Eks Sekjen KONI Sebut _ada Kompromi Dengan Aspri Menpora Soal Jatah Penerima Dana Hibah
Diinformasikan pada hari Jumat Juli , tentang "Eks Sekjen KONI Sebut _ada Kompromi Dengan Aspri Menpora Soal Jatah Penerima Dana Hibah-#fgxcq7", silahkan baca selengkapnya :

Terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy sesaat mendengarkan keterangan saksi Menpora Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Segala memiliki awal pasti memiliki akhir.

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap dana hibah KONI, Menpora mengaku tidak pernh tahu nominal dana hibah. (news.xcoid.com/Herman Zakharia)news.xcoid.com, Jkrta Mantan Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Iindonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy menegaskan, _ada kompromi terlebih duluan dengan Miftahul Ulum, asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, guna pencairan dana hibah Kemenpora utk KONI. Kompromi tersebut menentukan jatah yang harus diberi KONI untuk Kemenpora saat realisasi pencairan dana hibah.

Saat memberikan keterangan sebagai saksi utk terdakwa Mulyana, Deputi IV Bidang Peningkatan Sport dan Prestasi, di Pengadilan Tipikor Jkrta Pusat, Ending mengatakan sesaat itu pembahasan jatah dilakukan di ruang kerja Ulum di Kemenpora. Di atas lembaran tisu, kata Ending, Ulum mengorat-oret besaran persentase jatah untuk pihak Kemenpora. Hingga keduanya sepakat antara 10 hingga 15 persen. "Biasanya besaran kegiatan 15-19 persen (ditulis) di kertas tisu pakai pensil.

Setelah saya rapat lagi, bila ini terlalu besar nanti staf di lapangan susah pertanggungawabannya. Sehingga ketemu lah 15 persen bahkan mungkin cuma 10 sampai 12 persen," kata Ending, Kaamis (11/7/2019). Ending menerangkan, dari coretan Ulum inisial M sebagai penerima jatah terbesar. M, menurut Ending atas ucapan Ulum merujuk ke-pada Menpora, Imam Nahrawi.

Jatah terbesar kedua setelah Imam adalah Ulum dengan inisial ULM. "Diawali inisial M, Menteri, Ulum, Mulyana, PPK, saya enggak hafal (intinya) sesuai jabatan terstruktur yang bantu proposal," ujarnya. Sejatinya adanya daftar penerima jatah atas pencairan dana hibah Kemenpora utk KONI usai diungkap dalam persidangan Ending & Jhonny. Total, Rp 3,4 miliar uang mengalir ke beberapa inisial tersebut.

M Rp 1,5 miliar, UL Rp 500 juta, MLY Rp 400 juta, AP Rp 250 juta, OY Rp 200 juta, AR Rp 150 juta, NUS Rp 50 juta, SUF Rp 50 juta, AY Rp 30 juta, EK Rp 20 juta, FH Rp 50 juta, DAD Rp 30 juta, & Rp 30 juta, GUNG Rp 30 juta, YAS Rp 30 juta, MARN Rp 3 juta, RAD Rp 50 juta, TW ..., EM Rp 15 juta, Syah Sahid Nursyahid KONI Rp 50 juta, RIF, Arif KONI bidang Perencanaan Anggaran Rp 5 juta, TAN Rp 3 juta, dan LEG Rp 3 juta

Tidak hanya nama Imam Nahrawi, Miftahul Ulum sebagai asisten pribadi Imam pula menjadi sorotan lantaran tiap saksi mengatakan adanya pemberian uang kepada Imam Nahrawi melalui Ulum. Tetapi Ulum membantah keterangan yang menyebutnya menerima uang panas untuk Imam.2 dari 3 halamanSidang Sebelumnya

Asisten Pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum saat menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus suap dana hibah dari Kemenpora ke-pada KONI dengan terdakwa Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kaamis (25/4). Sidang mendengar keterangan saksi-saksi. (news.xcoid.com/Helmi Fithriansyah)Pada persidangan sebelumnya, Ulum mengiyakan menerima uang dari Ending sebanyak tiga kali.


Pertama, uang kopi sebesar Rp 2 juta, yang dia terima di Pacific Place. Kedua, penerimaan Rp 15 juta untuk biaya akomodasi liburan ke Jogjakarta. Ketiga, Rp 30 juta dengan kapasitasnya sebagai manajer Kemenpora FC. Sebagaimana santernya nama Ulum dalam pusaran kasus suap, nama Imam disebut turut andil atas permufakatan jahat atas pencairan dana hibah yang diajukan KONI.

Hal itu dituang oleh jaksa dalam tuntutan Ending & Jhonny. "Sebagaimana keterangan dari saksi Ending Fuad Hamidy, saksi Eni Purnawati, saksi Atam & diperkuat _oleh pengakuan terdakwa terkait adanya pemberian jatah komitmen fee secara bertahap yang diterima oleh Miftahul Ulum dan Arief Susanto guna kepentingan Menpora yang seluruhnya sejumlah Rp11.500.000.000," ungkap Jaksa Ronald Worotikan saat membacakan analisa tersebut di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Diketahui, Mulyana merupakan Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Sport Kemenpora, hari ini duduk sebagai terdakwa. Ia didakwa jaksa menerima suap berupa 1 unit Fortuner, uang dngn total Rp400 juta, san satu unit ponsel Samsung.

Penerimaan suap sebagai pemulus mempercepat proses persetujuan & pencairan Bantuan Dana Hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora Tahun Kegiatan 2018. Ada pengajuan proposal yang diajukan KONI sebanyak dua kali. Utk proposal pertama, KONI mengajukan Rp50 miliar utk pengawasan dan pendampingan atlet dalam Asian Games dan Asian Para Games. Dalam realisasinya, Kemenpora mencairkan dana hibah senilai Rp30 miliar dengan dua tahap.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Bukan hanya banyak harta yang membuat orang merasa gembira, saat memberi dengan hati iklas dan rela juga sumber bahagia.


Sementara proposal kedua, KONI mengajukan dana hibah ke Kemenpora utk pengawasan dan pendampingan atlet berprestasi thn kegiatan 2018. Realisasi yang diberikan Kemenpora Rp17,9 miliar. Sementara itu, Mulyana didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf a dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Thn 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halamanSaksikan video pilihan di bawah ini:
'
Dalam kasus ini nama Menteri Imam Nahrawi muncul pada persidangan sebelumnya.

Terus baca berita di hari Jumat ini banyak berita yang akan kami update lagi!! semoga menambah wawasan anda

Sumber: s://www*liputan6*com/news/read/4010655/eks+sekjen+koni+sebut+ada+kompromi+dengan+aspri+menpora+soal+jatah+penerima+dana+hibah
Share Berita