Polri Sebut Soenarko Palsukan Dokumen Senjata Api Ilegal Agar Bisa Dikirim Ke Jakarta
Baca informasi mengenai "Polri Sebut Soenarko Palsukan Dokumen Senjata Api Ilegal Agar Bisa Dikirim Ke Jakarta-#9rfj5a", pada hari Rabu ini, diliput selengkapnya :

Laporan Wartawan news.xcoid.com, Rizal Bomantama

news.xcoid.com, JAKARTA Polri mengungkap dugaan penguasaan senjata api tanpa dokumen yang sah alias ilegal oleh mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, dalam keterangan pers yang disampaikan Kepala Sub Direktorat I Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Daddy Hartadi mengatakan Soenarko melakukan pemalsuan surat keterangan agar senjata api sitaan dari GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di masa lampau itu seakan mempunyai dokumen sah.

Baca: Kivlan Zen, Disebut Seorang Pemimpin Rencana Eksekutor 4 Tokoh Hingga Polisi Ujar Dugaan Perannya

Dalam pemeriksaan terhadap Soenarko, Daddy menjelaskan Soenarko membenarkan bahwa ada empat pucuk senjata api laras panjang yang disita dari GAM.


Dua di antaranya disimpan di gudang, sementara satu pucuk lainnya disisihkan & pada tahun 2009 Soenarko memerintahkan satu pucuk senpi yang disisihkan diserahkan ke-pada tersangka HR. "Pada tahun 2011 saat S (Soenarko) usai tidak aktif satu pucuk senjata itu masih disimpan HR & masih dalam penguasaan S, terhadap tersangka S dan HR patut diduga melakukan tindakan pidana tanpa hak menerima, memperoleh, menguasai, & menyembunyikan senjata api tanpa hak dan dokumen yang sah," ungkap Daddy dalam keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019). Hasil pemeriksaan itu tertuang dalam surat dari Danpuspom TNI ke-pada Kapolri nomor R95/V/2019 tanggal 19 Mei 2019 perihal hasil penyelidikan Puspom TNI yang melibatkan anggota TNI.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juni 2019 )

Perbuatan buruk ini hanya dilakukan oleh dirimu, bukan oleh orang tua-mu, teman-mu atau saudara-mu. oleh karena itu dirimu sendirilah yang akan menuai hasil yang menyakitkan.


Daddy melanjutkan sekira awal April 2019 atau sesaat sebelum pencoblosan Pemilu 2019, Soenarko meminta agar senjata api tsb dikirim ke Jakarta. HR lalu meminta seseorang bernama B agar dibuatkan surat lsquosecurity itemrsquo utk senjata api tsb agar bisa dikirim ke Jakarta. Untuk mendapat surat lsquosecurity itemrsquo itu, senjata api harus memiliki dokumen sah, sementara senjata api yang diminta Soenarko ialah senjata api sitaan yang tak memiliki dokumen sah.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juni 2019 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.


"Saudara B setelah dibuatkan surat keterangan palsu dari Kabinda (Kepala Badan Intelijen Daerah) Aceh atas nama S & ditandatangani S, padahal S usai tidak menjabat sebagai Kabinda Aceh. Surat keterangan palsu itu setelah dititipkan kepada protokol berinisial I dan kemudian dikirimkan lsquosecurity itemrsquo ke maskapai Garuda, senjata api dngn surat keterangan palsu itu pun dititipkan ke-pada saksi SA yang akan melaksanakan rapat di Jakarta," ujar Daddy. Senjata api itu pun masuk bagasi dalam penerbangan yang sama dengan SA, & B menyampaikan hal tsb kepada Z yang bertugas sebagai protokol di Bandara Soekarno-Hatta.

Saat SA menyampaikan lsquosecurity itemrsquo ke-pada ZA, keduanya ditangkap oleh aparat berwenang.

Baca: Mengapa Penangguhan Penahanan Lieus Sungkharisma Dikabulkan Sementara Eggi Tidak?

Ini Penjelasannya

Daddy menegaskan bahwa senjata api yang diberikan surat keterangan palsu itu berjenis M4 Carbine yang berfungsi se_cara baik.

"Senjata api tersebut berfungsi secara baik & dapat membinasakan makhluk hidup," pungkasnya.

Sekilas berita yang kami sharing, jika suka bantu sharing ya...

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/06/11/polri+sebut+soenarko+palsukan+dokumen+senjata+api+ilegal+agar+bisa+dikirim+ke+jakarta
Share Berita