi ke 4.0. Kami di Kominfo menyatakan jikalau tidak bisa membantu, maka jangan jadi pengganggu," kata Ismail.

Pemerintah menurutnya bakal mengambil inisiatif pengembangan ekosistem & business model IoT di Indonesia.

"Karena IoT itu ngga cukup hanya connectivity tetapi juga ekosistemnya, & business modelnya hingga bisa menciptakan efisiensi dan revenue bagi lebih banyak pelaku industri yang mau melakukan digitalisasi," tegasnya. Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Achmad Rodjih Almanshoer menambahkan, pencanangan Indonesia 4.0 sebagai program nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ngga lepas dari inisiatif Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.


"Kalau di Jerman Barat, inisiator 4.0 ialah pelaku industri.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , November 2018 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.

Sementara di Indonesia, pemerintah mesti berinisiatif demi meningkatkan daya saing industri nasional. Sebagai inisiator, Kemenperin akan membuka delapan pusat pengembangan SDM terkait digitalisasi industri ini di seluruh Indonesia, di mana salah satunya ialah mengajarkan soal IoT," kata Rodjih.

Pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menjalankan roda bisnis juga diamini oleh Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero). Awaluddin yang bergabung dngn AP II pd_ September 2016 mengakui banyak melakukan perubahan dalam pola bisnis perusahaan operator bandara yang dipimpinnya tersebut. "Profile penumpang pesawat saat ini sudah lebih dari satu berubah. Sesaat ini banyak didominasi generasi millennial yang ingin melayani dirinya sendiri, jadi disitu peran digitalisasi dibutuhkan.

Contohnya ialah dengan self check in menggunakan smartphone," kata Awaluddin. Ia menuturkan, para penumpang pesawat selalu menginginkan tiga hal mudah di bandara yaitu hassle free, stress free dan confusing free. Oleh karena itu dalam mendesain terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Awaluddin berpesan, desainnya mesti disesuaikan dengan kebutuhan para penumpang ketika bandara tsb selesai dibangun & beroperasi pd_ 2024 mendatang.

"Kemampuan desainer untuk menerawang smpai saat itu yang diperlukan.


Jgn sampai menjdi bandara yang tidak cerdas lagi. Karena bisa jadi pd_ saat itu ekosistem Indonesia 4.0 usai jadi kenyataan bukan lagi teori," katanya.

Judi Achmadi, Executive Vice President Divisi Enterprise PT Telkom Tbk menyatakan _ada tiga faktor yang akan mendukung pertumbuhan IoT di Indonesia, yaitu tingginya pemanfaatan dari smartphone di Indonesia, populasi usia produktif di bawah 25 tahun yang berjumlah 2,5 miliar orang di dunia, dan revolusi industry 4.0. "Jadi semuanya sekarang serba digital.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , November 2018 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Bos Cisco John Chambers pd_ 2015 lalu meramal ada 40 perusahaan bakal mati dalam 10 tahun ke depan sebab tidak mendigitalisasi dirinya, dan itu usai terjadi," kata Judi.

Kirill Mankovski, Chief Enterprise Officer PT XL Axiata Tbk, berharap perusahaannya dpat membantu memperbanyak pemanfaatan IoT oleh para pelaku bisnis di Indonesia. "Konsep XL utk pengembangan IoT ini adalah berkelanjutan. Kami pny konektivitas, lalu juga pny platform, serta pny solusi out of the box utk IoT.


XL juga punya X-Camp di mana setiap org bisa datang & menggunakan fasilitas IoT yang kami miliki. Prediksi kami smpai 2020 tunggu lebih dari 70 perusahaan Iindonesia akan mengadopsi IoT," kata Kirill. Sementara Alfian Manullang, GM IoT Smart Connectivity Telkomsel mengklaim perusahaannya ialah IoT hub terbesar di Iindonesia saat ini. Telkomsel menurut Alfian menjalankan fungsi sebagai enabler yang melayani berbagai kebutuhan digitalisasi industri di Indonesia.

"IoT itu targetnya saving cost dan generate revenue. Balik lagi ke intinya objektif apa yang mau dicapai suatu perusahaan dari IoT. Nah, total solution itu yang kita berikan ke customer sebab menurut kami IoT ini msh baru di Indonesia, & kolaborasi itu sesuatu yang penting dalam pengembangannya," katanya. Mendukung pernyataan Alfian, VP Network Solutions PT Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal berkeyakinan IoT sangatpenting untuk meningkatkan daya saing produk nasional.

"Pemanfaatan teknologi itu penting sehingga industri dalam negeri bisa memproduksi dan menjual barang dengan harga yang kompetitif lagi. Saya senang pemerintah ngga ingin kita ketinggalan dari sisi digitalisasi industri. Kalau ini tidak dikerjakan, risikonya akan banyak product negara lain yang masuk ke Indonesia dan kita ngga bisa bersaing," kata Ronni. Sementara Mohamad Rosidi, Direktur ICT Strategy amp Marketing dari Huawei Indonesia, berkeyakinan program nasional Indonesia 4.0 akan meningkatkan daya saing Indonesia diantara negara-negara lain di dunia.

"Dari sisi konektivitas Iindonesia ada di peringkat 64, msh di level starter digitalisasi yang bahkan kalah dengan Vietnam dua peringkat di atasnya. Tetapi bicara ekosistem IoT, kita tidak bisa bekerja sendirian, harus ada sinergi antara operator, regulator dan lainnya untuk meningkatkan konektivitas kita," kata Rosidi.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , November 2018 )

Perbuatan buruk ini hanya dilakukan oleh dirimu, bukan oleh orang tua-mu, teman-mu atau saudara-mu. oleh karena itu dirimu sendirilah yang akan menuai hasil yang menyakitkan.

Untuk bisa mengoptimalkan penyebaran pemanfaatan IoT di Indonesia, dibutuhkan peranan dari infrastruktur telekomunikasi yang menunjang.

Nia Kurnianingsih, Division Head of Digital Solution PT Tower Bersama Infrastructure, menuturkan perusahaannya menjalankan mandat untuk melaksanakan tugas tersebut di Indonesia.

Tower Bersama menurut Nia hari ini memiliki 13.800 tower di seluruh Indonesia yang dimanfaatkan oleh 20.400 tenant.

"Peranan kami dalam mensukseskan Indonesia 4.0 ialah empowering UMKM, mengembangkan digital infrastruktur, pengembangan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan ekosistem inovatif. Tanpa adanya tower, tidak bisa berjalan dengan baik semua program terkait 4.0 tersebut.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , November 2018 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.


Disinilah peran serta kami," kata Nia. Teguh Prasetya, Founder IoT Forum sendiri menyatakan IoT usai menjadi Intrnet of Everything dalam berbagai lini perekonomian di Indonesia. Dia bahkan memperkirakan pd_ 2025 nanti, sekitar 70 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal disokong _oleh industry berbasis IoT. "Market IoT Iindonesia pada 2022 diperkirakan Rp 444 triliun, dan pada 2025 tunggu menjadi Rp 1.620 triliun.

Smpai saat ini ada 250 perusahaan berekosistem IoT di Iindonesia yang tumbuh & berinvestasi disana. Kita tertinggal di 2G sampai 4G, jangan sampai tertinggal di IoT sebab pasarnya msh luas," kata Teguh.


Sumber: www*tribunnews*com/techno/2018/11/27/making+indonesia+40+andalkan+iot
Share Berita