Menteri Susi Kunjungi Pusat Ilmiah Monaco, Studi Benchmarking Pengembangan Teknologi Kelautan
Info berita hari Kamis , Desember mengenai "Menteri Susi Kunjungi Pusat Ilmiah Monaco, Studi Benchmarking Pengembangan Teknologi Kelautan-#czrkzv" : news.xcoid.com, MONACO Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengunjungi Pusat Ilmiah Monaco (The Scientific Center of Monaco) di sela kunjungan kerjanya ke negara itu, Selasaa (4/12/2018). Dalam kunjungan itu Menteri Susi Pudjiastuti didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan Duta Besar (Dubes) Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) utk Perancis merangkap Andora & Monaco, Letjen (Purn) Hotmangaradja MP Pandjaitan.

Kunjungan tsb dilakukan untuk melihat dan mempelajari pusat ini sebagai referensi pembangunan Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institute (PIAMARI) & Morotai Integrated Aquarium and Marine Research Institute (MIAMARI) yang pembangunannya akan selesai dalam wa_ktu dekat. Sebagai informasi, pusat ilmiah ini dibangun Pemerintah Monaco pd_ tahun 1960 utk kebutuhan studi berkelanjutan mengenai ekosistem pantai karang tropis & mediterania.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Desember 2018 )

Impian tidak akan menggerakan seseorang untuk maju, alasan kuat dibalik impian itulah yang menggerakannya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Lilly Aprilya Pregiwati dalam rilisnya mengatakan, salam penelitiannya, pusat ilmiah ini menggunakan penguin sebagai indikator perubahan ekosistem kutub.

Baca: Hari Ini 15 Jenazah yang Ditemukan di Puncak Kabo akan Dievakuasi

Penguin juga digunakan untuk menerjemahkan penelitian dasar ke dalam layanan klinis, seper_ti senyawa anti kanker, terapi gen penyakit neuromuskular, dan studi mikrobiota manusia.


Dalam kunjungan tersebut, Menteri Susi & rombongan delegasi RI diterima oleh Presiden Pusat Ilmiah Monaco, Patrick.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Desember 2018 )

Semakin baik kamu menata perilaku, semakin banyak kebaikan yang kamu kemas ke dalam hidup.

Mereka berdiskusi tentang perkembangan penangkapan ikan ilegal & kondisi terumbu karang Indonesia. "Terumbu karang Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman.

Ngga hanya di Indonesia, di dunia pada umumnya jumlah terumbu karang terus menurun drastis akibat global warming, penangkapan ikan ilegal, & kegiatan merusak manusia lainnya. Ini harus menjadi perhatian bersama," ujar Menteri Susi. "Untuk itu, kami mengajak semua peneliti utk ikut menyelamatkan terumbu karang dunia," imbuhnya. Selanjutnya, rombongan melakukan studi lanjutan dngn melihat-lihat fasilitas yang tersedia di Pusat Ilmiah Monaco didampingi peneliti Biologi Laut, Didier Zocolla.

Di hari yang sama, rombongan juga bertemu dengan Honorary Consul RI utk Monaco, Mahmoud Shaker Al-Abood guna membahas peluang dan hubungan kerja sama kedua negara di bidang kelautan & perikanan & hal terkait lainnya. Sebelumnya, Menteri Susi bersama rombongan pula menghadiri rapat koordinasi Keketuaan Bersama International Coral Reef Initiative (ICRI) di Museum Oseanografi Monaco. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi bertemu dngn Minister Plenipotentiary, Special Adviser to the Prime Minister on Sustainable Development Issues Monaco, Bernard Faultier Vice-president Chief Executive Officer of the Prince Albert II of Monaco Foundation & Margareth Johnson General Manager of Great Barrier Reef Marine Park Authority Australia.

Pertemuan tersebut merupakan pre-meeting Keketuaan Bersama ICRI 2018-2020 (Indonesia, Monaco, dan Australia) sebelum penyelenggaraan Sidang Umum ke-33 ICRI pada hari berikutnya, 5-7 Desember 2018 di Monaco.


( info meta data berita ini, menteri,susi,kunjungi,pusat,ilmiah,monaco,,studi,benchmarking,pengembangan,teknologi,kelautan, indonesia, kunjungan, bersama, terumbu )

Sumber: www*tribunnews*com/internasional/2018/12/06/menteri+susi+kunjungi+pusat+ilmiah+monaco+studi+benchmarking+pengembangan+teknologi+kelautan
Share Berita