Bulan Ramadan Disarankan Lebih Dari Satu Memanjatkan Doa, Berikut Adab Berdoa
Info selanjutnya mengenai "Bulan Ramadan Disarankan Lebih Dari Satu Memanjatkan Doa, Berikut Adab Berdoa-#tlkzty" selengkapnya : news.xcoid.com Dalam berdoa, kita harus selalu sadar bahwa kita teramat bodoh, lemah, & tidak mengerti mna yang terbaik buat diri kita sendiri. Sedangkan Dia Teramat Mengetahui, Maha Bijaksana, & Maha Penyayang.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Kenangan tetap ada tapi jangan terfokus disana. Hidup lo bukan untuk kenangan tapi buat masa depan. Tetap semangat!.

Hingga apapun jawaban yang diberikan Allah atas doa kita, haruslah kita terima. Berbicara mengenai doa dan munajat bukanlah perkara yang mudah. Lebih-lebih, bila pembicaraan tsb mengarah kepada upaya mengenali hakikatnya.

Dalam ajaran Islam, doa menempati posisi yang paradoksal. Pd_ dirinya sendiri, doa merupakan ungkapan kelemahan, kekurangan, kenistaan, kesusahan, kehilangan, kesedihan, & sebagainya. Dan tindak mengungkapkan smua perasaan ini ialah inti penghambaan manusia kepada Allah. Karenanya, dalam sebuah hadis yang sangat terkenal, Nabi bersabda: "Ad-dursquoa mukhkhul lsquoibadah (doa ialah saripati ibadah)."

BACA JUGA: https://ganaislamika.com/65279diskursus-sufi-17-kiat-menjadi-pencinta-allah/

Tetapi, pada sisi tujuan & sasarannya, doa ialah pintu menuju Kemahakuasaan, Kemahakayaan, & Kemahapemurahan Allah.


Arahnya yang tertuju kepada Allah membuat sebuah doa bisa mengandung kebaikan dan kesempurnaan apa saja yang terbayang _oleh manusia. Karena itu, pendoa seakan-akan berada dalam ruang yang tidak terhingga. Tidak ada kemustahilan di dalam "dunia doa". Hanya dengan berdoa, manusia bisa mewujudkan segala apa yang semula mustahil baginya.

Banyak sekali mukjizat para nabi yang terjadi melalui doa & permintaan. Dalam berbagai riwayat juga disebutkan betapa doa seseorang dpat mengubah "takdir" yang telah ditetapkan oleh Allah SWT untuknya.

Apakah takdir dalam arti hukum-hukum universal yang mengatur alam semesta atau pun takdir dalam arti yang lazim dipakai oleh para ahli ilmu kalam sebagai nasib dan ketentuan seputar jalan hidup manusia.

BACA JUGA: https://ganaislamika.com/kaum-quraisy-13-abrahah-dan-percaturan-politik-dunia-4/

Seperti kita tahu, doa dan permintaan kita kepada Allah ngga sedikit pun akan mengurangi Kemahasempurnaan-Nya. Sebaliknya, seper_ti diajarkan _oleh para sufi, makin tinggi doa & permintaan kita ke-pada Allah, makin tinggi dan besar juga Allah di mata kita.


Dan makin "mustahil" doa tsb kita wujudkan lewat kemampuan kita sendiri, makin sayang Dia kepada kita. Paradoks doa terletak pada percakapan bahkan "perjumpaan" antara yang lemah gemulai dan Yang Mahaperkasa. Dalam perjumpaan tersebut, si lemah menyatakan segala kelemahannya dan si Mahaperkasa melimpahkan semua kasih sayang-Nya yang tak terbatas.

Maka itu, tidak ada kemustahilan & tidak bisa ditemukan kekeliruan dalam ruang seper_ti itu.[1]

Akan tetapi, dalam memanjatkan doa orang sering slh paham dan menganggap Allah akan bersikap sama seperti kita.


Padahal, dalam kenyataannya, Dia adalah Zat yang sama sekali berbeda dengan kita. Meminta Allah Yang Mahakaya berarti menyerukan pujian, sanjungan & kebesaran-Nya, seketika itu juga mengakui Kemahasempurnaan-Nya. & inilah tujuan dasar penciptaan manusia. Allah berfirman:

"Tidak sekali-kali Kuciptakan manusia & jin kecuali utk menyembah-Ku." (QS.


51:56)

Atas dasar itu, doa merupakan dialog antr hamba yang sangat terbatas lagi papa dengan Tuhan yang Mahakaya. Untuk berbicara dengan Sang Mahakaya diperlukan sebuah "komunikasi" yang jujur & benar.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.

Mula-mula, pujilah Dia.

Lalu akuilah kelemahan & kekurangan sendiri. Selanjutnya, Ia pasti akan bersedia menanggapi kita. Bersabarlah sejenak untuk-Nya, namun juga berputus-asalah pada selain-Nya. Dalam surah Al-Maidah ayat 116-118, Al-Qurrsquoan menceritakan ungkapan diplomatis Nabi Isa dengan Allah utk menarik simpati dan kasih sayang-Nya di satu sisi, dan di sisi lain untuk mengakui kemustahilan dirinya melawan Kemahakuasaan-Nya.

Dalam ayat-ayat tersebut, terjadilah dialog yang dahsyat antara Nabi Isa & Allah. Ayat-ayat tsb adalah sebagai berikut:

"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah saya dan ibuku dua org tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernh mengatakannya, oleh sebab itu tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pd_ diriku dan aku tak tahu apa yang ada pada diri-Mu.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.

Sesungguhnya Engkau Mahamengetahui smua perkara yang gaib." Saya tidak pernh mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (untuk mengatakannya) yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku & Tuhan kalian. " & akulah saksi mereka, selama aku berada di antr mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang menjadi pengawas mereka.

Dan Engkau Mahamenyaksikan segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka maka sesungguhnya mereka merupakan hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Doa-doa Nabi Muhammad Saw, para manusia suci & sufi pula penuh dengan ungkapan-ungkapan seper_ti di atas. Salah satunya ialah munajat orang yang bersyukur dari Ali Zainal Abidin: "hellipBagaimana pula caranya saya (dapat disebut) bersyukur, walaupun (setiap ungkapan) syukurku itu sendiri memerlukan ke-pada syukur (yang lain)." Doa ini seolah-olah ingin mengatakan: aku memang teledor lalai untuk mensyukuri semua nikmat-Mu. Namun, andai pun aku tidak lalai utk mensyukuri-Mu, maka ketidaklalaianku itu memerlukan pernyataan syukurku kepada-Mu & demikian seterusnya, hingga sulit rasanya utk dapat sepenuhnya disebut mensyukuri-Mu.


Meminta kebaikan dari Allah tetapi tidak mau mendapat cobaan atas smua kebaikan tersebut adalah sikap yang waras. Seorang yang sadar bahwa ia meminta kepada Zat yang tiada berbatas bakal meminta segala yang terbaik utk dirinya dan juga meminta agar dihindarkan dari semua kemungkinan buruk dari apa yang dimintanya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Perbuatan buruk ini hanya dilakukan oleh dirimu, bukan oleh orang tua-mu, teman-mu atau saudara-mu. oleh karena itu dirimu sendirilah yang akan menuai hasil yang menyakitkan.

Al-Quran mengajarkan kita untuk berdoa meminta segala kebaikan dunia & akhirat, & berlindung dari siksa neraka.

Inilah doa yang dikenal dengan sebutan lsquoDoa Sapu Jagatrsquo. Allah berfirman,

"Dan di antara mereka _ada yang berdoa: lsquoYa Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat & peliharalah kami dari siksa neraka." (QS Al-Baqarah: 201).

Namun, mesti pula ada kesadaran yang kuat bahwa kita merupakan makhluk yang sangat lemah, terbatas & tidak mengerti mana yang terbaik buat diri kita sendiri. Jawaban apapun yang diberikan Allah atas doa kita haruslah kita terima.


Dalam berdoa, kita harus selalu sadar bahwa kita teramat bodoh & lemah, walaupun Dia Teramat Mengetahui dan Bijaksana. (MK)

Artikel ini telah tayang di ganaislamika.com dengan judul: https://ganaislamika.com/diskursus-sufi-16-paradoks-doa/

Terus baca berita di hari Rabu ini banyak berita yang akan kami update lagi!! semoga menambah wawasan anda

Sumber: www*tribunnews*com/ramadan/2019/05/15/bulan+ramadan+disarankan+banyak+memanjatkan+doa+berikut+adab+berdoa
Share Berita