Tahanan Diduga Nyabu Di Rumah Pribadinya, Anggota Komisi III DPR Minta Copot Kalapas Samarinda
news.xcoid.com, 13 Mei 2019, menurut informasi mengenai berita "Tahanan Diduga Nyabu Di Rumah Pribadinya, Anggota Komisi III DPR Minta Copot Kalapas Samarinda-#jo8avo", yuk baca berita selengkapnya : news.xcoid.com, JAKARTA Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Sahroni mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan Kepala Lapas Klas II A, Kota Samarinda, M. Ikhsan.

Menurutya, pencopotan dilatarbelakangi penggunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi hingga keteledoran yang menyebabkan dua tahanan pendamping (tamping) mengkonsumsi sabu-sabu di rumah pribadi Kepala Lapas Klas II A, Kota Samarinda. Sahroni menegaskan, sebagai pimpinan di Lapas, Ikhsan seharusnya tak menggunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi. Sebelum penangkapan, kedua tersangka yang merupakan tahanan Lapas Klas II A, Kota Samarinda diketahui membantu perbaikan pintu rumah pribadi Kalapas. Sementara pengkaryaaan tahanan ngga dibenarkan dilakukan utk kepentingan pribadi di luar lokasi Lapas ataupun rutan.

Sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No 7/2013, Lapas diperkenankan mengangkat narapidana yang membantu petugas pemasyarakatan dalam melaksanakan kegiatan pembinaan di Lapas sebagai pemuka.

Baca: Tetap Dipenjara 8 Tahun, Mahkamah Agung Tolak PK Mantan Menteri ESDM Jero Wacik

Tugas pemuka dapat dibantu oleh tamping. Pasal 6 dalam peraturan menteri itu menyebutkan tugas pemuka membantu kegiatan pembinaan di bidang kegiatan kerja, pendidikan, keagamaan, kesehatan, olahraga, kesenian, dapur, dan kebersihan lingkungan.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

"Kesalahan pertama dilakukan Kalapas Klas II A Kot'a Samarinda adalah pengkaryaan sejumlah tahanan utk memperbaiki pintu kediaman pribadinya.

Kendati pun mereka adalah tamping tapi tidak diperkenankan utk melakukan pekerjaan di luar lokasi penahanan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Segala memiliki awal pasti memiliki akhir.

Tidak ada aturan yang memperbolehkan tahanan melakukan pekerjaannya di luar lokasi penahanan," kata Sahroni, Seniin (13/5/2019).

Kesalahan berikutnya yang dipandang menjadi tanggungjawab Kalapas sebut politisi NasDem ini adalah membiarkan _para narapidana keluar tahanan tanpa pengawalan khusus.

Hal ini ditekankannya dpat berakibat fatal dngn resiko terburuk tahanan dapat melarikan diri.


Fakta berikutnya yang menurut Sahroni menjadi catatan buruk Kalapas ialah dengan sengaja ataupun tidak menjadikan rumahnya sebagai tempat narapidana mengkonsumsi narkoba. Sebagai pihak yang mengerti benar soal hukum, Kalapas seharusnya memerintahkan sipir untuk memeriksa apakah narapidana membawa sesuatu dari balik penjara ataupun berkomunikasi dngn orang lain di luar penjara. "Kepemilikan sabu-sabu sehingga pengakuan dikonsumsinya barang haram itu _oleh kedua tamping di rumah pribadi Kalapas merupakan tamparan keras ke Ditjen Lapas. Patut dicurigai tentang adanya pembiaran terjadinya transaksi narkoba melibatkan kedua tamping tersebut," kata Sahroni.

"Sejauh mna peran atau fasilitas diberi Kalapas maupun sipir di Lapas Klas II A Kot'a Samarinda mesti ditelusuri lebih dalam oleh penegak hukum. Ditjen PAS harus menonaktifkan Kalapas itu atas rangkaian kesalahan fatal dibuatnya," kata Sahroni. Diberitakan, dua org tamping Lapas Klas IIA, Kot'a Samarinda bernama Hendri Wahyudi & Husni diamankan jajaran Satreskoba Polresta Samarinda atas dugaan mengkonsumsi sabu-sabu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Mei 2019 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.


Zat terlarang golongan 1 tsb diakui kedua narapidana kasus narkoba ini dikonsumsi di rumah pribadi Kepala Lapas Klas II A, Kot'a Samarinda. Hendry mengiyakan ia bersama Husni & dua narapidana lainnya diperintahkan petugas Lapas membantu memperbaiki pintu rumah pribadi Kalapas Klas IIA Samarinda pd_ Selasa (7/5/2019) pagi. Menggunakan mobil ambulans Keempat napi keluar tahanan dikawal tiga orang sipir.

Sore hari kemudian aktivitas memperbaiki pintu di rumah yang Kalapas Klas IIA Samarinda, di jalan Labu Putih, Perum Bengkuring, Kota Samarinda, selesai, Hendri dan Husni meminta izin membuang sampah di halaman belakang rumah Kalapas.

Kesempatan itu ternyata dimanfaatkan keduanya untuk menghisap satu paket sabu hasil pembelian dari rekannya yang mendatangi lokasi.


Saat perjalanan pulang ke Lapas keempat tahanan dipisahkan dalam dua kendaraan. Hendri & Husni menumpang ambulans dengan kawalan satu org sipir. Sementara dua tahanan lainnya dibawa kembali ke Lapas menggunakan mobil dengan kawalan dua sipir. Di perjalanan, ambulans ditumpangi kedua tersangka dihentikan anggota Satreskoba Polresta Samarinda.

Hasil penggeledahan, di saku celana depan Hendri ditemukan masing-masing 1 pipet kaca berisi sabu, korek gas, alat hisap & telepon seluler.

Hingga kini Jajaran Satreskoba Polresta Samarinda, msh mendalami dugaan keterlibatan sipir & Kalapas dalam kasus ini.

Sekian info yang kami sampaikan, update terus info menarik disini news.xcoid.com ( arsip berita Senin /Mei )

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/05/13/tahanan+diduga+nyabu+di+rumah+pribadinya+anggota+komisi+iii+dpr+minta+copot+kalapas+samarinda
Share Berita