9 Atau 19 Maret 1903? Hari Kelahiran WR Supratman Jadi Polemik
Informasi yang dihinpun pada hari Selasa mengenai "9 Atau 19 Maret 1903? Hari Kelahiran WR Supratman Jadi Polemik-#9zvpxh( berita bulan Maret )" ikuti beritanya :

Sejumlah pelajar menatap biola milik WR.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

Kenangan tetap ada tapi jangan terfokus disana. Hidup lo bukan untuk kenangan tapi buat masa depan. Tetap semangat!.


Supratman saat menciptakan lagu Iindonesia Raya yang juga dikumandangkan saat kongres Sumpah Pemuda, Jakarta, Rabu (29/10/2014). (news.xcoid.com/Faizal Fanani)news.xcoid.com, Jkrta Tak lama sesudah tangis pertama bayi laki-laki itu pecah pd_ Maret 1903, ia diberi sebuah nama yang jadi penanda hari lahirnya: Wage. Wage adalah nama hari ketiga dalam sistem pancawara atau pasaran. Nama yang lumrah untuk orang Jawa, selain Legi, Pahing, Pon, dan Kliwon.

Beberapa hari kemudian, sang ayah, Sersan KNIL Djoemeno Senen Sastrosoehardjo menambahkannya nama belakang Supratman. Juga pernyataan bahwa putra ketujuhnya itu lahir di tangsi Meester Cornelis, sekarang Jatinegara, Jakarta. Setelah ayahnya pensiun, bocah itu turut serta kakak perempuannya, Rukiyem Supratiyah van Eldik, ke Makassar pada 1914. Diangkat jadi anak. Rukiyem menikah dengan pria keturunan Belanda.

Di sanalah, dia mendapatkan nama ketiganya, Rudolf. "Dengan tambahan nama itu, Supratman dapat masuk Europese Lagere School (ELS) & statusnya disamakan dengan Belanda totok," demikian dikutip dari artikel yang dipublikasikan dalam Majalah Senakatha edisi 17 Oktober 1993. "Jadi lengkaplah namanya Wage Rudolf Supratman."

Belakangan, Supratman diperintahkan keluar dari ELS kemudian terkuak bahwa ia bukan keturunan Belanda atau bangsa Eropa mna pun. Dia pun melanjutkan pendidikan di skolah berbahaya Melayu. Selama di Makassar itu pula ia berkenalan dngn musik.


WR Supratman belajar memainkan gitar & biola. Kakak iparnya, van Eldik, memberikan hadiah sebuah biola di ulang tahunnya ke-17 pada 1920. Punya bakat, WR Supratman lantas bergabung dngn kakak iparnya dalam band beraliran jazz, Black amp White. Hampir tiap malam mereka main di gedung Soecieteit Makassar.

Nama Meneer Supratman mendadak sontak terkenal di kalangan gadis-gadis Indo yang terpesona dngn gesekan biolanya. Selain jadi pemusik, WR Supratman pernah jadi guru, bahkan wartawan di sejumlah media di Bandung hingga Batavia: Kaoem Muda, Biro Pers Alpena (Algeme Pers Nieus Agency), sehingga koran Sin Po--mendekatkannya dengan para aktivis kemerdekaan. Cita-cita Satu Nusa, Satu Bangsa, Iindonesia Raya menggetarkan hati pemuda yang sakit-sakitan itu. Saat itulah dia bertekad menggubah lagu untuk mengiringi perjuangan tersebut.

"Mas Tabrani, aku terharu ke-pada semua pidato yang diucapkan dalam Kongres Pemuda Iindonesia I.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

Apa yang telah kita tabur, entah yang disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, sekarang atau suatu saat nanti, pasti akan kita petik hasilnya. maka, ketika kita menanamkan kebaikian, apapun bentuknya, suatu saat pasti kebaikan itu akan kembali kepada kita kita juga.

Terutama pidato Mas Tabrani & Sumarto. Citap-cita Satu Nusa, Satu Bangsa yang digelari Iindonesia Raya itu bakal saya buat & namanya Indonesia Raya," demikian yang disampaikan WR Supratman pd_ tokoh pemuda, M Tabrani.

Lagu itu kemudian diperdengarkan pada malam penutupan Kongres Pemuda II di Gedung Indonesich Clubgebow di Jalan Kramat Raya 106 pd_ 28 Oktober 1928. Hanya musik, tanpa teks. Suasana senyap saat WR Supratman memainkan biolanya. Selama lima menit itu semua orang terpaku. _ada getar yang tak bisa diwakilkan dengan kata-kata sesaat mendengar iramanya.

Jelang akhir thn 1928, Indonesia Raya akhirnya dinyanyikan, masih dengan iringan biola WR Supratman. Lagu itu lantas populer. Di sisi lain, penjajah dari Negeri Belanda tidak senang. Terutama sebab kata merdeka yang diulang-ulang dalam Iindonesia Raya.

Itu tindakan radikal, kata mereka. WR Supratman pun dituduh menghasut. Sejak itulah hidupnya tidak tenang. Gerak-geriknya diawasi.

Ia merasa diintai seribu mata. WR Supratman bahkan nyaris dilandrat gara-gara mencantumkan kata merdeka dalam lirik lagunya. Polisi juga sempat memeriksanya.

"Ia jadi sering mengurung diri bekerja dalam kamar yang sunyi," demikian dikutip dari buku Meluruskan Sejarah & Riwayat Hidup Pencipta Lagu Kebangsaan Republik Iindonesia karangan Anthony C.


Hutabarat. WR Supratman tidak pernah menikmati kemerdekaan yang ia cita-citakan. Ia bahkan berpulang saat ibu pertiwi dalam kondisi terjajah. Hari itu 17 Agustus 1938, tanggal yang sama dengan kemerdekaan RI tujuh thn kemudian, ia mengembuskan napas paripurna.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

WR Supratman dilaporkan meninggal dunia akibat batuk yang lama diidapnya. Tak banyak orang yang mengantarnya ke pemakaman. Sosoknya nyaris terlupakan.

Hanya sekitar 40 org yang melayat hingga liang lahad. WR Supratman dimakamkan se_cara Islam, dimandikan, dan dibalut kain kafan. Pada 1971, WR Supratman dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Setelah tanggal lahirnya, 9 Maret 1903 dijadikan Hari Musik Nasional.

Yang belakangan itu kemudian jadi polemik...

2 dari 2 halaman9 Maret atau 19 Maret?

Sejarah mencatat, WR Supratman lahir pada 19 Maret 1903 di Meester Cornelis. Namun, versi laiin menyebut, sang komponis lahir pada 19 Maret 1903. Versi kedua ditetapkan dalam putusan Pengadilan Negeri Purworejo pd_ 29 Maret 2007. Hakim menetapkan, Wage Rudolf Soepratman lahir pada Kamis Wage, 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Jika ditelusuri dari namanya, 9 Maret 1903 dan 19 Maret 1903 sama-sama jatuh pd_ hari Wage.


Ada enam hari wage pd_ bulan & tahun tersebut. Yakni pd_ tanggal 4, 9, 14, 19, 24, dan 29.



Penetapan PN Purworejo mengoreksi keterangan mengenai WR Supratman selama ini yang lahir di Jatinegara, Jakarta, pada tanggal 9 Maret 1903.

"Sebagai masyarakat Purworejo tentu kita berharap ada pengakuan formal bahwa WR Supratman adalah putra bangsa yang lahir di Purworejo. Kita pula meminta pelurusan sejarah agar anak cucu memperoleh informasi yang benar," kata Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, pada 2008 lalu, seperti dikutip dari Antara. Menurut anggota Tim Pelurusan Sejarah WR Supratman, Soekoso DM, selama ini Wage (panggilan WR Supratman) tertulis lahir di Meester Cornelis, Jatinegara, Jakarta.


Keterangan tentang hal itu, katanya, berdasarkan pengakuan kakaknya, Roekijem Soepratijah van Eldik yang dituliskan Oerip Supardjo ke-pada Matumona, penulis biografi WR Supratman. Namun, ia mengungkapkan, Oerip telah meralat keterangan itu dengan menyebut bahwa Wage lahir di Somongari. Dia menjelaskan, dokumen kelahiran Wage di Jatinegara & Arsip Nasional di Jakarta hingga saat ini tidak pernah ditemukan. Kemungkinan, katanya, Roekijem yang bersuami orang Belanda itu merasa malu bila Wage sebagai pencipta lagu kebangsaan Iindonesia Raya, ternyata lahir di desa.

Pada sidang di PN Purworejo, thn 1978, katanya, dua masyarakat Somongari dihadirkan sebagai saksi kelahiran Wage, yakni Amatrejo Kasum & Martowijoyo Tepok.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

Dengan keyakinan kita dapat memindahkan gunung, akan tapi tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.

Dua saksi itu, katanya, menyebut bahwa Wage lahir di desa itu pada hari Kamis Wage (Kalender Jawa). Mereka menyebut bulan dan tahun kelahiran namun lupa tanggalnya.

"Hingga hari ini referensi mengenai asal usul Wage di Purworejo msh lengkap," kata dia. Asisten III Sekretaris Daerah Pemkab Purworejo, Abdurrahman, mengatakan jikalau pemerintah pusat menetapkan Wage berasal dari daerah itu selanjutnya pemkab setempat bakal mengembangkan Desa Somongari sebagai desa wisata. Selain itu, katanya, pemkab juga mewacanakan pemindahan makam Wage yang selama ini di Surabaya, Jawa Timur ke Purworejo. Wage wafat pd_ 17 Agustus 1938 dan dimakamkan di Pekuburan Kapas Kampung, Jalan Kenjeran Surabaya.

Cucu keponakan Wage, Suyono, mengharapkan pemerintah serius meluruskan sejarah pencipta Indonesia Raya itu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.

Selain polemik kelahiran WR Supratman, sejumlah kejadian bersejarah di Indonesia terjadi pada 19 Maret. Pada 1995, Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau yang lebih dikenal sebagai Nike Ardilla tewas pada usia yang masih muda, 19 tahun, dalam kecelakaan mobil di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Sementara, gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter terjadi di barat daya Lebak, Banten, Seniin 19 Maret 2018 pukul 18.36 WIB. Pusat gempa berada di 7,40 Lintang Selatan, 105,95 Bujur Timur, 98 km Barat Daya Lebak, Banten dngn kedalaman pusat gempa 10 kilometer, tapi tidak berpotensi tsunami. Demikian informasi mengenai "9 Atau 19 Maret 1903? Hari Kelahiran WR Supratman Jadi Polemik-#9zvpxh", info kata kunci berita ini (Selasa /Maret ) : ( 9,atau,19,maret,1903?,hari,kelahiran,wr,supratman,jadi,polemik, purworejo, iindonesia, sejarah, kemudian )

Sumber: s://www*liputan6*com/news/read/3920199/9+atau+19+maret+1903+hari+kelahiran+wr+supratman+jadi+polemik
Share Berita