Gizi Buruk Dan Stunting Di Banten Meningkat, Dipicu Minimnya Pengetahuan Orangtua
16 Mei 2019, sudah tahu informasi mengenai "Gizi Buruk Dan Stunting Di Banten Meningkat, Dipicu Minimnya Pengetahuan Orangtua-#au7sg3", kalau belum ayuk baca selengkapnya : news.xcoid.com, BANTEN Jumlah penderita gizi buruk dan stunting balita di Kot'a Serang, Banten meningkat dibanding 2018. Tahun ini tercatat sebanyak 86 balita menderita stunting, sementara pd_ 2018 hanya 62 balita yang mengalami stunting. Jika dikalkulasi, penderita stunting di Provinsi Banten pada awal tahun 2019 sebanyak 2.934 anak.

Wali Kota Serang, Syafrudin, mengatakan penderita stunting pada balita paling banyak terdapat di Kecamatan Kasemen, Serang, Banten.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.

Di kecamatan tersebut, memang terkenal sebagai kawasan yang kumuh. "Data penderita stunting ini lebih tinggi dari bulan November tahun 2018 yang hanya 62 balita.

Saat ini kasus stunting masih ada di Kot'a Serang, jumlahnya _ada 86 balita," kata Syafrudin bbrp waktu lalu.

Baca: Seorang Prajurit TNI meninggal Dunia Sesudah Diserang KKSB Saat Patroli di Nduga Papua

Tiara Luthfie, Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi, pd_ Dinkes Banten ditemui disela-sela acara sosialisasi pangan sehat yang diadakan PP Aisyiyah mengatakan penyebab balita stunting di Banten sebagian besar disebabkan _oleh kondisi ekonomi keluarga.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.

"Sebanyak 50 penyebabnya merupakan ekonomi & kurangnya pengetahuan org tua, 37 sebab kesalahan pola asuh dan 13 karena adanya penyakit penyerta," papar Tiara. Salah satu yang sering ditemui ialah kesalahan pemberian makanan pendamping ASI.

"Masyarakat memberikan makanan pendamping ASI nya itu macam-macam & tidak berkualitas, bubur campur kecap, susu formula dan susu kental manis," kata Tiara. "Saya sangat ngga menganjurkan anak dibawah 2 tahun diberikan susu kental manis, karena kandungan gulanya sangat tinggi," terangnya. Kota Serang menargetkan pada 2020 mendekat sudah tidak ada lagi gizi buruk di Serang. Upaya penanganannya terus dilakukan dngn memberi bantuan kesehatan gizi, susu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit yang mengandung karbohidrat dan lemak supaya cukup gizi bagi kondisi balita yang tidak stabil.
'

Dibantu sharing beritanya ya teman-teman news.xcoid.com, Terima kasih semuanya..

Sumber: www*tribunnews*com/regional/2019/05/15/gizi+buruk+dan+stunting+di+banten+meningkat+dipicu+minimnya+pengetahuan+orangtua
Share Berita