Hong Kong Bersiap Gelar Aksi Protes Lanjutan Menolak RUU Ekstradisi
Arsip berita hari Minggu , mengenai "Hong Kong Bersiap Gelar Aksi Protes Lanjutan Menolak RUU Ekstradisi-#r3762k" selengkapnya :

Pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung parlemen di Hong Kong, Rabu (12/6/2019).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Juni 2019 )

Semua yang kita capai adalah hasil dari apa yang kita pikir.


Ribuan pengunjuk rasa memblokir pintu masuk ke kantor pusat pemerintah Hong Kong untuk memprotes RUU Ekstradisi. (AP Photo/Vincent Yu)news.xcoid.com, Hong Kong Hari ini, Hong Kong kembali bersiap untuk aksi protes besar lainnya, ketika kemarahan publik meluap menyusul bentrokan yang belum pernh terjadi antr pengunjuk rasa dan polisi terkait rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Rencana aksi protes itu tetap berjalan, meski Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam telah menunda pembahasan RUU ekstradisi yang kontroversial. DIkutip dari The Guardian pada Minggu (16/6/2019), penyelenggara protes berharap smkin banyak penduduk Hong Kong terlibat dalam aksi protes hari ini, guna terus menekan Carrie Lam untuk membatalkan RUU ekstradisi.

Di lain pihak, para kritikus khawatir RUU ekstradisi dukungan pemerintah China, di mana pengadilannya kerap dituding buram dan terpolitisasi, akan merusak reputasi Hong Kong sebagai pusat bisnis yang aman. Sementara itu pd_ Minggu sore wa_ktu setempat, demonstran berencana melakukan aksi protes dari berbagai taman utama di Pulang Hong Kong menuju pusat parlemen pusat keuangan Asia Timur itu. Rencana itu mengulang aksi serupa pd_ pekan sebelumnya, di mana penyelenggara protes mengatakan bahwa lebih dari satu juta org terlibat di dalamnya. Adapun bentrok yang terjadi pd_ Rabu lalu, menurut _para pengamat, disebabkan _oleh keputusan Carrie Lam mengabaikan besarnya jumlah pengunjuk rasa yang menentang RUU ekstradisi.


Lam berpendapat bahwa Hong Kong perlu mencapai perjanjian ekstradisi dengan China daratan, & mengatakan jaminan peradilan terhadap pembangkang atau kasus politic tidak akan diterima.

2 dari 3 halamanGerakan Protes Berubah Arah

Pengunjuk rasa menghindari gas air mata yang ditembakan _oleh polisi anti huru hara di luar gedung Dewan Legislatif, Hong Kong, Rabu_ (12/6/2019). Polisi Hong Kong telah menggunakan gas air mata ke arah ribuan demonstran yang menentang RUU ekstradisi yang sangat kontroversial. (AP Photo/Vincent Yu)Gerakan protes telah berubah dalam bbrp hari terakhir, dari yang secara khusus mendesak pembatalan RUU ekstradisi, menjadi bentuk kemarahan yang lebih luas terhadap Carrie Lam & pemerintah China.

"Kelompok pro-demokrasi tak akan berhenti pd_ titik ini, mereka ingin membangun momentum melawan Carrie Lam," tutur analis politic Willy Lam ke-pada kantor berita AFP. Di lain pihak, polisi mengatakan mereka ngga punya pilihan selain menggunakan kekuatan untuk menghadapi demonstran yang melakukan kekerasan di depan garis pertahanan di luar parlemen Hong Kong. Tetapi, _para kritikus tergolong kelompok-kelompok hukum & hak asasi manusia-- mengatakan polisi mengerahkan sebagian kecil pasukan untuk melakukan kekerasan terhadap para demonstran damai, yang sebagian besar msh berusia muda. Sementara itu, kemarahan massa pula semakin memanas oleh tanggapan Lam & para perwira senior setempat, yang menyebut demonstran jalanan itu sebagai "perusuh".

3 dari 3 halamanKekerasan Politik Terburuk di Hong Kong

Bendera Hong Kong dan China berkibar berdampingan (AFP)

Bentrok polisi terhadap demonstran menandai kekerasan politic terburuk di Hong Kong, sejak penyerahan kembali wilayah itu _oleh Inggris ke-pada China pada 1997 silam. Carrie Lam yang memutuskan untuk menunda pembahasan RUU ekstradisi tanpa batasan waktu, justru semakin didesak utk mengundurkan diri.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Juni 2019 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.

Di sesaat bersamaan, _para pengunjuk rasa pula meminta Lam se_cara permanen membatalkan RUU ekstradisi, dan melakukan permohonan maaf publik atas penyerangan oleh polisi pd_ Rabu lalu.

Jimmy Sham, dari kelompok protes utama Front Hak Asasi Manusia Sipil, menyamakan kebijakan terkini Lam dengan "pisau" yang telah dijatuhkan ke Hong Kong.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Juni 2019 )

cermin akan memantulkan apa yang ada di hadapannya, demikian juga hasil perbuatan kita, baik atau buruk itulah yang akan kita terima.

"Pisau itu hampir tentang jantung kami. Sekarang pemerintah mengatakan mereka tak akan mendorongnya (pembahasan RUU ekstradisi), tapi mereka juga menolak untuk mengeluarkannya se_cara penuh," ucapnya di hadapan wartawan.


Sumber: s://www*liputan6*com/global/read/3990721/hong+kong+bersiap+gelar+aksi+protes+lanjutan+menolak+ruu+ekstradisi
Share Berita