Badan Karantina Lakukan Pemeriksaan Intens Penyakit Brucellosis Pada Sapi
Berita pada hari Selasa ,Februari mengenai "Badan Karantina Lakukan Pemeriksaan Intens Penyakit Brucellosis Pada Sapi-#jf4ojq",yuk ikuti beritanya :

Badan Karantina cegah penyakit Brucellosis pada sapi. (foto: dok.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Februari 2019 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.

Kementan)news.xcoid.com, Cilegon Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Cilegon, mendeteksi penyakit Zoonosis Brucellisis SP yang menyerang satu ekor sapi lokal. Pemeriksaan dilakukan melalui uji laboratorium Rose Bengal Test (RBT) dan Complement Fixation Test (CFT). "Sapi itu lngsg kami potong bersyarat.

Pemotongan dilakukan se_cara hati-hati dngn memperhatikan berbagai faktor, seper_ti kemungkinan tercemarnya lingkungan," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Ali Jamil, Selasaa (12/2/2019). Ia mengatakan, kehati-hatian dalam pemotongan wajib dilakukan untuk mencegah adanya cairan exudat & sarang-sarang nekrose pada organ-organ viseral. Dalam keadaan seperti itu, seluruh organ visceral limfoglandula & tulang mesti dimusnahkan. "Sedangkan bagian daging boleh dikonsumsi kemudian dilakukan pelayuan selama kurang lebih sembilan jam.

Baru kemudian dimasak," ucap Ali. Secara singkat, penyakit Brucellosis adalah penyakit bakterial yang menginfeksi sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Tetapi di Indonesia, Brucellosis paling umum ditemukan pd_ ternak sapi & sering dikenal sebagai penyakit Keluron Menular. Ali menjelaskan, penyakit tsb bersifat zoonosis yang dikenal sebagai undulant fever sebab menyebabkan demam yang naik-turun.

Brucellisis juga bisa menyebabkan hewan betina mengakami aborsi & retensi plasenta, padahal dampak lain pada binatang jantan ialah menyebabkan orchitis dan infeksi kelenjar asesorius. "Kami benar-benar melakukan deteksi ketat. Misalnya, utk CFT dilakukan di Balai Veterner Subang & Baliverlt dilakukan di Bogor. Pemeriksaan di kedua lab hasilnya positif," kata Ali.

Sebagai informasi, pada 31 Januari 2019, orang yg bertugas karantina juga melakukan pemeriksaan terhafap 64 ekor sapi ras Bali asal Bekasi yang hendak dikirim ke Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Februari 2019 )

Bukan karena harta yang melimpah/apa yang dimilik, orang dihormati. kehormatan adalah penghargaan bagi orang yang telah memberikan sesuatu yang berarti bagi orang yang membutuhkan.

Setelah pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik, orang yg bertugas melakukan pengambilan sampel darah 100 persen ke semua hewan untuk dilakukan pengujian RBT. "Dua ekor diantaranya positif RBT.

Nah yang positif ini kami lakukan pengawasan di Instalasi Karantina Hewan tetapi sampel darahnya dikirim ke BVet Subang dan Balitvet Bogor untuk dilakukan pengujian CFT," ungkap Ali. Dirinya berharap, seluruh jajaran karantina meningkatkan pengawasan se_cara intens. Pengawasan bisa dilakukan di lokasi pemasukan & pengeluaran NKRI. "Saya mengimbau ke-pada masyarakat utk turut menjaga kesehatan & keamanan product pertanian dengan lapor ke karantina saat melalulintaskan," pungkasnya.

()

Sekilas berita yang kami sharing, jika suka bantu sharing ya...

Sumber: s://www*liputan6*com/bisnis/read/3893259/badan+karantina+lakukan+pemeriksaan+intens+penyakit+brucellosis+pada+sapi
Share Berita