Krisis Air Bersih, Korban Banjir Konawe Belum Mandi Sejak Sebelum Lebaran
news.xcoid.com, 12 Juni 2019, menurut informasi mengenai berita "Krisis Air Bersih, Korban Banjir Konawe Belum Mandi Sejak Sebelum Lebaran-#u3d3ca", yuk baca berita selengkapnya :

Tim Manggala Agni Daops Tinanggea yang menyalurkan bantuan bahan makanan dngn menggunakan perahu dan rakit darurat yang dibuat di wilayah pemukiman yang terendam banjir di Kabupaten Konawe.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juni 2019 )

Kecantikan hakiki bukan dari wajah, melainkan terpancar dari hati.


(news.xcoid.com/Ahmad Akbar Fua)news.xcoid.com, Konawe Memasuki hari kelima banjir di Kabupaten Konawe Utara & Konawe, bantuan kemanusiaan sudah menuju enam kecamatan yang terendam banjir. Selain tim Basarnas Kendari & BPBD, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Polda, hingga pemadam kebakaran hutan turun tangan lngsg membantu korban banjir hingga Selasa (11/6/2019). Enam kecamatan yang terendam banjir yakni, Kecamatan Oheo, Asera, Langgikima, Landawe, Wiwirano, dan Andowia. Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 5.000 warga mengungsi di tempat aman.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juni 2019 )

Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang!.

Istri Gubernur Sulawesi Tenggara, Agista Ariani Ali Mazi turun langsung bersama sejumlah pihak di wilayah Kecamatan Asera, slh satu wilayah yang paling parah dilanda banjir. Agista mewakili Ali Mazi yang tengah berada di Kabupaten Buton menyelesaikan konflik kerusuhan antarkampung.

Agista Ariani menyalurkan bantuan berupa makanan, popok bayi, pakaian dewasa, & anak-anak ke warga korban banjir, Senin (11/6/2019) hingga Selasa (12/6/2019).


"Beberapa kecamatan msh terisolir, namun bantuan diupayakan masuk & bisa diberikan kepada warga," tutur Agista Ariani Ali Mazi. Keempat kecamatan di Konawe Utara yang masih belum bisa dijangkau dngn kendaraan roda dua dan roda empat yakni Kecamatan Langgikima, Wiwirano, Oheo, & Landawe. Untuk masuk di wilayah ini, logistik harus masuk menggunakan helikopter. Pada empat kecamatan yang terisolasi, banjir merendam rumah masyarakat hingga setinggi 3 meter.

Rata-rata, rumah warga hanya tinggal menyisakan atapnya saja. Pihak kepolisian daerah Sulawesi Tenggara pula turun langsung ke lokasi banjir, Selasaa (11/6/2019). Iring-iringan 4 truk berisi bantuan logistik Polda Sultra, membawa logistik berupa 1.500 dus mi instan, ratusan dus buskuit, puluhan dus susu bayi, pembalut wanita, popok bayi, pakaian org dewasa, & anak-anak. "Tim pula membawa bantuan obat-obatan.

Penyerahan akan dilakukan langsung Kapolda Sultra Brigjen Pol Irianto di wilayah Kecamatan Asera dan wilayah lainnya yang terkena dampak banjir pada Rabu (12/6/2019)," ungkap Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhart.

2 dari 2 halamanKekurangan Air Bersih

Istri Gubernur Sulawesi Tenggara Agista Ariani Ali Mazi turun langsung di tempat banjir di Konawe Utara memberikan bantuan, Seniin (10/6/2019) sehingga Selasa (11/6/2019). (news.xcoid.com/Ahmad Akbar Fua)Bencana banjir juga merendam wilayah Kabupaten Konawe, sejak Minggu (9/6/2019). Sebanyak 11 kecamatan terendam banjir hingga Selasa (11/6/2019).

Beberapa tempat terendam banjir hingga hampir mencapai 2 meter. Masyarakat yang rumahnya terendam & berada di lokasi yang agak sukar dijangkau, kekurangan bahan makanan dan air bersih.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juni 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Tim Manggala Agni Daerah Operasi Tinangggea, bahkan langsung turun ke dua desa & kelurahan di Kabupaten Konawe.

Dua wilayah itu yakni, Kelurahan Andabia dan Desa Puroda Jaya Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe. Kedua lokasi ini yang terendam banjir sehingga mencapai tinggi 2 meter itu, dimasuki tim Manggala Agni dngn bantuan perahu masyarakat dan berjalan kaki. "Kita bantu bawa makanan instan ke dalam. Smpai di dalam, rupanya warga di sana kekurangan air bersih krn sumber air sumur mereka terendam banjir," tutur Kepala Kantor Manggala Agni Daops Tinanggea, Fanca Yanuar Kusuma.

Fanca Yanuar mengatakan, pihaknya bakal mengerahkan mobil pemadam kebakaran hutan dan sejumlah pompa air yang masih bisa dioperasikan. Mobil pemadam dan pompa air bakal dipakai menguras sumur warga yang usai dipenuhi lumpur yang berasal dari rendaman banjir. "Sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri, masyarakat di wilayah ini bahkan banyak yang belum mandi. Kasihan, lagipula kami pny peralatan yang bisa dimanfaatkan," tutur Fanca Yanuar.

Kepala BPBD Konawe Utara Ameruddin mengatakan, banjir yang merendam 11 kecamatan di wilayahnya termasuk parah. Sebab, menyasar sejumlah wilayah rendah yang berada di pesisir sungai. "Ada sekitar 2.000 org pengungsi. Kami maksimalkan lokasi perkantoran dan bangunan umum sebagai tempat warga mengungsi," kata Ameruddin.

Kecamatan yang direndam banjir di Kabupaten Konawe yakni, Kecamatan Unaaha, Padangguni, Abuki, Tongauna, Tongauna Utara, Lambuya, Uepai, Anggaberi, Anggotoa, Pondidaha & Amonggedo.

Simak video pilihan berikut ini:


'
Banjir melanda Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan meluas. Total _ada 5 kecamatan yang terendam banjir kemudian air meluap dari danau Sidenreng.

Sumber: s://www*liputan6*com/regional/read/3987516/krisis+air+bersih+korban+banjir+konawe+belum+mandi+sejak+sebelum+lebaran
Share Berita