Syukri Bey: Tantangan Sumatera Barat Merupakan Leadership
Info berita hari Senin , Juli mengenai "Syukri Bey: Tantangan Sumatera Barat Merupakan Leadership-#19rtqe" :

Sukri Bey, praktisi & tokoh Minang yang juga adalah politisi Gerindra mengatakan Provinsi Sumbar memiliki APBD hanya 5 Triliun.news.xcoid.com, Jakarta Sukri Bey, praktisi dan tokoh Minang yang juga ialah politisi Gerindra mengatakan Provinsi Sumbar memiliki APBD hanya 5 Triliun, itupun 70 persen sudah habis buat belanja pegawai. "Nah, bagaimana biar bisa membangun jikalau anggaran minim begini?, mesti ada sosok yang punya akses ke pemerintah pusat, dia mengerti bagaimana menggaet dana pusat ataupun sumber dana lainnya hingga Sumbar membangun ngga lagi mengandalkan APBD belaka.

Aku lihat yg cocok ke gubernur Sumbar adalah orang yang punya link dengan pusat. Gubernur Sumbar mesti pandai melobi pusat. Dialah Bapak Donny Moenek." Ungkap mantan Kepala BPKD DKI Jakarta saat Acara Keluarga Besar Minangkabau World Foundation (MWF) menggelar Halal Bihalal di Gedung Gunawarman 30 Kebayoran Baru Jakarta.

Minggu, (14/7/2019). Sekjen DPD RI Reydonnyzar Moenek yang akrab disapa Uda Donny turut hadir sebagai tokoh Minang yang dinilai berhasil di perantauan dan peduli terhadap organisasi kemasyarakatan Minangkabau baik di ranah & di rantau. Lebih lanjut Syukri Bey, yang merupakan pendiri MWF, dalam sambutannya menyebutkan bahwa MWF ckup eksis saat ini, bahkan usai memiliki kantor selain di Gunawarman 30 pula ada kantor di Khatib Sulaiman Padang.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Juli 2019 )

Anda akan menjadi orang yang tersisihkan jika tidak siap menghadapi perubahan.


"Salah satu terobosan kami adalah mendorong produk-produk Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat Internasional salah satunya dngn mencantumkan label halal food," ujar Syukri Bey. Lebih lanjut, mantan Kepala BPKD Provinsi DKI Jkrta ini mengatakan bahwa _ada tokoh minang tingkat Nasional yang prestasinya bagus. "Dia pernh jadi Dirjen Keuangan Daerah, sekarang Sekjen DPD RI. Pernah pula jadi PJ Gubernur Sumbar.

Ini prestasi yang membanggakan kita," ungkap Syukri Bey.

Sekjen DPD RI selaku tokoh minang perantauan Reydonnyzar Moenek menyampaikan rasa terima kasihnya atas undangan dari MWF.

"Saya menaruh hormat dan bangga pada seluruh pengurus & anggota MWF yang kendati belum genap berusia dua thn namun telah lebih dari satu berbuat utk Sumatera Barat, terutama dalam menggalang kekuatan rantau utk Nagari."

Pria yang pernah menjabat Pj Gubernur Sumbar 2015 ini lebih jauh menyebutkan bahwa tantangan Sumbar ke depan merupakan leadership.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Senin , Juli 2019 )

Kenangan tetap ada tapi jangan terfokus disana. Hidup lo bukan untuk kenangan tapi buat masa depan. Tetap semangat!.


"Jadi benar kata Pak Syukri. Tanpa bermaksud apa-apa, kami sewaktu jabat Pj Gubernur melakukan langkah koordinatif untuk percepatan pembebasan tanah dari Sicicin smpai Malalak. Saya koordinasi lngsg dengan Menteri terkait, alhamdulillah selesai," tuturnya.

"Kami pula hadirkan PSSI, Persatuan Sumando Seluruh Indonesia, untuk memeriahkan peresmian Kawasan Mandeh.


Aku bahkan telpon langsung Mensesneg Pratikno untuk meyakinkan Bapak Presiden hadir dalam peresmian Kawasan Mandeh menjadi Kawasan Wisata Andalan Sumatera Barat."

Menurut Sekjen DPD RI yang akrab dngn wartawan ini, bahwa semua pemerintah provinsi mempunyai potensi pajak yang signifikan,

"Di sini perlu keberanian. Contoh untuk penyelesaia Masjid Raya Sumbar, saya carikan solusi utk percepatan pembanguanannya, saya tak malu-malu melobi sejumlah gubernur demi pembangunan Sumbar namun saya akan malu jika yang saya lakukan hanya utk kepentingan pribadi." Tegas Donny. Turut hadir dalam acara bergengsi ini, Ketua Dewan Pengurus MWF, Revri Aroes.


Wakil Ketua Dewan Pembina MWF Budi Mitra.Sekjen MWF Syahrudin. Wakil Sekjen MWF Iqbal, & Wakil Walikota Payakumbuh H. Erwin Yunaz SE, MM.

()


Dibantu sharing beritanya ya teman-teman news.xcoid.com, Terima kasih semuanya..

Sumber: s://www*liputan6*com/news/read/4012714/syukri+bey+tantangan+sumatera+barat+ialah+leadership
Share Berita