Virus Misterius Sebabkan 4 Warga Jenepento Sulsel Meninggal, Gejalanyanya Demam, Mengigau, Mual-mual
Tahun 2019, informasi tentang "Virus Misterius Sebabkan 4 Warga Jenepento Sulsel Meninggal, Gejalanyanya Demam, Mengigau, Mual-mual-#is0pme (berita hari Selasa ,Mei ) ", kami sampaikan informasi lengkapnya : news.xcoid.com, JENEPONTO- Warga Dusun Garonggong, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihantui virus aneh.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Dengan keyakinan kita dapat memindahkan gunung, akan tapi tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.


Akibatnya sudah empat masyarakat dilaporkan meninggal dunia sementara 50 lainnya terjangkit penyakit yang sama. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Tuju Kecamatan Bangkala Barat Andi Indrawati Naim (37) ke TribunJeneponto.com (Grup newss.com) Jumat (3/4/2019) siang.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Ke mana pikiran di arahkan, kesanalah kondisi hidup seseorang.

"Sejauh ini usai ada empat warga kami yang meninggal dunia, akibat penyakit aneh yang menyerang slh satu dusun di desa Tuju ini," katanya.

Ia menjelaskan penyakit yang menyerang masyarakat Dusun Garonggong ini datangnya tiba-tiba dan langsung banyak warga yang terjangkit. Tanpa melihat usia penyakit aneh yang menjangkit masyarakat Dusun Garonggong menjangkit anak-anak hingga orang tua.

Berikut fakta-fakta tribun-timur.com (com (Grup newss.com) rangkumkan terkait penyakit aneh yang menimpa warga Dusun Garonggong.

Baca: Manisnya Khasiat di Balik Rasa Pahit Daun Pepaya, Antibiotik Alami, Obat Masuk Angin Sehingga DBD

1. Gejala

Gejala penyakit aneh yang diderita masyarakat Dusun Garonggong, seper_ti kepala pusing, demam, mengigau dan mual-mual bahkan _ada yang tak sadarkan diri.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.


Sementara itu, Plt kadis kesehatan Jeneponto Syafruddin Nurdin mengatakan hasil laboratorium negatif chikungunya dan zika.

Sehingga _para pasien sejauh ini hanya diberikan obat penurun demam.

2. Ruqyah Massal



Ruqyah massal warga Dusun Garonggong, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Kamis (2.5.2019) (Ikbal Nurkarim/Tribun Timur)

Akibat adanya penyakit aneh tersebut, mmbuat warga berinisiatif untuk diruqyah dengan harapan penyakit yang aneh yang menyerangnya dpat hilang. "Sampai sekarang kita ngga tahu penyakit apa yang menyerang masyarakat di kampung ini karena saat itu kebanyakan warga disini lngsg sakit," kata masyarakat Dusun Garonggong Rais, ke-pada TribunJeneponto.com, Kamis (2/5/2019). Sebanyak 350 org warga diruqyah yang dipandu _oleh Ustadz Israil dan dibantu lima org anggotanya.


Pada sesaat ruqyah seorang masyarakat Garonggong bernama Erna (25) mengalami kesurupan. Sebelumnya, Jumat (19/4/2019) lalu. Sebanyak 53 orang masyarakat Dusun Garonggong tiba-tiba sakit. Sekitar 27 org dibawa ke Puskesmas Buludoang dan 26 orang di bawah ke Rumah Sakit Takalar dengan penyakit yang sama.

3. Berlangsung Selama Sepekan

Plt Kadis Kesehatan Jeneponto Syafruddin Nurdin mengatakan masyarakat diserang gejala penyakit aneh mual, mengigau & tidak sadarkan diri.

"Seminggu yang lalu itu kita sudah dapat laporannya. Setelah kita dpat laporan lebih dari tujuh jam setelah kita dengar kasus ini tim gerak cepat, turun mengambil alih semua," tuturnya.

Syafruddin mengungkapkan penyakit ini merupakan penyakit langka di Jeneponto.



Plt Kadis Kesehatan Jeneponto Syafruddin Nurdin yang juga sekda Jeneponto. (Ikbal Nurkarim/Jeneponto) ()"Kemungkinannya ini sebagai sebuah penyakit yang kita anggap langka di Jeneponto," tandasnya.

"Kita sudah kordinasikan dngn provinsi dan pusat tim provinsi usai turun bersama kita & melakukan pemeriksaan krn ini kita anggap sebagai demam berdarah diperiksa rupanya bukan demam berdarah. dianggap sebagai tipes diperiksa rupanya juga bkn bukan tipes, dianggap malaria kita periksa juga bukan malaria," tutupnya.

4. Sampel Darah Warga Diuji

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr dr Bahtiar Baso menjelaskan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah melakukan uji lab melalui sampel darah masyarakat yang meninggal dunia ini, tapi hasilnya negatif. Awalnya pasien ini dicurigai menderita penyakit typoid sebab mengalami demam yang sangat tinggi, sehingga tim dokter melakukan penanganan sesuai dngn ciri-ciri penyakitnya.


Namun alhasil, ternyata hasil labnya negatif.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Dr dr Bahtiar Baso (saldy/tribun-timur) ()

"Tim dokter merasa mulanya ini typoid, pasalnya sama dengan ciri-cirinya. Tetapi setelah dicek malah negatif," katanya, Juumat (4/5/2019).

Tak smpai disitu, penasaran dengan penyebab meninggalnya tiga masyarakat Jeneponto yang masih misterius ini, Tim Dokter kembali mengambil sampel darah untuk di uji malaria, & chikungunya tapi hasilnya tetap sama, negatif.

Karena tiga penyakit mematikan dngn tanda-tanda demam ini belum diketahui sebabnya, pihak Dinkes pun mengambil alih untuk melakukan uji lab di Jakarta. Dinkes Sulsel mengajukan permohonan uji lab di Kementerian Kesehatan mengecek apa yang terjadi dengan warga Jeneponto yang belum diketahui penyebabnya.


Saat ini, satu yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Sulsel, yakni adanya virus Laptospirosis (kencing tikus). Menurut Bahtiar, jika ini yang terjadi ini sangat berbahaya bagi masyarakat lainnya. Pasalnya kontaminasi lingkungan dapat memicu menyebarnya virus yang mematikan ini. "Pekan depan kita usai tahu hasilnya, aku memohon ke Jakarta agar ini cepat ada hasilnya,"katanya.

5. Sebanyak 60 orang Demam Bersamaan

Ilustrasi demam bayi. (net)Lanjut Bahtiar, penyakit misterius di kabupaten Jeneponto ini tidak bisa dianggap enteng, pasalnya informasi terakhir yang ia terima terdapat 60 orang yang deman secara bersama-sama. Dari 60 org ini, terdapat 6 org yang dilarikan ke RS terdekat, yaitu Puskesmas yang ada di kabupaten Takalar. Namun tidak lama tertangani, 3 dari enam masyarakat yang memperoleh perawatan medis menghembuskan nafas terakhir.

"Jadi kenapa pasien ini pergi di Puskesmas yang ada di Takalar, krn jaraknya lebih dekat dari rumahnya. Memang dia warga Jeneponto tapi kalau ke kotanya Jeneponto itu butuh waktu berjam-jam yang bisa lebih banyak lagi jatuhkan korban jikalau lambat tertangani medis," kata Bahtiar.
Sikap Kemenkes
Sementara itu, Kementerian Kesehatan bakal berkordinasi dngn Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) menanggapi wabah yang terjadi di Garonggong, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jenepento, Makassar, Sulsel.

Direktur Pengendalian Penyakit Tular Vektor & Zoonosis Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebutkan Pihak Kemenkes masih mencari information terkait wabah yang telah merenggut tiga nyawa tersebut

"Iya lagi di cari infonyaa karena belum ada laporannya. Kita akan klarifikasi ke dinkes sulsel ya," ungkap Nadia kepada news.xcoid.com, Seniin (6/5/2019).


Seperti diberitakan TribunTimur.com, mulanya 60 masyarakat Jenepento tiba-tiba mengalami panas mendadak secara bersamaan. Selain panas, gejala lainnya adalah mual mengigau dan bahkan ada yang ngga sadarkan diri.

(Tribun Timur/news.xcoid.com/Apfia Tioconny Billy)

Direktur Pengendalian Penyakit Tular Vektor & Zoonosis Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebutkan Pihak Kemenkes masih mencari informasi terkait wabah yang telah merenggut tiga nyawa tersebut

"Iya lagi di cari infonyaa krn belum _ada laporannya. Kita bakal klarifikasi ke dinkes sulsel ya," ungkap Nadia ke-pada news.xcoid.com, Senin (6/5/2019).


Seperti diberitakan TribunTimur.com, mulanya 60 masyarakat Jenepento tiba-tiba mengalami panas mendadak secara bersamaan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.

Selain panas, gejala lainnya adalah mual mengigau dan bahkan ada yang tidak sadarkan diri.

(Tribun Timur/news.xcoid.com/Apfia Tioconny Billy)


Dibantu sharing beritanya ya teman-teman news.xcoid.com, Terima kasih semuanya..

Sumber: www*tribunnews*com/kesehatan/2019/05/07/virus+misterius+sebabkan+4+warga+jenepento+sulsel+meninggal+gejalanyanya+demam+mengigau+mual+mual
Share Berita