Cerita Seorang Kakek Yang Menangis Dagangannya Dijarah Peserta Aksi 22 Mei, Hanya Pasrah & Berdoa
Baca informasi mengenai "Cerita Seorang Kakek Yang Menangis Dagangannya Dijarah Peserta Aksi 22 Mei, Hanya Pasrah & Berdoa-#ytkdrb", pada hari Kamis ini, diliput selengkapnya : news.xcoid.com, JKRTA Usma (64), seorang pedagang di Jalan KH Wahid Hasyim, tampak terduduk lesu di atas warung kecilnya. Matanya memerah seperti sedang menahan tangis.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Kerusuhan massa yang terjadi pd_ Rabu (22/5/2019) malam turut serta merugikan Usma yang sudah puluhan tahun berdagang di Jalan KH Wahid Hasyim. Rokok & minuman dagangannya ludes dijarah massa yang mengamuk. "Rugi kurang lebih Rp 20 juta.

Yang diambil rokok sama minuman dagangan. Rokok sisa dua bungkus dari awalnya banyak slop," kata Usma sesaat berbincang dngn Kompas.com, Kaamis (23/5/2019).



Usma, pemilik warung di Jalan KH Wahid Hasyim menutup warungnya yang dijarah massa pd_ Kamis (23/5/2019).(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D) ()

Usma mengisahkan, penjarahan itu terjadi pd_ Rabu tengah malam. Saat itu, kerusuhan sedang memanas karena massa yang bikin onar di perempatan Sarinah dipukul undur ke arah Gondangdia. Sebetulnya, Usma sudah mengantisipasi kericuhan massa dengan menutup lapak ketika jam menunjukkan pukul 23.00 WIB.


Namun, lapaknya tetap dijebol perusuh. "Padahal, saya sudah kunci rapat ini lapaknya. Balik-balik tadi pagi usai kosong melompong warungnya," kata Usma sambil memandang kiosnya yang bercat putih.

Usma tak hanya kehilangan barang dagangan.

Massa perusuh melakukan pembakaran saat bentrokan dngn polisi di sekitar Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi massa yang menuntut pengungkapan dugaan kecurangan Pilpres 2019 berujung bentrok sesaat massa mulai menyerang polisi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

News/HERUDIN (news/HERUDIN)Uang tabungan & beberapa helai pakaian yang ia miliki pula ikut ludes. "Saya baju enggak ada yang tertinggal satu pun. Sisanya enggak ada, terbakar, krn ditaruh di pos polisi.

Makanya saya mau pulang dulu," ujar Usma. Atas kejadian itu, Usma pun usai melapor kepada polisi. Saat ditanya harapannya, dia tak neko-neko. Ia hanya berharap agar Jakarta selalu aman & kejadian serupa ngga terjadi lagi.

Pos polisi ikut dibakar

Sementara itu, pihak kepolisian menceritakan kronologis pembakaran terhadap pos polisi Sabang, Jakarta Pusat oleh massa aksi 22 Mei 2019.

Kepala Pos Polisi (Kapospol) Sabang, Iptu Kardiana mengungkapkan pembakaran bermula sesaat massa yang buyar karena dipukul undur dari kawasan depan Gedung Bawaslu RI lari ke arah Sabang. Lalu terjadi penumpukan massa di depan Pospol Sabang. Kejadian sendiri terjadi sekitar pukul 24.00 WIB sampai 01.00 WIB.

"Mereka mecahin kaca semua. Sepeda motor dibakar.


Aku pantau lagi, posnya yang dibakar," ujar Kardiana saat dikonfirmasi, Kamis (23/5/2019). Pos Polisi Sabang terlihat hancur. (Dennis Destryawan/news.xcoid.com)Kardiana mengakui sempat dikejar massa, tetapi dirinya berhasil menyelamatkan diri. Atas kejadian tersebut, ditaksir banyak kerugian pd_ pihak kepolisian. "Ada smua TV, kursi, semua, motor dua (rusak).

Yang lain hilang. Ya pokoknya lebih dari satu lah. (Ratusan juta) iya sama bangunannya," ungkap Kardiana.

Baca: Cerita Perusuh 22 Mei Disemprot Gas Air Mata, Teriak Minta Tolong Panggil-panggil Mamanya

Sebelumnya diberitakan, massa membakar Pos Polisi Sabang yang berjarak tak jauh dari Gedung Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia. Selain dibakar, pospol itu juga dicoret-coret.


Ada tulisan berbunyi Police Biadab di bangunan tersebut.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Pelaku rusuh

Demonstrasi menentang hasil rekapitulasi Pilpres 2019 di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, berujung ricuh. Aksi damai yang dimulai sejak Selasa (21/5/2019) siang dan berakhir pada malam hari, disusupi sekelompok orang yang melakukan provokasi & akhirnya berakhir rusuh.


Kerusuhan msh berlanjut hingga Rabu (22/5/2019), meluas dari depan Kantor Bawaslu hingga ke kawasan Tanah Abang, Jalan Sabang, dan Asrama Brimob di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat.

Berikut hasil temuan penyebab kerusuhan yang dihimpun pihak kepolisian:

1. Ada skenario ciptakan kerusuhan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, & Keamanan Wiranto menyebutkan, aksi yang berujung ricuh pada Selasa (21/5/2019) malam di depan Gedung Bawaslu & Rabu (22/5/2019) dinihari di kawasan Petamburan dan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilakukan oleh perusuh. Menurut Wiranto, ada skenario utk membuat kekacauan yang bertujuan menyerang aparat keamanan & menimbulkan antipati terhadap pemerintahan yang sah.

"Ada skenario utk membuat kekakcauan, menyerang aparat keamanan, dan menciptakan antipati kepada pemerintahan yang sah," kata Wiranto, dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu siang.

Sebuah sepeda motor dirusak massa perusuh sesaat bentrokan dengan polisi di sekitar Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu_ (22/5/2019).

Aksi massa yang menuntut pengungkapan dugaan kecurangan Pilpres 2019 berujung bentrok saat massa mulai menyerang polisi. news/HERUDIN (news/HERUDIN)Aksi _oleh kelompok perusuh ini dilakukan hampir bersamaan sesudah berakhirnya aksi yang dilakukan oleh sekelompok massa yang menolak hasil Pilpres 2019. "Ada perusuh yang melakukan penyerangan asrama keluarga Brimob dan polisi tinggal. Tujuannya menciptakan kekcauan hingga menimbulkan korban. Korban ini sesudah dituduhkan kepada aparat keamanan bahwa aparat keamanan yang melakukan," kata Wiranto.

2. Massa yang rusuh berbeda dengan massa yang aksi damai di Bawaslu

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, massa yang datang pd_ dini hari ke kawasan Tanah Abang dan Wahid Hasyim, Jakarta, bukanlah massa spontan. Dia menyebutkan, massa ini sudah dipersiapkan dan terencana. "Saya menyampaikan bahwa dari rangkaian tadi, bahwa peristiwa dini hari tadi merupakan bukan massa spontan, bukan persitiwa spontan, namun by design, sudah di-setting," kata Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Rabu_ (22/5/2019). Pihaknya menjelaskan, massa tsb berbeda dngn massa yang berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5/2019).


Sebab, massa ini sudah berhasil dibubarkan. "Ini massa setting-an yang memang sengaja utk rusuh," kata dia.

3. Massa bayaran

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya menemukan uang dngn jumlah total Rp 6 juta dari _para provokator yang ditangkap karena melakukan aksi anarkistis di depan gedung Bawaslu & Asrama Brimob Petamburan. Bahkan, sesaat diperiksa, provokator yang mayoritas ialah anak-anak muda ini mengakui dibayar utk melakukan aksinya.


"Yang diamankan ini kami lihat, tergolong yang di depan Bawaslu, ditemukan di mereka amplop berisikan uang totalnya hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya. Mereka mengiyakan ada yang bayar," kata Tito dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan, pihaknya menduga kericuhan yang terjadi kemudian pembubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi uang pun ditemukan dari massa yang diamankan.

"Ada pula massa yang masih simpan amplop, uangnya msh ada, dan kami sdng mendalami itu," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

4. Preman bayaran

Aksi massa yang rusuh pada tengah malam hingga dini hari tadi, Rabu (22/5/2019) dilakukan oleh orang yang berbeda dari aksi di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan aksi yang ricuh dilakukan _oleh sekelompok orang bertato. "Yang menyerang itu preman-preman yang dibayar, bertato," tutur Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Dengan keyakinan kita dapat memindahkan gunung, akan tapi tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.

Preman tsb menyerang aparat keamanan termasuk asrama-asrama kepolisian yang dihuni oleh keluarga anggota.

5. Massa perusuh mayoritas dari luar Jakarta

Sejak Selasaa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) dini hari, polisi berhasil mengamankan 69 orang yang diduga provokator dalam kerumunan pengunjuk rasa di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mayoritas mereka datang dari luar Jakarta.


"Dari hasil pemeriksaan sementara, mayoritas massa dari Banten, Jabar, dan Jateng, & ada bukti-bukti, _ada satu ambulans penuh dengan batu," ucapnya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu. Dari 69 provokator itu, sebanyak 58 org ditangkap setelah polisi berusaha memukul mundur massa pengunjuk rasa di depan kantor Bawaslu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Sukses hanya bagi orang yang tetap semangat meski halangan dan rintangan di depan mata.

6. Ambulans berlogo partai penuh dengan batu di dekat tempat aksi

Polisi menemukan ambulans berlogo partai yang di dalamnya penuh dngn batu dan alat-alat di dekat lokasi demonstrasi.


Namun, polisi enggan menyebutkan nama partai yang logonya terpasang di ambulans tersebut. "Ada satu ambulans. Aku tak akan sebutkan ambulansnya _ada (logo) partainya, itu penuh dngn batu & alat-alat. Sudah kami amankan," ujar Iqbal.

Sesaat ditanya kembali di mna tepatnya lokasi penemuan ambulans tersebut, Iqbal tidak menjawab.

7. Pemerintah sudah tahu dalang kerusuhan

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah usai mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi sesudah unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasaa (21/5/2019).

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Sukses hanya bagi orang yang tetap semangat meski halangan dan rintangan di depan mata.

Wiranto memastikan, aparat keamanan akan bertindak tegas.

Hal itu disampaikan Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu_ (22/5/2019). "Kami sebenarnya, dari hasil investigasi sesaat ini, sudah tahu dalang aksi tersebut. Aparat keamanan dengan seluruh kekuatan bakal bertindak tegas se_cara hukum," kata Wiranto. Wiranto mengatakan, berdasarkan rangkaian peristiwa sehingga kerusuhan pecah, pihaknya memandang ada upaya mmbuat kekacauan nasional.

Hal itu, kata dia, terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.

8. Didalangi tiga kelompok

Pemerintah sebelumnya sudah mengidentifikasi ada kelompok yang memanfaatkan situasi dan membuat kacau sesaat rekapitulasi penghitungan Pemilu 2019 di KPU.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Sukses hanya bagi orang yang tetap semangat meski halangan dan rintangan di depan mata.


Kelompok pertama yakni para teroris yang bakal beraksi di 22 Mei, namun sudah lebih dulu diamankan _oleh Densus 88 Mabes Polri. Kelompok kedua adalah upaya penyelundupan senjata yang berhasil diendus _oleh Intelijen. Atas aksi ini, ada dua org yang ditangkap. Mereka yakni Purnawirawan TNI berpangkat Mayjen berinisial S yang juga mantan Danjen Kopasus serta seorang oknum berstatus militer aktif berpangkat Praka inisial BP.

Kini keduanya sedang menjalani proses hukum _oleh penyidik Mabes Polri & POM TNI atas dugaan penyelundupan senjata terkait aksi 22 Mei menyikapi rekapitulasi KPU dalam Pilpres 2019.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kantornya, Senin (20/5/2019) lalu sudah menyatakan motif penyelundupan senjata, terindikasi utk menciptakan isu adanya penambak jitu (sniper).

Teranyar tiga orang berhasil diamankan berikut dua senjata laras panjang dan amunisinya sebagai barang bukti. "Sebagai kelanjutan dari penangkapan senjata laras panjang yang pernah aku sampaikan. Sesaat ini pula telah ditangkap tiga orang sebagai aktornya," ujar Moeldoko, Rabu_ (22/5/2019) di kantornya.

"Ini massa setting-an yang memang sengaja utk rusuh," kata dia.

3. Massa bayaran

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya menemukan uang dngn jumlah total Rp 6 juta dari _para provokator yang ditangkap sebab melakukan aksi anarkistis di depan gedung Bawaslu dan Asrama Brimob Petamburan.


Bahkan, saat diperiksa, provokator yang mayoritas merupakan anak-anak muda ini mengaku dibayar utk melakukan aksinya. "Yang diamankan ini kami lihat, termasuk yang di depan Bawaslu, ditemukan di mereka amplop berisikan uang totalnya hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya. Mereka mengakui ada yang bayar," kata Tito dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu_ (22/5/2019).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Sukses hanya bagi orang yang tetap semangat meski halangan dan rintangan di depan mata.


Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan, pihaknya menduga kericuhan yang terjadi sesudah pembubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu _oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi uang pun ditemukan dari massa yang diamankan. "Ada pula massa yang masih simpan amplop, uangnya msh ada, & kami sedang mendalami itu," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

4. Preman bayaran

Aksi massa yang rusuh pd_ tengah malam hingga dini hari tadi, Rabu_ (22/5/2019) dilakukan oleh orang yang berbeda dari aksi di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu.


Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, & Keamanan Wiranto mengatakan aksi yang ricuh dilakukan oleh sekelompok orang bertato.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

"Yang menyerang itu preman-preman yang dibayar, bertato," tutur Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu. Preman tsb menyerang aparat keamanan termasuk asrama-asrama kepolisian yang dihuni oleh keluarga anggota.

5. Massa perusuh mayoritas dari luar Jakarta

Sejak Selasa (21/5/2019) malam sehingga Rabu (22/5/2019) dini hari, polisi berhasil mengamankan 69 orang yang diduga provokator dalam kerumunan pengunjuk rasa di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mayoritas mereka datang dari luar Jakarta. "Dari hasil pemeriksaan sementara, mayoritas massa dari Banten, Jabar, & Jateng, & ada bukti-bukti, _ada satu ambulans penuh dengan batu," ucapnya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu. Dari 69 provokator itu, sebanyak 58 orang ditangkap setelah polisi berusaha memukul mundur massa pengunjuk rasa di depan kantor Bawaslu.


6. Ambulans berlogo partai penuh dngn batu di dekat lokasi aksi

Polisi menemukan ambulans berlogo partai yang di dalamnya penuh dengan batu & alat-alat di dekat tempat demonstrasi. Namun, polisi enggan menyebutkan nama partai yang logonya terpasang di ambulans tersebut. "Ada satu ambulans. Saya tak bakal sebutkan ambulansnya _ada (logo) partainya, itu penuh dengan batu & alat-alat.


Sudah kami amankan," tutur Iqbal. Sesaat ditanya kembali di mana tepatnya tempat penemuan ambulans tersebut, Iqbal tidak menjawab.

7. Pemerintah sudah tahu dalang kerusuhan

Menteri Koordinator Bidang Politic Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah usai mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi sesudah unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasaa (21/5/2019). Wiranto memastikan, aparat keamanan akan bertindak tegas.


Hal itu disampaikan Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu_ (22/5/2019). "Kami sebenarnya, dari hasil investigasi sesaat ini, usai tahu dalang aksi tersebut. Aparat keamanan dngn seluruh kekuatan bakal bertindak tegas secara hukum," kata Wiranto. Wiranto mengatakan, berdasarkan rangkaian peristiwa sehingga kerusuhan pecah, pihaknya memandang ada upaya membuat kekacauan nasional.

Hal itu, kata dia, terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.

8. Didalangi tiga kelompok

Pemerintah sebelumnya sudah mengidentifikasi ada kelompok yang memanfaatkan situasi dan membuat kacau saat rekapitulasi penghitungan Pemilu 2019 di KPU. Kelompok pertama yakni _para teroris yang bakal beraksi di 22 Mei, tetapi sudah lebih dulu diamankan _oleh Densus 88 Mabes Polri. Kelompok kedua ialah upaya penyelundupan senjata yang berhasil diendus oleh Intelijen.


Atas aksi ini, ada dua org yang ditangkap. Mereka yakni Purnawirawan TNI berpangkat Mayjen berinisial S yang juga mantan Danjen Kopasus serta seorang oknum berstatus militer aktif berpangkat Praka inisial BP.

Kini keduanya sedang menjalani proses hukum oleh penyidik Mabes Polri & POM TNI atas dugaan penyelundupan senjata terkait aksi 22 Mei menyikapi rekapitulasi KPU dalam Pilpres 2019.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kantornya, Seniin (20/5/2019) lalu sudah menyatakan motif penyelundupan senjata, terindikasi untuk menciptakan isu adanya penambak jitu (sniper).

Teranyar tiga org berhasil diamankan berikut dua senjata laras panjang & amunisinya sebagai barang bukti.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.


"Sebagai kelanjutan dari penangkapan senjata laras panjang yang pernah saya sampaikan. Saat ini pula telah ditangkap tiga orang sebagai aktornya," tutur Moeldoko, Rabu (22/5/2019) di kantornya.

"Yang menyerang itu preman-preman yang dibayar, bertato," tutur Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu. Preman tsb menyerang aparat keamanan tergolong asrama-asrama kepolisian yang dihuni oleh keluarga anggota.

5. Massa perusuh mayoritas dari luar Jakarta

Sejak Selasaa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) dini hari, polisi berhasil mengamankan 69 orang yang diduga provokator dalam kerumunan pengunjuk rasa di kawasan Tanah Abang, Jakarta.


Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mayoritas mereka datang dari luar Jakarta. "Dari hasil pemeriksaan sementara, mayoritas massa dari Banten, Jabar, dan Jateng, & ada bukti-bukti, ada satu ambulans penuh dngn batu," katanya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu. Dari 69 provokator itu, sebanyak 58 org ditangkap setelah polisi berusaha memukul undur massa pengunjuk rasa di depan kantor Bawaslu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Sukses hanya bagi orang yang tetap semangat meski halangan dan rintangan di depan mata.


6. Ambulans berlogo partai penuh dngn batu di dekat lokasi aksi

Polisi menemukan ambulans berlogo partai yang di dalamnya penuh dngn batu dan alat-alat di dekat lokasi demonstrasi. Namun, polisi enggan menyebutkan nama partai yang logonya terpasang di ambulans tersebut. "Ada satu ambulans. Aku tak bakal sebutkan ambulansnya _ada (logo) partainya, itu penuh dengan batu & alat-alat.


Usai kami amankan," tutur Iqbal. Sesaat ditanya kembali di mna tepatnya lokasi penemuan ambulans tersebut, Iqbal tak menjawab.

7. Pemerintah sudah tahu dalang kerusuhan

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi sesudah unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Wiranto memastikan, aparat keamanan bakal bertindak tegas.


Hal itu disampaikan Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019). "Kami sebenarnya, dari hasil investigasi sesaat ini, sudah tahu dalang aksi tersebut. Aparat keamanan dengan seluruh kekuatan bakal bertindak tegas secara hukum," kata Wiranto. Wiranto mengatakan, berdasarkan rangkaian peristiwa sehingga kerusuhan pecah, pihaknya menatap ada upaya membuat kekacauan nasional.

Hal itu, kata dia, terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.

8. Didalangi tiga kelompok

Pemerintah sebelumnya usai mengidentifikasi _ada kelompok yang memanfaatkan situasi dan membuat kacau saat rekapitulasi penghitungan Pemilu 2019 di KPU. Kelompok pertama yakni _para teroris yang bakal beraksi di 22 Mei, tetapi sudah lebih dulu diamankan _oleh Densus 88 Mabes Polri. Kelompok kedua adalah upaya penyelundupan senjata yang berhasil diendus oleh Intelijen.


Atas aksi ini, _ada dua orang yang ditangkap. Mereka yakni Purnawirawan TNI berpangkat Mayjen berinisial S yang juga mantan Danjen Kopasus serta seorang oknum berstatus militer aktif berpangkat Praka inisial BP.

Kini keduanya sedang menjalani proses hukum _oleh penyidik Mabes Polri dan POM TNI atas dugaan penyelundupan senjata terkait aksi 22 Mei menyikapi rekapitulasi KPU dalam Pilpres 2019.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kantornya, Senin (20/5/2019) la_lu sudah menyatakan motif penyelundupan senjata, terindikasi untuk menciptakan isu adanya penambak jitu (sniper).

Teranyar tiga orang berhasil diamankan berikut dua senjata laras panjang dan amunisinya sebagai barang bukti. "Sebagai kelanjutan dari penangkapan senjata laras panjang yang pernah aku sampaikan.


Saat ini pula telah ditangkap tiga orang sebagai aktornya," tutur Moeldoko, Rabu (22/5/2019) di kantornya.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah usai mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi kemudian unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Wiranto memastikan, aparat keamanan akan bertindak tegas. Hal itu disampaikan Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019). "Kami sebenarnya, dari hasil investigasi saat ini, sudah tahu dalang aksi tersebut.


Aparat keamanan dngn seluruh kekuatan bakal bertindak tegas se_cara hukum," kata Wiranto. Wiranto mengatakan, berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, pihaknya memandang ada upaya mmbuat kekacauan nasional. Hal itu, kata dia, terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.

8. Didalangi tiga kelompok

Pemerintah sebelumnya sudah mengidentifikasi _ada kelompok yang memanfaatkan situasi dan membuat kacau sesaat rekapitulasi penghitungan Pemilu 2019 di KPU.


Kelompok pertama yakni para teroris yang bakal beraksi di 22 Mei, tetapi sudah lebih dulu diamankan oleh Densus 88 Mabes Polri. Kelompok kedua adalah upaya penyelundupan senjata yang berhasil diendus _oleh Intelijen. Atas aksi ini, ada dua orang yang ditangkap. Mereka yakni Purnawirawan TNI berpangkat Mayjen berinisial S yang juga mantan Danjen Kopasus serta seorang oknum berstatus militer aktif berpangkat Praka inisial BP.

Kini keduanya sdng menjalani proses hukum _oleh penyidik Mabes Polri dan POM TNI atas dugaan penyelundupan senjata terkait aksi 22 Mei menyikapi rekapitulasi KPU dalam Pilpres 2019.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kantornya, Senin (20/5/2019) lalu sudah menyatakan motif penyelundupan senjata, terindikasi utk menciptakan isu adanya penambak jitu (sniper).

Teranyar tiga orang berhasil diamankan berikut dua senjata laras panjang dan amunisinya sebagai barang bukti. "Sebagai kelanjutan dari penangkapan senjata laras panjang yang pernah saya sampaikan. Sesaat ini pula telah ditangkap tiga org sebagai aktornya," ungkap Moeldoko, Rabu_ (22/5/2019) di kantornya.

Mereka yakni Purnawirawan TNI berpangkat Mayjen berinisial S yang juga mantan Danjen Kopasus serta seorang oknum berstatus militer aktif berpangkat Praka inisial BP.

Kini keduanya sedang menjalani proses hukum oleh penyidik Mabes Polri dan POM TNI atas dugaan penyelundupan senjata terkait aksi 22 Mei menyikapi rekapitulasi KPU dalam Pilpres 2019.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kantornya, Seniin (20/5/2019) la_lu sudah menyatakan motif penyelundupan senjata, terindikasi untuk menciptakan isu adanya penambak jitu (sniper).

Teranyar tiga org berhasil diamankan berikut dua senjata laras panjang dan amunisinya sebagai barang bukti.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Dengan keyakinan kita dapat memindahkan gunung, akan tapi tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.

"Sebagai kelanjutan dari penangkapan senjata laras panjang yang pernah aku sampaikan. Sesaat ini juga telah ditangkap tiga orang sebagai aktornya," tutur Moeldoko, Rabu_ (22/5/2019) di kantornya. Sekian info yang kami sampaikan, update terus info menarik disini news.xcoid.com ( arsip berita Kamis /Mei )

Sumber: www*tribunnews*com/metropolitan/2019/05/23/cerita+seorang+kakek+yang+menangis+dagangannya+dijarah+peserta+aksi+22+mei+hanya+pasrah+dan+berdoa
Share Berita