OPINI: Ibu Kota Baru Dan Peradaban Baru
Perkembangan teknologi online , menjadikan informasi didapat dengan akurat dan cepat, ayuk baca info lengkap mengenai "OPINI: Ibu Kota Baru Dan Peradaban Baru-#tygdsb ( hari Kamis , Mei )" :

Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (30/4/2019). Pemerintah berencana memindahkan ibu kot'a dari Jkrta lantaran Pulau Jawa dinilai sudah terlalu padat penduduk.

(news.xcoid.com/JohanTallo)news.xcoid.com, Jkrta Gagasan pemindahan ibu kota baru kembali digulirkan Presiden Jokowi baru-baru ini. Pemindahan ibu kota bukanlah sesuatu fenomena baru, banyak negara telah melakukannya, seperti Brasil, Pakistan, Nigeria, Jerman, & baru-baru ini Israel. Bagi Iindonesia sendiri, gagasan utk pemindahan ibu kot'a negara usai dirintis Presiden Soekarno pd_ dekade 1950-an. Bahkan proyeksi tempat juga sudah ditetapkan, yakni Palangkaraya (kini ibu kota Kalimantan Tengah).

Sebagaimana Soekarno, Jokowi yang juga dikenal sebagai presiden visioner, ingin mewujudkan cita-cita lama pendahulunya tersebut. Semoga pada periode kedua pemeritahan Jokowi, pergerakan (progress) menuju ibu kot'a baru menemukan wujud konkretnya. Perpindahan ibu kota baru, selain cita-cita, pula sebuah momentum historis kalau tidak diwujudkan segera, entah kapan lagi datang kesempatan seperti ini.

Sekarang atau tidak sama sekali.


Penulis ingin sedikit sumbang saran terhadap mega proyek rezim Jokowi tersebut, satu catatan penting, bahwa selain soal pembangunan infrastruktur, perlu pula dipikirkan "spirit" dari ibu kota yang baru nanti. Ibarat sebuah lukisan yang bagus, selain enak dipandang, idealnya lukisan pula berjiwa.

Spirit kebangsaan

Ibu kota yang baru adalah harapan. Selain prima dalam mendukung administrasi pemerintahan, ibu kota juga adalah etalase negeri.


Kita berharap, keberadaan ibu kota baru pula meningkatkan martabat kita sebagai bangsa. Salah satu cara yang bisa ditempuh ialah membangun infrastruktur kesenian. Lebih Dari Satu rakyat kita kreatif di bidang kesenian, hingga kita bisa memandang kota-kota seper_ti Jakarta, Bandung, Yogya, Solo, Surabaya, Jember, Banyuwangi, dan seterusnya, memiliki kantong-kantong kegiatan kesenian. Panggung kesenian menjadikan jiwa warga sebuah kota tidak "kering".

Bisa jadi pembangunan infrastruktur kesenian bukan prioritas, namun hal itu jgn dilupakan. Salah satu problem warga kita merupakan jiwa yang kosong, sanubarinya kurang terlatih, sehingga tidak sensitif atas situasi lingkungan. Kekosongan jiwa itulah yang menjadi penyebab, masyarakat kita hanya sibuk memikirkan kekuasaan & jabatan saja. Ada hikmah yang bisa kita dapatkan, bila ibu kot'a baru benar-benar terwujud kelak, mengingat Jakarta hari ini sudah demikian sesak dan masalahnya usai begitu menumpuk.

Kita bisa menulis berlembar-lembar soal masalah di Jakarta, seper_ti kemacetan lalulintas tiada henti, penduduk yang berlebih, kesenjangan sosial kaya-miskin, soal ketersediaan air bersih, banjir rutin, dan seterusnya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.

Namun yang ingin penulis sampaikan adalah soal fakta historis Jakarta. Nama Jkrta sendiri diambil dari Jayakarta, nama Jkrta sebelum datangnya era kolonial di Abad 17. Sedangkan terdapat kata "Jaya", Jkrta tidak selamanya identik dengan kejayaan.

Bahwa Jakarta juga menyimpan kisah pahit, yakni sesaat kota ini dijadikan pusat pemerintahan kolonial Belanda. Di balik gemerlapnya sebagai kot'a (Batavia), dari kot'a ini juga pemerintah kolonial mengatur eksploitasi tanah jajahan se_cara masif. Benar, kita membutuhkan ibu kota baru, yang merupakan genuine karya anak bangsa sendiri, sementara Jkrta tetap mempunyai posisi terhormat sebagai situs sejarah. Bahwa dari Jakarta pula, dimulai pergerakan nasional melawan kolonial, hingga mencapai puncaknya sesaat teks Proklamasi dibacakan oleh Soekarno dan Hatta.2 dari 3 halamanMemecah kesejahteraan

Pemerintah mengkaji pemindahan Ibu Kota pemerintahan dari Jakarta.

(news.xcoid.com/Abdillah)Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang PS Brojonegoro baru saja menyampaikan program besar pemerintah utk kurun waktu 2020-2024, yakni pembangunan infrastruktur se_cara besar-besaran, tergolong menyiapkan ibu kota baru. Estimasi dana yang dibutuhkan sekitar USD 412 miliar(setara Rp 6.000 triliun). Sebagian besar dana akan terserap pd_ proyek pembagunan 25 bandara baru, pelabuhan dan pembangkit listrik. Sebagaimana tagline Presiden Jokowi selama ini, bahwa konektivitas merupakan yang utama.

Proyek besar tsb bisa dijadikan pendorong peningkatan kesejahteraan wilayah Indonesia Timur. Kawasan atau wilayah yang bakal dibidik sebagai ibu kot'a baru merupakan Kalimantan, artinya condong ke timur Indonesia. Kawasan timur Indonesia adalah paradoks, wilayah dngn sumber daya alam melimpah, tapi rakyatnya tetap miskin, ibarat pepatah lama "ayam mati di lumbung padi".
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Dengan keyakinan kita dapat memindahkan gunung, akan tapi tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.


Sulit diterima nalar, kekayaan negeri ini justru mengundang petaka. Pengalaman di Timika bisa dijadikan pelajaran pahit, & tak usah terulang kembali. Kekayaan alam yang dimiliki sebuah negara, dalam kasus Timika ialah emas, justru menjadi sasaran serbuan kepentingan ekonomic berbagai pihak, hingga rakyat yang tinggal di sekitar tempat tambang (atau SDA lain), tetap tinggal dalam kemiskinan. Terpinggirkannya warga adat di kawasan sumber tambang & perkebunan sawit, seper_ti di Kalimantan, Sulawesi & Papua, acapkali kurang mendapatkan empati dari elite Jakarta maupun lokal, sehingga solusinya juga terkesan parsial, slh satunya melalui program CSR (corporate social responsibility).

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.

Sementara akar penyebab kemiskinan tidak pernah tersentuh. Penulis sengaja memakai istilah "memecah" bkn "membagi" kesejahteraan, maksudnya memang butuh dorongan yang lebih keras (afirmasi) utk meningkatkan kesejahteraan di kawan Indonesia Timur.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Kamis , Mei 2019 )

Perbuatan buruk ini hanya dilakukan oleh dirimu, bukan oleh orang tua-mu, teman-mu atau saudara-mu. oleh karena itu dirimu sendirilah yang akan menuai hasil yang menyakitkan.


Pemilihan ibu kot'a baru yang secara geografis condong ke kawasan timur, kiranya bisa dijadikan titik masuk menuju cita-cita dimaksud.

Negara sukses

Para ahli ilmu sosial biasa memakai istilah "negara gagal", utk menunjukkan pada pemerintahan yang "gagal" dalam memberi kesejahteraan pd_ rakyat, bkn hanya sebatas pd_ aspek ekonomi, namun juga rasa aman. Beberapa pengamat sempat menyebut Iindonesia memiliki potensi seper_ti itu, berdasarkan fakta msh tingginya angka kemiskinan, di tengah negara yang memiliki kekayaan alam melimpah. Memang sesuatu yang ironis, kekayaan kita sebagai bangsa, yang terdiri dari sumber daya alam, & keberagaman manusianya, hari ini justru dijadikan alasan pembentukan politic identitas.


Presiden Jokowi telah mengetahui dengan baik kondisi seperti, bahwa memang _ada karakter yang kurang pas dalam masyarakat. Kita menjadi paham sekarang, mengapa Presiden Jokowi mengintrodusir konsep "revolusi mental". Dalam pandangan Jokowi, yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah transformasi budaya, & itu bisa dilalui dngn revolusi mental.Pembentukan karakter harus dilakukan, salah satunya melalui perluasan akses pendidikan kepada generasi baru (milenial). Dalam bidang pendidikan inilah kita msh banyak tertinggal dari negara lain, bahkan di wilayah regional (Asia Tenggara) sekalipun.

Membangun ibu kot'a (baru) ialah fase berikutnya dari Jokowi, untuk merintis masa depan yang lebih gemilang bagi Indonesia. Mengingat Jkrta sebagai ibu kota, dirasa usai tidak lagi kondusif, krn telah tumbuh menjadi residu politic identitas yang berkepanjangan. Kiranya ibu kota yang baru nanti, bisa dijadikan representasi capaian Jokowi dalam menggapai aspirasi "negara sukses".

Penulis

Dono Prasetiyo

Pimpinan Kolektif DPN Seknas Jokowi

3 dari 3 halamanSimak video pilihan di bawah ini:
'
sejarah pemindahan ibu kota


Terus baca berita di hari Kamis ini banyak berita yang akan kami update lagi!! semoga menambah wawasan anda

Sumber: s://www*liputan6*com/bisnis/read/3974096/opini+ibu+kota+baru+dan+peradaban+baru
Share Berita