BPIP Apresiasi Diskusi Pancasila Di Italia
Info berita di bulan Juni , menginformasikan berita tentang "BPIP Apresiasi Diskusi Pancasila Di Italia-#7s5lbk", selanjutanya : news.xcoid.com, JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bakal mempercepat kerjasama dngn berbagai pihak yang memiliki keterpanggilan dan kepedulian kuat dalam menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila ke dalam masyarakat terutama ke-pada generasi milenial. Alasannya merupakan di masa depan, Iindonesia membutuhkan para pemimpin negara yang setia ke-pada Pancasila dan sekaligus mampu memimpin bangsa Iindonesia untuk mengimplementasikan nilai-nlainya.

_oleh karena itu, BPIP sangat mengapresiasi lembaga, organisasi yang memiliki inisiatif melakukan penyemaian kembali falsafah hidup bangsa itu dngn berbagai caranya. Demikian ditegaskan Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi & Jaringan BPIP DR. Ir.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juni 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Dicky Rezadi Munaf MS, MSCE ketika menerima Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro selaku Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), di Kantor BPIP, Jakarta, Rabu_ (20/06/2019).

Buku "MASYARAKAT PANCASILA" diberi kepada perwakilan warga diaspora Iindonesia di Milan, Italia, Rabu_ (29/06/2019).

(news.xcoid.com/IST)"Pertemuan ini terjadi atas inisiatip BPIP kemudian saya membaca laporan media mengenai perayaan hari Lahir Pancasila di Milan & Roma, Italia dimana Putut Prabantoro sebagai slh satu pembicaranya. & apa yang termuat dalam media, diskusi tentang Pancasila di Milan & Roma sangat konstruktif. Kami sangat mengapresiasi" tutur Dicky R Munaf

Generasi milineal sangat membutuhkan perhatian, jelas Dicky selanjutnya, karena dalam kurun waktu 15 tahun, Iindonesia membutuhkan mereka untuk memimpin negara dan bangsa. Tetapi demikian, ancaman yang dihadapi oleh Indonesia pd_ saat ini adalah, sebagian generasi milineal terpapar oleh nilai-nilai yang tidak sesuai dengan Pancasila termasuk di dalamnya radikalisasi, intoleransi, pemahaman sempit akan agama yang pada akhirnya membuat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terdestruksi.


"Menjadi pertanyaan adalah, bagaimana jika generasi baru yang sangat dibutuhkan Iindonesia dalam waktu 15 tahun nanti terpapar _oleh paham atau nilai-nlai Indonesia yang tidak sesuai dngn Pancasila ?
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juni 2019 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.

Indonesia akhirnya tidak akan memenangkan masa depannya tapi terus berkutat dengan masalah internal bangsa yang mengakibatkan sila Persatuan Indonesia tidak terwujud. Jika sila ketiga ini tak terwujud, sudah pasti cita-cita pendiri negara menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, kuat & bermartabat, tidak terwujud.

Ada pola baru penanaman nilai falsafah bangsa terhadap generasi milenial," tegas Dicky R.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juni 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.

Munaf, yang juga Alumnus Lemhannas KRA XXXII.

Buku "MASYARAKAT PANCASILA" diberikan kepada anggota Ikatakan Rihaniwan Rohaniwati Iindonesia Katolik Di Italia (IRRIKA) di Roma, Italia, Sabtu (1/6/2019). (news.xcoid.com/IST)Sementara itu Putut Prabantoro menyatakan kebanggaannya mendapat apresiasi berupa perhatian dari BPIP.

Dalam diskusi, dirinya sangat setuju oleh gagasan Dicky R Munaf tentang pola baru penanaman nilai-nilai Pancasila dngn nilai baru khususnya kepada generasi milenial. "Ideologinya tetap sama yaitu Pancasila. Nilai-nilai yang akan ditanamkan tetap sama & akan kekal selamanya selama Indonesia terus ada. Hanya jamannya sudah berubah & itu menuntut cara penanaman nilai-nilai itu berbeda.

Aku sangat setuju dngn ide Pak Dicky R Munaf, bahwa hari lahir itu harus dirayakan dngn meriah, dengan kegembiraan seluruh bagsa, apalagi Pancasila merupakan ideologi negara. Ada pesta di sana-sini, ada kegembiraan, _ada tarian, ada puja-puji terhadap negara & Pancasila smpai pelosok-pelosok desa," ujar Putut Prabantoro, yang konsultan komunikasi publik ini. Menurut Putut Prabantoro, diharapkan tahun-tahun mendatang, dalam perayaan hari lahir Pancasila, misalnya, _ada pecah rekor nasional membacakan teks Pancasila dngn kriteria pembaca terbanyak, desa terbanyak, kot'a terbanyak. Tentu bila setiap pemerintah kota melakukan gerak yang sama, bisa dibayangkan betapa meriahnya hari lahir Pancasila.

Dngn cara seperti ini, menurut Putut Prabantoro, gerakan serentak seluruh bangsa bakal mempercepat melunturnya nilai-nilai intoleransi, radikalisasi dll. Memperingati hari lahir Pancasila, Putut Prabantoro bersama Wasekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim menjadi pembicara di Warga Diaspora Iindonesia Milan (29 Mei 2019) & di hadapan anggota Ikatan Rohaniwan-Rohaniwati Iindonesia Katolik di Itali atau IRRIKA (1 Juni 2019). Di dua kota itu, dibagikan buku "MASYARAKAT PANCASILA" yang ditulis oleh Mantan Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Pur) Sayidiman Suryohadiprodjo pada wal tahun 2019. Dalam buku yang diterbitkan _oleh Penerbit Altheras tersebut, ter-tulis Putut Prabantoro sebagai penulis Sekapur Sirih. Banyak info dan berita menarik, terus kunjungi news.xcoid.com, update berita mengenai ( BPIP Apresiasi Diskusi Pancasila Di Italia-#7s5lbk )( Jumat /Juni )

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/06/21/bpip+apresiasi+diskusi+pancasila+di+italia
Share Berita