Terbaru Kabinet Jokowi, Mega Sebut Tidak Tahu, Jawab Faldo Maldini, TGB Diusulkan
Berita dan info lengkap di bulan Juli tentang "Terbaru Kabinet Jokowi, Mega Sebut Tidak Tahu, Jawab Faldo Maldini, TGB Diusulkan-#2u1iey" : Inilah berita terkni kabinet Jokowi. Mulai dari TGB dan Wasekjen PKB diusulkan hingga Mega sebut tak tahu, Jawaban Faldo

news.xcoid.com Isu kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk periode 2019-2024 terus berhembus sesudah Pilpres 2019.

Termasuk kabar tokoh-tokoh nasional yang sering dikaitkan utk mengisi kursi menteri dalam kabinet Jokowi.


Sejumlah fakta terungkap, muai dari Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi dan Wasekjen PKB diusulkan, pernyataan Megawati Soekarnoputri menyebut ngga tahu-menahu, sehingga jawaban Faldo Maldini. Seperti diketahui, pasangan Joko Widodo-Marsquoruf Amin secara sah ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019 2024 oleh KPU RI.

Putusan ini ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berdasarkan Surat Keputusan KPU nomor 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019.

Jokowi-Maruf ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih lewat perolehan suara 85.607.362 atau 55,50 dari total suara nasional. "Keputusan ini start berlaku pd_ tanggal ditetapkan.


Ditetapkan di Jakarta, 30 Juni 2019, Ketua KPU, Arief Budiman," kata Ktua KPU RI Arief Budiman sesaat membacakan surat keputusan di Gedung KPU RI, Jkrta Pusat, Minggu (30/6/2019).

Baca: FAKTA Ratna Sarumpaet Divonis 2 Tahun Penjara: Menciut dari Tuntutan, Ditegur Hakim amp Dua Jari

Inilah fakta-fakta terbaru berita terkini kabinet Jokowi dirangkum dari berbagai sumber:

1.TGB diusulkan

Diberitakan news.xcoid.com,Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2008-2018 TGB HM Zainul Majdi merupakan salah satu nama yang diusulkan. Pencapaian TGB semasa menjabat sebagai gubernur membuat dia layak untuk masuk bahan pertimbangan Joko Widodo-KH Maruf Amin.

"Saya menilai sudah saatnya TGB ini menjadi milik Indonesia. Bukan lagi milik NTB semata," kata Direktur Lembaga Kajian Sosial & Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, dalam keterangannya, Kaamis (11/7/2019). Menurut dia, TGB sebagai permata bagi NTB, namanya sanggup menarik perhatian seluruh Indonesia.


Dan warga NTB secara tidak langsung bisa dikenal karena TGB.


'

Selama menjabat sebagai gubernur, kata dia, lebih dari satu hal luar biasa yang sudah dilakukan untuk NTB. Mulai dari peningkatan SDM, pengembangan pariwisata, pemberdayaan ekonomi, smpai sektor pertanian & kelautan. "Semestinya kita masyarakat NTB satu suara mendukung TGB masuk pemerintahan Pak Jokowi dan Pak Kiai Maruf Amin. Jadi wajar ketika saya ke Jawa setelah ditanya, dari mana?


Ketika saya jawab NTB, orang akan menjawab, oh TGB ya," kata dia. Selama tahapan kampanye di Pemilu 2019, ia melanjutkan, TGB terbukti sanggup berselancar di kerasnya pertarungan politic Pilpres 2019. Bahkan, Koorbid Keummatan DPP Partai Golkar itu menjadi salah satu komunikator Jokowi-Maruf Amin yang handal. Pria asli Surabaya ini menyebut, mengikuti pemberitaan aktivitas TGB start dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, bahkan hingga Pulau Sulawesi. Ajakan TGB utk meletakkan politik secara wajar itu sudah tepat.

"Ketika ada isu soal agama, TGB mendinginkan situasi. Salah satu pernyataannya yang cukup baik ialah jangan sampai kontestasi politik merusak persaudaraan. Karena kata TGB, persaudaraan adalah aset tak terlihat milik Indonesia," sambungnya. Dia menilai, TGB memiliki modal bagus dalam merawat keberagaman di Indonesia yaitu konsep Wasathiyatul Islam atau islam di tengah.

Mempererat kembali ukhuwah islamiah & ukhuwah wathoniah yang terbelah usai Pilpres.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Selain itu, Ktua Umum PB Nahdlatul Wathan (PBNW) itu sanggup berjejaring dengan bagus ketika bertemu ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, ataupun organisasi warga lainnya. "Sosok TGB yang saya kenal itu model politikus apa adanya.

Tidak terlalu mengumbar pencitraan, fokus pada kerja nyata. Itulah pentingnya kita suarakan, ini kebanggaan bersama. TGB mempunyai kelebihan dalam merajut persaudaraan," tambahnya.

2. Usulan Ikatan Gus-Gus Indonesia

Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) mendukung keinginan Presiden Joko Widodo yang akan memasukkan politisi dan profesional milenial dalam jajaran kabinet berikutnya. Secara spesifik, IGGI mempunyai figur yang diusulkan.


Ketua IGGI KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengatakan, menteri muda diharapkan bisa membantu mempercepat pembangunan. "Para menteri milenial ini yang nanti bisa menopang kerja Pak Jokowi-Kiai Maruf supaya lebih cepat lagi memajukan bangsa," kata Gus Fahrur ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (10/7/2019). Pengasuh pesantren An Nur I, Bululawang Malang ini mengatakan, kalangan nahdliyin (sapaan Jamaah Nahdlatul Ulama) pula memiliki politisi milenial. Figur ini siap untuk membantu kerja cepat pemerintahan Jokowi-Maruf.

Muhaimin Iskandar di acara peluncuran buku anggota Fraksi PKB DPR RI Lukmanul Khakim berjudul Adempol di ruang rapat Fraksi PKB, Seniin (15/4/2019).

(news/VINCENTIUS JYESTHA)Di antaranya, Lukmanul Khakim, pria yang kini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB. "Beliau ialah tokoh yang moncer dan cakap. Ia muda alumni pesantren Denanyar Jombang serta dari keluarga santri," kata Gus Fahrur. Kecakapan Lukmanul Khakim, kata Gus Fahrur pula bisa dilihat dari masuknya ia di urutan teratas hasil survei lembaga Arus Survei Iindonesia (ASI).

Dalam survei yang digelar pd_ bulan 26-12 Maret 2019 itu, nama Lukman masuk dalam top 10 milenial yang layak masuk jajaran kabinet Jokowi.

Survei ASI digelar dengan menggunakan metode uji kelayakan dngn tiga tingkatan. Yakni, meta-analisis, forum group discussion & penilaian _para pakar. Pengambilan sample dilakukan dengan metode purposive sampling. "Jadi kami tak kaget ketika nama Lukman masuk dalam survei ASI.


Ia pengalaman di eksekutif & legislatif, pernah mendampingi menteri PDT & Menristekdikti juga," kata Gus Fahrur. Meski masih muda, Lukman saat ini juga usai dinilai kaya pengalaman politic sehingga pergaulan lintas parpol pula sangat luas. "Kalau disuruh milih, kami menginginkan Lukman bisa menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif," kata Gus Fahrur.

3. Mega ngga tahu

Masih dari news.xcoid.com, Ktua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengiyakan sedang fokus memikirkan kongres partainya yang rencanya bakal digelar Agustus mendatang.


Selain itu juga belum ada ajakan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan parpol koalisi lainnya utk berbicara soal pemerintahan ke depan, termasuk terkait kabinet. "Belum _ada berita. Saya nggak tahu, paling pula nanti dikabari," ungkap Megawati di sela kunjungannya dalam Forum Perdamaian Dunia di Beijing, China, seper_ti disampaikan dalam keterangan resminya, Kaamis (11/7/2019). Untuk diketahui, sejumlah petinggi parpol koalisi Jokowi-KH Maruf Amin usai menyatakan bahwa soal pemerintahan ke depan khususnya soal kabinet, akan dibicarakan _oleh Jokowi dngn para ketua umum parpol.

Dan krn dianggap sebagai pimpinan koalisi parpol, sikap PDI Perjuangan akan ditunggu siapapun.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sesaat menjawab pertanyaan wartawan di Beijing, Rabu (10/7/2019).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

/ Istimewa (Istimewa)Megawati tidak membuat pernyataan yang menolak hal itu.

Puteri Presiden Pertama RI, Soekarno itu hanya mengisyaratkan, semua ada waktunya. Saat ini, dirinya justru lebih sibuk memikirkan kongres partai yang akan berlngsg pada Agustus thn ini. "Saya kan lagi heboh mau urusan kongres," kata Megawati. Namun, soal bagaimana persiapan jelang kongres, Megawati memilih menjawab singkat.

"Ya tunggu saja deh," ucapnya sambil tersenyum.

4. Menhan: Terserah Tuhan

Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menanggapi pertanyaan wartawan terkait kemungkinannya untuk menjadi Menteri Pertahanan pada Pemerintahan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) & Wakil Presiden terpilih Maruf Amin. Ryamizard Ryacudu menegaskan dirinya tak pernah bertanya terkait hal tersebut kepada Jokowi. "Saya tak pernah nanya-nanya itu," jawab Ryamizard Ryacudu di kantor Kementerian Pertahanan RI Jkrta Pusat pd_ Selasa (9/7/2019).


Wartawan sesudah bertanya lagi apakah usai ada yang membisiki dirinya terkait hal tersebut.

"Tidak ada yang bisikin, bila ngomong sama aku harus dengan jelas, begitu," jawab Ryamizard berkelakar.



Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat acara silahturahmi dan halal bihalal di Mabes TNI Cilangkap, Jkrta Timur, Rabu (19/6/2019). (Fransiskus Adhiyuda/news.xcoid.com)Wartawan pun sesudah menanyakan kesiapannya bila dirinya kembali ditawari menjadi Menteri Pertahanan. "Terserah Tuhan lah, apa yang diberikan kita laksanakan dngn sebaik-baiknya itu prinsip.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Dulu waktu pertama kali saya juga kan ngga tahu juga," jawab Ryamizard Ryacudu.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

Wartawan pun kembali menanyakan harapannya terkait Menteri Pertahanan yang akan dipilih Jokowi & Amin kemudian dirinya

"Hari ini harus lebih baik dari kemarin, yang di depan mesti lebih baik dari hari ini," kata Ryamizard.

Baca: Hakim Konstitusi Ingatkan Para Kuasa Hukum Pemohon Pahami Permohonan hingga Petitum

Ryamizard sendiri adalah Menteri Pertahanan pd_ Kabinet Kerja yang dibentuk Jokowi.


Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ke-23 itu mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014.

5. Dompet Mega

Politkus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebutkan ada banyak nama yang beredar di internal partainya utk menjadi calon menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin. Hanya saja nama nama tsb masih dirahasiakan & masih berada di tangan Ktua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

"Ada lebih dari satu nama, nah itu msh di dompetnya ibu Mega," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (9/7/2019).

Baca: Masinton : PDI Perjuangan Tak Latah Seperti Partai Lain Ajukan Calon Menteri

Baca: Ditabrak dari Belakang, T2 Motorsports Gagal Cetak Poin di Race ke-2

Baca: Dari Satu Kali Order Kencan Anak Buahnya, Mahasiswi Mucikari Ini Dapat Jatah Rp 100 Ribu

Menurut Masinton partainya tak akan mengajukan nama-nama tsb kepada Presiden Jokowi. Melainkan Jokowi yang meminta kepada partai.


PDIP menurutnya menyerahkan sepenuhnya tentang komposisi kabinet ke-pada Jokowi.



Megawati Soekarnoputri sudah mencoblos (news.xcoid.com/Fransiskus Adhiyuda)

"PDIP tak mengajukan, nanti pak Presiden Jokowi yang akan menyampaikan ke partai berapa yang dibutuhkan oleh beliau," katanya.

Menurut Masinton, meski partainya meraih kursi terbanyak di Pemilu Legislatif 2019, bukan berarti harus mendapatkan jatah kursi menteri yang banyak.

Baca: Beberkan Alasan Fairuz A Rafiq Pilih Cerai dari Galih Ginanjar, Nikita Mirzani : Wajar lah

Baca: Adu Tinju Gubernur NTT & Chris John

Dalam menyusun kabinet, Masinton yakin, Jokowi mempunyai pertimbangan tertentu, selain kapabilitas & integritas. Salah satunya yakni kebersamaan atau gotong royong yang salah satu caranya yakni mengakomodir berbagai elemen utk membantu menjalankan roda pemerintahan. "Nah elemen yang diakomondir ini tentu org yang punya semangat yang sama dngn presiden, tentunya sebagai pemilik preogratif utk mengangkat kabinet yang profesional, pny integritas baik ya & bekerja cepat," katanya.


6. NasDem yakin

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi yakin Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) tak akan mengurangi jatah kursi menteri utk partainya. Hal itu dikatakannya menanggapi dinamika terkait pembicaraan jatah kursi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi jilid II. "Jadi persoalan apapun yang terjadi usai pasti terhitung dngn sangat baik di dalam konteks kultur politic kita, jadi bukan persoalan mesti menuntut berapa," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Anggota Komisi III DPR ini menyatakan belum ada pembicaraan khusus terkait kursi menteri dengan Presiden Joko Widodo.

Baca: Menkumham Sebut Kasus Baiq Nuril Bukan Kasus Kecil

Baca: Ngga Diketahui Sebabnya, Hepriaman Kapak Leher Ayahnya Sehingga Putus

Baca: Debut, P`nyerang Berdarah Liberia Langsung Cetak Goal untuk Persib U-16

"Jadi sejauh ini tidak pernah pimpinan Partai Nasdem mengajukan menteri membicarakan hal itu secara teknis," jelasnya.


Namum demikian, dia mengatakan kabinet yang akan datang harus diisi _oleh partai-partai yang memiliki kesolidan dalam bertugas. "Kalau solid berarti apa?
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Berarti mesti diisi mereka yang memiliki perspektif yang sama.

Partainya pula yang memiliki perspektif yang sama," katanya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

7. Jatah PKB & NU

Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan minta jatah kursi menteri partainya dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam kabinet Koalisi Indonesia Kerja (KIK) jilid II, dipisah porsinya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.


"Karena memang kan PKB itu dilahirkan oleh NU tapi kan PKB bukan NU, tentu itu suatu yang terpisah," kata Daniel dalam diskusi Polemik di Menteng, Jkrta Pusat, Sabtu (6/7/2019).

Baca: PKB Ngotot Minta Jatah 10 Menteri, Ini Bocorannya



Ktua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sesaat bertemu dngn Wakil Presiden terpilih Maruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Juumat (5/7/2019) (news.xcoid.com/Fransiskus Adhiyuda)

Menurutnya, baik NU maupun PKB sama-sama bekerja keras dalam kampanye memenangkan Jokowi-Maruf pd_ Pilpres thn ini. Sehingga adalah hal wajar kalau keduanya mendapatkan porsi bagian dalam struktur kabinet Koalisi Iindonesia Kerja (KIK) jilid II.

"Karena NU kan pula menjadi bagian yang sangat bekerja keras kemarin sehingga itu dua hal yang berbeda," tutur Daniel.

Baca: Kloter 1 Embarkasi Jkrta Tiba di Asrama Haji

Tapi meski menyarankan jatah kursi PKB dengan NU dipisah, Daniel Johan menyerahkan seluruh keputusan ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki hak prerogatif. "Pada akhirnya kita serahkan ke-pada pak Jokowi.


Kami hanya menyediakan Kader terbaik, namun nanti itu bakal melalui hasil pertimbangan mendalam," pungkas dia.

8. PKB minta 10 kursi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya se_cara terang-terangan meminta jatah 10 kursi menteri masuk ke dalam komposisi kabinet Jokowi-Maruf periode 2019-2024.

Beberapa pos menteri yang diminta oleh PKB diantaranya merupakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi (Mendes PDTT), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Kelautan dan Perikanan, hingga Menteri Pertanian.

Baca: 8 Fakta Gunung Piramid Tempat Hilangnya Thoriq, Kemiringan Ekstrem hingga Sejumlah Mitos

Namun khusus soal kursi Menaker, Wasekjen DPP PKB Daniel Johan menjelaskan belum mendengar pembahasan tsb dalam internal partai. "Mendes mungkin sebab memang usai berjalan, di bidang pendidikan. Jikalau menaker nggak tau belum denger.


Mudah-mudahan basis nahdliyin, yaitu petani dan nelayan," tutur Wasekjen DPP PKB Daniel Johan, dalam diskusi Polemik di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jkrta Pusat, Sabtu (6/7/2019).

calon wakil presiden 01 Maruf Amin di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Miinggu (24/3/2019). (Dennis Destryawan)Sementara soal apakah PKB kembali meminta posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Daniel menolak. Ia mempersilakan pos tsb diberikan kepada mereka yang masih & punya jiwa muda. Padahal, saat ini Menpora diduduki oleh kader PKB yakni Imam Nahrawi.

Namun belakangan, Imam terseret kasus suap pengucuran dana hibah KONI.

"(Menpora?) Kasih yang muda aja" kata dia sambil tertawa.

Baca: The Lone Ranger and the Lost City of Gold (1958)

Diketahui, dalam kabinet kerja pemerintah Jokowi sesaat ini, pos menteri yang diisi _oleh kader PKB, diantaranya Menaker Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi, dan Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo. Sedangkan Menristekdikti Mohammad Nasir kerap disebut representasi PKB.

9. Jawaban Faldo Maldini

TribunJakarta.com menuliskan, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini ditodong pertanyaan soal pihaknya ingin kursi apa di Kabinet Jokowi-Maruf Amin.


Pertanyaan tsb diberikan _oleh Karni Ilyas, saat Faldo Maldini hadir sebagai narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC). PAN sendiri diketahui memberikan sinyal untuk bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Hal tersebut disampaikan lngsg oleh Wakil Ktua Umum PAN, Bara Hasibuan. "Ada aspirasi seperti dikemukakan _oleh rekan saya Viva Yoga Mauladi, mayoritas DPW menyatakan kesetujuannya bila PAN nanti mengambil langkah untuk begabung dngn pemerintahan pak Jokowi.

Jadi trennya itu ke arah situ," kata Bara Hasibuan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jkrta Pusat, Selasaa (9/6/2019). Mulanya Faldo Maldini memberikan pandangannya terkait wacana koalisi Prabowo Subianto & Jokowi. Tiba-tiba Karni Ilyas memotong pembicaraan, & menodong pertanyaan soal kursi apa yang diinginkan PAN di kabinet Jokowi-Maruf Amin. "Kalau jadi koalisi KIK, kursi apa yang diharapkan _oleh PAN?"

Ucap Karni Ilyas tegas. Mendengar perntanyaan itu, Faldo Maldini lngsg tersentak sambil mengaruk-garuk kepala. "Wess," ucapnya. Karni Ilyas kembali bertanya, apa PAN menginginkan jabatan sebagai Ktua MPR atau menteri.

"Apakah Menteri? Apakah tetap ktua MPR?" Tanya Karni Ilyas. Sambil tersenyum, Faldo Maldini mengiyakan pihaknya tak merasa kegeeran soal jabatan di kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Pasalnya ia menilai segala keputusan berada di tangan Jokowi sebagai presiden terpilih. "Kita enggak kegeeran, kita enggak kepedean Bang Karni," kata Faldo Maldini. "Kalau kita berpikir yang tahu ini semua adalah Pak Jokowi, sebab beliau adalah presiden terpilih," tambahnya. Karni Ilyas memberikan sindiran ke-pada Faldo Maldini.

"Tapi berharap dong sekian krusi," ungkap Karni Ilyas.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Politikus muda itu mengaku tidak berharap, mengingat di Pemilu 2019 PAN memporoleh suara rendah. "No sebab kita enggak kegeeran, angka kita 6,9, bila ibarat bola ini terancam degradasi," jelas Faldo Maldini.

"Kita percaya ke semua ke Presiden kepilih," imbuhnya. Mengenai sikap resmi PAN, Faldo Maldini mengaku hal tsb akan diputuskan saat rakernas. Hal tersebut karena PAN ingin mendengar pendapat dari seluruh anggotanya yang berasal dari berbagai daerah. "Kita bakal memutuskan di rakernas," ucap Faldo Maldini.

Simak videonya:

[[iframe]] Apa mau Jokowi?

Diberitakan Kompas.com, Presiden Joko Widodo mengakui tidak bakal membedakan latar belakang profesional atau partai politik dalam menyusun kabinet pemerintah 2019-2024.

Baca: Barbie Kumalasari Sebut Pihak Fairuz Giring Opini Soal Ikan Asin, Ini Keyakinanya di Pengadilan

Sebab, banyak juga kader partai politik yang ialah profesional di bidangnya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

"Kabinet diisi _oleh orang ahli di bidangnya. Jgn sampai dibeda-bedakan ini dari profetional dan ini dari (partai) politik."

"Jangan seper_ti itulah, karena banyak juga politisi yang profesional," kata Jokowi dalam wawancara khusus dengan harian Kompas, Seniin (1/7/2019).


Sikap Jokowi berbeda dngn saat pertama kali ia terpilih menjdi Presiden RI pd_ 2014. Saat itu, Jokowi membagi dua menterinya menjadi dua kategori, yakni 16 dari partai politic dan 18 dari profesional. Namun, kini menurut Jokowi tidak penting lagi apakah menteri itu berasal dari kalangan profesional atau parpol.

"Yang penting setiap kementerian diisi _oleh orang-orang yang ahli di bidangnya."

"Mengerti masalah-masalah yang ada di dalamnya sehingga gampang mengeksekusi program, gampang menyelesaikan masalah-masalah yang ada," kata Jokowi. Menurut dia, saat ini pembahasan tentang kabinet ke depan msh dibahas dngn parpol Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi-Maruf Amin pd_ Pilpres 2019. Namun, Jokowi pula tak menutup pembicaraan dngn parpol oposisi yang hendak bergabung.


"Sudah sering aku sampaikan, kami terbuka utk siapa pun yang ingin bersama-sama, yang ingin bekerja sama memajukan negara ini, membangun negara ini, se_cara terbuka," kata politisi PDI-P ini.

(news.xcoid.com/Chrysnha, Glery Lazuardi, Srihandriatmo Malau, Gita Irawan, Taufik Ismail/TribunJatim.com/Kompas.com, TribunJakarta.com)

Megawati tak membuat pernyataan yang menolak hal itu. Puteri Presiden Pertama RI, Soekarno itu hanya mengisyaratkan, smua ada waktunya. Saat ini, dirinya justru lebih sibuk memikirkan kongres partai yang akan berlangsung pada Agustus thn ini.


"Saya kan lagi heboh mau urusan kongres," kata Megawati. Namun, soal bagaimana persiapan jelang kongres, Megawati memilih menjawab singkat.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

"Ya nanti saja deh," ucapnya sambil tersenyum.

4. Menhan: Terserah Tuhan

Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menanggapi pertanyaan wartawan terkait kemungkinannya untuk menjadi Menteri Pertahanan pd_ Pemerintahan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden terpilih Maruf Amin. Ryamizard Ryacudu menegaskan dirinya ngga pernah bertanya terkait hal tersebut kepada Jokowi. "Saya tak pernah nanya-nanya itu," jawab Ryamizard Ryacudu di kantor Kementerian Pertahanan RI Jkrta Pusat pada Selasa (9/7/2019). Wartawan setelah bertanya lagi apakah usai ada yang membisiki dirinya terkait hal tersebut.


"Tidak _ada yang bisikin, jika ngomong sama aku harus dngn jelas, begitu," jawab Ryamizard berkelakar.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu sesaat acara silahturahmi dan halal bihalal di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu_ (19/6/2019). (Fransiskus Adhiyuda/news.xcoid.com)Wartawan pun setelah menanyakan kesiapannya kalau dirinya kembali ditawari menjdi Menteri Pertahanan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.

"Terserah Tuhan lah, apa yang diberikan kita laksanakan dngn sebaik-baiknya itu prinsip.

Dulu waktu pertama kali saya juga kan ngga tahu juga," jawab Ryamizard Ryacudu.

Wartawan pun kembali menanyakan harapannya terkait Menteri Pertahanan yang akan dipilih Jokowi dan Amin setelah dirinya

"Hari ini harus lebih baik dari kemarin, yang di depan mesti lebih baik dari hari ini," kata Ryamizard.

Baca: Hakim Konstitusi Ingatkan Para Kuasa Hukum Pemohon Pahami Permohonan hingga Petitum

Ryamizard sendiri ialah Menteri Pertahanan pd_ Kabinet Kerja yang dibentuk Jokowi.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ke-23 itu mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014.

5. Dompet Mega

Politkus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebutkan ada banyak nama yang beredar di internal partainya untuk menjadi calon menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin. Hanya saja nama nama tersebut masih dirahasiakan dan masih berada di tangan Ktua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.


"Ada banyak nama, nah itu masih di dompetnya ibu Mega," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (9/7/2019).

Baca: Masinton : PDI Perjuangan Tak Latah Seper_ti Partai Laiin Ajukan Calon Menteri

Baca: Ditabrak dari Belakang, T2 Motorsports Gagal Cetak Poin di Race ke-2

Baca: Dari Satu Kali Order Kencan Anak Buahnya, Mahasiswi Mucikari Ini Dpat Jatah Rp 100 Ribu

Menurut Masinton partainya tak akan mengajukan nama-nama tsb kepada Presiden Jokowi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Melainkan Jokowi yang meminta ke-pada partai.

PDIP menurutnya menyerahkan sepenuhnya mengenai komposisi kabinet kepada Jokowi.

Megawati Soekarnoputri sudah mencoblos (news.xcoid.com/Fransiskus Adhiyuda)

"PDIP tidak mengajukan, nanti pak Presiden Jokowi yang akan menyampaikan ke partai berapa yang dibutuhkan _oleh beliau," katanya.


Menurut Masinton, meski partainya meraih kursi terbanyak di Pemilu Legislatif 2019, bukan berarti mesti mendapatkan jatah kursi menteri yang banyak.

Baca: Beberkan Alasan Fairuz A Rafiq Pilih Cerai dari Galih Ginanjar, Nikita Mirzani : Wajar lah

Baca: Adu Tinju Gubernur NTT dan Chris John

Dalam menyusun kabinet, Masinton yakin, Jokowi mempunyai pertimbangan tertentu, selain kapabilitas dan integritas. Salah satunya yakni kebersamaan atau gotong royong yang salah satu caranya yakni mengakomodir berbagai elemen untuk membantu menjalankan roda pemerintahan. "Nah elemen yang diakomondir ini tentu orang yang punya semangat yang sama dngn presiden, tentunya sebagai pemilik preogratif utk mengangkat kabinet yang profesional, punya integritas baik ya & bekerja cepat," katanya.

6. NasDem yakin

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi yakin Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) ngga akan mengurangi jatah kursi menteri untuk partainya.


Hal itu dikatakannya menanggapi dinamika terkait pembicaraan jatah kursi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi jilid II. "Jadi persoalan apapun yang terjadi sudah pasti terhitung dengan sangat baik di dalam konteks kultur politic kita, jadi bkn persoalan harus menuntut berapa," ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Seniin (8/7/2019).

Anggota Komisi III DPR ini menyatakan belum _ada pembicaraan khusus terkait kursi menteri dengan Presiden Joko Widodo.

Baca: Menkumham Sebut Kasus Baiq Nuril Bkn Kasus Kecil

Baca: Tidak Diketahui Sebabnya, Hepriaman Kapak Leher Ayahnya Sehingga Putus

Baca: Debut, P`nyerang Berdarah Liberia Lngsg Cetak Gol untuk Persib U-16

"Jadi sejauh ini tak pernah pimpinan Partai Nasdem mengajukan menteri membicarakan hal itu secara teknis," jelasnya. Namum demikian, ia mengatakan kabinet tiba harus diisi oleh partai-partai yang memiliki kesolidan dalam bertugas.


"Kalau solid berarti apa? Berarti harus diisi mereka yang memiliki perspektif yang sama. Partainya juga yang memiliki perspektif yang sama," katanya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.


7. Jatah PKB dan NU

Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan minta jatah kursi menteri partainya dngn Nahdlatul Ulama (NU) dalam kabinet Koalisi Iindonesia Kerja (KIK) jilid II, dipisah porsinya.

"Karena memang kan PKB itu dilahirkan _oleh NU tapi kan PKB bukan NU, tentu itu suatu yang terpisah," kata Daniel dalam diskusi Polemik di Menteng, Jkrta Pusat, Sabtu (6/7/2019).

Baca: PKB Ngotot Minta Jatah 10 Menteri, Ini Bocorannya

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat bertemu dngn Wakil Presiden terpilih Maruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jkrta Pusat, Juumat (5/7/2019) (news.xcoid.com/Fransiskus Adhiyuda)

Menurutnya, baik NU maupun PKB sama-sama bekerja keras dalam kampanye memenangkan Jokowi-Maruf pd_ Pilpres tahun ini. Sehingga ialah hal wajar jika keduanya memperoleh porsi bagian dalam struktur kabinet Koalisi Indonesia Kerja (KIK) jilid II.

"Karena NU kan pula menjadi bagian yang sangat bekerja keras semalam sehingga itu dua hal yang berbeda," ungkap Daniel.

Baca: Kloter 1 Embarkasi Jakarta Tiba di Asrama Haji

Tapi meski menyarankan jatah kursi PKB dengan NU dipisah, Daniel Johan menyerahkan seluruh keputusan ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki hak prerogatif.


"Pada akhirnya kita serahkan kepada pak Jokowi. Kami hanya menyediakan Kader terbaik, namun nanti itu bakal melalui hasil pertimbangan mendalam," pungkas dia.

8. PKB minta 10 kursi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya secara terang-terangan meminta jatah 10 kursi menteri masuk ke dalam komposisi kabinet Jokowi-Maruf periode 2019-2024.

Beberapa pos menteri yang diminta oleh PKB diantaranya ialah Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi (Mendes PDTT), Menteri Pendidikan & Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Kelautan dan Perikanan, hingga Menteri Pertanian.

Baca: 8 Fakta Gunung Piramid Lokasi Hilangnya Thoriq, Kemiringan Ekstrem hingga Sejumlah Mitos

Namun khusus soal kursi Menaker, Wasekjen DPP PKB Daniel Johan menjelaskan belum mendengar pembahasan tsb dalam internal partai. "Mendes mungkin krn memang sudah berjalan, di bidang pendidikan.


Bila menaker nggak tau belum denger.

Mudah-mudahan basis nahdliyin, yaitu petani dan nelayan," ujar Wasekjen DPP PKB Daniel Johan, dalam diskusi Polemik di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019).

calon wakil presiden 01 Maruf Amin di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Minggu (24/3/2019). (Dennis Destryawan)Sementara soal apakah PKB kembali meminta posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Daniel menolak. Ia mempersilakan pos tersebut diberikan kepada mereka yang masih & punya jiwa muda.

Padahal, saat ini Menpora diduduki oleh kader PKB yakni Imam Nahrawi. Namun belakangan, Imam terseret kasus suap pengucuran dana hibah KONI.

"(Menpora?) Kasih yang muda aja" kata ia sambil tertawa.

Baca: The Lone Ranger and the Lost City of Gold (1958)

Diketahui, dalam kabinet kerja pemerintah Jokowi sesaat ini, pos menteri yang diisi oleh kader PKB, diantaranya Menaker Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi, dan Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo. Sedangkan Menristekdikti Mohammad Nasir kerap disebut representasi PKB.


9. Jawaban Faldo Maldini

TribunJakarta.com menuliskan, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini ditodong pertanyaan soal pihaknya ingin kursi apa di Kabinet Jokowi-Maruf Amin. Pertanyaan tersebut diberikan _oleh Karni Ilyas, saat Faldo Maldini hadir sebagai narasumber di acara Iindonesia Lawyers Club (ILC). PAN sendiri diketahui memberikan sinyal utk bergabung dngn pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Hal tsb disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan.


"Ada aspirasi seperti dikemukakan oleh rekan saya Viva Yoga Mauladi, mayoritas DPW menyatakan kesetujuannya jika PAN nanti mengambil langkah untuk begabung dngn pemerintahan pak Jokowi. Jadi trennya itu ke arah situ," kata Bara Hasibuan sesaat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2019). Mulanya Faldo Maldini memberikan pandangannya terkait wacana koalisi Prabowo Subianto dan Jokowi. Tiba-tiba Karni Ilyas memotong pembicaraan, & menodong pertanyaan soal kursi apa yang diinginkan PAN di kabinet Jokowi-Maruf Amin.

"Kalau jadi koalisi KIK, kursi apa yang diharapkan _oleh PAN?" Ucap Karni Ilyas tegas. Mendengar perntanyaan itu, Faldo Maldini lngsg tersentak sambil mengaruk-garuk kepala.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.


"Wess," ucapnya. Karni Ilyas kembali bertanya, apa PAN menginginkan jabatan sebagai Ketua MPR atau menteri.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.

"Apakah Menteri?

Apakah tetap ketua MPR?" tanya Karni Ilyas. Sambil tersenyum, Faldo Maldini mengaku pihaknya tidak merasa kegeeran soal jabatan di kabinet Jokowi-Maruf Amin. Pasalnya ia menilai segala keputusan berada di tangan Jokowi sebagai presiden terpilih.

"Kita enggak kegeeran, kita enggak kepedean Bang Karni," kata Faldo Maldini. "Kalau kita berpikir yang tahu ini semua adalah Pak Jokowi, karena beliau ialah presiden terpilih," tambahnya. Karni Ilyas memberikan sindiran kepada Faldo Maldini. "Tapi berharap dong sekian krusi," ungkap Karni Ilyas.

Politikus muda itu mengiyakan tidak berharap, mengingat di Pemilu 2019 PAN memporoleh suara rendah. "No krn kita enggak kegeeran, angka kita 6,9, jika ibarat bola ini terancam degradasi," jelas Faldo Maldini. "Kita percaya ke semua ke Presiden kepilih," imbuhnya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.


Mengenai sikap resmi PAN, Faldo Maldini mengiyakan hal tersebut akan diputuskan sesaat rakernas. Hal tsb karena PAN ingin mendengar pendapat dari seluruh anggotanya yang berasal dari berbagai daerah. "Kita akan memutuskan di rakernas," ucap Faldo Maldini.

Simak videonya:

[[iframe]] Apa mau Jokowi?

Diberitakan Kompas.com, Presiden Joko Widodo mengakui tidak akan membedakan latar belakang profetional atau partai politik dalam menyusun kabinet pemerintah 2019-2024.

Baca: Barbie Kumalasari Sebut Pihak Fairuz Giring Opini Soal Ikan Asin, Ini Keyakinanya di Pengadilan

Sebab, banyak juga kader partai politic yang adalah profesional di bidangnya.


"Kabinet diisi oleh orang ahli di bidangnya. Jangan sampai dibeda-bedakan ini dari profetional dan ini dari (partai) politik."

"Jangan seperti itulah, karena banyak juga politisi yang profesional," kata Jokowi dalam wawancara khusus dngn harian Kompas, Senin (1/7/2019). Sikap Jokowi berbeda dengan saat pertama kali dia terpilih menjadi Presiden RI pada 2014. Saat itu, Jokowi membagi dua menterinya menjadi dua kategori, yakni 16 dari partai politik dan 18 dari profesional. Namun, kini menurut Jokowi tidak penting lagi apakah menteri itu berasal dari kalangan profesional atau parpol.


"Yang penting setiap kementerian diisi _oleh orang-orang yang ahli di bidangnya."

"Mengerti masalah-masalah yang ada di dalamnya sehingga gampang mengeksekusi program, gampang menyelesaikan masalah-masalah yang ada," kata Jokowi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

Menurut dia, saat ini pembahasan tentang kabinet ke depan msh dibahas dngn parpol Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019. Namun, Jokowi juga tak menutup pembicaraan dengan parpol oposisi yang hendak bergabung. "Sudah sering aku sampaikan, kami terbuka utk siapa pun yang ingin bersama-sama, yang ingin bekerja sama memajukan negara ini, membangun negara ini, se_cara terbuka," kata politisi PDI-P ini.

(news.xcoid.com/Chrysnha, Glery Lazuardi, Srihandriatmo Malau, Gita Irawan, Taufik Ismail/TribunJatim.com/Kompas.com, TribunJakarta.com)

"Terserah Tuhan lah, apa yang diberikan kita laksanakan dengan sebaik-baiknya itu prinsip. Dulu waktu pertama kali aku juga kan ngga tahu juga," jawab Ryamizard Ryacudu.

Wartawan pun kembali menanyakan harapannya terkait Menteri Pertahanan yang akan dipilih Jokowi dan Amin kemudian dirinya

"Hari ini mesti lebih baik dari kemarin, yang di depan harus lebih baik dari hari ini," kata Ryamizard.

Baca: Hakim Konstitusi Ingatkan _para Kuasa Hukum Pemohon Pahami Permohonan hingga Petitum

Ryamizard sendiri ialah Menteri Pertahanan pd_ Kabinet Kerja yang dibentuk Jokowi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.


Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ke-23 itu start menjabat sejak 27 Oktober 2014.

5. Dompet Mega

Politkus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebutkan ada banyak nama yang beredar di internal partainya untuk menjadi calon menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin. Hanya saja nama nama tersebut masih dirahasiakan & masih berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

"Ada banyak nama, nah itu masih di dompetnya ibu Mega," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (9/7/2019).

Baca: Masinton : PDI Perjuangan Tak Latah Seperti Partai Laiin Ajukan Calon Menteri

Baca: Ditabrak dari Belakang, T2 Motorsports Gagal Cetak Poin di Race ke-2

Baca: Dari Satu Kali Order Kencan Anak Buahnya, Mahasiswi Mucikari Ini Dapat Jatah Rp 100 Ribu

Menurut Masinton partainya ngga akan mengajukan nama-nama tersebut kepada Presiden Jokowi. Melainkan Jokowi yang meminta kepada partai.


PDIP menurutnya menyerahkan sepenuhnya mengenai komposisi kabinet kepada Jokowi.

Megawati Soekarnoputri sudah mencoblos (news.xcoid.com/Fransiskus Adhiyuda)

"PDIP ngga mengajukan, nanti pak Presiden Jokowi yang akan menyampaikan ke partai berapa yang dibutuhkan oleh beliau," katanya.

Menurut Masinton, meski partainya meraih kursi terbanyak di Pemilu Legislatif 2019, bkn berarti harus mendapatkan jatah kursi menteri yang banyak.

Baca: Beberkan Alasan Fairuz A Rafiq Pilih Cerai dari Galih Ginanjar, Nikita Mirzani : Wajar lah

Baca: Adu Tinju Gubernur NTT dan Chris John

Dalam menyusun kabinet, Masinton yakin, Jokowi memiliki pertimbangan tertentu, selain kapabilitas dan integritas. Salah satunya yakni kebersamaan atau gotong royong yang salah satu caranya yakni mengakomodir berbagai elemen untuk membantu menjalankan roda pemerintahan. "Nah elemen yang diakomondir ini tentu org yang punya semangat yang sama dengan presiden, tentunya sebagai pemilik preogratif utk mengangkat kabinet yang profesional, pny integritas baik ya & bekerja cepat," katanya.


6. NasDem yakin

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi yakin Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) ngga akan mengurangi jatah kursi menteri utk partainya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.

Hal itu dikatakannya menanggapi dinamika terkait pembicaraan jatah kursi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi jilid II. "Jadi persoalan apapun yang terjadi sudah pasti terhitung dngn sangat baik di dalam konteks kultur politic kita, jadi bukan persoalan mesti menuntut berapa," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Anggota Komisi III DPR ini menyatakan belum _ada pembicaraan khusus terkait kursi menteri dengan Presiden Joko Widodo.

Baca: Menkumham Sebut Kasus Baiq Nuril Bkn Kasus Kecil

Baca: Tak Diketahui Sebabnya, Hepriaman Kapak Leher Ayahnya Sehingga Putus

Baca: Debut, P`nyerang Berdarah Liberia Lngsg Cetak Goal untuk Persib U-16

"Jadi sejauh ini tak pernah pimpinan Partai Nasdem mengajukan menteri membicarakan hal itu se_cara teknis," jelasnya. Namum demikian, dia mengatakan kabinet mendatang harus diisi oleh partai-partai yang memiliki kesolidan dalam bertugas. "Kalau solid berarti apa? Berarti harus diisi mereka yang memiliki perspektif yang sama.


Partainya pula yang memiliki perspektif yang sama," katanya.

7. Jatah PKB & NU

Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan minta jatah kursi menteri partainya dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam kabinet Koalisi Indonesia Kerja (KIK) jilid II, dipisah porsinya.

"Karena memang kan PKB itu dilahirkan oleh NU namun kan PKB bukan NU, tentu itu suatu yang terpisah," kata Daniel dalam diskusi Polemik di Menteng, Jkrta Pusat, Sabtu (6/7/2019).

Baca: PKB Ngotot Minta Jatah 10 Menteri, Ini Bocorannya

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat bertemu dngn Wakil Presiden terpilih Maruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Juumat (5/7/2019) (news.xcoid.com/Fransiskus Adhiyuda)

Menurutnya, baik NU maupun PKB sama-sama bekerja keras dalam kampanye memenangkan Jokowi-Maruf pada Pilpres thn ini. Sehingga ialah hal wajar bila keduanya mendapatkan porsi bagian dalam struktur kabinet Koalisi Iindonesia Kerja (KIK) jilid II.


"Karena NU kan pula menjadi bagian yang sangat bekerja keras kemarin sehingga itu dua hal yang berbeda," tutur Daniel.

Baca: Kloter 1 Embarkasi Jkrta Tiba di Asrama Haji

Tapi meski menyarankan jatah kursi PKB dngn NU dipisah, Daniel Johan menyerahkan seluruh keputusan ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki hak prerogatif. "Pada akhirnya kita serahkan ke-pada pak Jokowi. Kami hanya menyediakan Kader terbaik, namun nanti itu akan melalui hasil pertimbangan mendalam," pungkas dia.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.


8. PKB minta 10 kursi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya secara terang-terangan meminta jatah 10 kursi menteri masuk ke dalam komposisi kabinet Jokowi-Maruf periode 2019-2024.

Beberapa pos menteri yang diminta oleh PKB diantaranya merupakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi (Mendes PDTT), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Kelautan dan Perikanan, sehingga Menteri Pertanian.

Baca: 8 Fakta Gunung Piramid Lokasi Hilangnya Thoriq, Kemiringan Ekstrem hingga Sejumlah Mitos

Namun khusus soal kursi Menaker, Wasekjen DPP PKB Daniel Johan menjelaskan belum mendengar pembahasan tsb dalam internal partai. "Mendes mungkin sebab memang sudah berjalan, di bidang pendidikan. Kalau menaker nggak tau belum denger.

Mudah-mudahan basis nahdliyin, yaitu petani dan nelayan," ujar Wasekjen DPP PKB Daniel Johan, dalam diskusi Polemik di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jkrta Pusat, Sa-btu (6/7/2019).

calon wakil presiden 01 Maruf Amin di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Miinggu (24/3/2019).

(Dennis Destryawan)Sementara soal apakah PKB kembali meminta posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Daniel menolak. Ia mempersilakan pos tsb diberikan ke-pada mereka yang masih dan punya jiwa muda. Padahal, saat ini Menpora diduduki _oleh kader PKB yakni Imam Nahrawi. Tetapi belakangan, Imam terseret kasus suap pengucuran dana hibah KONI.

"(Menpora?) Kasih yang muda aja" kata ia sambil tertawa.

Baca: The Lone Ranger and the Lost City of Gold (1958)

Diketahui, dalam kabinet kerja pemerintah Jokowi sesaat ini, pos menteri yang diisi oleh kader PKB, diantaranya Menaker Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi, dan Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo. Sedangkan Menristekdikti Mohammad Nasir kerap disebut representasi PKB.

9. Jawaban Faldo Maldini

TribunJakarta.com menuliskan, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini ditodong pertanyaan soal pihaknya ingin kursi apa di Kabinet Jokowi-Maruf Amin. Pertanyaan tersebut diberikan _oleh Karni Ilyas, sesaat Faldo Maldini hadir sebagai narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC).


PAN sendiri diketahui memberikan sinyal untuk bergabung dngn pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ktua Umum PAN, Bara Hasibuan. "Ada aspirasi seper_ti dikemukakan oleh rekan aku Viva Yoga Mauladi, mayoritas DPW menyatakan kesetujuannya kalau PAN nanti mengambil langkah untuk begabung dengan pemerintahan pak Jokowi. Jadi trennya itu ke arah situ," kata Bara Hasibuan sesaat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jkrta Pusat, Selasa (9/6/2019).

Mulanya Faldo Maldini memberikan pandangannya terkait wacana koalisi Prabowo Subianto & Jokowi. Tiba-tiba Karni Ilyas memotong pembicaraan, dan menodong pertanyaan soal kursi apa yang diinginkan PAN di kabinet Jokowi-Maruf Amin. "Kalau jadi koalisi KIK, kursi apa yang diharapkan _oleh PAN?" Ucap Karni Ilyas tegas.

Mendengar perntanyaan itu, Faldo Maldini langsung tersentak sambil mengaruk-garuk kepala. "Wess," ucapnya. Karni Ilyas kembali bertanya, apa PAN menginginkan jabatan sebagai Ktua MPR atau menteri. "Apakah Menteri?

Apakah tetap ktua MPR?" Tanya Karni Ilyas. Sambil tersenyum, Faldo Maldini mengiyakan pihaknya tak merasa kegeeran soal jabatan di kabinet Jokowi-Maruf Amin.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

Pasalnya dia menilai segala keputusan berada di tangan Jokowi sebagai presiden terpilih. "Kita enggak kegeeran, kita enggak kepedean Bang Karni," kata Faldo Maldini. "Kalau kita berpikir yang tahu ini smua adalah Pak Jokowi, krn beliau ialah presiden terpilih," tambahnya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.

Karni Ilyas memberikan sindiran kepada Faldo Maldini. "Tapi berharap dong sekian krusi," ungkap Karni Ilyas. Politikus muda itu mengaku tidak berharap, mengingat di Pemilu 2019 PAN memporoleh suara rendah.

"No krn kita enggak kegeeran, angka kita 6,9, bila ibarat bola ini terancam degradasi," jelas Faldo Maldini. "Kita percaya ke smua ke Presiden kepilih," imbuhnya. Mengenai sikap resmi PAN, Faldo Maldini mengiyakan hal tsb akan diputuskan saat rakernas. Hal tersebut karena PAN ingin mendengar pendapat dari seluruh anggotanya yang berasal dari berbagai daerah.

"Kita akan memutuskan di rakernas," ucap Faldo Maldini.

Simak videonya:

[[iframe]] Apa mau Jokowi?

Diberitakan Kompas.com, Presiden Joko Widodo mengiyakan tidak bakal membedakan latar belakang profetional atau partai politic dalam menyusun kabinet pemerintah 2019-2024.

Baca: Barbie Kumalasari Sebut Pihak Fairuz Giring Opini Soal Ikan Asin, Ini Keyakinanya di Pengadilan

Sebab, banyak juga kader partai politic yang merupakan profesional di bidangnya. "Kabinet diisi oleh orang ahli di bidangnya. Jangan sampai dibeda-bedakan ini dari profesional dan ini dari (partai) politik."

"Jangan seper_ti itulah, karena banyak juga politisi yang profesional," kata Jokowi dalam wawancara khusus dngn harian Kompas, Seniin (1/7/2019).


Sikap Jokowi berbeda dengan saat pertama kali dia terpilih menjadi Presiden RI pada 2014. Saat itu, Jokowi membagi dua menterinya menjadi dua kategori, yakni 16 dari partai politic dan 18 dari profesional. Namun, kini menurut Jokowi tidak penting lagi apakah menteri itu berasal dari kalangan profesional atau parpol.

"Yang penting setiap kementerian diisi oleh orang-orang yang ahli di bidangnya."

"Mengerti masalah-masalah yang ada di dalamnya sehingga gampang mengeksekusi program, gampang menyelesaikan masalah-masalah yang ada," kata Jokowi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.


Menurut dia, hari ini pembahasan mengenai kabinet ke depan msh dibahas dngn parpol Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi-Maruf Amin pd_ Pilpres 2019. Namun, Jokowi pula tak menutup pembicaraan dngn parpol oposisi yang hendak bergabung. "Sudah sering saya sampaikan, kami terbuka untuk siapa pun yang ingin bersama-sama, yang ingin bekerja sama memajukan negara ini, membangun negara ini, secara terbuka," kata politisi PDI-P ini.

(news.xcoid.com/Chrysnha, Glery Lazuardi, Srihandriatmo Malau, Gita Irawan, Taufik Ismail/TribunJatim.com/Kompas.com, TribunJakarta.com)

Melainkan Jokowi yang meminta kepada partai.

PDIP menurutnya menyerahkan sepenuhnya mengenai komposisi kabinet ke-pada Jokowi.

Megawati Soekarnoputri sudah mencoblos (news.xcoid.com/Fransiskus Adhiyuda)

"PDIP tidak mengajukan, nanti pak Presiden Jokowi yang akan menyampaikan ke partai berapa yang dibutuhkan oleh beliau," katanya.


Menurut Masinton, meski partainya meraih kursi terbanyak di Pemilu Legislatif 2019, bukan berarti mesti mendapatkan jatah kursi menteri yang banyak.

Baca: Beberkan Alasan Fairuz A Rafiq Pilih Cerai dari Galih Ginanjar, Nikita Mirzani : Wajar lah

Baca: Adu Tinju Gubernur NTT & Chris John

Dalam menyusun kabinet, Masinton yakin, Jokowi memiliki pertimbangan tertentu, selain kapabilitas & integritas. Salah satunya yakni kebersamaan atau gotong royong yang salah satu caranya yakni mengakomodir berbagai elemen utk membantu menjalankan roda pemerintahan. "Nah elemen yang diakomondir ini tentu orang yang pny semangat yang sama dngn presiden, tentunya sebagai pemilik preogratif utk mengangkat kabinet yang profesional, punya integritas baik ya dan bekerja cepat," katanya.

6. NasDem yakin

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi yakin Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) ngga akan mengurangi jatah kursi menteri untuk partainya.


Hal itu dikatakannya menanggapi dinamika terkait pembicaraan jatah kursi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi jilid II. "Jadi persoalan apapun yang terjadi sudah pasti terhitung dengan sangat baik di dalam konteks kultur politik kita, jadi bukan persoalan harus menuntut berapa," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Seniin (8/7/2019).

Anggota Komisi III DPR ini menyatakan belum _ada pembicaraan khusus terkait kursi menteri dengan Presiden Joko Widodo.

Baca: Menkumham Sebut Kasus Baiq Nuril Bkn Kasus Kecil

Baca: Ngga Diketahui Sebabnya, Hepriaman Kapak Leher Ayahnya Sehingga Putus

Baca: Debut, Penyerang Berdarah Liberia Lngsg Cetak Goal untuk Persib U-16

"Jadi sejauh ini tak pernah pimpinan Partai Nasdem mengajukan menteri membicarakan hal itu secara teknis," jelasnya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.


Namum demikian, dia mengatakan kabinet mendekat harus diisi _oleh partai-partai yang memiliki kesolidan dalam bertugas. "Kalau solid berarti apa? Berarti harus diisi mereka yang memiliki perspektif yang sama. Partainya pula yang memiliki perspektif yang sama," katanya.

7. Jatah PKB dan NU

Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan minta jatah kursi menteri partainya dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam kabinet Koalisi Iindonesia Kerja (KIK) jilid II, dipisah porsinya.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.

"Karena memang kan PKB itu dilahirkan oleh NU tapi kan PKB bukan NU, tentu itu suatu yang terpisah," kata Daniel dalam diskusi Polemik di Menteng, Jkrta Pusat, Sa-btu (6/7/2019).

Baca: PKB Ngotot Minta Jatah 10 Menteri, Ini Bocorannya

Ktua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat bertemu dngn Wakil Presiden terpilih Maruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jkrta Pusat, Jumat (5/7/2019) (news.xcoid.com/Fransiskus Adhiyuda)

Menurutnya, baik NU maupun PKB sama-sama bekerja keras dalam kampanye memenangkan Jokowi-Maruf pada Pilpres tahun ini. Sehingga merupakan hal wajar jika keduanya mendapatkan porsi bagian dalam struktur kabinet Koalisi Iindonesia Kerja (KIK) jilid II.


"Karena NU kan pula menjadi bagian yang sangat bekerja keras semalam sehingga itu dua hal yang berbeda," ujar Daniel.

Baca: Kloter 1 Embarkasi Jkrta Tiba di Asrama Haji

Tapi meski menyarankan jatah kursi PKB dengan NU dipisah, Daniel Johan menyerahkan seluruh keputusan ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki hak prerogatif. "Pada akhirnya kita serahkan ke-pada pak Jokowi. Kami hanya menyediakan Kader terbaik, tapi nanti itu akan melalui hasil pertimbangan mendalam," pungkas dia.

8. PKB minta 10 kursi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya se_cara terang-terangan meminta jatah 10 kursi menteri masuk ke dalam komposisi kabinet Jokowi-Maruf periode 2019-2024.

Beberapa pos menteri yang diminta oleh PKB diantaranya ialah Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi (Mendes PDTT), Menteri Pendidikan & Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Kelautan & Perikanan, hingga Menteri Pertanian.

Baca: 8 Fakta Gunung Piramid Tempat Hilangnya Thoriq, Kemiringan Ekstrem sehingga Sejumlah Mitos

Namun khusus soal kursi Menaker, Wasekjen DPP PKB Daniel Johan menjelaskan belum mendengar pembahasan tersebut dalam internal partai.


"Mendes mungkin sebab memang sudah berjalan, di bidang pendidikan. Bila menaker nggak tau belum denger.

Mudah-mudahan basis nahdliyin, yaitu petani dan nelayan," ujar Wasekjen DPP PKB Daniel Johan, dalam diskusi Polemik di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sa-btu (6/7/2019).

calon wakil presiden 01 Maruf Amin di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Minggu (24/3/2019). (Dennis Destryawan)Sementara soal apakah PKB kembali meminta posisi Menteri Pemuda & Olahraga (Menpora), Daniel menolak.

Ia mempersilakan pos tersebut diberikan ke-pada mereka yang masih & punya jiwa muda. Padahal, saat ini Menpora diduduki oleh kader PKB yakni Imam Nahrawi. Namun belakangan, Imam terseret kasus suap pengucuran dana hibah KONI.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.


"(Menpora?) Kasih yang muda aja" kata ia sambil tertawa.

Baca: The Lone Ranger and the Lost City of Gold (1958)

Diketahui, dalam kabinet kerja pemerintah Jokowi saat ini, pos menteri yang diisi _oleh kader PKB, diantaranya Menaker Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi, & Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo. Sedangkan Menristekdikti Mohammad Nasir kerap disebut representasi PKB.

9. Jawaban Faldo Maldini

TribunJakarta.com menuliskan, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini ditodong pertanyaan soal pihaknya ingin kursi apa di Kabinet Jokowi-Maruf Amin. Pertanyaan tsb diberikan _oleh Karni Ilyas, sesaat Faldo Maldini hadir sebagai narasumber di acara Iindonesia Lawyers Club (ILC).


PAN sendiri diketahui memberikan sinyal untuk bergabung dngn pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan. "Ada aspirasi seper_ti dikemukakan _oleh rekan aku Viva Yoga Mauladi, mayoritas DPW menyatakan kesetujuannya kalau PAN tunggu mengambil langkah untuk begabung dengan pemerintahan pak Jokowi. Jadi trennya itu ke arah situ," kata Bara Hasibuan sesaat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jkrta Pusat, Selasa (9/6/2019).

Mulanya Faldo Maldini memberikan pandangannya terkait wacana koalisi Prabowo Subianto & Jokowi. Tiba-tiba Karni Ilyas memotong pembicaraan, & menodong pertanyaan soal kursi apa yang diinginkan PAN di kabinet Jokowi-Maruf Amin. "Kalau jadi koalisi KIK, kursi apa yang diharapkan _oleh PAN?"
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Jumat , Juli 2019 )

Kehidupan akan membawa seseorang pada jalan yang dipilihnya. Pilihan yang tepat takkan pernah mendatangkan penyesalan.


Ucap Karni Ilyas tegas. Mendengar perntanyaan itu, Faldo Maldini lngsg tersentak sambil mengaruk-garuk kepala. "Wess," ucapnya. Karni Ilyas kembali bertanya, apa PAN menginginkan jabatan sebagai Ktua MPR atau menteri.

"Apakah Menteri? Apakah tetap ktua MPR?" tanya Karni Ilyas. Sambil tersenyum, Faldo Maldini mengiyakan pihaknya tak merasa kegeeran soal jabatan di kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Pasalnya dia menilai segala keputusan berada di tangan Jokowi sebagai presiden terpilih. "Kita enggak kegeeran, kita enggak kepedean Bang Karni," kata Faldo Maldini. "Kalau kita berpikir yang tahu ini smua adalah Pak Jokowi, sebab beliau merupakan presiden terpilih," tambahnya. Karni Ilyas memberikan sindiran kepada Faldo Maldini.

"Tapi berharap dong sekian krusi," tutur Karni Ilyas. Politikus muda itu mengakui tidak berharap, mengingat di Pemilu 2019 PAN memporoleh suara rendah. "No karena kita enggak kegeeran, angka kita 6,9, kalau ibarat bola ini terancam degradasi," jelas Faldo Maldini. "Kita percaya ke semua ke Presiden kepilih," imbuhnya.

Mengenai sikap resmi PAN, Faldo Maldini mengaku hal tersebut akan diputuskan saat rakernas. Hal tersebut karena PAN ingin mendengar pendapat dari seluruh anggotanya yang berasal dari berbagai daerah. "Kita akan memutuskan di rakernas," ucap Faldo Maldini.

Simak videonya:

[[iframe]] Apa mau Jokowi?

Diberitakan Kompas.com, Presiden Joko Widodo mengiyakan tidak akan membedakan latar belakang profesional atau partai politik dalam menyusun kabinet pemerintah 2019-2024.

Baca: Barbie Kumalasari Sebut Pihak Fairuz Giring Opini Soal Ikan Asin, Ini Keyakinanya di Pengadilan

Sebab, lebih dari satu juga kader partai politik yang ialah profesional di bidangnya.


"Kabinet diisi _oleh orang ahli di bidangnya. Jangan sampai dibeda-bedakan ini dari profesional dan ini dari (partai) politik."

"Jangan seper_ti itulah, karena banyak pula politisi yang profesional," kata Jokowi dalam wawancara khusus dngn harian Kompas, Seniin (1/7/2019). Sikap Jokowi berbeda dengan saat pertama kali ia terpilih menjdi Presiden RI pada 2014. Saat itu, Jokowi membagi dua menterinya menjdi dua kategori, yakni 16 dari partai politic dan 18 dari profesional. Namun, kini menurut Jokowi ngga penting lagi apakah menteri itu berasal dari kalangan profesional atau parpol.


"Yang penting setiap kementerian diisi oleh orang-orang yang ahli di bidangnya."

"Mengerti masalah-masalah yang ada di dalamnya sehingga gampang mengeksekusi program, gampang menyelesaikan masalah-masalah yang ada," kata Jokowi. Menurut dia, hari ini pembahasan mengenai kabinet ke depan masih dibahas dngn parpol Koalisi Iindonesia Kerja yang mengusung Jokowi-Maruf Amin pd_ Pilpres 2019. Namun, Jokowi pula tak menutup pembicaraan dngn parpol oposisi yang hendak bergabung. "Sudah sering aku sampaikan, kami terbuka utk siapa pun yang ingin bersama-sama, yang ingin bekerja sama memajukan negara ini, membangun negara ini, se_cara terbuka," kata politisi PDI-P ini.

(news.xcoid.com/Chrysnha, Glery Lazuardi, Srihandriatmo Malau, Gita Irawan, Taufik Ismail/TribunJatim.com/Kompas.com, TribunJakarta.com)

"Jadi persoalan apapun yang terjadi usai pasti terhitung dngn sangat baik di dalam konteks kultur politic kita, jadi bukan persoalan harus menuntut berapa," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Seniin (8/7/2019).


Anggota Komisi III DPR ini menyatakan belum ada pembicaraan khusus terkait kursi menteri dngn Presiden Joko Widodo.

Baca: Menkumham Sebut Kasus Baiq Nuril Bkn Kasus Kecil

Baca: Tak Diketahui Sebabnya, Hepriaman Kapak Leher Ayahnya Sehingga Putus

Baca: Debut, P`nyerang Berdarah Liberia Langsung Cetak Gol untuk Persib U-16

"Jadi sejauh ini ngga pernah pimpinan Partai Nasdem mengajukan menteri membicarakan hal itu se_cara teknis," jelasnya. Namum demikian, ia mengatakan kabinet yang akan datang harus diisi _oleh partai-partai yang memiliki kesolidan dalam bertugas. "Kalau solid berarti apa? Berarti harus diisi mereka yang memiliki perspektif yang sama.


Partainya pula yang memiliki perspektif yang sama," katanya.

7. Jatah PKB & NU

Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan minta jatah kursi menteri partainya dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam kabinet Koalisi Iindonesia Kerja (KIK) jilid II, dipisah porsinya.

"Karena memang kan PKB itu dilahirkan oleh NU tapi kan PKB bukan NU, tentu itu suatu yang terpisah," kata Daniel dalam diskusi Polemi
Sumber: www*tribunnews*com/nasional/2019/07/11/terbaru+kabinet+jokowi+mega+sebut+tak+tahu+jawab+faldo+maldini+tgb+diusulkan

Share Berita