Dua Thn Pengusutan Kasus Novel Baswedan Makin Tidak Jelas, Komitmen Jokowi Tetap Mesti Ditagih
15 April 2019, sudah tahu informasi mengenai "Dua Thn Pengusutan Kasus Novel Baswedan Makin Tidak Jelas, Komitmen Jokowi Tetap Mesti Ditagih-#jtd6r3", kalau belum ayuk baca selengkapnya : news.xcoid.com, JKRTA Komitmen Presiden Jokowi merealisasikan janjinya memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap harus ditagih karena merupakan janji yang pernah ia ucapkan di kampanye Pilpres Thn 2014 lalu. Hal ini untuk merespon masih lambannya pengusutan kasus pennyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang sudah 2 tahun sejak peristiwa tsb terjadi, polisi belum kunjung menangkap pelaku dan aktor di baliknya.

"Harus terus ditagih komitmen Presiden dalam janji kampanye thn 2014 bakal memperkuat KPK dan otomatis melindungi petugas2 KPK dalam melakukan upaya sungguh sungguh terhadap pemberantasan korupsi yang sudah kronis merongrong keuangan negara," ungkap Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources (CERI) Yusri Usman dalam keterangan pers tertulisnya ke-pada news, Miinggu (14/4/2019). Ysri menegaskan, kata melindungi bisa diterjemahkan dngn sikap serius & tegas Presiden Jokowi menegor Kapolri Tito Karnavian agar segera mengungkap kasus Novel Baswedan yang sudah 2 tahun lebih ngga ada titik terangnya.

Baca: Didukung Modal Besar, Decacorn Berpeluang Memonopoli Pasar di Bisnis Ride Hailing

"Kalau perlu lakukan reformasi di tubuh Polri," kata dia. Yusri menambahkan, kalau upaya tersebut tidak dilakukan, bakal memperlemah semangat smua penyidik KPK dalam memberantas korupsi.


"Karena tak adanya jaminan resiko terhadap ancaman fisik & nyawa petugas KPK dalam bertugas, karena jaringan mafia korupsi diduga sangat masif dengan melibatkan oknum penegak hukum yang sudah terkontaminasi," jelas Yusri.

Baca: Di Sydney, Masyarakat yang Akan Mencoblos Antre Sampai berjam-jam, KPU Diminta Evaluasi

"Kita juga tidak sabar menanti janji janji angin sorga, apakah ini indikasi pelemahan KPK?," imbuhnya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , April 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Sebelumnya, Wadah Pegawai (WP) KPK pula mengkritik sikap Presiden Joko Jokowi Widodo yang terkesan lepas tangan terhadap pengungkapan kasus penyerangan Novel Baswedan.

Mereka menilai, saran Presiden utk mendorong tim gabungan bentukan Polri bukanlah solusi, karena hal itu sudah pernah dilakukan.

Baca: Gangguan di Facebook, Instagram & WhatsApp Jadi Trending di Twitter

Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan, pihaknya usai menemui Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri Komjen Idham Azis pd_ akhir Maret lalu.


Selain sebagai kabareskrim, Idham Azis pula merupakan ktua tim gabungan pengungkapan teror Novel Baswedan yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian pd_ Januari lalu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , April 2019 )

Bukan karena harta yang melimpah/apa yang dimilik, orang dihormati. kehormatan adalah penghargaan bagi orang yang telah memberikan sesuatu yang berarti bagi orang yang membutuhkan.

"Kami sudah menanyakan (ke Idham Azis) apakah pelakunya (penyerangan Novel) ditangkap? & dijawab belum ditangkap," kata Yudi Purnomo Harahap ke-pada wartawan, Minggu (14/4/2019).

"Sehingga apa yang diminta oleh Presiden sudah kami lakukan terlebih duluan sebelum diminta _oleh Presiden," sambungnya. Terkait mandeknya pengusutan kasus ini, WP KPK meminta bantuan Jokowi untuk mendorong pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen. Bukan di bawah naungan Polri. Sekilas berita yang kami sharing, jika suka bantu sharing ya...

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/04/14/dua+tahun+pengusutan+kasus+novel+baswedan+makin+tak+jelas+komitmen+jokowi+tetap+harus+ditagih
Share Berita