Klarifikasi Bank BRI Mojokerto Soal Uang Nasabah Rp 65 Juta Dikuras Via Virtual Account, Penipuan
Berita lengkap di hari Kamis , yuk ikuti info mengenai "Klarifikasi Bank BRI Mojokerto Soal Uang Nasabah Rp 65 Juta Dikuras Via Virtual Account, Penipuan-#bqefka", berikut selengkapnya : news.xcoid.com, MOJOKERTO Pihak BRI Cabang Majapahit Kot'a Mojokerto memberikan klarifikasi terkait uang Rp 65 juta milik nasabah atas nama Suhartoyo yang dikuras via virtual account.

Ada dua isi klarifikasi pihak BRI yang disampaikan ke-pada SURYa.co.id terkait pemberitaan kejahatan perbankan dngn korban Suhartoyo.


Klarifikasi pertama menyatakan, bahwa pihak BRI Cabang Majapahit Kota Mojokerto tak pernah melarang nasabah atas nama Suhartoyo melarang melaporkan kejahatan perbankan yang menimpanya itu ke-pada polisi. Informasi pihak BRI melarang adanya laporan kepada polisi disampaikan _oleh Suhartoyo ketika menanyakan uangnya kepada pihak BRI.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Maret 2019 )

Kenangan tetap ada tapi jangan terfokus disana. Hidup lo bukan untuk kenangan tapi buat masa depan. Tetap semangat!.

"Bank BRI ngga pernah melarang nasabah untuk melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian," jawaban BRI Pusat melalui kantor Cabang BRI Kot'a Mojokerto, Rabu (13/3/2019).

Pihak BRI Pusat juga telah menelusuri kasus hilangnya saldo tabungan nasabah BRI di Mojokerto (Suhartoyo) yang tiba-tiba terkuras. Hilangnya tabungan itu krn diduga Suhartoyo terkena penipuan dengan modus socio engineering. Socio engineering merupakan manipulasi psikologis dari seseorang dalam menguak information rahasia. Biasanya modus socio engineering dilakukan melalui telepon & internet.

Terkait jaminan, BRI Pusat mengatakan, apabila terbukti bahwa hilangnya uang tsb akibat kelalaian nasabah, Bank BRI tidak memiliki kewajiban utk mengganti uang tabungan nasabah yang hilang.

Sebelumnya, kasus kejahatan perbankan dialami Suhartoyo (58) masyarakat Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan, Gedeg, Kabupaten Mojokerto belum menemui titik terang. Suhartoyo mengatakan, dirinya tak melapor polisi lantaran dilarang pihak Bank BRI Kantor Cabang Majapahit, Kota Mojokerto. "Saya belum melapor ke polisi. Aku sudah tiga kali ke Bank BRI Kantor Cabang Majapahit untuk menanyakan perkembangan kasus ini," kata Suhartoyo, Rabu_ (13/3/2019)

"Saya juga menanyakan ke-pada pihak Bank BRI Kantor Cabang Majapahit apakah harus lapor ke polisi?


Mereka menjawab tidak perlu krn BRI mempunyai polisi. Polisi BRI msh memproses kasus ini.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Maret 2019 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.

Untuk laporan ke polisi aku masih berunding dengan keluarga dulu," sambungnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Ade Warokka, membenarkan jika Suhartoyo belum melapor ke polisi terkait kasus kejahatan perbankan. Dia sudah mengecek ke Polsek Gedeg terkait pelaporan. "Sampai sesaat ini, Rabu (13/3/2019) belum _ada laporan terkait kasus kejahatan perbankan. Yang bersangkutan (Suhartoyo) sdng berada di Lamongan, saya belum sempat bertemu.

Kemungkin ia tidak akan mau melapor," kata Ade kepada SURYA.co.id, Rabu (13/3/2019). Suhartoyo menceritakan, kejadian kejahatan perbankan ini terjadi pd_ Jumat, (18/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Kala itu, ia tiba-tiba memperoleh panggilan telepon dari nomer yang tidak dikenal.

Setelah diangkat, penelpon misterius tsb mengaku dari pihak BRI.

Penelpon menginformasikan, jika Suhartoyo memperoleh bonus dari BRI berupa pulsa Rp 500.000.


Penelpon itu bersuara laki-laki. Suhartoyo tidak sempat menanyakan nama si penelpon. Mulanya Suhartoyo tak menaruh curiga ke-pada penelpon. Penelpon itu setelah menanyakan perihal pengiriman pulsa kepada Suhartoyo.

Tanpa berpikir panjang Suhartoyo mengatakan bila bonus pulsa Rp 500.000 dikirimkan ke nomor telepon gawainya. Tak lama penelpon memutus pembicaraan. Suhartono setelah mengecek status pulsa. Pulsa Suhartoyo bertambah,tetapi hanya Rp 80.000 bkn Rp 500.000.

Kemudian penelpon misterius kembali melakukan panggilan untuk menanyakan kiriman pulsa. Tak seberapa lama penelpon menutup pembicaraan kembali. Ngga kunjung mendapat kiriman pulsa yang dijanjikan penelpon, Suhartoyo pun curiga. Dia sesudah menanyakan perihal bonus pulsa ke Agen BRI Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan.

Pihak Agen menjelaskan BRI tak menginformasikan bonus melalui telpon atau sms. Kalau nasabah memperoleh bonus pihak BRI lngsg datang ke rumah nasabah. Pihak agen pun curiga, jika Suhartoyo menjadi korban penipuan.

Selanjutnya, pihak Agen BRI Dusun Ngepung meminta Suhartoyo utk mengambil kartu ATM.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Maret 2019 )

Kecantikan hakiki bukan dari wajah, melainkan terpancar dari hati.

Pihak Agen membantu Suhartoyo untuk mengecek saldonya.

Suhartoyo pun terkejut mendapati saldonya tinggal Rp 2.071.187. Padahal, sebelumnya saldo Suhartoyo sebesar Rp 67.071.187. "Padahal aku tidak pernah memberitahukan password kartu ATM, nomor token, atau meminjamkan KTP ke siapa pun. Tapi entah kenapa saldo aku bisa terkuras. Aku juga tidak merasa terhipnotis penelepon," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Klarifikasi Bank BRI Mojokerto Soal Uang Nasabah Rp 65 Juta Dikuras via Virtual Account, Modus Lain


Banyak info dan berita menarik, terus kunjungi news.xcoid.com, update berita mengenai ( Klarifikasi Bank BRI Mojokerto Soal Uang Nasabah Rp 65 Juta Dikuras Via Virtual Account, Penipuan-#bqefka )( Kamis /Maret )

Sumber: www*tribunnews*com/regional/2019/03/13/klarifikasi+bank+bri+mojokerto+soal+uang+nasabah+rp+65+juta+dikuras+via+virtual+account+penipuan
Share Berita