Kisah Mi Instan Berdarah Di Kotim Kalteng
Yuk update terus informasi anda dengan membaca berita di news.xcoid.com, info mengenai "Kisah Mi Instan Berdarah Di Kotim Kalteng-#sznmrf" yang dikutip dari media online, baca selengkapnya :

Ilustrasi Penganiayaan (news.xcoid.com/M.Iqbal)news.xcoid.com, Kotim Siapa sangka bila sebungkus mie instan mampu membuat seorang ayah tega membacok paha anak tirinya? Inilah kisah mie instan berdarah dari Kalimantan.

Malam sekitar jam 21.00, Akhmad Syahrul Mualim baru pulang kerja di barak karyawan PT Unggul Lestari, Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kotim Kalimantan Tengah. Perutnya lapar karena udara yang memang dingin. Perut lapar Ahmad mengingatkan pd_ sebungkus mie instan yang dia simpan. Oleh Sebab Itu ia bergegas membuka lemari untuk memasaknya.

Tidak disangka mie instan itu tak ada di tempatnya.

Ahmad lngsg menanyakan keberadaan mie instan simpanannya kepada anak tirinya yang berusia 9 tahun. Dikutip dari Jawapos.com, rupanya sang anak mengakui bahwa mie instan itu usai dimakannya. "Saat itu aku terlalu emosi," kata Akhmad saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotim, Kalimantan Tengah, Minggu (14/7/2019).


Didorong emosi memuncak, diperburuk udara dingin, badan lelah, & perut lapar, oleh sebab itu Akhmad lalu membawa anak tirinya itu ke lokasi sampah dimana bungkus mi instan itu dibuang. "Kepalanya saya benturkan ke tempat sampah itu," kata Ahmad.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juli 2019 )

Segala memiliki awal pasti memiliki akhir.

Emosinya belum juga reda.

Matanya nanar menatap ada parang yang tergantung.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juli 2019 )

Anda akan menjadi orang yang tersisihkan jika tidak siap menghadapi perubahan.

Kemarahan menguasai, Akhmad mengambil & langsung mengayunkan parang itu ke paha korban hingga terluka. Menatap anak tirinya terluka, Akhmad panik dan membawanya ke klinik perusahaan untuk diobati.

"Saya sebenarnya tidak ada niat untuk melukainya," kata Ahmad. Atas peristiwa mie instan berdarah di Kalimantan ini, menyebabkan Ahmad menuai buahnya dijerat dengan Pasal 5 Huruf a juncto Pasal 44 Ayat (2) UU RI Nomor 23 Thn 2014 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga sub Pasal 76 C juncto Pasal 80 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Thn 2014 mengenai perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak sub Pasal 351 Ayat (2) KUHP.

Simak video pilihan berikut:


'
simak video pilihan berikut

Sekian info yang kami sampaikan, update terus info menarik disini news.xcoid.com ( arsip berita Selasa /Juli )

Sumber: s://www*liputan6*com/regional/read/4012599/kisah+mi+instan+berdarah+di+kotim+kalteng
Share Berita