Pentingnya Deteksi Dini Kehamilan, Ternyata Bisa Cegah Penularan Hepatitis Dari Ibu Ke Bayi
Berita lengkap di hari Selasa , yuk ikuti info mengenai "Pentingnya Deteksi Dini Kehamilan, Ternyata Bisa Cegah Penularan Hepatitis Dari Ibu Ke Bayi-#jabrxi", berikut selengkapnya :

Laporan Wartawan news.xcoid.com, Apfia Tioconny Billy

news.xcoid.com, JAKARTA Deteksi dini pada ibu hamil rupanya sangat penting, satu diantaranya ialah untuk mencegah penularan hepatitis ke anak. Pasalnya risiko penularan hepatitis ke risikonya bisa mencapai 90 sampai 95 persen terutama utk jenis hepatitis B, C, dan D.


Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu menjelaskan tiga jenis itu berpotensi ditularkan karena cara penularannya bisa melalui kontak cairan tubuh. Kontak cairan tubuh tersebut bisa terjadi dari ibu ke anak, anak ke anak, atau dari dewasa ke anak, transfusi darah dan organ yang tidak diskrining, penggunaan jarum yang tidak aman, hubungan seksual, serta kontak dngn darah.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juli 2019 )

Impian tidak akan menggerakan seseorang untuk maju, alasan kuat dibalik impian itulah yang menggerakannya.

Sementra hepatitis lainnya seperti hepatitis A & hepatitis E penularannya melalui kotoran atau mulut.



Nafsu makan berkurang jadi slh satu tanda penyakit hepatitis A.

(kolase/net)"Cara penularan hepatitis A melalui kotoran, jikalau ada orang membuang tinja sembarang, sesudah tidak cuci tangan pakai sabun dan menyentuh makanan dia bisa terinfeksi hepatitis akut, ia bisa menjadi carier smpai selesai masa inkubasi sekitar 50 hari," kata dr. Wiendra di Jakarta. Adapun ajakan utk deteksi dini hepatitis B pd_ ibu hamil mulai digalakkan di Iindonesia pada 2013, dimulai dari DKI Jkrta dan terus berkembang ke provinsi laiin di tahun-tahun berikutnya. Sejak 2016, pemeriksaan hepatitis pun mulai dilakukan dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) Hepatitis B surface Antigen (HBsAg).

Berdasarkan Sistem Info Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (SIHEPI) 2018-2019 jumlah ibu hamil yang diperiksa hepatitis B sebanyak 1. 643.204 di 34 provinsi.

Hasilnya, sebanyak 30.965 ibu hamil reaktif (terinfeksi virus hepatitis B), dan 15.747 bayi baru lahir dari ibu rekatif hepatitis B telah diberi Imunoglobulin Hepatitis B (HBIg).

Ilustrasi ibu hamil.

(liberationnews.org)Pemberian HBIg dilakukan untuk meningkatkan upaya perlindungan pada bayi agar terhindar dari hepatitis B yang ditularkan dari ibunya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Selasa , Juli 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

Sementara itu thn 2019 ini hingga periode Juni, ibu hamil yang telah diperiksa sebanyak 490.588 orang dengan 9.509 reaktif hepatitis B. Dari pemeriksaan itu diketahui 4.559 bayi telah diberi HBIg kurang dari 24 jam serta imunisasi rutin & telah terlindung penularan virus hepatitis B dari ibunya.

Pencegahan penularan hepatitis B dari ibu ke bayi dilakukan dngn vaksinasi HB0 setelah bayi lahir kurang dari 24 jam. Sedangkan pada bayi lahir dari ibu hepatitis B segera beri Imunoglobulin Hepatitis B (HBIg) kurang dari 24 jam.

Peradangan hati atau hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis, perlemakan, parasite (malaria, ameba), alkohol, obat-obatan, dan virus laiin seperti dengue dan herpes.

Sekian info yang kami sampaikan, update terus info menarik disini news.xcoid.com ( arsip berita Selasa /Juli )

Sumber: www*tribunnews*com/kesehatan/2019/07/23/pentingnya+deteksi+dini+kehamilan+ternyata+bisa+cegah+penularan+hepatitis+dari+ibu+ke+bayi
Share Berita