Sekda Pemkab Tasikmalaya Usai Tahu Pemotongan Dana Hibah Sejak Awal
Informasi yang dihinpun pada hari Selasa mengenai "Sekda Pemkab Tasikmalaya Usai Tahu Pemotongan Dana Hibah Sejak Awal-#ofvxlh( berita bulan Maret )" ikuti beritanya :

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

news.xcoid.com, BANDUNG-Dua terdakwa kasus korupsi hibah Pemkab Tasikmalaya, Eka dan Alam, keduanya dari unsur ASN Pemkab Tasikmalaya menyebut pemotongan dana hibah utk 21 penerima sudah diketahui _oleh terdakwa Sekda Pemkab Tasikmalaya, Abdulkodir jauh sebelum sesaat kasus ini terendus oleh polisi. "Bahwa dari awal pak sekda usai tahu dana itu bersumber dari yayasan, sesuai perintah awal dari pak sekda," ujar Eka di persidangan hari Rabu (18/3/2019) di Pengadilan Tipikor pd_ Pengadilan Negeri Bandung.


Sidang itu mengagendakan pemeriksaan terdakwa. Hal yang sama pula dibenarkan oleh terdakwa Alam. Menurutnya, ia dan Ek a diperintah _oleh Sekda Abdulkodir untuk mencairkan dana hibah sesudah setelah cair, uang dipotong & dana diserahkan ke Sekda Abdulkodir. Seperti diketahui, Abdulkodir menerima uang itu karena permintaan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, yang minta dicarikan dana untuk membeli hewan kurban dan kegiatan keagamaan.

"Iya betul. Pak Sekda usai tahu jika dana yang diberikan itu dari penerima hibah," tutur Alam. Pada sidang pekan lalu, Abdulkodir mengaku baru tahu ada pemotongan sesaat diperiksa polda. Menurut keduanya, keterangan itu tidak benar.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang!.

"Tidak benar jikalau pak Sekda mengetahui dana tersebut setelah diperiksa di Polda Jabar," tutur Alam. Menurut Eka, menambahkan, sedari awal Abdulkodir sudah memberitahu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Maret 2019 )

Jangan pernah berputus ada jika menghadapi kesulitan, karena setiap tetes air hujan yang jernih berasal daripada awan yang gelap.


"Karena dari awal pak sekda sudah meminta ke kami berdua," ungkap Eka. Tim penasehat hukum Eka & Alam mengkonfrontir hal itu ke Abdulkodir & dibenarkan olehnya. Dalam kasus ini, negara dirugikan Rp 3,9 miliar dari perbuatan pemotongan dana hibah. Dana dipotong setelah diterima oleh penerima.

Semua terdakwa usai mengembalikan kerugian negara.


Namun, terdakwa Setiawan yang menerima dana Rp 385 juta & terdakwa Mulyana mendapatkan Rp 682 juta, belum mengembalikan. "Uang belum dikembalikan krn dulu usai dipakai untuk keperluan pribadi. Tetapi akan kami kembalikan," ujar Eka dan Mulyana. Keduanya dari unsur swasta.

Sidang dilanjutkan pekan depan dngn agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum. Kasus ini bermula sesaat Pemkab Tasikmalaya menganggarkan hibah untuk 1000 lebih penerima di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, pencairan pada 21 yayasan bermasalah. Abdulkodir & delapan terdakwa lainnya trlibat dalam pemotongan dana hibah tsb sehingga negara rugi Rp 3,9 miliar.

Ke-21 penerima ini mendapatkan dana hibah dari Rp 100 juta hingga Rp 250 juta. Sudah menerima dana hibah via rekening bank, terdakwa Setiawan memotong dana hibah itu hingga 90 persen. Rata-rata, ke-21 penerima yayasan hanya menerima Rp 10 juta sehingga Rp 25 juta. Adapun kasus ini melibatkan Sekda Pemkab Tasikmalaya Abdulkodir, Maman Jamaludin selaku Kabag Kesra, Ade Ruswandi selaku Sekretaris DPKAD, Endin selaku Kepala Inspektorat, Ala Rahadian & Eka Ariansyah selaku ASN di Bagian Kesra.

Lalu sisanya dari unsur swasta, Lia Sri Mulyani, Mulyana dan Setiawan. Sembilan terdakwa didakwa Pasal 2 dan 3 Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana. (men) Demikiannlah berita hari Selasa mengenai ( Sekda Pemkab Tasikmalaya Usai Tahu Pemotongan Dana Hibah Sejak Awal-#ofvxlh ), info pencarian terkait berita ini, sekda,pemkab,tasikmalaya,usai,tahu,pemotongan,dana,hibah,sejak,awal, terdakwa, abdulkodir, penerima, menerima, setelah

Sumber: www*tribunnews*com/regional/2019/03/18/sekda+pemkab+tasikmalaya+sudah+tahu+pemotongan+dana+hibah+sejak+awal
Share Berita