Kisah Sopir Mantan Danjen Kopassus: Pengiriman Senjata Terhambat Urusan Pribadi
Berita dan info lengkap di bulan Juni tentang "Kisah Sopir Mantan Danjen Kopassus: Pengiriman Senjata Terhambat Urusan Pribadi-#skk74c" : news.xcoid.com, JAKARTA Polisi telah menetapkan HR atau Heriyansyah sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal dalam kasus yang menyeret mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko. Kasubdit 1 Dittipidium Bareskrim Polri Kombes Pol Daddy Hartadi menuturkan HR ialah pengemudi & pengawal Soenarko sesudah tidak menjadi anggota TNI lagi.

HR pun telah mengaku mengenal Soenarko. Dia juga mengaku diperintah Soenarko untuk mengirimkan senjata api ilegal ke Jkrta dari Aceh.

"Tersangka HR mengatakan bahwa betul tersangka kenal dngn S sejak 2008 di Banda Aceh," tutur Daddy sesaat konferensi pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jkrta Pusat, Selasaa (11/6/2019).

Baca: Bupati Bogor Marah-marah, Puluhan Botol Miras Sitaan di Satpol PP Tinggal Botolnya Saja

Baca: Dua Remaja Tewas Ditikam Puluhan Kali Gara-gara Masalah Hutang Org Tua

Baca: Wahana Komedi Putar di Pekan Raya Jkrta Roboh

Kemudian, polisi menampilkan video di mana HR mengungkapkan sejumlah informasi. Dengan berbaju oranye khas tahanan, HR mengakui dihubungi Soenarko utk mengirimkan senjata miliknya tsb ke Jakarta.


Namun, pengiriman terhambat krn HR memiliki urusan lain. Maka dari itu, Soenarko sempat menghubungi HR kembali dan mengomel. "Beliau (Soenarko) sempat menghubungi saya beberapa kali & mengatakan, kenapa lambat sekali dikirim? Bentar Pak saya lagi cari peluang utk dikirim," kata HR dalam video.

"Beliau sampai ngomel-ngomel," imbuh dia.

Kemudian, HR meminta bantuan Beni yang juga anggota TNI. Beni pun memberi konfirmasi bahwa senjata api ilegal tsb dapat dia kirim.

"Di tanggal 15 Beni konfirmasi ke saya, bang, senpi bisa dikirim jam 3 sore. Oke saya akan laporkan ke bapak & kita akan jumpa di mana," ujar HR dalam video.


Setelah itu, HR bertemu dengan Beni & menuju bandara. Beni pun mengurus supaya senjata tsb dapat dikirim ke Jakarta dengan angkutan udara. Beni diketahui mmbuat surat keterangan palsu atas nama Soenarko selaku Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Aceh. Padahal, Soenarko bukan Kabinda Aceh.

Senjata itu beserta surat izinnya setelah diserahkan kepada protokol bandara agar bisa diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Surat dititipkan kepada saksi SA yang akan melaksanakan pendidikan & rapat di Jakarta. Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, surat security item diinfokan _oleh B ke-pada Z yang merupakan protokol di Bandara Soetta. Selanjutnya, Z diminta untuk mengambil security item supaya dapat mengambil senjata dari SA.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juni 2019 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.

Namun, ngga berapa lama sesudah itu, SA dan Z ditangkap oleh anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS). Keduanya diamamankan dan dibawa ke POM TNI. Adapun Soenarko sudah ditetapkan tersangka terkait kepemilikan senjata api ilegal.

Selain Soenarko, tentara aktif Praka BP pula sudah ditahan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juni 2019 )

Anda akan menjadi orang yang tersisihkan jika tidak siap menghadapi perubahan.

Saat ini, Soenarko menjdi tahanan Mabes Polri dan dititipkan di Rumah Tahanan Militer Guntur, padahal Praka BP menjdi tahanan TNI di Rumah Tahanan Militer Guntur. (Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Pengiriman Senpi dari Aceh ke Jkrta Menurut Tersangka Heriyansah, Supir Soenarko"

Saat ini, Soenarko menjdi tahanan Mabes Polri & dititipkan di Rumah Tahanan Militer Guntur, sedangkan Praka BP menjdi tahanan TNI di Rumah Tahanan Militer Guntur.


(Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Pengiriman Senpi dari Aceh ke Jakarta Menurut Tersangka Heriyansah, Supir Soenarko"

Terus baca berita di hari Rabu ini banyak berita yang akan kami update lagi!! semoga menambah wawasan anda

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/06/12/kisah+sopir+mantan+danjen+kopassus+pengiriman+senjata+terhambat+urusan+pribadi
Share Berita