Pemerintah Ngga Akan Bentuk Tim Pencari Fakta KPPS, Ini Alasannya
Info berita hari Rabu , Mei mengenai "Pemerintah Ngga Akan Bentuk Tim Pencari Fakta KPPS, Ini Alasannya-#gifxjs" : news.xcoid.com, JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan pemerintah tidak akan membentuk tim pencari fakta atas meninggalnya ratusan petugas KPPS. Alasannya, sebab menurut data Kementerian Kesehatan, kematian _para petugas itu sebagian besar sebab jantung, stroke.

"Penyebab kematiannya bisa dibuktikan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.

Bkn karena diracun," kata Moeldoko di kantor KSP, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Moeldoko menyampaikan itu usai rapat dngn sejumlah menteri & pihak terkait untuk membahas meninggalnya ratusan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019. Hadir dalam rapat yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan Moeldoko diantaranya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim & perwakilan dari Ikatan Dokter Iindonesia dan sebagainya.

Rapat membahas soal penyebab meninggalnya ratusan KPPS, penanganan bagi yang sakit dan bagaimana langkah-langkah mengatasinya.

Baca: Selain Riwayat Penyakit, Meninggalnya Ratusan Orang Yg Bertugas KPPS Disebut Krn Beban Kerja Besar

Juga dibahas soal santunan bagi keluarga korban & anggota KPPS yang masih sakit, pula evaluasi terhadap keseriusan pemeriksaan kesehatan anggota KPPS yang perlu menjdi perhatian pada Pemilu mendatang. Langkah ini dilakukan agar tidak muncul korban seper_ti peristiwa Pemilu 2019. Moeldoko menyayangkan sejumlah pihak yang menyebut banyak petugas KPPS meninggal ngga wajar sebab diracun.

Kepala Staf menegaskan, itu ialah pernyataan yang sesat.

"Itu sesat & ngawur, tidak menghormati keluarga korban" katanya. Menurut Moeldoko, tim yang diperlukan ialah tim yang disampaikan Menteri Kesehatan.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Aku tak berharap kesempurnaanmu.. Kerana aku ingin melengkapinya dengan kekuranganku...

"Terutama utk mencari factor dari sisi kesehatan, beban kerjanya yang berat itu," kata Moeldoko, Panglima TNI 2013- 2015.

Hal lainnya yang perlu dilakukan ialah bagaimana memperbaiki sistem kerja KPU smpai ke jajaran terbawah di Pemilu berikutnya.



Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Moeldoko sesaat sukuran kemenangan Jokowi-Maruf di kantor DPP Projo, Pancoran, Jkrta Selatan, Senin (22/4/2019) malam. (Fransiskus Adhiyuda/news.xcoid.com)Moeldoko juga menyinggung masukan dari Ikatan Dokter Indonesia yang menurutnya bagus yaitu menatap resiko pekerjaan. "Kita harus pikirkan bagaimaan resiko pekerjaan, apakah pekerjaannya ter-lalu berlebihan?

Hal-hal inilah yang perlu dipikirkan utk diperbaiki ke depan, beban kerja yang semakin proporsional dengan jam kerja" kata Moeldoko.

Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim mengatakan smpai hari ini ada 485 pahlawan demokrasi yang meninggal & 10 .997 yang sakit. Kepada mereka, KPU telah memberikan uang santunan yang besarnya bervariasi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.


Arif mengaku dalam perekrutan orang yg bertugas KPPS sebelumnya agak longgar.

Mereka hanya diminta utk menyertakan keterangan sehat & belum diasuransikan.

Arif meminta _ada evaluasi & ke depannya, masalah rekruitmen petugas diperbaiki. Terutama menyangkut kondisi kesehatan & batasan usia.

Baca: Pelawak Oni SOS Dipastikan Lolos Jadi Anggota DPD RI, Ini Janjinya

"Kami mengusulkan ini diperbaiki," katanya di kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Selasa (14/5/2019). Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memaparkan bila dari jumlah korban meninggal, 39 meninggal di rumah sakit, sisanya meninggal di rumah (61).


Mereka yang meninggal, kata Nila sekitar 58 persen berusia di atas 60 hingga 70 tahun. "Sebanyak 51 persen dikarenakan jantung, cardiovasculer," kata Nila. Untuk meneliti korban yang meninggal di luar rumah sakit, kata Nila, pihaknya bakal bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Iindonesia dan IDI utk meneliti. Terhadap mereka ini, kata Nila, bakal dilakukan autopsi verbal.

Tim bakal menanyakan riwayat sakit ke-pada keluarga dan orang-orang sekitarnya.

"Tingkat ketepatannya bisa sampai 80 persen," ujarnya.

Sekian info yang kami sampaikan, update terus info menarik disini news.xcoid.com ( arsip berita Rabu /Mei )

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/05/14/pemerintah+tidak+akan+bentuk+tim+pencari+fakta+kpps+ini+alasannya
Share Berita