Jangan Salah, Kredit Kendaraan Ternyata Beda Dengan Leasing Kendaraan
Info-info hari Selasa , seputar "Jangan Salah, Kredit Kendaraan Ternyata Beda Dengan Leasing Kendaraan-#sxbdwb", news.xcoid.com, JKRTA Bisa dibilang sekitar 70 pembeli kendaraan baru dilakukan dngn kredit. Lebih Dari Satu yang bilang kredit lewat perusahaan leasing.

Istilah leasing ini memang sering terdengar dan digunakan dngn berkembangnya sistem perkreditan yang ada di Iindonesia saat ini. Meski tingginya angka kredit kendaraan dan ramainya orang memperbincangkan leasing, tapi masih banyak orang yang salah kaprah dengan istilah ini. Banyak yang menggangap finance company atau lembaga pembiayaan itu lembaga leasing. Padahal leasing itu merupakan salah satu bentuk product dari pembiayaan.

Leasing itu sebenarnya tidak sama dengan kredit. Secara harafiah leasing sendiri berasal dari bahasa Inggris Lease yang berarti menyewakan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Kau bisa bersembunyi dari kesalahanmu, tapi tidak dari penyesalan. Kau bisa bermain dengan dramamu, tapi tidak dengan karmamu.

Leasing sering dikenal pula dengan sewa-guna-usaha.

Jadi leasing ialah kegiatan pembiayaan oleh bank atau lembaga & perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan atau perorangan untuk jangka wa_ktu tertentu.



Suasana IIMS 2019 (news.xcoid.com)

Dalam jangka wa_ktu itu seseorang yang mengajukan leasing harus melakukan pembayaran se_cara berkala dengan disertai hak kepemilikan setelah semua pembayaran telah selesai dilunasi.

Dalam perkembagannya, istilah leasing ini ternyata banyak yang diartikan dengan pemahaman yang salah.

Ini krn banyak diantara warga yang mengartikan bahwa leasing merupakan kredit. Efek slh kaprah ini berimbas pd_ pelaksanaan leasing yang juga turut serta salah kaprah atau ngga sesuai. Yaitu dngn adanya penetapan uang muka atau Down Payment.


Seharusnya yang namanya sewa (lease) tidak dikenal penetapan Uang Muka/Down Payment. Namun kenyataannya sistem leasing kendaraan di indonesia, seseorang diwajibkan uang muka 25-30.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.

Lalu, yang namanya sewa, penyewa tidak dibebani dngn risiko kepemilikan seperti perawatan, kerusakan fisik, hingga pajak kendaraan.

Penyewa idealnya hanya tinggal pakai tanpa direpotkan hal tsb diatas. Namun kenyataannya penyewa mesti melakukan perawatan kendaraan dngn biaya pribadi.

Anehnya lagi kalau memang ini disebut sistem kredit, seharusnya saat terjadi kredit macet oleh sebab itu perlakuannya haruslah barang diuangkan untuk kemudian menutupi sisa angsuran.


'

Tapi yang terjadi di Iindonesia ketika terjadi kredit macet merupakan barang bakal diambil alih secara keseluruhan _oleh pihak penyelenggara leasing. Tentu konsep seperti ini sangat merugikan pihak konsumen pengaju leasing (lesse).


Untuk itu perlu diperhatikan isi perjanjian dalam melaksanakan kredit. Jgn sampai slh kaprah ini ikut terjadi dalam kredit kendaraan yang kita lakukan.

Pastikan pula perusahaan pembiayaan yang mengeluarkan produk kredit kendaraan memiliki kredibilitas yang meyakinkan.

Aturan Main OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum lama ini mengeluarkan aturan main baru bagi industri pembiayaan. Salah satu yang diatur adalah pembatasan pemberian komisi & insentif laiin ke diler kendaraan.


Dalam POJK nomor 35 tahun 2018 mengenai Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan disebutkan bahwa multifinance dilarang memberikan biaya insetif lebih dari 17,5 dari nilai pendapatan yang diterima utk setiap perjanjian pembiayaan. Insentif yang bisa diberi multifinance sendiri bkn cuma soal komisi. Tetapi juga insentif pencapaian target, biaya wisata pihak ketiga, biaya promosi bersama, serta pajak penghasilan dan pengeluaran laiin terkait dngn akusisi pembiayaan yang dibayarkan ke-pada pihak ketiga.

Baca: Beli Mobil Suzuki Selama Pameran, Gratis Cicilan 2 Bulan dari Leasing Suzuki Finance

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan, melalui aturan ini bakal mengurangi beban multifinance supaya bunga pembiayaan ke konsumen bisa ditekan. "Pembayaran komisi yang terlalu besar akan membebani & merugikan konsumen berupa bunga kredit yang tinggi.


Ini tak menguntungkan semua pihak, termasuk perusahaan multifinance,"kata Suwandi, Jumat (11/1/2019).

[[iframe]]

Sebelumnya, OJK tidak mengatur pembatasan insentif atau komisi. Sehingga, pembayaran insetif ke pihak ketiga berbeda-beda dan pada prakteknya ada yang melebih 17,5 persen.

Alhasil tingginya insetif bakal menggerus pendapatan perusahaan. "Dengan adanya aturan, sebenarnya mempermudah OJK melakukan pengawasan.

Baca: BPJS Kesehatan Ingatkan Rumah Sakit Agar Perhatikan Masalah Akreditasi

Karena sudah jelas pembatasan insetifnya," ujar dia.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Keberanian timbul dari bersikap benar.

Selain itu, keluarnya aturan tsb akan mmbuat industri pembiayaan kian sehat dan memingkatkan profit pelaku usaha. Selain itu pula menguntungkan smua pihak baik bagi perusahaan multifinance, diler & nasabah. (gridoto/kontan)


Terus baca berita di hari Selasa ini banyak berita yang akan kami update lagi!! semoga menambah wawasan anda

Sumber: www*tribunnews*com/otomotif/2019/05/07/jangan+salah+kredit+kendaraan+ternyata+beda+dengan+leasing+kendaraan
Share Berita