Kuasa Hukum Sofyan Basir Sebut Dakwaan KPK Membingungkan
Berita lengkap di hari Senin , yuk ikuti info mengenai "Kuasa Hukum Sofyan Basir Sebut Dakwaan KPK Membingungkan-#da09yv", berikut selengkapnya :

Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau-1 yang juga Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir (kanan) sudah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu_ (29/5/2019). Sofyan Basir mengiyakan pemeriksaan kali ini merupakan pendalaman dari sebelumnya.

(news.xcoid.com/Helmi Fithriansyah)news.xcoid.com, Jakarta Penasihat hukum Sofyan Basir, Soesilo Ari Bowo menyebut surat dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum pd_ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak cermat.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Juni 2019 )

Ke mana pikiran di arahkan, kesanalah kondisi hidup seseorang.

Ketidakcermatan dakwaan lantaran jaksa mengenakan Sofyan Basir dengan Pasal 15. "Hal ini telah membingungkan, di dalam pemahaman dugaan perbuatan pembantuan yang dituduhkan kepada terdakwa Sofyan Basir, hingga menyulitkan dalam melakukan pembelaan," ujar Soesilo saat membacakan nota keberatan atas kliennya di pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Pasal 15 sendiri berbunyi, "setiap org yang melakukan percobaan, pembantuan, atau pemufakatan jahat utk melakukan tindak pidana korupsi, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5 smpai dengan Pasal 14."

Dalam dakwaan peran Sofyan Basir yang disebut terlibat dalam hal pembantuan proses suap, menurut Soesilo, tidak dijelaskan secara cermat _oleh Jaksa.


"Ketidakcermatan surat dakwaan terkait dengan penentuan kualitas terdakwa Sofyan Basir yang diduga telah memberikan fasilitas utk mempercepat proses kesepakatan proyek IPP atau memfasiltasi pertemuan-pertemuan telah membuat surat dakwaan harus batal demi hukum," kata dia.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum pd_ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Direktur Utama (Dirut) nonaktif PLN Sofyan Basir memfasilitasi pertemuan pembahasan pemufakatan jahat suap kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1.

"Terdakwa dengan sengaja memberikan kesempatan, sarana, atau keterangan utk melakukan kejahatan," ujar Jaksa KPK Ronald Worotikan membacakan surat dakwaan Sofyan Basir di Pengadilan Tipikor, Jkrta Pusat, Seniin (24/6/2019).

2 dari 3 halamanDakwaan Jaksa

Menurut Jaksa, Sofyan Basir memfasilitasi pertemuan antara Wakil Ktua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrisno Kotjo.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Juni 2019 )

Akan tiba saatnya kita akan berhenti mencintai seseorang bukan karena seseorang itu berhenti mencintai kita melainkan kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

"Padahal terdakwa mengetahui bahwa Eni Saragih & Idrus Marham akan mendapatkan fee dari Johanes Kotjo," kata Jaksa Ronald.

Jaksa Ronald menyebut, Eni dan Idrus menerima suap dari Johanes Kotjo se_cara bertahap sebesar Rp 4,7 miliar. Uang tersebut disinyalir utk mempercepat proses kesepakatan proyek Inependent Power Producer (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1. Dalam dakwaan disebutkan Eni Saragih ditugaskan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar Sety a Novanto (Setnov) yang saat itu Ktua DPR utk membantu Johanes Kotjo memuluskan kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Eni sesudah meminta bantuan kepada Sofyan Basir. Sofyan Basir bbrp kali melakukan pertemuan dengan Eni Saragih & Johanes Kotjo untuk membahas proyek PLTU. Sofyan pun menyerahkan ke anak buahnya Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso untuk mengurus proposal yang diajukan Johanes Kotjo.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Juni 2019 )

Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.

Atas bantuan Sofyan Basir, perusahaan Johanes Kotjo memperoleh jatah proyek PLTU Riau-1. Eni & Idrus menerima imbalannya sebesar Rp 4,7 miliar dari Johanes Kotjo sebab telah membantunya.

Atas perbuatannya, Sofyan Basir didakwa melangar Pasal 12 a atau Pasal 11 juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Thn 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dngn UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

3 dari 3 halamanSaksikan video pilihan berikut ini:
'
Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan Direktur Utama PLN Sofyan Basir sebagai tersangka. Sofyan diduga terlibat dalam korupsi pembangunan PLTU Riau-1 yang melibatkan mantan anggota Komisi VII Eni Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Mar...

Demikian informasi mengenai "Kuasa Hukum Sofyan Basir Sebut Dakwaan KPK Membingungkan-#da09yv", info kata kunci berita ini (Senin /Juni ) : ( kuasa,hukum,sofyan,basir,sebut,dakwaan,kpk,membingungkan, johanes, korupsi, saragih, melakukan, terdakwa, pemberantasan, direktur )

Sumber: s://www*liputan6*com/news/read/3996994/kuasa+hukum+sofyan+basir+sebut+dakwaan+kpk+membingungkan
Share Berita