Sosok Aiptu Zakaria, Polisi Berambut Gondrong Ikut Tangkap Pria Yang Ancam Penggal Jokowi
news.xcoid.com, 13 Mei 2019, menurut informasi mengenai berita "Sosok Aiptu Zakaria, Polisi Berambut Gondrong Ikut Tangkap Pria Yang Ancam Penggal Jokowi-#lg3442", yuk baca berita selengkapnya : news.xcoid.com, JKRTA Ada polisi nyentrik berambut gondrong pirang di Balik keberhasil Polda Metro Jaya membekuk pria berinisial HS yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi, Miinggu (12/5/2019) pagi.

Tim yang turun menangkap HS pengancam penggal kepala Jokowi ialah Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ).

Baca: Viral Video Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi, Polisi Gunakan Pasal Makar

Hal ini terungkap dalam video penangkapan HS pengancam pemenggal kepala Jokowi yang diunggah _oleh Aiptu Zakaria dalam akun instagramnya, jacklynchoppers.


'

"Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara & tindak pidana di bidang ITE dngn modus Pengancaman Pembunuhan terhadap Presiden RI yg sdng viral di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam pasal :
- Pasal 104 KUHP
- Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 thn 2016 perubahan atas UU RI no 11 thn 2008 mengenai ITE.



Kejadian di Depan kantor Bawaslu RI di Jl MH. Thamrin Menteng Jakpus

Pada hari Juumat tgl 10 Mei 2019 sekitar Jam 14.40 wib Pelaku Yang Diamankan
Nama : HS
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 08-03-1994
Alamat : Palmerah Barat, Kel. Palmerah, Kec. Palmerah

Melakukan pengancaman pembunuhan terhadap presiden RI dngn mengucapkan kata kata "Dari Poso nich, siiap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah".
Ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor
pada hari Minggu, Tanggal 12 Mei 2019, pukul 08.00 WIB," demikian caption video tersebut.


Disapa Bang Jack

Sosok polisi nyentrik dalam tim tsb yakni Bripka Zakaria, atau dikenal dengan sebutan Bang Jack atau jacklyn choppers. Dalam setiap menangani kasus besar, Bang Jack selalu tampil.

Berbeda dari anggota lain, penampilan Bang Jack terbilang nyentrik.

Ia berambut panjang dan berambut pirang. Dalam setiap aksinya Bang Jack memakai kacamata, bersorban, & bertopi.


Berburu Takjil



Sosok polisi hits bernama Jacklyn Choopers terlihat memborong takjil di Pasar Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019). ()Anggota polisi berpangkat Aiptu dari Jatanras Polda Metro Jaya bernama asli Zakaria ini datang bersama beberapa rekannya dari kepolisian untuk membeli bbrp jenis makanan di hari pertama puasa. Bang Jack, begitu kerap disapa, terlihat sibuk memilih kudapan sambil mengabadikan foto saat di lokasi. Ya, diketahui bahwa anggota polisi yang satu ini memang aktif di sosial media dngn puluhan ribu pengikut atau followers.

Gayanya yang nyentrik berambut gondrong dengan tatto di bagian lengannya pun mengundang perhatian orang-orang yang ada di lokasi. Bang Jack mengakui sangat antusias berburu takjil di hari pertama puasa. Ia pun rupanya selalu datang setiap tahun ke pasar takjil di Bendungan Hilir ini.

"Iya setiap thn kan pasar takjil ini memang selalu ramai, saat ini saya menyempatkan diri untuk beli takjil buat teman-teman unit karena banyak sekali pilihan makanannya," ungkap Bang Jack ke-pada TribunJakarta.com, Senin (6/5/2019).

Ia pun tak mau melewatkan utk berburu kolak, lontong & juga bbrp kudapan lainnya.


Pasar takjil Bendungan Hilir memang setiap tahunnya menjdi pusat kuliner sesaat Ramadan tiba. Buka sejak pukul 11.00 WIB, lokasi ini menawarkan berbagai macam makanan dari mulai makanan ringan, es buah segar hingga lauk pauk yang beraneka ragam.

Pernah 11 Peluru Bersarang

Mungkin bbrp orang usai tidak asing dengan nama Jacklyn Choppers. Ya ia adalah pria berambut gondrong yang sering memakai baju layaknya preman.


Namun hebatnya, ia sering muncul dibeberapa kasus bahkan kasus-kasus besar yang ada di Indonesia.

Bripka Zakaria, atau dikenal dengan sebutan Bang Jack atau jacklyn choppers (ist)

Beberapa kasus besar seperti kasus Pulomas sehingga muncul di kasus penembakan dokter Letty Sultri. Rupanya dia merupakan seorang polisi yang mempunyai kisah heroik, Aiptu Zakaria.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Dengan keyakinan kita dapat memindahkan gunung, akan tapi tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.

Dia cukup populer di media sosial seper_ti Instagram, Facebook bahkan Youtube dngn nama Jacklyn Choppers.

Banyak org salut dengan kisahnya.


Dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Aiptu Zakaria yang menjadi anggota Bareskrim Polda Metro Jaya pernh mendapatkan 11 tembakan yang bersarang pd_ tubuhnya. 11 peluru bersarang di tubuhnya sesaat terjadi tembak-menembak dalam pengejaran terhadap perampok ATM.

Ditangkap di Bogor

Pria yang mengeluarkan ancaman bakal memenggal kepala Presiden Jokowi saat demo di depan gedung Bawaslu akhirnya ditangkap polisi, Minggu (12/5/2019) pagi. Pria berinisial HS itu dibekuk di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 08.00 WIB.


Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, HS masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. "Tadi pagi ditangkap orang yg bertugas dari Subdit Jatanras Ditreskrimum & sampai sekarang msh kami periksa," tuturnya.

Pria berusia 25 thn itu sempat menghebohkan dalam aksinya yang terekam video viral akhir pekan lalu. Menurut Argo, pemuda itu melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dngn mengucapkan kata-kata, "Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi.


Jokowi siiap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah."

Entah apa yang ada di benak pemuda ini hingga berani mengancam keselamatan kepala negara.

Terlihat di video itu, ada seorang wanita yang berdemo di depan Kantor Bawaslu pd_ Jumat (11/5/2019) lalu. Tak lama, muncul seorang pria menyebut penggal kepala Jokowi dalam video itu.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.


Ia se_cara terang-terangan mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi. "Siap penggal kepala Jokowi. Insyaallah, insyaallah penggal kepala Jokowi. Jokowi siiap kepalanya kita penggal," kata laki-laki yang mengaku berasal dari Poso, Sulawesi Tengah, dalam video berdurasi 1,34 detik tersebut.

Sebelum HS ditangkap, netizen di dunia maya menuding Dheva Suprayoga sebagai pelakunya. Warga Kebumen, Jawa Tengah, yang dianggap berwajah mirip pelaku smpai memberikan klarifikasi melalui video mengingat bullying yang muncul di medsos. Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang tersebut tegas menyatakan dirinya bukanlah pria yang ada di dalam video yang viral tersebut. Foto yang berisi identitas dirinya memang menjadi viral pula di media sosial.

Dheva pun tegas membantah tudingan tersebut. "Selamat siang, nama aku Dheva Suprayoga. Alamatnya Gang Teratai no 20 Kebumen. Saya ingin meluruskan dan mengklarifikasi bahwa dari kemarin saya tidak melakukan bepergian.


Saya kemarin juga sholat jumat di Masjid Darusalam di Kebumen. Saya alumni Taruna Nusantara, SMA Taruna Nusantara. & saya berani menjamin bahwa org yang _ada di video tersebut bukan saya. Dan saya mendukung usaha Polri utk menangkap pelaku & menyelesaikan kasus ini secepat-cepatnya."

Demikian pernyataan Dheva melalui video yang kemudian pula beredar luas di medsos itu.


Kebenaran klarifikasi Dheva ini dipastikan pula oleh Polres Kebumen. Kepastian ini disampaikan Kasubag Humas Polres Kebumen AKP Suparno mewakili Kapolres AKBP Robertho Pardede dalam konferensi pers di Mapolres, Miinggu (12/5/2019) dinihari. AKP Suparno menjelaskan, sesudah klarifikasi dan pemeriksaan intensif polisi menyakini bahwa Dheva berada di Kebumen pd_ Jumat (10/5/2019) tersebut. "Pada hari Jumat, Dheva berada di Kebumen.

Pernyataannya dikuatkan _oleh beberapa orang saksi. Dia juga tidak pernah aktif dalam politik. Terakhir ke Jkrta sekitar thn 2016." Paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dheva Suprayoga menyesali beredarnya photo yang berisi profil identitas dirinya. Selain berterima kasih terhadap Polres Kebumen yang segera mengambil langkah utk klarifikasi, dia berharap kepolisian segera menangkap orang yang mengancam bakal memenggal kepala Jokowi. Dalam akhir konferensi pers, AKP Suparno mengimbau masyarakat untuk tak terpancing terhadap information yang belum jelas kebenarannya. Pada Sabtu (11/5/2019), kelompok relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania melaporkan seorang pria dalam video yang beredar di media sosial berisi ancaman pd_ keselamatan Presiden Jokowi ke Polda Metro Jaya.

Pria tsb mengancam bakal memenggal kepala Presiden Jokowi sesaat mengikuti aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI. Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengatakan, pihaknya melaporkan pria dalam video beserta pembuat video tersebut. "Ini kan sangat meresahkan sekali. Bila seandainya proses demokrasi ini selalu di bawah ancaman.

Ini bahaya, yang bahaya bukan kita ya, tapi demokrasinya," kata Immanuel ke-pada wartawan. Immanuel mengiyakan tidak tahu identitas pria dalam video serta pembuat video. Ia menyerahkan pengungkapan identitas tersebut kepada pihak kepolisian. Immanuel mengatakan, pihaknya ngga mempermasalahkan aksi demonstrasi yang dilakukan, melainkan ucapan dalam video yang dinilainya mengancam dan menakutkan.

"Beda pandangan politik silakan. Tapi bila sudah mengancam atau ingin menghilangkan nyawa seseorang itu bahaya. Ini enggak bisa kita biarkan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Semakin baik kamu menata perilaku, semakin banyak kebaikan yang kamu kemas ke dalam hidup.

Ini yang kami laporkan persoalan itu," ujar dia. Dalam laporannya, Immanuel menyertakan barang bukti yaitu flashdisk berisi rekaman video yang dimaksud serta gambar suasana aksi. Laporan tersebut diterima dengan nomor registrasi LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Adapun pasal yang disangkakan merupakan Pasal 207 KUHP dan Pasal 27 Ayat (4) UU ITE. Video yang menggambarkan seorang pria mengancam bakal memenggal kepala Jokowi tersebar di media sosial. Jika dilihat dari suasananya, video itu diduga diambil dalam demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI, Juumat (10/5/2019) kemarin.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.


()

Entah apa yang ada di benak pemuda ini sehingga berani mengancam keselamatan kepala negara.

Terlihat di video itu, ada seorang perempuan yang berdemo di depan Kantor Bawaslu pd_ Jumat (11/5/2019) lalu. Tak lama, muncul seorang pria menyebut penggal kepala Jokowi dalam video itu. Ia secara terang-terangan mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.


"Siap penggal kepala Jokowi. Insyaallah, insyaallah penggal kepala Jokowi. Jokowi siap kepalanya kita penggal," kata laki-laki yang mengaku berasal dari Poso, Sulawesi Tengah, dalam video berdurasi 1,34 detik tersebut. Sebelum HS ditangkap, netizen di dunia maya menuding Dheva Suprayoga sebagai pelakunya.

Warga Kebumen, Jawa Tengah, yang dianggap berwajah mirip pelaku smpai memberikan klarifikasi melalui video mengingat bullying yang muncul di medsos. Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang tsb tegas menyatakan dirinya bukanlah pria yang ada di dalam video yang viral tersebut. Foto yang berisi identitas dirinya memang menjadi viral pula di media sosial.

Dheva pun tegas membantah tudingan tersebut.


"Selamat siang, nama saya Dheva Suprayoga. Alamatnya Gang Teratai no 20 Kebumen. Saya ingin meluruskan & mengklarifikasi bahwa dari semalam saya tidak melakukan bepergian. Saya kemarin juga sholat juumat di Masjid Darusalam di Kebumen.

Saya alumni Taruna Nusantara, SMA Taruna Nusantara. & saya berani menjamin bahwa org yang ada di video tsb bukan saya. & saya mendukung usaha Polri untuk menangkap pelaku & menyelesaikan kasus ini secepat-cepatnya."

Demikian pernyataan Dheva melalui video yang kemudian pula beredar luas di medsos itu. Kebenaran klarifikasi Dheva ini dipastikan juga oleh Polres Kebumen.


Kepastian ini disampaikan Kasubag Humas Polres Kebumen AKP Suparno mewakili Kapolres AKBP Robertho Pardede dalam konferensi pers di Mapolres, Miinggu (12/5/2019) dinihari. AKP Suparno menjelaskan, kemudian klarifikasi & pemeriksaan intensif polisi menyakini bahwa Dheva berada di Kebumen pada Jumat (10/5/2019) tersebut. "Pada hari Jumat, Dheva berada di Kebumen. Pernyataannya dikuatkan _oleh beberapa org saksi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.

Dia juga tidak pernah aktif dalam politik. Terakhir ke Jakarta sekitar tahun 2016." Paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dheva Suprayoga menyesali beredarnya foto yang berisi profil identitas dirinya. Selain berterima kasih terhadap Polres Kebumen yang segera mengambil langkah untuk klarifikasi, dia berharap kepolisian segera menangkap orang yang mengancam bakal memenggal kepala Jokowi. Dalam akhir konferensi pers, AKP Suparno mengimbau warga untuk tidak terpancing terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Pada Sa-btu (11/5/2019), kelompok relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania melaporkan seorang pria dalam video yang beredar di media sosial berisi ancaman pada keselamatan Presiden Jokowi ke Polda Metro Jaya.

Pria tsb mengancam bakal memenggal kepala Presiden Jokowi saat mengikuti aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI. Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengatakan, pihaknya melaporkan pria dalam video beserta pembuat video tersebut. "Ini kan sangat meresahkan sekali. Jika seandainya proses demokrasi ini selalu di bawah ancaman.

Ini bahaya, yang bahaya bukan kita ya, namun demokrasinya," kata Immanuel ke-pada wartawan. Immanuel mengaku tidak paham identitas pria dalam video serta pembuat video. Ia menyerahkan pengungkapan identitas tersebut kepada pihak kepolisian. Immanuel mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan aksi demonstrasi yang dilakukan, melainkan ucapan dalam video yang dinilainya mengancam dan menakutkan.

"Beda pandangan politic silakan. Tapi jika sudah mengancam atau ingin menghilangkan nyawa seseorang itu bahaya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.

Ini enggak bisa kita biarkan.

Ini yang kami laporkan persoalan itu," ungkap dia.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Semakin baik kamu menata perilaku, semakin banyak kebaikan yang kamu kemas ke dalam hidup.

Dalam laporannya, Immanuel menyertakan barang bukti yaitu flashdisk berisi rekaman video yang dimaksud serta gambar suasana aksi. Laporan tersebut diterima dngn nomor registrasi LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Adapun pasal yang disangkakan ialah Pasal 207 KUHP dan Pasal 27 Ayat (4) UU ITE. Video yang menggambarkan seorang pria mengancam bakal memenggal kepala Jokowi tersebar di media sosial. Jika dilihat dari suasananya, video itu diduga diambil dalam demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI, Juumat (10/5/2019) kemarin. ()

"Selamat siang, nama saya Dheva Suprayoga.


Alamatnya Gang Teratai no 20 Kebumen. Saya ingin meluruskan & mengklarifikasi bahwa dari semalam saya tak melakukan bepergian. Saya kemarin juga sholat juumat di Masjid Darusalam di Kebumen. Saya alumni Taruna Nusantara, SMA Taruna Nusantara.

Dan saya berani menjamin bahwa org yang ada di video tersebut bukan saya. Dan saya mendukung usaha Polri untuk menangkap pelaku dan menyelesaikan kasus ini secepat-cepatnya."

Demikian pernyataan Dheva melalui video yang kemudian pula beredar luas di medsos itu.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Semakin baik kamu menata perilaku, semakin banyak kebaikan yang kamu kemas ke dalam hidup.

Kebenaran klarifikasi Dheva ini dipastikan juga oleh Polres Kebumen.

Kepastian ini disampaikan Kasubag Humas Polres Kebumen AKP Suparno mewakili Kapolres AKBP Robertho Pardede dalam konferensi pers di Mapolres, Minggu (12/5/2019) dinihari. AKP Suparno menjelaskan, setelah klarifikasi dan pemeriksaan intensif polisi menyakini bahwa Dheva berada di Kebumen pd_ Jumat (10/5/2019) tersebut. "Pada hari Jumat, Dheva berada di Kebumen. Pernyataannya dikuatkan oleh beberapa orang saksi.

Dia juga tidak pernah aktif dalam politik. Terakhir ke Jkrta sekitar tahun 2016." Paparnya. Dalam kesempatan tersebut, Dheva Suprayoga menyesali beredarnya photo yang berisi profil identitas dirinya.

Selain berterima kasih terhadap Polres Kebumen yang segera mengambil langkah utk klarifikasi, dia berharap kepolisian segera menangkap orang yang mengancam bakal memenggal kepala Jokowi. Dalam akhir konferensi pers, AKP Suparno mengimbau warga untuk ngga terpancing terhadap information yang belum jelas kebenarannya. Pada Sabtu (11/5/2019), kelompok relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania melaporkan seorang pria dalam video yang beredar di media sosial berisi ancaman pada keselamatan Presiden Jokowi ke Polda Metro Jaya. Pria tersebut mengancam bakal memenggal kepala Presiden Jokowi sesaat mengikuti aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI.

Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengatakan, pihaknya melaporkan pria dalam video beserta pembuat video tersebut. "Ini kan sangat meresahkan sekali.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Dengan keyakinan kita dapat memindahkan gunung, akan tapi tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.

Kalau seandainya proses demokrasi ini selalu di bawah ancaman.

Ini bahaya, yang bahaya bukan kita ya, tetapi demokrasinya," kata Immanuel ke-pada wartawan. Immanuel mengaku tidak paham identitas pria dalam video serta pembuat video. Ia menyerahkan pengungkapan identitas tsb kepada pihak kepolisian. Immanuel mengatakan, pihaknya ngga mempermasalahkan aksi demonstrasi yang dilakukan, melainkan ucapan dalam video yang dinilainya mengancam dan menakutkan.

"Beda pandangan politik silakan. Tapi jika sudah mengancam atau ingin menghilangkan nyawa seseorang itu bahaya. Ini enggak bisa kita biarkan. Ini yang kami laporkan persoalan itu," ujar dia.

Dalam laporannya, Immanuel menyertakan barang bukti yaitu flashdisk berisi rekaman video yang dimaksud serta gambar suasana aksi. Laporan tersebut diterima dngn nomor registrasi LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Adapun pasal yang disangkakan merupakan Pasal 207 KUHP dan Pasal 27 Ayat (4) UU ITE. Video yang menggambarkan seorang pria mengancam bakal memenggal kepala Jokowi tersebar di media sosial.

Jika dilihat dari suasananya, video itu diduga diambil dalam demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI, Jumat (10/5/2019) kemarin. ()

Terakhir ke Jkrta sekitar thn 2016." Paparnya. Dalam kesempatan tersebut, Dheva Suprayoga menyesali beredarnya photo yang berisi profil identitas dirinya.


Selain berterima kasih terhadap Polres Kebumen yang segera mengambil langkah utk klarifikasi, dia berharap kepolisian segera menangkap orang yang mengancam bakal memenggal kepala Jokowi. Dalam akhir konferensi pers, AKP Suparno mengimbau warga untuk ngga terpancing terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Pada Sa-btu (11/5/2019), kelompok relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania melaporkan seorang pria dalam video yang beredar di media sosial berisi ancaman pada keselamatan Presiden Jokowi ke Polda Metro Jaya. Pria tersebut mengancam bakal memenggal kepala Presiden Jokowi sesaat mengikuti aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI.

Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengatakan, pihaknya melaporkan pria dalam video beserta pembuat video tersebut. "Ini kan sangat meresahkan sekali. Bila seandainya proses demokrasi ini selalu di bawah ancaman. Ini bahaya, yang bahaya bukan kita ya, namun demokrasinya," kata Immanuel kepada wartawan.

Immanuel mengaku tidak tahu identitas pria dalam video serta pembuat video. Ia menyerahkan pengungkapan identitas tsb kepada pihak kepolisian. Immanuel mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan aksi demonstrasi yang dilakukan, melainkan ucapan dalam video yang dinilainya mengancam & menakutkan. "Beda pandangan politic silakan.

Tapi jikalau sudah mengancam atau ingin menghilangkan nyawa seseorang itu bahaya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.

Ini enggak bisa kita biarkan. Ini yang kami laporkan persoalan itu," ungkap dia.

Dalam laporannya, Immanuel menyertakan barang bukti yaitu flashdisk berisi rekaman video yang dimaksud serta gambar suasana aksi. Laporan tsb diterima dngn nomor registrasi LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 207 KUHP & Pasal 27 Ayat (4) UU ITE. Video yang menggambarkan seorang pria mengancam bakal memenggal kepala Jokowi tersebar di media sosial.

Jika dilihat dari suasananya, video itu diduga diambil dalam demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI, Jumat (10/5/2019) kemarin. ()

Immanuel mengatakan, pihaknya ngga mempermasalahkan aksi demonstrasi yang dilakukan, melainkan ucapan dalam video yang dinilainya mengancam dan menakutkan.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.

"Beda pandangan politik silakan.

Tapi bila sudah mengancam atau ingin menghilangkan nyawa seseorang itu bahaya. Ini enggak bisa kita biarkan. Ini yang kami laporkan persoalan itu," ungkap dia. Dalam laporannya, Immanuel menyertakan barang bukti yaitu flashdisk berisi rekaman video yang dimaksud serta gambar suasana aksi.

Laporan tsb diterima dngn nomor registrasi LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Adapun pasal yang disangkakan merupakan Pasal 207 KUHP & Pasal 27 Ayat (4) UU ITE. Video yang menggambarkan seorang pria mengancam bakal memenggal kepala Jokowi tersebar di media sosial. Jika dilihat dari suasananya, video itu diduga diambil dalam demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI, Jumat (10/5/2019) kemarin.

() Sekian info yang kami sampaikan mengenai Sosok Aiptu Zakaria, Polisi Berambut Gondrong Ikut Tangkap Pria Yang Ancam Penggal Jokowi-#lg3442, berita diambil dari berbagai media online lain.. terimakasih

Sumber: www*tribunnews*com/metropolitan/2019/05/13/sosok+aiptu+zakaria+polisi+berambut+gondrong+ikut+tangkap+pria+yang+ancam+penggal+jokowi
Share Berita