Pengamat: Capres-Cawapres Fiktif Sindir Paslon Pilpres
Bagi yang belum membaca mengenai "Pengamat: Capres-Cawapres Fiktif Sindir Paslon Pilpres-#b3gpah",( berita Jumat ,Januari ) ikuti selengkapnya : news.xcoid.com, JKRTA Pengamat politic UIN Jakarta, Adi Prayitno menilai hadirnya capres-cawapres fiktif, Nurhadi-Aldo adalah sindiran kepada pasangan calon (paslon) sebenarnya yang bertarung dalam Pilpres 2019. Dia menyebut paslon fiktif itu ialah parodi politik.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Januari 2019 )

Segala memiliki awal pasti memiliki akhir.


"Capres fiktif itu ialah parodi politik yang narasinya menyindir dua kandidat yang model kampanyenya tak substansial, tautan opini enggak karuan, & tak mendidik. Ngga heran jika kutipam capres Dildo (Nurhadi-Aldo) itu berbentuk sindiran pedas. Bahkan pesannya dibuat sengaja sulit dipahami publik," kata Adi sesaat dihubungi news.xcoid.com, Juumat (11/1/2019). Selain itu, menurut Adi capres-cawapres fiktif itu dpat dimaknai sebagai kejenuhan politic masyarakat.

Hal itu krn dia memandang saat ini lebih dari satu pihak yang menghalalkan segala cara untuk menyerang lawan guna meningkatkan elektoral.

Baca: Robby Abbas Sebut Pengguna Jasa Prostitusi Artis 25 Persen Pejabat

"Capres fiktif itu bisa dimaknai sebagai kejenuhan politic rakyat krn suasana pilpres yang tak konstruktif. Mirip-mirip politic abad pertengahan yang menjadikan kelemahan lawan sebagai keuntungan utama elektoral. Itu kan kacau. Bkn jualan program unggulan tapi malah sibuk buka aib politik lawan," tegasnya.


Adi juga khawatir adanya fenomena itu bakal menggiring warga untuk apatis dan golput (golongan putih) dalam Pilpres nanti. "Fenomena ini harus disikapi serius utk mencegah rakyat golput. Ini warning bagi partisipasi rakyat di pemilu 2019," tutupnya. Sebelumnya, Kehadiran pasangan capres-cawapres fiktif Nurhadi-Aldo menjdi fenomena tersendiri di jagat maya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Januari 2019 )

Ke mana pikiran di arahkan, kesanalah kondisi hidup seseorang.

Munculnya pasangan yang disingkat Dildo itu memperoleh sambutan seketika itu juga kekhawatiran sejumlah pihak. Menurut mantan Ktua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, kemunculan paslon Dildo yang dianggap sebagai lucu-lucuan ini pula bisa memicu orang jadi antipati terhadap politik. "Bisa mengarah ke situ, krn tidak puas karena hanya ada dua pasangan capres.

Jadi ini yang jadi capres lucu-lucuan karena, Ah sudahlah, kita lucu-lucuan saja, ngapain dua itu. Jadi org antipati terhadap politik. Ini sebenarnya tak bagus, namun ini kan suatu kondisi yang tercipta karena pilihan kita memaksakan hanya ada dua calon," kata Hamdan, Sabtu (5/1/2019). Berbeda pendapat dngn Hamdan Zoelva, Ketua DPR Bambang Soesatyo menganggap hal itu bakal membuat pemilu sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan.

"Menurut saya makin lebih dari satu makin bagus sehingga pemilu dianggap suatu acara atau pesta yang menyenangkan," kata Bamsoet, sapaan akrabnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Demikiannlah berita hari Jumat mengenai ( Pengamat: Capres-Cawapres Fiktif Sindir Paslon Pilpres-#b3gpah ), info pencarian terkait berita ini, pengamat:,capres-cawapres,fiktif,sindir,paslon,pilpres, politik, politic, pasangan, menurut, nurhadi-aldo, fenomena, lucu-lucuan, dianggap, menyenangkan

Sumber: www*tribunnews*com/pilpres+2019/2019/01/11/pengamat+capres+cawapres+fiktif+sindir+paslon+pilpres
Share Berita