Pembahasan RUU Pertembakauan Berlanjut Sudah Pilpres 2019
Hari Selasa ,2019 berita diinfokan mengenai "Pembahasan RUU Pertembakauan Berlanjut Sudah Pilpres 2019-#hfp0dv" :

Ilustrasi Tembakau (iStockphoto)news.xcoid.com, Jakarta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar Rapat Paripurna ke-14 Masa Persidangan IV Tahun 2018-2019, di kompleks Parlemen, Selasaa (19/3/2019). Rapat ini membahas bbrp agenda.

Di antaranya, pengesahan perpanjangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Pertembakauan & RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol. Anggota Pansus RUU Pertembakauan, Mukhamad Misbakhun, mengatakan bahwa perpanjangan pendaftaran RUU dikarenakan adanya agenda Pemilu. Pembahasan akan kembali dilanjutkan kemudian pemilu usai. "Karena belum selesai & akan diselesaikan sesudah agenda pemilu," kata dia, kepada Merdeka.com, Selasa (19/3/2019).

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

iri hati, selain membawa penderitaan, juga menjerumuskan manusia ke jurang permusuhan bahkan peperangan.

Anggota Komisi XI Fraksi Golkar ini mengatakan, saat ini pihaknya menunggu Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari Pemerintah. Karena RUU Pertembakauan merupakan RUU atas inisiatif DPR RI, sehingga DIM harus berasal dari pemerintah.


Sejauh ini, lanjut Misbakhun, DPR baru menerima melalui Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan ke DPR. "Dari pemerintah belum menyerahkan DIM, Daftar inventarisasi masalah," jelasnya. Dia menegaskan bahwa inisiatif RUU Pertembakauan mempertimbangkan kepentingan para petani tembakau. Kalau UU Pertembakauan disahkan, Misbakhun, berkeyakinan akan memberikan titik cerah bagi nasib petani.

"Di sini kita bicara soal petani tembakau," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halamanIni Permintaan Pengusaha Rokok Atas RUU Pertembakauan

Ilustrasi Tembakau (iStockphoto)

Industri rokok meminta DPR dan pemerintah tak terburu-buru dalam membahas dan memutuskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan. Pasalnya, RUU tsb dinilai belum memenuhi harapan dari pihak-pihak yang terkait di dalamnya, tergolong sektor industri. Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Iindonesia (Gappri) Ismanu Sumiran mengatakan, RUU ini sebenarnya usai sejak lama diusulkan DPR.


RUU tersebut mulanya adalah RUU Pengendalian Dampak Product Tembakau terhadap Kesehatan yang telah diinisiasi sejak 2006.

Jika RUU ini tetap ingin dilanjutkan, lanjut dia, maka harus kembali dibahas dari awal dengan melibatkan industri dan petani tembakau. "Oke, kita butuh RUU Pertembakauan, namun harus dibahas dari awal, kembali dari titik nol agar benar-benar memayungi secara adil, pula objektif. Sesuatu yang dibahas ter-lalu lama, (tidak sesuai dengan) perubahan dinamika berjalan," tutur dia saat berbincang dngn news.xcoid.com di Jakarta, Minggu (3/6/2018). Ismanu menyatakan, _ada tiga hal yang menjadi masukan industri terhadap RUU ini.


Slh satunya soal ruang bagi industri untuk menata stok bahan bakunya seper_ti tembakau, baik yang berasal dari dalam negeri maupun impor. "Pertama, kami minta berikan pengusaha ruang utk menata stoknya. Itu butuh waktu 3-4 tahun. Kedua, budidaya perkebunan tembakau mesti dikembalikan.

Ketiga, regulasi pemerintah yang tidak produktif harus diluruskan," jelas dia.3 dari 3 halamanSaksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
'
_ada 200-an lebih merek dagang rokok, mulai dari rokok bertaraf nasional smpai rokok lokalan beredar di Indonesia. Dibantu sharing beritanya ya teman-teman news.xcoid.com, Terima kasih semuanya..

Sumber: s://www*liputan6*com/bisnis/read/3920635/pembahasan+ruu+pertembakauan+berlanjut+usai+pilpres+2019
Share Berita