Neraca Dagang April Defisit USD 2,5 Miliar, Ini Respons Sri Mulyani
Hari Rabu bulan Mei ,ini mengenai "Neraca Dagang April Defisit USD 2,5 Miliar, Ini Respons Sri Mulyani-#giwbdp" silahkan lanjut baca beritanya :

Sri Mulyani pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Dok: am2018bali.go.idnews.xcoid.com, Jkrta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Iindonesia pada April 2019 defisit sebesar USD 2,50 miliar.

Defisit tsb disebabkan _oleh defisit sektor migas & non migas masing-masing sebesar USD 1,49 miliar dan USD 1,01 miliar. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, apabila memandang dari komposisinya tentu ini menjadi kondisi yang perlu diperhatikan. Sebab, menurut dia, impor maupun ekspor Iindonesia sama-sama menurun. "Walaupun impor kontraksi, tapi ekspor juga kontraksi lebih dalam.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Perbuatan buruk ini hanya dilakukan oleh dirimu, bukan oleh orang tua-mu, teman-mu atau saudara-mu. oleh karena itu dirimu sendirilah yang akan menuai hasil yang menyakitkan.

Jadi ini faktor dari ekspor yang sebetulnya mengalami pelemahan yang juga kita harus waspada," kata dia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/5/2019).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.

Sri Mulyani mengatakan, dari sisi impor, untuk bahan baku dan barang modal pula perlu diantisipasi terhadap pelaku industri yang menggunakan kompenen tersebut.


Sebab ini bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomic Indonesia ke depan. "Sebetulnya signal ini menggambarkan bahwa ekonomic dunia memang mengalami situasi yang tidak mudah. & Indonesia kalau ingin tetap menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen berarti dari sisi komposisi pertumbuhannya itu terutama yang untuk industri manufaktur itu bakal mengalami tekanan yang cukup dalam," tutur dia.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Sukses hanya bagi orang yang tetap semangat meski halangan dan rintangan di depan mata.


Di samping itu, Bendahara Negara Ini pula tengah mendalami penyebab defisitnya neraca perdagangan pada April 2019. Terutama memandang apakah ada volume impor yang melambat terutama pd_ kuartal I yang kemudian baru direalisasikan pada April. "Mungkin mereka melakukan kalkulasi nanti sesudah Lebaran bakal ada libur yang panjang lagi jadi semuanya ditumpukkan di bulan April. Jadi Januari-Maret slowdown sekarang di stok tinggikan krn nanti antisipasi. Namun saya akan lihat setiap komposisinya," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, defisit pd_ April tersebut merupakan terbesar sejak Juli 2013. Menurut catatan BPS, defisit yang hampir sama pernah terjadi pd_ Juli 2013 sebesar USD 2,33 miliar. "Menurut data kami, yang sekarang ada, itu terbesar di Juli 2013 sekitar USD 2,33 miliar. La_lu April ini, sebesar USD 2,50 miliar," tutur Suhariyanto di Kantornya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halamanNeraca Dagang

Aktivitas di Jkrta International Container Terminal, Juumat (15/3).

BPS mencatat nilai ekspor pd_ Februari 2019 tercatat sebesar US12,53 miliar atau turun 10,05 persen dari bulan sebelumnya, yakni US13,93 miliar.(news.xcoid.com/Helmi Fithriansyah)Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada April 2019 sebesar USD 15,10 miliar atau naik 12,25 persen kalau dibandingkan dengan Maret 2019. Dngn demikian, secara kumulatif impor Indonesia dari Januari hingga April tercatat sebesar USD 55 miliar. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, tiga negara besar pemasok barang impor sepanjang Januari sehingga April ialah China, Jepang & Thailand. Dari tiga negara tersebut China menempati urutan pertama dengan nilai barang impor mencapai USD 14,37 miliar.

"Tiga negara pengimpor terbesar adalah Tiongkok (China), Jepang & Thailand," ujar Suhariyanto saat memberi keterangan pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

Suhariyanto mengatakan, Iindonesia sejauh ini pula masih mengalami defisit perdagangan cukup besar terhadap China.


Sehingga April 2019, defisit perdagangan Indonesia terhadap negara tirai bambu tersebut sebesar USD 7,1 miliar.

"Khusus April defisit dengan Tiongkok itu sebesar USD 1,9 miliar," ungkap Suhariyanto.

Defisit perdagangan dengan China utamanya dipicu oleh impor non migas. Menurut data BPS, sepanjang April 2019 China mengimpor barang non migas sebesar USD 0,73 miliar terbesar di antara 13 negara pemasok barang non migas ke Indonesia.


3 dari 3 halamanSaksikan Video Pilihan di Bawah Ini
'
Industri kelapa sawit, adalah komiditi yang menjanjikan di Indonesia. Demikian informasi mengenai "Neraca Dagang April Defisit USD 2,5 Miliar, Ini Respons Sri Mulyani-#giwbdp", info kata kunci berita ini (Rabu /Mei ) : ( neraca,dagang,april,defisit,usd,2,5,miliar,,ini,respons,sri,mulyani, sebesar, indonesia, suhariyanto, mengatakan )

Sumber: s://www*liputan6*com/bisnis/read/3966812/neraca+dagang+april+defisit+usd+25+miliar+ini+respons+sri+mulyani
Share Berita