Tingginya Harga Tiket Pesawat Diduga Krn Faktor Inefisiensi
Arsip berita hari Kamis , mengenai "Tingginya Harga Tiket Pesawat Diduga Krn Faktor Inefisiensi-#a3dxix" selengkapnya : news.xcoid.com, JKRTA Komisioner Ombudsman Republik Iindonesia (ORI) Alvin Lie menduga, penyebab tingginya harga tiket pesawat ialah inefiensi di tubuh maskapai. Misal, krn jumlah pesawat ter-lalu banyak & utilitasnya rendah.

"Pada umumnya di bawah 10 jam, itu kan tak efisien. Yang efisien, dari jumlah pesawat, terbang sedikitnya 12 kali sehari.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.

Nah, jika memang ngga efisien, ya kurangi jumlah pesawatnya," kata Alvin ke-pada media di Jakarta, baru-baru ini.

Komponen pengadaan pesawat, jelas Alvin, memang sangat tinggi. Pasalnya, seluruh biaya sewa pesawat mempergunakan mata uang Euro atau Dolar AS.Baca: Diguyur Hujan Lebat, Jalan di Kampung Cileuleuy Sukabumi Ambles & Jembatan TerputusBaca: Batal atau Ngga Merokok sesaat Puasa? Ini Hukumnya

Baca: Bruno Matos Cetak Gol Spektakuler Mirip Ronaldinho pada Piala AFC 2019

"Maskapai ini kan pesawatnya sewa semua. Nilai tukar rupiah terhadap Dolar sejak 2016 usai turun.


Ketika tarif batas atas (TBA) ditetapkan pada 2016 lalu, asumsinya kurs Dolar ialah Rp12 ribu, sekarang Rp14 ribu," lanjut Alvin yang juga pengamat penerbangan. Itulah sebabnya, Alvin ngga setuju jikalau Avtur selalu menjadi kambing hitam atas tingginya harga tiket pesawat. Apalagi, msh ada komponen lain yang juga berpengaruh terhadap penentuan harga tiket, seper_ti biaya bandara yang sejak 2016 juga sudah bbrp kali mengalami kenaikan. Jika benar memang tak efisien, menurut Alvin, Pemerintah juga berhak memberikan teguran.

Sebut saja kepada maskapai yang melakukan pengadaan pesawat baru lagi, kecuali utk peremajaan. "Misal, pesawat yang sudah berusia delapan tahun diremajakan dngn mendatangkan yang usianya 0 tahun, itu oke saja," kata dia. Untuk meningkatkan efisiensi, hal laiin yang bisa dilakukan ialah dengan mendorong maskapai untuk membuka jalur penerbangan internasional. Jadi ngga seperti sekarang, ketika airlines hanya bermain di tingkat domestik.

Bila pun membuka jalur internasional, hanya sebatas Singapura dan Kuala Lumpur, meski sebenarnya kesempatan resiprokal dngn banyak negara, menurut Alvin sangat terbuka. "Lihat saja maskapai Qatar terbang ke Indonesia, mengapa Indonesia tidak? Hal-hal seperti itu yang perlu kita kembangkan, jangan hanya sibuk bermain di dalam negeri," tegasnya. Sementara terkait seringnya Avtur menjdi kambing hitam atas tingginya harga tiket pesawat, Alvin memandang sebagai justifikasi terhadap masuknya swasta utk pasar Avtur domestik.

Hal ini terlihat, krn setiap kali menyebut Avtur sebagai penyebab tingginya harga tiket pesawat, selalu dibarengi dngn pernyataan tentang perlunya pemain baru.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

"Saya menduga ujung-ujungnya ada pemain baru yang mau masuk. Jadi maunya masuk hanya di Soekarno hatta.

Padahal konsumsi avtur di Soekarno Hatta merupakan 60 dari dari konsumsi Avtur di Indonesia," kata dia. () Terus baca berita di hari Kamis ini banyak berita yang akan kami update lagi!! semoga menambah wawasan anda

Sumber: www*tribunnews*com/bisnis/2019/05/15/tingginya+harga+tiket+pesawat+diduga+karena+faktor+inefisiensi
Share Berita