Investigasi Amnesty Temukan Dugaan Kekerasan Dilakukan Brimob Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019
Perkembangan teknologi online , menjadikan informasi didapat dengan akurat dan cepat, ayuk baca info lengkap mengenai "Investigasi Amnesty Temukan Dugaan Kekerasan Dilakukan Brimob Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019-#53xpav ( hari Selasa , Juni )" : news.xcoid.com, JAKARTA Amnesty Internasional Indonesia mendesak Polri segera mengusut tuntas dugaan kekerasan yang dilakukan _oleh Anggota Brimob terhadap massa aksi pd_ 21-22 Mei 2019, lalu. Peneliti Amnesty International Iindonesia Papang Hidayat pun menyoroti soal kekerasan yang dilakukan anggota Brimob di Kampung Bali, Tanah Abang, Jkrta Pusat.

Papang mengatakan, _ada lima org di lahan kosong milik Smart Service Parking di Kampung Bali mendapat tindak penyiksaan atau perlakuan buruk lainnya dari para anggota Brimob.

"Kita mengidentifikasi ada lima org dan ini kejadiannya pd_ tanggal 23 Mei pukul 05.30 WIB ada personil Brimob yang memaksa masuk, minta dibukakan pintu oleh petugas Smart Service Parking & kemudian polisi mendapati ada satu rumah yang sudah rusak & ada org tidur di dalamnya yang biasa nongkrong di situ pun diambil," kata Papang sesaat rilis hasil investigasi Amnesty Internasional Iindonesia di Kantor Amnesty Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

Baca: Sebut Anak BUMN Bukan BUMN, Anggota Tim Hukum BPN: Argumentasinya Koruptif

Papang pun mendesak pihak kepolisian mengungkap pelaku penyiksaan itu. Pasalnya, polisi berjanji akan mengungkap oknum yang telah menyalahi prosedur tetap kepolisian.

Kericuhan peserta aksi unjuk rasa terus terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim arah perempatan jalan Sabang, Jkrta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam. Sehingga Kamis dini hari, sebagian peserta aksi sudah digiring aparat kemanan untuk membubarkan diri.


Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)"Itu mesti dilakukan investigasinya. Usai sebulan lebih, namun publik belum menerima hasilnya," tambahnya. Amnesty menganggap insiden Kampung Bali menjadi bagian persoalan. Sebab, kemunculan insiden ini membuktikan kegagalan Indonesia dalam mmbuat terang praktik penyiksaan.

Terlebih, sesaat kejadian tersebut, lanjut Papang, Brimob tidak bisa memilah mana pihak yang memang trlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019. "Polisi ngga bisa memilah mna yang melakukan (aksi kerusuhan) & mana yang tidak," ungkapnya. "Pertama merupakan penyiksaan bukan bagian dari tindak pidana dalam sistem kita. Kedua, mekanisme sistem investigasi dugaan penyiksaan itu mesti dilakukan independen.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

Anda akan menjadi orang yang tersisihkan jika tidak siap menghadapi perubahan.


Bkn dari institusi yang melakukan. Itu pekerjaan rumah buat pemerintah sesaat ini," jelas Papang.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

Jangan berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk kedalam bumi juga.

Tak hanya itu, Papang pula menegaskan banyak pihak yang menunggu investigasi yang dilakukan oleh Polri.

Ia menilai, investigasi ini harus dilakukan untuk mengusut soal tindak kekerasan termasuk kejadian slh tangkap di Kampung Bali dan sejumlah wilayah di Jakarta.

Banyak info dan berita menarik, terus kunjungi news.xcoid.com, update berita mengenai ( Investigasi Amnesty Temukan Dugaan Kekerasan Dilakukan Brimob Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019-#53xpav )( Selasa /Juni )

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/06/25/investigasi+amnesty+temukan+dugaan+kekerasan+dilakukan+brimob+saat+kerusuhan+21+22+mei+2019
Share Berita