Sugeng Lukai Alat Intim Korban Smpai Pingsan Ini Fakta-fakta Terbaru Kasus Mutilasi Di Malang
Tahun 2019, informasi tentang "Sugeng Lukai Alat Intim Korban Smpai Pingsan Ini Fakta-fakta Terbaru Kasus Mutilasi Di Malang-#qa4dt5 (berita hari Selasa ,Mei ) ", kami sampaikan informasi lengkapnya : news.xcoid.com Kelanjutan kasus mutilasi sosok perempuan yang terjadi di Pasar Besar Malang masih terus berlanjut. Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap Sugeng Angga Santoso sebagai pelaku & juga olah TKP.

Hasil yang didapatkan dari pemeriksaan pelaku dan olah TKP, pihak kepolisian kemudian menetapkan Sugeng Angga Santoso sebagai tersangka kasus mutilasi di Pasar Besar malang.

Baca: Istrinya yang Bule Cantik Itu Tidak Kunjung Pulang & Tutup IGnya, Ini Pembelaan Nur Khamid

Baca: Pesantren Tazakka Yudisium 87 Santri di Bulan Ramadan

Baca: Ini Pidato Lengkap Kemenangan Jokowi di Kampung Deret

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri telah menuturkan kronologi kejadian yang sebenarnya, dari awal mula pertemuan Sugeng Agus Santoso dan korban. Berikut penuturan AKBP Asfuri terkait kasus mutilasi dngn tersangka Sugeng Angga Santoso.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Menata pikiran itu penting. karena dirimu adalah apa yang kamu pikirkan.

1. Pertemuan Sugeng dan Korban

Pertemuan Sugeng Angga Santoso & korban terjadi pada tanggal 7 mei 2019 di Jalan Laksamana Martadinata.


Kala itu, Sugeng diminitai sejumlah uang oleh korban, tetapi Sugeng ngga memilikinya. Sugeng setelah membelikan korban makan.

Korban pun memakan makanan pemberian Sugeng tersebut.



Sugeng Angga Santoso & sketsa korban mutilasi di Pasar Besar Malang. Misteriusnya Korban Pembunuhan Sugeng & Mutilasi di Pasar Besar Malang, Polisi Masih Dibuat Kelimpungan.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.

(Tribunmadura/Kolase Surya Malang) Setelah menghabiskan makanan pemberiannya, Sugeng kemudian mendekati korban. Sugeng melakukan tindakan asusila terhadap korban dengan memegang bagian dada & bagian intim korban. Keduanya lantas pindah ke parkiran gedung bekas gerai Matahari di Pasar Besar Malang atau di TKP.

Di sanalah, Sugeng Angga Santoso mengajak korban berhubungan intim.

2. Korban Mengalami Pendarahan

Sugeng diduga melukai bagian intim korban hingga mengeluarkan darah & pingsan. Saat pingsan itulah, Sugeng menggoreskan tato di kedua telapak kaki korban. Tulisan di telapak kaki kanan & kiri berbeda, tapi di bagian telapak kaki kiri korban terdapat tulisan lsquoSUGENGrsquo.


Sugeng mengakui menato tubuh korban menggunakan jarum sepatu. "Tersangka menato telapak kaki korban dngn menggunakan jarum sepatu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Menata pikiran itu penting. karena dirimu adalah apa yang kamu pikirkan.

& korban dalam keadaan hidup.

Berbeda dari keterangan sebelumnya yang menato korban dalam keadaan meninggal dunia," terang Asfuri pd_ Senin (20/5/2019).

Setelah menato telapak kaki korban, Sugeng pergi meninggalkan korban yang masih pingsan.

3. Proses Mutilasi

Sugeng sadar saat memutilasi jasad korban di Pasar Besar Malang, psikiater ujar kondisi kejiwaannya. (SURYAMALANG/Hayu Yudha Prabowo)Sugeng Angga Santoso kembali keesokan harinya sudah meninggalkan tubuh korban di tempat kejadian. Ia kembali pd_ pukul 01.30 dini hari dan kemudian lngsg memutilasi korban menggunakan gunting.

Ia terlebih duluan memotong kepala korban, kemudian tubuh korban dibawa ke kamar mandi.

Baca: Ratusan Massa Demo Bawaslu RI, Ini Akibatnya

Baca: Modus Penipuan Lewat Facebook Dikendalikan dari Lapas Dibongkar Polisi, Uang Ratusan Juta Disita

Baca: Prediksi Persebaya vs Kalteng Putra Liga 1 2019, Tekad Djanur di Laga Kandang

Karena kamar mandi tersebut sempit, Sugeng kembali memotong tangan & kaki korban. Potongan tubuh korban sesudah dimasukkan di dalam karung & ditinggal di kamar mandi. Sementara potongan tangan & kepala korban diletakkan di bawah anak tangga yang menuju ke Matahari. "Motifnya, korban tidak bisa memenuhi nafsu Sugeng sesaat diajak berhubungan intim," ucapnya.


Atas kejadian itu, kini Sugeng resmi ditetapkan sebagai tersangka _oleh kepolisian.

Sugeng akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dngn ancaman hukuman 15 thn penjara.

4. Keterangan dari Psikolog

Berdasarkan keterangan psikolog, Sugeng merupakan sosok yang pandai menutup-nutupi kejadian sebenarnya. Hal tersebut disampaikan sesudah dilakukannya penyelidikan dimana keterangan pelaku selalu konsisten. Sugeng bisa menceritakan rentetan kejadian se_cara detail.


Hal tsb berarti Sugeng telah mendesain skenario kejahatannya utk meyakinkan orang-orang yang bertanya mengenai peristiwa tersebut.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Semakin baik kamu menata perilaku, semakin banyak kebaikan yang kamu kemas ke dalam hidup.

"Saat melakukan perbuatannya, pelaku ini dalam keadaan sadar & normal. Atau tak dalam gangguan berfikir atau gangguan jiwa.

Jadi ini murni pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku," ucap Asfuri.

5. Sugeng di Mata Tetangga

Sosok Sugeng Angga Santoso pula dibeberkan oleh mantan tetangganya. Narko (51) ialah mantan tetangga Sugeng ketika ia dan keluarganya msh tinggal di Jodipan Wetan Gang Ill RT 04 RW 06 Kot'a Malang. Narko setelah mengungkapkan perilaku aneh Sugeng saat masih menjdi tetangganya.


Menurut keterangan Narko, Sugeng pernh melakukan aksi kejahatan seper_ti memotong lidah kekasihnya & memukul kepala ayahnya dengan palu.

Sugeng (tengah) pelaku mutilasi di Pasar Besar Malang, sesaat diamankan orang yg bertugas di Polres Malang Kota, Minggu (20/5/2019). (TRIBUNMADURA/RIFKY EDGAR)"Sugeng ini dari dulu selalu bikin gempar warga.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

Bahkan, Sugeng juga pernah di usir dari sini (Jodipan) sekitar 7-8 tahun lalu," ujarnya.

Narko yang dulu tinggal bersebelahan dengan Sugeng tahu betul watak asli tersangka pembunuhan di Pasar Besar Malang ini.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.

Ternyata, perilaku aneh Sugeng disebut-sebut turunan dari keluarga. "Sepertinya gangguan ini usai menggaris di keluarganya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Menata pikiran itu penting. karena dirimu adalah apa yang kamu pikirkan.

Buktinya keluarganya saja sudah tidak tahu-menahu," ucapnya. Narko pula sempat melaporkan Sugeng ke polisi karena hampir membakar rumahnya pd_ 2011 silam. Namun, pihak kepolisian belum bisa melakukan penangkapan krn Sugeng mempunyai riwayat pernah masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.

Hal inilah, yang membuat polisi enggan menangkap Sugeng. "Sugeng ini kalau berbicara sama orang normal modelnya seperti orang gila. Tapi, kalau pihak Rumah Sakit Jiwa yang mengajak berbicara ia kayak orang normal. Itu yang membuat RSJ ngga membawanya," terang Narko.

6. Tulisan Misterius Sugeng di Bekas Rumahnya

Muhammad Luthfi (46), Ktua RW 06 Kelurahan Jodipan mengatakan bahwa Sugeng dulu merupakan warga Jodipan dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Rumah keluarga Sugeng sesudah dibeli _oleh ayah Lutfi dan membuat Keluarga Sugeng meninggalkan rumah tersebut. "Sekitar 7-8 thn lalu, rumah Sugeng dibeli ayah saya. Saya juga ngga tahu, kenapa rumah itu sampai dibeli.


Sesudah itu, keluarga Sugeng entah tinggal di mana," ucapnya. Menurut penuturan Lutfi, di dalam rumah tersebut juga ditemukan goresan tangan Sugeng. Tulisan aneh yang dibuat _oleh Sugeng menyebut nama Tuhan & beberapa nama keluarganya. "Keluarga Sugeng ini banyak, tetapi kebanyakan memiliki kelainan juga.

Seperti yang dialami Sutoyo, kakak Sugeng yang sudah tidak mau tau lagi dngn tetangga kanan kiri," ucapnya. Dalam setiap tulisan yang dibuat Sugeng, selalu terdapat kata-kata bernada dendam di dalamnya. Namun Lutfi tidak mengetahui kepada siapa Sugeng menyimpan dendam. "Entah itu dendam dngn warga, keluarganya, atau merasa seperti dikucilkan sesudah diusir warga," terangnya.

Luthfi yang juga pedagang di Pasar Besar Kot'a Malang ini, sudah menduga jika pelakunya Sugeng ketika memandang tulisan pelaku mutilasi. Menurut Luthfi, bentuk huruf yang ada di tulisan yang ditemukan di TKP dan kata-katanya mirip dengan yang ditulis Sugeng. Sugeng yang kini tinggal di sebuah rumah kosong pula menggoreskan tulisan di temboknya, hal tersebut juga diketahui _oleh Lutfi. "Saya usai menduga bila pelakunya itu Sugeng.

Krn setiap hari bila saya ke masjid pasti melewati rumah yang ditinggali Sugeng.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Mei 2019 )

Bukan karena harta yang melimpah/apa yang dimilik, orang dihormati. kehormatan adalah penghargaan bagi orang yang telah memberikan sesuatu yang berarti bagi orang yang membutuhkan.

Jadi aku tahu persis," ucapnya. Sedikitnya _ada dua tulisan besar dan beberapa tulisan kecil yang di tulis di tembok putih itu.

Sejumlah tulisan itu bertuliskan:

"Dendam sang arwah, Sugeng Angga Santoso"

"Besok jikalau aku mati, pembalasannya lebih kejam"

(Alif Nur Fitri Pratiwi)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Fakta Baru Kasus Mutilasi di Malang, Sugeng Lukai Alat Intim Korban Sampai Pingsan amp Kata Psikolog

Narko sesudah mengungkapkan perilaku aneh Sugeng saat masih menjadi tetangganya.

Menurut keterangan Narko, Sugeng pernah melakukan aksi kejahatan seper_ti memotong lidah kekasihnya & memukul kepala ayahnya dengan palu.

Sugeng (tengah) pelaku mutilasi di Pasar Besar Malang, sesaat diamankan orang yg bertugas di Polres Malang Kota, Miinggu (20/5/2019). (TRIBUNMADURA/RIFKY EDGAR)"Sugeng ini dari dulu selalu bikin gempar warga. Bahkan, Sugeng pula pernah di usir dari sini (Jodipan) sekitar 7-8 tahun lalu," ujarnya.

Narko yang dulu tinggal bersebelahan dngn Sugeng tahu betul watak asli tersangka pembunuhan di Pasar Besar Malang ini. Ternyata, perilaku aneh Sugeng disebut-sebut turunan dari keluarga. "Sepertinya gangguan ini sudah menggaris di keluarganya. Buktinya keluarganya saja sudah tidak tahu-menahu," ucapnya.

Narko pula sempat melaporkan Sugeng ke polisi karena hampir membakar rumahnya pd_ 2011 silam. Namun, pihak kepolisian belum bisa melakukan penangkapan sebab Sugeng memiliki riwayat pernh masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Hal inilah, yang membuat polisi enggan menangkap Sugeng. "Sugeng ini jika berbicara sama orang normal modelnya seper_ti orang gila.

Tapi, kalau pihak Rumah Sakit Jiwa yang mengajak berbicara dia kayak org normal. Itu yang membuat RSJ tak membawanya," terang Narko.

6. Tulisan Misterius Sugeng di Bekas Rumahnya

Muhammad Luthfi (46), Ktua RW 06 Kelurahan Jodipan mengatakan bahwa Sugeng dulu merupakan warga Jodipan & tinggal bersama kedua orang tuanya. Rumah keluarga Sugeng setelah dibeli oleh ayah Lutfi dan membuat Keluarga Sugeng meninggalkan rumah tersebut.


"Sekitar 7-8 thn lalu, rumah Sugeng dibeli ayah saya. Aku juga tak tahu, kenapa rumah itu smpai dibeli. Kemudian itu, keluarga Sugeng entah tinggal di mana," ucapnya. Menurut penuturan Lutfi, di dalam rumah tersebut juga ditemukan goresan tangan Sugeng.

Tulisan aneh yang dibuat _oleh Sugeng menyebut nama Tuhan dan beberapa nama keluarganya. "Keluarga Sugeng ini banyak, tapi kebanyakan mempunyai kelainan juga. Seper_ti yang dialami Sutoyo, kakak Sugeng yang sudah tak mau tau lagi dengan tetangga kanan kiri," ucapnya. Dalam setiap tulisan yang dibuat Sugeng, selalu terdapat kata-kata bernada dendam di dalamnya.

Namun Lutfi tak mengetahui ke-pada siapa Sugeng menyimpan dendam. "Entah itu dendam dengan warga, keluarganya, atau merasa seperti dikucilkan kemudian diusir warga," terangnya. Luthfi yang juga pedagang di Pasar Besar Kota Malang ini, usai menduga bila pelakunya Sugeng ketika menatap tulisan pelaku mutilasi. Menurut Luthfi, bentuk huruf yang ada di tulisan yang ditemukan di TKP & kata-katanya mirip dengan yang ditulis Sugeng.

Sugeng yang kini tinggal di sebuah rumah kosong pula menggoreskan tulisan di temboknya, hal tsb juga diketahui _oleh Lutfi. "Saya usai menduga bila pelakunya itu Sugeng. Krn setiap hari kalau saya ke masjid pasti melewati rumah yang ditinggali Sugeng. Jadi aku tahu persis," ucapnya.

Sedikitnya ada dua tulisan besar & beberapa tulisan kecil yang di tulis di tembok putih itu.

Sejumlah tulisan itu bertuliskan:

"Dendam sang arwah, Sugeng Angga Santoso"

"Besok jikalau aku mati, pembalasannya lebih kejam"

(Alif Nur Fitri Pratiwi)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dngn judul Fakta Baru Kasus Mutilasi di Malang, Sugeng Lukai Alat Intim Korban Sampai Pingsan amp Kata Psikolog

6. Tulisan Misterius Sugeng di Bekas Rumahnya

Muhammad Luthfi (46), Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan mengatakan bahwa Sugeng dulu adalah warga Jodipan & tinggal bersama kedua org tuanya. Rumah keluarga Sugeng setelah dibeli oleh ayah Lutfi dan membuat Keluarga Sugeng meninggalkan rumah tersebut. "Sekitar 7-8 thn lalu, rumah Sugeng dibeli ayah saya.


Saya juga ngga tahu, kenapa rumah itu sampai dibeli. Kemudian itu, keluarga Sugeng entah tinggal di mana," ucapnya. Menurut penuturan Lutfi, di dalam rumah tersebut juga ditemukan goresan tangan Sugeng. Tulisan aneh yang dibuat _oleh Sugeng menyebut nama Tuhan dan beberapa nama keluarganya.

"Keluarga Sugeng ini banyak, tetapi kebanyakan memiliki kelainan juga. Seperti yang dialami Sutoyo, kakak Sugeng yang sudah tidak mau tau lagi dengan tetangga kanan kiri," ucapnya. Dalam setiap tulisan yang dibuat Sugeng, selalu terdapat kata-kata bernada dendam di dalamnya. Namun Lutfi tak mengetahui ke-pada siapa Sugeng menyimpan dendam.

"Entah itu dendam dngn warga, keluarganya, atau merasa seper_ti dikucilkan kemudian diusir warga," terangnya. Luthfi yang juga pedagang di Pasar Besar Kota Malang ini, sudah menduga jikalau pelakunya Sugeng ketika memandang tulisan pelaku mutilasi. Menurut Luthfi, bentuk huruf yang ada di tulisan yang ditemukan di TKP dan kata-katanya mirip dngn yang ditulis Sugeng. Sugeng yang kini tinggal di sebuah rumah kosong pula menggoreskan tulisan di temboknya, hal tsb juga diketahui oleh Lutfi.

"Saya usai menduga jikalau pelakunya itu Sugeng. Karena setiap hari kalau saya ke masjid pasti melewati rumah yang ditinggali Sugeng. Jadi aku tahu persis," ucapnya. Sedikitnya _ada dua tulisan besar dan beberapa tulisan kecil yang di tulis di tembok putih itu.

Sejumlah tulisan itu bertuliskan:

"Dendam sang arwah, Sugeng Angga Santoso"

"Besok bila aku mati, pembalasannya lebih kejam"

(Alif Nur Fitri Pratiwi)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Fakta Baru Kasus Mutilasi di Malang, Sugeng Lukai Alat Intim Korban Sampai Pingsan amp Kata Psikolog

Luthfi yang juga pedagang di Pasar Besar Kota Malang ini, sudah menduga kalau pelakunya Sugeng ketika memandang tulisan pelaku mutilasi. Menurut Luthfi, bentuk huruf yang ada di tulisan yang ditemukan di TKP & kata-katanya mirip dengan yang ditulis Sugeng. Sugeng yang kini tinggal di sebuah rumah kosong juga menggoreskan tulisan di temboknya, hal tsb juga diketahui _oleh Lutfi. "Saya usai menduga kalau pelakunya itu Sugeng.


Karena setiap hari bila saya ke masjid pasti melewati rumah yang ditinggali Sugeng. Jadi aku tahu persis," ucapnya. Sedikitnya ada dua tulisan besar & beberapa tulisan kecil yang di tulis di tembok putih itu.

Sejumlah tulisan itu bertuliskan:

"Dendam sang arwah, Sugeng Angga Santoso"

"Besok bila aku mati, pembalasannya lebih kejam"

(Alif Nur Fitri Pratiwi)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Fakta Baru Kasus Mutilasi di Malang, Sugeng Lukai Alat Intim Korban Sampai Pingsan amp Kata Psikolog


Dibantu sharing beritanya ya teman-teman news.xcoid.com, Terima kasih semuanya..

Sumber: www*tribunnews*com/regional/2019/05/21/sugeng+lukai+alat+intim+korban+sampai+pingsan+ini+fakta+fakta+terbaru+kasus+mutilasi+di+malang
Share Berita