Wanita Tuban Ini Laporkan Suami Usai Alami Kekerasan, Ini Yang Melatarbelakangi Laporan
Perkembangan teknologi online , menjadikan informasi didapat dengan akurat dan cepat, ayuk baca info lengkap mengenai "Wanita Tuban Ini Laporkan Suami Usai Alami Kekerasan, Ini Yang Melatarbelakangi Laporan-#txmyew ( hari Rabu , Mei )" :

Laporan Wartawan Surya M Sudarsono

news.xcoid.com, TUBAN RDS (32), warga Desa Pandanagung, Kecamatan Soko, Tuban yang melaporkan suaminya, EPP (33) krn melakukan penganiayaan terhadapnya. RDS mengalami luka di bagian pelipis sebelah kiri usai terkena pukulan dari sang suami.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Segala memiliki awal pasti memiliki akhir.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Mei 2019 )

Kecantikan hakiki bukan dari wajah, melainkan terpancar dari hati.

"Saya melaporkan kasus ini ke Polres Tuban, krn saya mengalami kekerasan pemukulan," kata korban didampingi keluarga, Rabu (22/5/2019). Dia menjelaskan, selain permasalahan buku nikah juga diduga ada orang ketiga dalam rumah tangga mereka.

Persoalan itu bermula saat tinggal di Papua Manokwari, sejak 2014 silam. Di situ diduga ada orang ketiga yang membuat hubungan keluarga retak yang membuat sang istri tidak tahan dan memilih kembali ke kampung halaman seorang diri pada tahun 2015, bersama keluarga & anaknya.

"Saya pulang ke kampung bersama keluarga, sedangkan suami masih di Papua," tutur ibu rumah tangga yang memiliki satu anak wanita tersebut.

Baca: Renovasi Sarana Pendidikan & Ibadah di Papua, Yayasan Muslim Sinar Mas Gandeng ETF

Rumit menambahkan, EPP yang merupakan seorang PNS dimutasi tugas sebagai Air Traffic Controler (ATC) di Bandara Ngurah Rai Bali.

Di Pulau Dewata, EPP diduga tinggal bersama istri siri yang juga dikaruniai satu anak.

Sejak itu sudah jarang komunikasi.


Jika pun pulang ke Tuban sang suami hanya menjenguk orang tuanya yang tinggal di Karang Indah Tuban. Terlapor sempat datang ke rumah istrinya, Sabtu (17/5/2019) siang, utk menjenguk anak dan meminta buku nikah. Disitu, terlapor sempat bermain bersama anaknya sehingga malam hari, sekitar pukul 19.00 Wib. Lalu suami minta dua buku nikah, tetapi dikasih satu buku nikah pegangan suami.

Namun, terlapor tidak mau & bersikukuh untuk meminta keduanya. Tidak terima, hingga akhirnya terjadi cekcok antr suami istri di rumah mertua. Sang anak yang masih duduk di bangku SD kelas I langsung memeluk ibunya lantaran takut. "Saya akhirnya dipukul dengan tangan kosong lalu suami pergi, alasan meminta dua buku nikah adalah untuk melepas status PNS-nya," jelasnya.

Keluarga korban yang tak terima langsung melaporkan peristiwa ke Polsek setempat & diteruskan ke UPPA Satreskrim Polres Tuban, Miinggu siang, (18/5/2019), dngn harapan persoalan ini agar segera ditangani. Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo, membenarkan adanya laporan dugaan KDRT tersebut. Kasus itu masih dilakukan pendalaman dngn mendatangkan bbrp saksi terkait.

"Memang ada laporan kekerasan dalam rumah tangga, msh kita dalami," pungkasnya.


'

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo, membenarkan adanya laporan dugaan KDRT tersebut.


Kasus itu masih dilakukan pendalaman dngn mendatangkan beberapa saksi terkait.

"Memang ada laporan kekerasan dalam rumah tangga, masih kita dalami," pungkasnya.

[[iframe]]

Semoga info/tips/berita yang kami sampaikan dapat memperkaya wawasan anda ( news.xcoid.com berita Rabu /Mei /2019 )

Sumber: www*tribunnews*com/regional/2019/05/22/wanita+tuban+ini+laporkan+suami+usai+alami+kekerasan+ini+yang+melatarbelakangi+laporan
Share Berita