Kepada Penyidik KPK, Chairuman Mengiyakan Sudah Tak Duduk Di Komisi II Sesaat Pembahasan Anggaran E-KTP
Info terkini mengenai "Kepada Penyidik KPK, Chairuman Mengiyakan Sudah Tak Duduk Di Komisi II Sesaat Pembahasan Anggaran E-KTP-#sn7m08" pada Selasa Juni , ayuk baca lengkapnya :

Laporan Wartawan news.xcoid.com, Ilham Rian Pratama

news.xcoid.com, JAKARTA Mantan Ktua Komisi II DPR Chairuman Harahap mengiyakan sudah tak duduk di Komisi II DPR RI saat membahas anggaran proyek KTP elektronik atau e-KTP. Hal tsb dikatakan Chairuman ketika merampungkan pemeriksaan dalam perkara korupsi pengadaan e-KTP.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

"Saya sudah enggak di komisi II (DPR) lagi. Aku sudah di komisi VI (DPR)," ucap Chaeruman harahap di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jkrta Selatan, Senin (24/6/2019).

Sebagaimana diketahui, Chairuman pernah menjabat sebagai Ktua Komisi II DPR RI hingga tahun 2012.

Dia kemudian digantikan Agun Gunandjar Sudarsa yang hari ini juga diperiksa sebagai saksi utk Markus Nari.

Baca: Kisah Mantri Patra yang Meninggal Kehabisan Makanan dan Obat Saat Mengabdi di Pedalaman Papua

Baca: Wasekjen PAN: Hampir Seluruh Jaringan Partai Ingin Jadi Oposisi

Baca: TKN: Gerindra Pantas Ditawari Masuk Koalisi

Chairuman mengaku tak lebih dari satu pertanyaan baru dalam pemeriksaannya.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

Keberanian timbul dari bersikap benar.

Pemeriksaan ini menurutnya hanya pengulangan untuk (Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pd_ kasus e-KTP dngn tersangka Markus Nari. "Enggak _ada hanya pengulangan untuk berita acara itu," tutur Chairuman.

Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP sejak Juli 2017.

Markus diduga memperkaya diri sendiri atau org lain dalam pengadaan paket e-KTP tahun 2011-2013.

Kasus ini merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.


Markus diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek e-KTP di DPR. Berdasarkan fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang ke-pada Irman sebanyak Rp5 miliar pd_ 2012. Namun, Markus baru menerima Rp4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek e-KTP thn 2013 sebesar Rp1,49 triliun. KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Delapan org tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung. Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya usai divonis bersalah dan dipidana penjara. Perkembangan ternyar dari kasus e-KTP, KPK telah menyita salah satu mobil mewah milik Markus Nari.

Diduga mobil mewah itu didapat Markus dari fee pengadaan e-KTP. Banyak info dan berita menarik, terus kunjungi news.xcoid.com, update berita mengenai ( Kepada Penyidik KPK, Chairuman Mengiyakan Sudah Tak Duduk Di Komisi II Sesaat Pembahasan Anggaran E-KTP-#sn7m08 )( Selasa /Juni )

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/06/24/kepada+penyidik+kpk+chairuman+mengaku+sudah+tidak+duduk+di+komisi+ii+saat+pembahasan+anggaran+e+ktp
Share Berita