Prediksi Hasil Putusan Sidang MK Untuk Pilpres 2019 Menurut Sejumlah Pengamat
Info terkini mengenai "Prediksi Hasil Putusan Sidang MK Untuk Pilpres 2019 Menurut Sejumlah Pengamat-#sfypnx" pada Selasa Juni , ayuk baca lengkapnya : news.xcoid.com, JKRTA Jelang putusan sidang sengketa Pilpres 2019 pd_ Jumat (28/6/2019), pengamat memberikan tanggapannya terkait dalil kubu Prabowo Subianto yang dinilai tak cukup bukti. Hal tersebut diungkapkan Ktua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif, Veri Junaidi.

Sementara Direktur Pusat Konstitusi (Pusako), Feri Amsari, membahas soal prediksi hasil putusan sidang sengketa Pilpres 2019. Sesuai jadwal, Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar putusan sidang sengketa Pilpres 2019 paling lambat pada Jumat mendatang.

"Iya sesuai jadwal (putusannya), paling lambat itu 28 Juni," kata Ketua MK, Anwar Usman, sesaat ditemui news.xcoid.com di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Baca: TKN Ujar Alasan Mengapa Gerindra Lebih Dihormati Sebagian Partai Pendukung Jokowi

Ada juga informasi MK akan percepat keputusan pada 27 Juni 2019.

MK telah selesai menggelar sidang pemeriksaan sengketa Pilpres 2019 sebanyak lima kali. Dengan agenda pembacaan dalil pemohon, pembacaan dalil termohon & pihak terkait, pemeriksaan saksi pemohon, termohon, serta pihak terkait.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang atau belum dikerjakan oleh orang lain. tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.


news.xcoid.com merangkum dari Kompas.com, berikut fakta-fakta menjelang putusan sidang sengketa Pilpres 2019 :

1. Kemungkinan Prabowo-Sandiaga menang kecil

Direktur Pusako, Feri Amsari, memprediksi kemungkinan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang ialah kecil. Feri menilai tim hukum Prabowo-Sandiaga belum menunjukkan bukti kuat untuk mendukung permohonan mereka.

"Saya selalu menatap perkara perselisihan ini dari alat bukti yang ditampilkan."

"Nah, sejauh ini alat bukti yang ditampilkan tak memperlihatkan alat bukti yang kuat," kata Feri dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Miinggu (23/6/2019).

Sebagai contoh, Feri menyebutkan soal penyelewangan dalam perolehan suara.



Saksi dari pihak terkait atau Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Anas Nashikin (berpeci) memberikan kesaksian dalam sidang kelima Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Sidang kelima sengketa Pilpres 2019 tersebut beragendakan mendengar keterangan saksi dan ahli dari pihak terkait. Warta Kota/Henry Lopulalan (Warta Kota/Henry Lopulalan)Ia mengatakan tim hukum Prabowo-Sandiaga belum bisa memperlihatkan bukti kuat terkait tudingan itu. Terlebih sebelumnya tim hukum Prabowo-Sandiaga menarik bukti formulir C1 yang sempat diajukan. Padahal MK telah memberi kesempatan utk memperbaiki bukti agar bisa diterima.

Karena itu, Feri menilai hakim MK bakal kesulitan memenangkan kubu Prabowo kalau bukti & saksi tak mumpuni. "Ini kan permasalahannya, terlepas dari _ada persangkaan-persangkaan ya. Sebab hukum bukan persangkaan."

"Kalau saya lihat ini karena kegagalan pihak pemohon melakukan pembuktian. Bukan tidak mungkin bakal ditolak atau setidaknya tidak dapat diterima," lanjut dia.


2. Dalil kubu Prabowo dinilai ngga cukup bukti

Ketua Kode Inisiatif, Veri Junaidi, menilai dalil kubu Prabowo Subianto yang mengatakan kecurangan Pilpres 2019 terjadi secara terstruktur, sistematif, & masif, belum ckup bukti.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Menurut Veri, keterangan saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo melalui keterangan saksi belum bisa didapatkan benang merah. "Kalau sesudah ada pernyataan dukungan _oleh kepala daerah, misalnya disebut-debut di Jateng.

Disebutkan beliau mendukung slh satu paslon."

"Pertanyaannya apakah sesudah itu Pak Ganjar (Pranowo) ada perintah ke jajaran SKPD utk mendukung salah satu paslon?" Tutur Veri dalam sebuah diskusi di Cikini, Jkrta Pusat, Minggu (23/6/2019).

"Ketika _ada instruksi itu, apakah mereka melakukan aganeda-agenda pemenangan?"

"Ketika _ada agenda-agenda itu & dijalankan, apakah masifnya itu mempengaruhi hasil?" Tambah Veri.


Lebih lanjut, Veri menyebutkan dalil tsb harus bisa menunjukkan hal-hal yang ditudingkan.

Yaitu soal instruksi terkait untuk memenangkan salah satu pasangan calon, adanya tindakan lanjutan dari instruksi tersebut, serta adanya perolehan suara masif dari instruksi yang diberikan.

"Kalau membaca dalil pemohon, jika membaca dari proses persidangan, saya tidak cukup meyakini adanya bukti yang sangat kuat terjadinya pelanggaran yang TSM," katanya.

3. Hakim MK dinilai beri lebih dari satu kelonggaran

Pengamat hukum tata negara, Bivitri Susanti, menilai hakim MK lebih dari satu memberi kelonggaran selama sidang sengketa Pilpres 2019.

Satu di antaranya adalah mengizinkan tim hukum Prabowo-Sandiaga memperbaiki berkas permohonan.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

Keberanian timbul dari bersikap benar.


Juga sesaat tim hukum Prabowo-Sandiaga memperbaiki bukti yang disertakan dalam persidangan. "Itu kelonggaran hakim. Menerima dulu perbaikan permohonan yang dua kali lipat dari yang asli. Dari 37 jadi 146 halaman," ungkap Bivitri dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Miinggu (23/6/2019).

"Lalu jika bukti ngga dikode atau disusun dengan baik biasanya tak diterima.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang!.

Walaupun dalam sidang biasanya tak diterima. Meski akhirnya yang sidang kemarin ditarik pula (buktinya)," lanjutnya.

Menurut Bivitri, hakim MK sengaja memberikan kelonggaran sebab perkara yang dipersidangkan sangat menyita perhatian masyarakat. Maka dari itu MK memberi ruang pd_ pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mencari keadilan.

4. KPU berharap permohonan Prabowo-Sandiaga ditolak

Menjelang putusan sidang sengketa Pilpres 2019, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, berharap permohonan pasangan calon presiden & wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ditolak. Wahyu mengatakan, dia berharap sedemikian rupa krn pihaknya mesti membela keputusan KPU.


"Harapan kita, seluruh permohonan pemohon ya ditolak. Kenapa begitu?"

"Ya kan kami mesti membela keputusan KPU sendiri," ungkap Wahyu saat dikonfirmasi, Sabtu (22/6/2019). Meski begitu, KPU sepenuhnya menyerahkan proses kelanjutan perkara pada MK. "Kepada smua pihak kita harus mematuhi hukum.


& kita harus menerima apapun keputusan MK nanti," ucap Wahyu.

5. TKN dan BPN yakin rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi terjadi

Juru Bicara TKN, Razman Arif Nasution, yakin rekonsiliasi antara Prabowo Subianto & Joko Widodo (Jokowi) bakal terjadi usai putusan sidang sengketa Pilpres 2019.

"Pak Jokowi itu mau ketemu dimana saja, apa naik kuda, apa di Bali, namun informasi terakhir belum bertemu."

"Saya kok yakinnya nanti ada pertemuan sesudah sidang MK," ungkap Razman di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sa-btu (22/6/2019). Senada dengan Razman, Juru Bicara Tim Hukum BPN, Hendarsam Marantuko pula meyakini Prabowo dan Jokowi akan bertemu.

"Dampak Prabowo sangat teruji sebagai seorang negarawan."

"Saya jamin bakal ada rekonsiliasi kemudian adanya putusan MK," ungkap Hendarsam.


(news.xcoid.com/Pravitri Retno W), Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim/Fitria Chusna Farisa)

Menjelang putusan sidang sengketa Pilpres 2019, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, berharap permohonan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ditolak. Wahyu mengatakan, dia berharap sedemikian rupa sebab pihaknya harus membela keputusan KPU. "Harapan kita, seluruh permohonan pemohon ya ditolak. Kenapa begitu?"

"Ya kan kami harus membela keputusan KPU sendiri," ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Sabtu (22/6/2019).


Meski begitu, KPU sepenuhnya menyerahkan proses kelanjutan perkara pada MK. "Kepada semua pihak kita harus mematuhi hukum. Dan kita mesti menerima apapun keputusan MK nanti," ucap Wahyu.

5. TKN & BPN yakin rekonsiliasi Prabowo & Jokowi terjadi

Juru Bicara TKN, Razman Arif Nasution, yakin rekonsiliasi antara Prabowo Subianto & Joko Widodo (Jokowi) akan terjadi sudah putusan sidang sengketa Pilpres 2019.

"Pak Jokowi itu mau ketemu dimana saja, apa naik kuda, apa di Bali, namun informasi terakhir belum bertemu."

"Saya kok yakinnya tunggu ada pertemuan setelah sidang MK," ungkap Razman di Kawasan Menteng, Jkrta Pusat, Sa-btu (22/6/2019).


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juni 2019 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.

Senada dngn Razman, Juru Bicara Tim Hukum BPN, Hendarsam Marantuko pula meyakini Prabowo & Jokowi akan bertemu.

"Dampak Prabowo sangat teruji sebagai seorang negarawan."

"Saya jamin bakal ada rekonsiliasi setelah adanya putusan MK," ungkap Hendarsam.

(news.xcoid.com/Pravitri Retno W), Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim/Fitria Chusna Farisa)

Senada dengan Razman, Juru Bicara Tim Hukum BPN, Hendarsam Marantuko pula meyakini Prabowo dan Jokowi akan bertemu.


"Dampak Prabowo sangat teruji sebagai seorang negarawan."

"Saya jamin bakal ada rekonsiliasi setelah adanya putusan MK," ungkap Hendarsam.

(news.xcoid.com/Pravitri Retno W), Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim/Fitria Chusna Farisa)

Sekian info yang kami sampaikan mengenai Prediksi Hasil Putusan Sidang MK Untuk Pilpres 2019 Menurut Sejumlah Pengamat-#sfypnx, berita diambil dari berbagai media online lain.. terimakasih

Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/06/25/prediksi+hasil+putusan+sidang+mk+untuk+pilpres+2019+menurut+sejumlah+pengamat
Share Berita