Tiga Tantangan Industri FMCG Iindonesia Di 2019
04 Februari 2019, sudah tahu informasi mengenai "Tiga Tantangan Industri FMCG Iindonesia Di 2019-#jzttfu", kalau belum ayuk baca selengkapnya : news.xcoid.com, JKRTA Industri e-commerce atau perdagangan online di Iindonesia membuka kesempatan ekonomic dan peluang baru bagi berbagai sektor bisnis.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Februari 2019 )

Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.


Data McKinsey memperkirakan, pada tahun 2022, nilai pasar e-commerce di Iindonesia akan mencapai 65 miliar dollar AS (sekitar Rp 948 triliun). Kemajuan industri ini telah memungkinkan bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG) untuk menjangkau pembeli dari semua daerah Indonesia dalam platform digital, tanpa dihambat oleh faktor jarak dan waktu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Februari 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Memasuki tahun 2019, Sirclo, sebuah layanan penyedia solusi e-commerce, memaparkan bbrp tantangan yang akan dihadapi oleh pelaku bisnis FMCG dalam era digital ini.

Adapun Sirclo menjalankan lini usaha bernama Sirclo Commerce, sebuah channel management solution (CMS) yang membantu brand untuk berjualan di berbagai kanal marketplace. Sirclo Commerce sendiri sudah melayani sejumlah klien ternama dari industri FMCG seper_ti KAO, Arnotts, & Quaker Oats. Sirclo melakukan penelitian & menggali insight dari klien FMCG yang dimiliki, & menyimpulkan setidaknya tiga tantangan utama yang dapat menghambat laju usaha FMCG jikalau tidak dikelola se_cara baik. Pertama, bisnis FMCG kesulitan untuk membangun keterampilan baru karena keterbatasan sumber daya manusia dan finansial.

Misalnya, ketika usaha ritel hendak beralih ke kanal penjualan se_cara digital, maka dibutuhkan karyawan yang memahami infrastruktur informatika dan teknologi. Padahal, tidak semua pelaku usaha mempunyai modal & pembiayaan untuk melakukan perekrutan secara permanen.

Tantangan inilah yang membuat Brian Marshal mencetuskan ide untuk mendirikan SIRCLO Commerce.

"Kami ingin membantu _para pelaku usaha FMCG utk memanfaatkan sistem yang efisien dan lebih terjangkau. Dengan begitu, mereka dapat menekan biaya operasional & mendorong pertumbuhan transaksi," ungkap Brian, founder & CEO Sirclo.


Kedua, dngn kehadiran banyaknya kanal penjualan online, start dari website sendiri sehingga platform marketplace, banyak brand yang kewalahan dalam menjalankan hal-hal administratif. Penjual harus selalu siiap sedia utk membalas pesan satu per satu, menjawab komplain, atau mengecek stok se_cara manual. Pekerjaan repetitif ini menjdi beban yang mengonsumsi lebih dari satu waktu karyawan. Untuk membantu brand menangani tantangan tersebut, Brian memperlebar layanan yang ditawarkan oleh Sirclo Commerce.

"Banyak pelaku usaha FMCG yang kewalahan menghadapi pesanan, pertanyaan pembeli, smpai manajemen stok. Krn itu, kini Sirclo Commerce turut membantu mereka dalam menangani hal-hal operasional penjualan, seperti manajemen gudang, pengelolaan pemesanan, hingga pengiriman barang sampai ke tempat tujuan," kata Brian. Dengan begitu, pelaku usaha dan karyawan inti perusahaan dpat berfokus untuk melakukan keahlian mereka, yaitu inovasi produk. Sistem otomatis dari Sirclo sangat menghemat waktu dan tenaga, supaya kegiatan operasional dapat berjalan dngn lebih lancar dan efisien.

Layanan komprehensif dan terintegrasi yang disediakan _oleh Sirclo menjadi populer di kalangan pelaku bisnis FMCG yang hendak berkiprah di industri e-commerce. "Ketika Reckitt-Benckiser memutuskan untuk terjun di industri e-commerce, kami mencari partner bisnis yang memiliki pengalaman & dapat membantu kami dalam pengoperasiannya. Aku senang bisa bekerja sama dngn Sirclo Commerce, karena mereka sangat fokus, memahami daya jual product dan brand, serta responsif," kata Rudy Adrian, Head of e-Commerce dari Reckitt Benckiser Indonesia.

Ketiga, tanpa kompilasi data tentang konsumen, bisnis FMCG tidak bisa memaksimalkan strategi penjualan di berbagai platform digital.

Dengan portofolio klien dari berbagai sektor, Sirclo memiliki kekuatan insight yang dapat dimanfaatin untuk strategi pemasaran & komunikasi.


Misalnya, pd_ periode Agustus 2018-Januari 2019, sepuluh produk paling laris dalam Sirclo Commerce adalah di kategori kosmetik & kecantikan makanan & minuman serta perlengkapan rumah. Laporan Sirclo juga mengungkapkan bahwa pembelian online paling lebih dari satu dilakukan di hari Sa-btu (23) & Minggu (25). Dengan mengakses data-data seperti ini, oleh sebab itu bisnis FMCG bisa mmbuat kampanye atau promosi yang sesuai.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Februari 2019 )

Keberanian timbul dari bersikap benar.


Misalnya, dengan menawarkan diskon atau cashback pada akhir pekan, sehingga orang bakal semakin tertarik utk membeli. Data & fakta ini menjadi kunci penting supaya bisnis FMCG dapat memahami preferensi konsumen dan selalu memberikan tawaran yang sesuai. Penjual pula bisa memprediksi sesaat yang tepat utk melakukan pengisian stok barang dan variasi produk yang ingin ditawarkan. King Hartono Hamidjaja, Country Director dari Stanley Black amp Decker (SBD) Indonesia, memberikan apresiasi terhadap inovasi Sirclo yang telah membantu penjualan brand di jalur e-commerce.

"Ketika platform e-commerce masih menjadi hal baru bagi SBD, kami membutuhkan mitra yang memiliki pengalaman di bidang e-commerce. Sejauh ini, kami puas bekerja sama dengan Sirclo, sebab mereka selalu memahami kebutuhan dan pendapat kami.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Februari 2019 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.

Di sesaat yang sama, Sirclo Commerce juga ahli dalam meluncurkan product di sesaat yang tepat, untuk sasaran tujuan pelanggan yang tepat pula."

Di thn 2019, Brian optimis bahwa lini bisnis Sirclo akan terus berkembang sesuai permintaan pasar.


"Saat ini, Sirclo telah memiliki layanan yang komprehensif, start dari manajemen stok, editing photo produk, strategi pemasaran, pengelolaan pesanan, smpai laporan bulanan dan data transaksi per bulan. Kami berharap, layanan ini dapat membantu _para pelaku usaha FMCG untuk mengembangkan brand-nya secara maksimal melalui penjualan e-commerce. Dngn besarnya potensi penjualan online di Indonesia, kami berharap SIRCLO menjadi pusat pengelolaan e-commerce yang paling terpercaya & berkontribusi dalam memajukan ekonomi digital Indonesia," kata Brian. Demikian informasi mengenai "Tiga Tantangan Industri FMCG Iindonesia Di 2019-#jzttfu", info kata kunci berita ini (Senin /Februari ) : ( tiga,tantangan,industri,fmcg,iindonesia,di,2019, e-commerce, commerce, membantu, penjualan, layanan, indonesia, digital, memiliki )

Sumber: www*tribunnews*com/bisnis/2019/02/04/tiga+tantangan+industri+fmcg+indonesia+di+2019
Share Berita